Pengantar

Ringkasan Pemurnian 4 Maret 2006 (Rasul Yohanes)

Butir Butir Pesan Rasul Yohanes Pada Bincang Bincang di Cimahi, 6 Februari 2006

Teks-teks Kitab Suci berhubungan dengan pemurnian dan puncaknya

 
 

RINGKASAN PEMURNIAN 4 Maret 2006 (Rasul Yohanes)

Beberapa points dari perbincangan dengan rasul Yohanes  di Cimahi

6 Februari 2006, sebagai persiapan untuk rekoleksi PEMURNIAN DUNIA

Mula-mula permintaan untuk menyampaikan pengantar yang tepat tentang artikel dalam web site bahasa Inggris tentang Kitab Wahyu dengan sharing sesuai tuntunan Rasul Yohanes pada 6 Des 2002 di Purwokerto, juga pengantar untuk artikel pemurnian  dunia.
Rasul menanggapi dengan baik pembuatan website sebagai sarana modern untuk bentuk pewartaan, tetapi agar tidak terlalu menyeluruh / besar/ luas, sehingga melelahkan bagi yang menyiapkan / menyampaikannya. Cukup tuliskan pesan-pesan penting.
Selanjutnya bila ada pesan, cepat bahas, rangkum, catat dan simpan dengan “baik” hingga ketika dibutuhkan tidak ‘bingung’, berkeluh kesah karena bahan TERLALU BANYAK.
Memang harus kerja keras, ini pekerjaan besar.
Segera adakan rekoleksi, rasul akan membantu ( pemurnian dan Kitab Suci ).
Dalam pewartaan keluar sampaikan hanya pesan jangan menambahkan buah pikiran / rumusan sendiri, nanti kalau dipertanyakahn kembali tidak bisa menjawabnya. Kalau pesan dipertanyakan pasti kita bisa menjawab.

 

Pengantar umum tentang pewartaan kelompok mengenai kehadiran Tuhan Yesus dan Ibu Maria yang memakai Agnes Sawarno sebagai ‘alat’Nya:

Sebelum naik ke surga, Yesus mengutus para murid ke seluruh penjuru dunia untuk mewartakan Injil dengan peneguhan : “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. ( Mat 28: 20b)

Ini bukan hanya penyertaan untuk pewartaan Injil tetapi penyertaan menyeluruh dalam suka dan duka, dalam proses perkembangan iman, pemurnian, semuanya.
Kalau Yesus tidak menyertai, maka para rasulpun tidak akan mampu bekerja, kita semua tidak menerima warta keselamatan ini.
Penyertaan Tuhan bermacam-macam cara dan banyak orang dipilih untuk menjadi alatNya.
Bukan dikatakan Firman Tuhan yang sudah tertulis TIDAK SEMPURNA, tetapi Firman Tuhan masih digenapi oleh Tuhan sendiri dalam penyertaanNya sampai pada akhir zaman, lewat pesan-pesan, nubuat-nubuat, pekerjaan-pekerjaan melalui alatNya, orang-orang pilihanNya.

Jangan meragukan penampakan-penampakan, Yesus sudah memulainya dengan menampakkan Diri sesudah bangkit. Murid-murid sudah mendengar bahwa hari ketiga Ia akan bangkit, tetapi baru sesudah mereka BERTEMU dengan Yesus YANG BANGKIT dan menampakkan Diri, barulah mereka PERCAYA dan dengan penyertaan KUASA ALLAH lewat Roh Kudus, mereka memulai pewartaan Injil. (Kisah 2 : 14-40)

Ujilah segala sesuatu, memang ada kesesatan, memang ada nabi-nabi palsu, karena itu ujilah dan lihatlah buah-buahNya.

Tetapi kamu sendiri, wartakanlah apa yang kamu mengerti, apa yang kamu terima lewat pesan-pesan, bukan rumusan pikiranmu sendiri. JANGAN menyampaikan rumusan pikiranmu sendiri, nanti pada waktunya kamu akan ditanyai mengenai rumusanmu ini dan kamu tidak akan bisa menjawab!!!
Bila kamu menyampaikan apa yang kamu terima sebagai PESAN, ketika kamu nanti ditanyai kembali, pasti kamu akan bisa menjawabnya!

