Pengantar

Ringkasan Pemurnian 4 Maret 2006 (Rasul Yohanes)

Butir Butir Pesan Rasul Yohanes Pada Bincang Bincang di Cimahi, 6 Februari 2006

Teks-teks Kitab Suci berhubungan dengan pemurnian dan puncaknya

 
 

BUTIR-BUTIR PESAN RASUL YOHANES PADA BINCANG-BINCANG DI CIMAHI,
6 FEBRUARI 2006 :

1.“Aku menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman”
“Ecce ego vobiscum
sum omnibus diebus
usque ad
consummationem saeculi ”.
( Matius 28 : 20 )

2.“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.
Aku datang kembali kepadamu. Damai sejahtera
Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahteraKu
Kuberikan kepadamu,
dan apa yang Kuberikan
tidak seperti yang diberikan
oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah
dan gentar hatimu”.
(Yoh 14:18,27)

3.“Aku telah menepati janjiKU kepada para nabimu:
‘Aku akan bernubuat
kepada anak-anakKU’
dan Aku berjanji
kepada rasul-rasulmu,
‘Aku akan memberikan karunia-karunia kepada anak-anakKU’,
tapi dalam NamaKU!
Hanya Aku yang bisa
memberikan itu semuanya!”
(Yoel 2 : 28-32; Yohanes 16 : 12-13 )
(PTY, PASKAH 29MAR1997)

4.Kepenuhan dari Kitab Suci
 adalah
Allah menyertai manusia
sampai saat ini
dengan segala caranya
yang Dia lakukan di dunia ini
bagi mereka-mereka yang dipanggil
untuk menyampaikan
kebenaran-kebenaran dari Allah.

5.Iman yang hidup
harus berbicara tentang Allah.
Itulah iman yang hidup
maka kamu mendapat kekuatan didalam kata-katamu
dalam hidupmu tentang Allah.

Allah itu adalah kebenaran.
Siapa pun yang berkata
tentang Allah,
Allah bersatu dengan dia
dalam kehidupannya.

6.Berbahagialah kamu yang dipanggil saat-saat terakhir ini.

Jangan ricuh hatimu
tentang pesan-pesan itu sendiri.
Menerima Pesan  bukan berarti
hanya menunggu
untuk diceritakan
dibicarakan
tapi yang sangat penting
adalah untuk melengkapi,
menjadi bahan pengolah iman
supaya kamu berubah
dalam hidupmu,
supaya kesaksian-kesaksian itu sungguh nyata engkau sampaikan dalam kehidupanmu.

7.Iman adalah
kasih yang besar
yang ditanamkan Allah
dalam dirimu,
bekal dalam perjalananmu
maka engkau tidak susah melaksanakan tugasmu ini.
Antarkan saja
yang sudah kamu terima, selebihnya Allah akan memberikan pengertian yang sangat dalam
apa yang telah kau sampaikan nanti.

8.Pakailah bahasa yang ada,
yang kamu punyai,
yang kamu bisa,
yang akan kamu antarkan
apa yang menjadi keinginan Tuhan
supaya kamu bersaksi bahwa,
DIA-lah satu-satunya yang menyelamatkan manusia.

9.Masuklah kamu sehati sejiwa,
apa yang sudah
kamu jadikan pedoman
di dalam kelompokmu ini
supaya ditemukan
kebersamaan itu sendiri
untuk mengantarkan
isi hati Tuhan.

10.Firman Tuhan itu dilengkapi dengan janji-NYA:
“AKU menyertai kamu
sampai akhir zaman.”
Kalau hanya
dengan Firman Tuhan,
selesailah semua. 
Iman itu tidak akan berkembang.
Tidak ada hal-hal yang baru
yang akan disampaikan,
diterima oleh manusia
termasuk kamu.
Matilah iman itu.
Iman itu harus berkembang melalui kuasa Allah.
Yang mengendalikan semua adalah Allah.
Imanmu adalah milik Allah karena kau percaya kepada DIA,
maka kamu adalah
milik Allah seutuhnya.

11.Nubuat-nubuat
ini harus ada, sampai dunia ini tidak ada lagi,
hanya kerajaan Allah
bersama manusia-manusia
yang setia,
yang percaya kepada DIA.

12.Maka Allah berjanji :
“AKU menyertai kamu”,
maka terjadilah
banyak anak-anak Tuhan
dipakai untuk menerima
kasih dan cinta Tuhan
untuk disampaikan kembali
kepada anak-anakNYA di bumi ini.
Dan kamu bersama Agnes,
Agnes dipanggil
untuk menjadi saksi.
Nubuat-nubuat ini,
karunia-karunia ini
diberikan kepada kelompok ini melalui Agnes.