 

  • Segera berkumpullah untuk membahas Pemurnian dan Kitab Suci, aku Yohanes akan hadir dan membantu kalian. !
  • Bila mendapat pesan, segera bahas bersama, jangan hanya ditumpuk saja, ketika kamu membutuhkannya, kamu tidak dapat merumuskannya karena TERLALU BANYAK, kamu menjadi lelah dan berkeluh kesah.
  • Jangan menyampaikan terlalu menyeluruh hingga kamu menjadi lelah.

Cimahi, 6 Februari 2006.

REKOLEKSI DI WISMA SHALOM
(Pada tanggal 3 dan 4 Maret 2006, diadakan rekoleksi untuk membahas secara khusus tema : PEMURNIAN DUNIA.  Malam itu, Rasul Yohanes hadir lewat kuasa Tuhan yang memakai Agnes sawarno sebagai ‘corong’ ) :

Rasul Yohanes : Apa yang telah kamu sampaikan, Alexius, itulah yang benar dan saya minta nanti ini harus dilanjutkan supaya banyak persiapan anak-anak Tuhan untuk menghadapi pemurnian nanti. Menurut kamu semua, apa yang sudah kamu terima, apa kamu masih di dalam keraguan?

 

Sedikit yang menjawab....! Untuk mewartakan tentang kebenaran itu memang harus diuji dalam kehidupan masing-masing. Apa kamu sudah diuji dan mau diuji?

Kami dulu juga demikian. Kami juga diuji oleh Tuhan dan diberikan tugas untuk menyampaikan kabar sukacita ini, cukup berat.....! Tetapi kamu sudah menerima itu semuanya, hanya tinggal melanjutkannya. Kitab Suci sudah berbicara. Memang selama ini tidak diungkapkan, dan takut, khususnya para imam. Mereka takut untuk menyampaikan tentang hal itu karena memang sangat menakutkan. Pemurnian dunia memang sangat menakutkan. Apa kamu takut?

Tidak kan?

Kenapa kamu takut? Kalau kamu takut berarti kamu tidak percaya akan Allah. Ingat tadi sudah disampaikan. Aku sudah berbicara dengan Agnes, dimana Alexius sudah menyampaikan, itu benar! Semua sudah ada dalam Kitab Suci. Tinggal waktunya milik Allah. Saatnya akan tiba, Allah akan membuat semua itu. Tanpa pemurnian, semua tidak akan menjadi baik. Lihat.., sekarang manusia sudah jauh dari Allah. Mereka lebih suka dengan dunia dan juga para imam bermegah diri.

Kata rekoleksi itu apa artinya Alexius?

Kumpul kembali, jawab romo Alexius Widianto.

Kumpul kembali. Yang mengumpulkan siapa Alexius?

Sarananya kami tapi Tuhan yang menginginkannya, jawab romo  Alexius Widianto.

Amin. Semua apa yang terjadi dalam kebenaran dan kebaikan, seperti kamu semua yang ada di sini, Allah yang mengumpulkan kamu. Mengapa aku berkata seperti itu? “AKU menyertai kamu sampai akhir zaman” (bdk Mat 28:20b). Apa kamu percaya?

Percaya, jawab umat.

Aahhh ada yang percaya …., setengah percaya, ada lagi.... sulit percaya karena banyak kesulitan yang dihadapinya, dimana Allah itu ada. Pasti kamu seperti itu kan? Ngaku saja ya…!

Iya, jawab umat.

Iya.., sedikit kamu punya kesulitan, kamu lupa bahwa Allah menyertai kamu dalam suka dan duka. Itu janji Allah kepada manusia, tanpa itu kamu tidak akan hidup, bisa hidup tenang dan bahagia di bumi ini. Lebih baik tidak mengenal Allah (kalau kamu percaya hanya setengah-setengah). Allah itu memulainya, DIA juga akan menyelesaikannya.
 
Ingat, kamu yang ada di sini, tadi kamu sudah bicara tentang pemurnian. Kamu sudah banyak terima pemurnian dari imammu. Saya bicara lain kepada kamu. Kamu mau dimurnikan?

Mau, jawab umat.

Apa mau ….? Ahh, kamu jangan berbohong ya …. Sebenarnya awal untuk menjelang menyambut pemurnian, kamu harus lebih dahulu dimurnikan di dalam hidupmu. Apa kamu mau?

Mau, jawab umat.

Apa kamu mau beri berkat kepada orang lain? Oh... tunggu dulu ya ….! Tunggu dulu! Hitung-hitung, selalu menghitung, kalau kamu mau memberikan berkat kepada orang lain. Benar tidak?

Benar, jawab umat.

Apakah yang kamu simpan itu akan menyelamatkanmu?

Tidak, jawab umat.

Tidak kan? Hidupmu..., apa kamu mau besok pulang? Mau?

Tidak, jawab umat.

Oh tidak …? Takut kamu mati ya?

Belum siap, jawab umat.

Belum siap?

Ya, jawab umat.

Maka maulah kamu dimurnikan supaya kamu siap untuk menerima kematian. Kematian itu sangat berarti dalam kehidupanmu. Itulah tujuan manusia. Jangan menjadi orang kaya yang tidak bijaksana. Sungguh saya mengatakan, sia-sialah hidupmu kalau kamu tidak ada saling melayani. Di sini juga saya melihat, betapa sulitnya kamu diajak dalam kebenaran, betapa sulitnya kamu diajak untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Kamu senang berfoya-foya dengan dunia, kenikmatan yang kamu terima, yang kamu lakukan. Ahh dosa itu memang luar biasa..., menutup hati setiap manusia, lupa diri. Dosa itu nikmat. Benar tidak?

Benar, jawab umat.

Benar?

Benar, jawab umat.

Apa kamu mau?

Tidak, jawab umat.

Jangan...! Itulah dosa …! Dosa menjauhkan kita dari Allah. Kamu senang jatuh dan jatuh dan jatuh dalam dosa. Ini yang saya perhatikan diantara kamu. Saya tidak pernah …tidak akan …apa saya datangi orang-orang satu persatu, tapi kamu sadari apa yang aku katakan pada malam ini. Sia-sialah kamu untuk mendengarkan pemurnian, kamu tidak memperbaiki diri. Luar biasa! Jadi aku berpikir, mengapa dosa dinikmati? Mengapa dosa dinikmati? Hah, sia-sialah kamu hidup. Hidup ini adalah cinta Allah kepada kamu semuanya. Kamu diberikan kehidupan, engkau disertai dalam perjalananmu tapi kamu tidak menanggapi kasih Allah itu. Engkau berjalan sendiri, masuk dalam dosa. Saya bertanya, apa sih dosa itu artinya. Coba jawab, siapa yang bisa jawab, apa arti dosa?

Melanggar hukum, jawab umat.

Melanggar hukum Allah, itu dosa. Melalui apa?

Pikiran, perbuatan dan ucapan, jawab umat.

Baik, dosa itu muncul dari kelemahanmu. Memang manusia tidak sempurna. Tetapi Allah tidak menghendaki kamu sempurna, tapi setialah, berjuanglah untuk mengartikan hidup ini supaya kamu boleh tenang hidup dalam dunia ini. Semua diberikan kepadamu. Kamu menguasai dunia ini. Benar tidak? Tapi dunia mana yang kamu kuasai? Aku bertanya kepadamu, dunia mana yang kamu kuasai? Dunia mana? Dunia mana jawab?

Dunia dosa, jawab umat.

Dunia dosa. Kembali lagi, berputar kembali kepada dosa, ya melalui kelemahanmu. Hai, kalau kamu mau masuk kedalaman apa yang dikehendaki Allah ….itu indah sekali. Bersatu dengan Allah itu indah. Ingat, dulu kami bersatu dengan Allah yang menjadi manusia, menyerupai muka-muka….. muka manusia. Tapi sekarang juga kamu bersama Allah melalui kuasa-NYA yang tidak kelihatan tapi luar biasa bagi kamu yang menerimanya dengan sungguh-sungguh. Kalau menurut kamu, Allah itu ada dimana?

Di surga, jawab umat.

Surga itu ada dimana? Hayo jawab surga ada dimana?

Ada di atas, jawab umat.

Di atas mana? Di atas langit? Itu terlalu jauh kamu berpikir.

Dalam hati, jawab umat.

Kalau surga ada dalam kehidupanmu, kenapa kamu tidak jaga dirimu baik-baik?  Apakah ada surga di dalam dirimu? Saya bertanya kembali? Jawab! Apakah ada Allah bersamamu dimana kamu tidak menjaga dirimu dengan baik? Yang ada siapa?