13.Penyertaan Tuhan itu
cukup luas.
Dengan cara Tuhan
yang diberikan kepada
anak-anakNYA
untuk mengulangi kembali sejarah-sejarah rohani itu sendiri dimana Tuhan sudah hadir
dan hidup di dunia ini,
dan menginjakkan kaki di bumi ini  bersama manusia,
diingatkan kembali.

14.Maka Ibu Maria
juga dikirim
untuk menampakkan diri.

Tanda kasih Allah diberikan kepada manusia.
Berbahagialah kamu,
tanda-tanda itu diberikan.

Penampakkan itu
sudah dimulai oleh Allah.
Jangan katakan
penampakkan itu tidak ada!

15.Ini saat terakhir bagi kamu.
Aku bersaksi.
Sudah aku katakan,
aku bersaksi, aku Yohanes! Pemurnian itu terjadi,
segera terjadi dan terjadi.
Ini sungguh harus terjadi!
Ini janji Tuhan.

16.Kata-kata Tuhan
banyak diperdebatkan,
menuruti  pemikiran-pemikiran,
bukan dicari tahu,
apa yang dikehendaki Allah
dalam kata-kataNYA itu,
dalam FirmanNya itu sendiri,
yang sudah dituliskan
dalam Kitab Sucimu.

Kata-kata Tuhan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dimengerti.

Dari sanalah kamu berangkat, dari Firman itulah kamu berangkat menjadikan suatu kekuatan
untuk berkata-kata,
untuk menyampaikan
kebenaran-kebenaran itu sendiri kepada saudara-saudaramu.

17.Jadi inilah kunci terakhir:
Penyertaan kuasa Tuhan
mengendalikan kehidupan
kalian semua,
dalam beriman,
dalam segala macam.

Semua, penyertaan itu,
untuk semua hal, 
maka manusia-manusia
yang membuka hati,
dia tetap semangat.
Walaupun dia menderita,
dia tetap hidup dan bangkit
dan berjalan
dan tidak meninggalkan
dan tetap setia.

18.Kata-kata Tuhan
dalam FirmanNYA:
“AKU menyertai kamu”
Inilah kunci
dari segala nubuat-nubuat
pada zamanmu ini.

19.Tetapi ingat
iblis juga melakukan itu,
tapi kamu bisa melihat
mengenali
dari buah-buahnya.

Pada akhirnya,
buahnya adalah yang datang
 dari dunia yang menyesatkan. Ada terjadi nabi-nabi palsu.

20.Dan kamu juga bisa melihat,
dari buah-buah yang kamu terima dalam perjalananmu
tentang nubuat-nubuat itu sendiri.

Jangan kamu sampai terperosok dengan mengada-mengada
dunia seperti itu,
tapi, jelilah hatimu.
Kalau jeli hatimu,
hati itu baik dan terbuka,
pasti Tuhan akan berikan pengertian-pengertian itu sendiri dalam kehidupanmu
supaya kamu bisa membedakan mana datang dari Allah
mana datang dari dunia.
21.Ini belum terpikirkan
oleh para imam.
Dia mendengar, langsung vonis!
Selalu mengambil kunci,
’saat-saat terakhir,
hati-hati nabi palsu!’
Itu hal yang baik
dia mengatakan itu,
supaya umatnya tidak tersesat.
Dia sebagai imam tertinggi menghimpun umat,
itu wajib dia melakukan
dan mengatakan itu
karena jangan sampai
anak-anak Tuhan tersesat.
Tapi....dia tidak memakai imannya, dia hanya memakai
pikiran-pikirannya sendiri
maka dia tidak menemukan
arti apa yang dikatakan itu
dalam Kitab Suci.

22.Berbahagialah kamu
saat-saat terakhir.
Ini saat terakhir bagi kamu.
Lihat dunia,
kamu lihat sekarang dunia,

Sudah terjadi, semua yang
dinubuatkan itu sudah terjadi.
(bdk Ulangan 18:21-22 : nubuat dari nabi  palsu
adalah nubuat yang tidak terbukti, tidak terjadi)

Awal dari
pemurnian-pemurnian
yang sebenarnya
nanti kuasa Tuhan
yang akan menurunkan langsung, memurnikan dunia.

23.Sekarang dimurnikan...
Lihat mereka,
 diantara mereka berkelahi.
Di negaramu juga,
apa yang terjadi? Lihat mereka! Saling membunuh, itukah buah?

Lihat pada waktunya,
berhala mereka hancur.
Inilah yang kukatakan kepadamu.