Setan, jawab umat.

Pintar kamu katakan …setan ya! Pintar.., padahal selama ini kamu dikuasai iblis dengan sikap dan tingkah lakumu, keinginanmu, kamu dikuasai oleh iblis. Kapan Allah ada  bersamamu? Kamu ingin tahu pemurnian tapi kamu tidak ingin dimurnikan. Bagaimana kamu bisa menerima pemurnian nanti yang akan turun ke bumi ini? Kamu belum siap menghadapinya.

Saya heran kenapa manusia itu bebal ya? Suka bermain-main dengan dunia. Ingat kata dunia itu sangat dalam. Kuasa penguasa kegelapan, itu ada di dunia ini, hinggap dalam hatimu yang tertutup melalui sikap dan tingkah lakumu. Sekarang ini, malam ini, kamu ingin tahu apa itu pemurnian itu sebenarnya tetapi kamu tidak siap untuk dimurnikan. Kasihan itu imammu, capai dia bicara ya. Kerjasama... Kamu datang ke sini untuk apa …? Untuk apa kamu ke sini?

Mendalami pemurnian, jawab romo Alexius Widianto.

Mendalami pemurnian. Hai Alexius kamu sudah berani? Sudah berani kamu mengerti tentang  pemurnian, itu baik sekali Alexius. Tapi apa yang telah kau katakan tadi itu juga ada dalam kehidupanmu. Kamu setuju semua tidak?
Ah kamu kok jadi diam? Takut sama Alexius ya? Wah, memang betul kalian semua setia ya. Sependapatkah kamu apa yang kukatakan tadi. Diam semua …?

Diulangi lagi, jawab umat

Aahhh tadi telingamu ada dimana? Apa kurang keras suaraku ini? Kurang?

Ya, jawab umat.

Kurang? Jangan, tidak baik berbicara keras-keras.

Ya …ya, apa kamu suka, senang di rumahmu berbicara keras-keras?

Tidak, jawab umat.

Jelek itu ya. Kalau kamu memanggil anakmu atau istrimu, atau suamimu, datangi..! Jangan kamu  kesana kamu keras-keras memanggil, itu tidak sopan. Ya …mengerti?

Mengerti, jawab umat.

Juga terhadap anak-anakmu. Kalau kamu butuh anakmu, datangi dia. Bicaralah pelan-pelan, tidak harus menjerit-jerit seperti orang yang itu…dikejar ya..., dikejar apa itu?

Harimau, jawab umat.

Dikejar apa? Jangan ya? Kamu juga perempuan, kamu harus lemah lembut. Jangan keraskan suaramu! Bicaralah yang baik, tidak harus keras-keras berbicara sedang kamu berbisik menyapa Tuhan, Tuhan dengar, masa kamu bersama, sama-sama punya telinga... Bicaralah dengan baik. Di sini banyak orang yang keras ya, suka jerit-jerit ya! Siapa coba? Hayo tunjuk tangan. Saya tidak suka, apalagi itu wanita. Ini yang saya sampaikan. Wah saya bukan lelucon ya... Apakah saya pandai melucu?

Jenaka, jawab romo Alexius Widianto.

Jenaka. Ah baik kalimatmu. Ya baik, saya akan mengatakan apa yang sudah kamu terima tentang pemurnian... Saya katakan Aku Yohanes, aku bersaksi, pemurnian tinggal sedikit waktu, kamu akan menerimanya, sebentar lagi negaramu akan digoncang. Apa kamu lari? Saya bertanya.

Tidak, jawab umat.

Hahaha...., betul? Itu ada suatu cerita. Itu si Agnes cerita, pernah mengalami kegoncangan di tempatnya itu. Itu suaminya lari-lari dan tidak berdoa. Itu suaminya Agnes, apalagi kamu? Benar ya Tarsicius? Benar ya?

Betul, jawab Bapak Tarsicius (suami Ibu Agnes)

Betul…ini jangan terjadi lagi! Biarkan dirimu apa pun yang terjadi karena semua yang terjadi itu adalah kuasa Allah yang menggerakkan. Siapa pun dia menerima dengan baik dan berdoa, dia selamat. Itu harus percaya. Dan pernah ada yang bertanya kepada Agnes, kalau itu kegelapan terjadi bagaimana sapiku?

Wah yang dipikirkan sapi. Percaya, semua binatang, semua tumbuh-tumbuhan itu dilindungi oleh Allah dan diabadikan. Kalau kamu punya harta: sapi, babi, apalagi itu binatang-binatang.., jangan kamu kuatirkan tentang mereka. Mereka dalam perlindungan Tuhan seperti Nuh. Nuh disuruh menyelamatkan bermacam-macam jenis binatang. Iya tidak?

Iya, jawab umat.

Seperti itulah terjadinya nanti. Terus ada yang bertanya, bagaimana, itu jambanku di luar rumah? Apa kamu jambanmu di luar rumah? Aduh selama kamu 3 hari itu, kamu tidak mengalami apa-apa. Jamban lagi dipersoalkan....? Mengapa itu yang dipikirkan? Itu banyak pertanyaan seperti itu. Kamu tidak tahu apa yang terjadi, apabila kamu nanti itu, pemurnian itu turun, kamu hidup berdoa, kamu tidak akan terasa sampai selesai. Kamu tidak akan mengalami dimana kamu lapar, dimana kamu haus, dimana kamu pergi ke jamban. Tidak ada ya!

Ini sangat sederhana. Kamu renungkan apa yang kukatakan ini kepadamu untuk bahan renunganmu Ada yang lebih dalam pengertian-pengertian dimana kamu mengalami pemurnian itu nanti. Mulai sekarang bertobatlah, kembalilah kepada Allah. Itu.., itulah yang dimintakan! Bertobatlah….kembalilah kepada Allah, semua akan menjadi baik di dalam kehidupanmu untuk menghadapi pemurnian.

Iya baik, cukup jelas tadi imammu Alexius. Hai dimana itu, ah….sudah dimatikan... (rasul Yohanes mencari layar dimana disampaikan penerangan mengenai pemurnian). Sudah diterangkan ada dalam Kitab Suci. Dan saya bersaksi, pemurnian itu ada! Saya katakan, cukup sebentar lagi.

Wah ada yang berpikir, yang bertanya, bagaimana buku saya yang saya kirim ke Paus. Ada yang berpikir ya. Ada yang berpikir tidak?

Ada, jawab umat.

Baiklah saya jawab, apa yang sudah kamu kirim, mereka sudah mempelajarinya, karena kuasa Allah yang mengerjakan itu semuanya. Tunggu saatnya, kalau kamu dipanggil untuk mempertanggung-jawabkan semua itu... Pasti Alexius.... saya tidak…..tidak..! Kalau Isak Doera orangnya pemberani. Berani mati Isak Doera. Benar ya. Benar?

Nama saya artinya itu, jawab Mgr Isak Doera Pr.

Namamu itu berani mati. Tapi malam ini saya minta kepada Alexius, masuklah kamu dalam segala peristiwa apa yang kamu akan hadapi, karena ini akan terjadi. Agnes akan dipanggil, siapakah akan mendampingi? Menurut kamu siapa yang mendampingi?

Alexius, jawab umat.

Allah akan mendampinginya, tetapi Allah akan memberikan pendamping para imam termasuk Alexius. Kamu setuju?

Setuju, jawab umat.

Penakut. Tapi ingat aku berkata menyampaikan ini kepadamu, Allah menyertai kamu sampai akhir zaman.

Amin, jawab umat.

Segala sesuatu apa pun yang kau lakukan dalam kebenaran dengan nama Allah, kamu jangan takut. Karena saat ini kamu tidak akan dianiaya. Bukan lagi waktunya untuk menerima aniaya dalam kebenaran itu, karena kamu akan menjadi saksi tentang kebenaran ini. Kamu percaya?

Percaya, jawab umat.

Percaya. ‘Aku percaya’, kau sudah mengatakan aku percaya, itu dalami, karena itu bahasa rohani. Jangan ‘aku percaya’ tetapi kamu tidak melakukannya. Aku percaya kepada Allah yang Mahakuasa, itu bahasa Rohani mengantarkan hidupmu kepada Allah, dan bersaksi dan mau bersaksi tentang Allah. ‘Aku percaya’ bukan dikatakan untuk manusia. ‘Aku percaya’, kalau kamu sudah percaya, kamu tidak lagi takut untuk menghadapi ini semuanya.