24.Akan dinyatakan  kebenaran-kebenaran ini oleh Allah.
Kalau Allah mau menyatakan kebenaran ini, pasti
DIA memanggil anak-anakNYA
untuk menjadikan saksi
apa yang menjadi keinginan-NYA dalam kehidupan manusia.
Pasti diajak kerja sama
untuk mengartikan
apa yang dikatakan-NYA,
supaya kamu menjadi saksi
semua peristiwa
yang akan terjadi.

25.Jalankan semua pekerjaan ini dengan baik,
dan arahkan saat terakhir ini .
Nanti aku bersamamu
untuk menyampaikan semua ini.
Dan kapan kamu berkumpul kembali, saya akan bersamamu
untuk menyampaikan
nubuat-nubuat ini
supaya pekerjaan-pekerjaan ini ringan bagi kamu.

Karena akulah saksi.
Saksi hidup dan mati
dalam kebenaran
tentang keselamatan:
HANYA SATU TUHAN
tidak ada lagi yang lain,
sampai dunia ini diambil kembali dan semua yang percaya, bahagia.

26.Sungguh aku mengatakan,
Tidak main-main kamu
saat-saat terakhir ini karena kamu akan menyampaikan ini.
Dan jangan takut, nanti mereka akan menanggapinya semua ini walaupun terjadi perdebatan diantara mereka;
Yang akan dipulihkan banyak,
anak-anakNYA akan kembali,
supaya keputusan-keputusan itu tidak menjadikan suatu pedang bagi anak-anakNYA tapi menjadikan suatu kedamaian
yang sangat penting.
Itulah yang dikehendaki Allah.
Jangan peraturan manusia menjadi ukuran dalam keselamatan manusia.

27.Ini yang sangat penting kamu pikirkan dalam-dalam.
Tapi kehendak Allah yang menyempurnakan kehidupan manusia supaya manusia itu berharga di bumi ini dan bahagia kembali apa sesuai dengan kehendak Allah.
Karena kamu
adalah milik Allah seutuhnya, tidak main-main.
Maka setialah kamu
dalam bekerja ini.

28.Selama ini kamu berjalan,
semua bekerja, dengan pikiranmu, kehendakmu
yang kamu lakukan,
yang kamu tuliskan,
yang kamu sampaikan.
Tidak!
Tulislah apa yang kamu terima, yang ada di situ.
Jangan kamu tambahi
dan kamu kurangi.

Karena nanti
kamu akan mendapat kesulitan atas jawaban dari apa yang mereka minta,
apa yang kamu tuliskan nanti.
Itu akan menjadi bumerang
bagi kamu sendiri.

29.Apa yang sudah kamu terima, sampaikanlah itu apa adanya, jangan kamu tambahi
dan kurangi,
supaya pasti,
supaya kamu bisa menjawab
apa yang sudah kamu terima dengan baik itu.

30.Apa yang kami cari?
Kami mencari Allah
dalam kehidupan kami.
Kami ingin Allah dimuliakan
di bumi ini.
Semua ciptaanNYa
memuliakan DIA,
supaya manusia-manusia ciptaanNYA itu mengerti,
dia punya Allah di surga,
dia punya tempat istimewa
di surga.
31.Yang tidak membuka hati
tidak bisa mengalami peristiwa-peristiwa misteri yang terungkap di antara kamu, melalui Agnes,
anak ini,
yang dipakai Tuhan
menjadi alat di TanganNya.
Kuasa Allah bekerja
dalam mulutnya,
bukan dengan pikirannya,
 
Ini misteri.
Misteri bisa terungkap
sedikit-sedikit
tapi tidak semua terungkap,
itu menjadi rahasia Allah.

32.Misteri yang sangat dalam
adalah Ekaristi.
Ini misteri, sangat misteri
tapi kamu boleh mengalami,
boleh menikmati,
diberikan Allah kepada kamu.

Kalau saja
para imam mau terbuka
mereka akan menerima
pendalaman iman
yang sangat dalam.

33.Tetapi, yang pertama
dilakukan para imam adalah
‘mengambil Agnesnya’
habis itu ditutup.
Dia tidak melihat,
Agnes bersama siapa.
Misteri ini harus digali.
Apakah Agnes bisa
bicara tentang Allah,
tentang surga,
tentang kebenaran, keselamatan?
Dari mana si Agnes tahu?
Saya Yohanes.
Yohanes bicara dengan kamu melalui Agnes. Inilah misteri.

Tapi misteri boleh kalian alami, boleh kalian mencari,
boleh kamu menikmati misteri ini. Sungguh, Allah adalah misteri!

34.Inilah...belum digali oleh para imam. Saya juga tidak menyalahkan mereka.
Tapi mereka tidak mencari terus, sudah cukup sampai sini saja.
Sebenarnya tidak cukup!
Karena mencari Allah bersama Allah itu bukan sebatas
menjadi imam, selesai.
Tapi kematian,
puncaknya adalah kematian, selesai!
Di situlah, kita “ya” atau “tidak”, “bahagia atau tidak”!
Di situ, saat-saat terakhir.

35.Jangan katakan ‘sudah cukup’; ‘untuk apa itu?’;
‘Sudah, ngga perlu itu!’
Jangan katakan ‘tidak perlu’, karena Allah menyertai manusia.
Penyertaan-NYA bermacam-macam, terserah Allah.
Mau bagaimana
Allah menyertai manusia,
terserah, itu hak DIA!

36.Itu masalah iman.
Tidak boleh kamu menyangkal tentang iman,
tapi kamu menyangkal dunia.
(Maka kalau kamu mengalami tantangan dunia): “Kalau kamu
tidak meninggalkan agamamu,
kubunuh kamu.
(Jawab saja): Bunuhlah saya!”
Itu kan dunia menantang kamu.

37.Jangan kata-kata Tuhan itu
kamu artikan dengan
pikiran-pikiranmu sendiri.
Punya arti yang lain
yang dimengertikan Tuhan
dalam perkataan itu sendiri,
yang disampaikan kepadamu.
Semua itu untuk kamu,
apa yang disampaikan itu
untuk kamu,
kebahagiaan kamu.
Kalau kamu turuti
apa yang dikatakan Tuhan,
kamu akan bahagia.

38.Siapa pun yang percaya
kepada Allah,
dia dimurnikan terus menerus dalam kehidupannya
supaya sampai kepada tujuan dalam kebahagiaan.

Pemurnian itu adalah
keikut-sertaan Allah
dalam kehidupanmu.
Itu pemurnian.

Tapi arti pemurnian yang akan datang ini,
yang dimurnikan adalah dunia.
Sebentar lagi kamu akan mengalami.

39.Saat-saat terakhir yang indah itu, dalam pengertian pemurnian,
kita tidak dalam keraguan lagi. Kita sudah siap menerima
semua itu,
supaya kita bersukacita,
boleh mengalami peristiwa itu.

Jadi, tanggalkan semua
keraguan-keraguan ini
dalam kehidupanmu!
Masuklah!
Berbahagialah engkau dipanggil bersatu dalam misteri ini.

40.Ini sungguh terjadi.
Kenapa tidak terjadi?
Siapa katakan tidak terjadi? Terjadi!
Akulah Yohanes!
Aku bersaksi,
bersaksi tentang kebenaran, tentang rencana Allah.

41.
Kamu sudah diberikan nama
Kelompok Pelayanan Kasih
dari Ibu yang bahagia.

Melayani... Pelayan,
Menjadi pelayan tidak hanya
kalau ada keinginan
baru melayani .

Namanya pelayan.
Semua pekerjaan harus dilakukan, Pelayan itu
tidak memilih pekerjaan,
semua dikerjakan dengan baik atas perintah tuannya.

42.Tidak mudah menjadi pelayan,
kalau masih punya harga diri.

Harga diri itu
tidak boleh dibawa kemana-mana. Masuklah!
Masuklah dalam rencana Allah itu. Masuklah, bekerjalah..
bersama-sama!
Itu indah sekali.
Indah bersama Tuhan.
Tidak bisa dikatakan
seperti apa
indahnyahidup
bersama Tuhan.

43.
Pelayan itu memang berat. Pekerjaan yang berat.
Secara dunia,
pekerjaan hina katanya.
Tapi tidak!
Itu pekerjaan yang mulia. Pekerjaan yang sangat mulia.
Kalau kamu
masih punya harga diri,
itulah yang hina buat kamu.
karena kamu tidak bisa
melayani dengan baik.
Allahmu juga melayani
sampai sekarang ini.

44.Bekerjalah dengan baik dan segeralah sampaikan ini, biar cepat selesai apa yang menjadi keinginan Tuhan.
Apakah di situ manusia mau bertobat atau tidak?
Bertobat atau tidak bertobat pemurnian tetap berjalan
dan pasti.

Tapi Allah Bapa Maha pengasih dan penyayang, masih memberi waktu kepada manusia
agar bersedia masuk
dalam pertobatan itu sendiri
agar pemurnian itu
tidak membawa celaka
bagi anak-anakNYA
di seluruh bumi ini.

45.Karena saya
dipanggil untuk kamu
untuk menjadi...
menjadi apa yah..
Menjadi guru?
Tidak! Menjadi apa ya?

Menjadi teman?
Ya menjadi teman, itu baik sekali.
Menjadi teman suka dan duka.
Yah  itu, teman....!
sahabat ya...!.
Yah kita sahabat ya!

 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com