Di sini sebagian cukup besar kamu belum bersaksi. Takut ya? Takut? Eh...takut?

Tidak, jawab umat.

Tapi kamu katakan tidak, kamu tidak mengerjakannya ya? Kalau kamu berkumpul bersatu dalam kelompok ini, Ibu Maria itu adalah ibumu, Ibu semua seisi Surga yang diberikan kepadanya. Berbahagialah wanita dipersiapkan oleh Allah. Maka ada tertulis, apabila engkau melihat tanda besar di langit (bdk Wahyu 12:1). Itu siapa?

Ibu Maria, jawab umat.

Maksudnya apa Alexius? Maksudnya apa? Wah Alexius, apabila engkau melihat tanda besar di langit seorang wanita.... Wanita itu adalah Ibu Maria, maksudnya apa? Maksudnya apa?

Pemurnian, jawab umat.

Saya belum bicara pemurnian. Ini kamu hai..kamu pakai jubah…hai … siapa namanya?

Marita, jawab Sr. Marita CB.

Marita. Apa maksudnya Marita?

Maria, jawab Sr. Marita.

Marita Maria kamu mengerti? Seorang wanita itu adalah Maria. Apa maksudnya?
Baik, tidak ada yang mengerti....

Ibu Maria hadir untuk memimpin kita berperang melawan penguasa dunia, jawab umat.

Hmm.... Isak Doera, kamu uskup ya? Bagus ya…kalau kamu pakai baju uskupmu itu. Tapi tolong jawab apa maksudnya itu? Seorang wanita, apabila engkau melihat tanda besar di langit seorang wanita yang berselubungkan matahari, terus apa kelanjutannya. Maksudnya apa?

Dialah yang diberikan kuasa oleh Tuhan melawan setan, jawab Mgr. Isak Doera.

Yang sangat rohani, bisa jawab…? Hai kamu Maria, coba jawab!

Kalau tanda besar itu tampak di langit, tanda penyertaan Bunda Maria bagi anak-anak di dunia ini, jawab Maria Ola.

Penyertaan. Nubuat ini dimaksudkan adalah keselamatan itu sudah ada di bumi ini tidak akan berhenti. Maria akan menjadi saksi tentang keselamatan untuk manusia yang percaya kepadaNya. Maka Maria tidak akan diberhentikan sampai dunia kiamat. Mengerti? Coba ulangi apa yang aku katakan tadi. (Masing-masing umat menjawab)

Kalau ramai-ramai bicara siapa yang didengar? Satu-satu ya bicara, supaya engkau mengerti. Jangan main-main ya kepada Maria. Sekarang Maria itu diutus untuk menyatakan kembali (tentang) keselamatan itu yang sudah diberikan Allah kepada manusia. Kalau Maria tidak diutus, padamlah iman itu. Tidak terbongkar kembali harta-harta surgawi yang telah ditinggalkan Allah kepada manusia. Maria ..Maria..! Maka aku mengatakan kepadamu, siapa yang menolak Maria, dia tidak berarti. Inilah perkataanku. Di bumi ini banyak yang menolak Maria..... Banyak menolak Maria! Mereka berjalan dengan kehendak pikirannya sendiri untuk menyampaikan kebenaran, apa yang menjadi keinginan-keinginan bagi mereka sendiri. Tidak mendapatkan apa-apa!

Aku Yohanes mau mengatakan kepadamu. Petrus..! Dialah Petrus yang diangkat oleh Allah. Dialah kunci untuk keselamatan bagi manusia yang percaya. Petrus..., apa pun yang sudah ada dalam gerejamu, hukum-hukum gereja yang membawa kamu dalam keselamatan sepenuhnya Allah berkati melalui Petrus. Siapa yang tidak menerima Petrus, dia membuat karya keselamatan sendiri dalam kehidupannya. Setialah kepada apa yang sudah dilakukan Petrus. Allah mendirikan gereja-Nya di batu karang melalui Petrus. Batu karang itu adalah Allah sendiri, berikan kepada Petrus. Bukan saya katakan Allah datang untuk menurunkan agama. Tidak! Allah datang untuk menyelamatkan manusia. Agama itu adalah suatu himpunan supaya kamu mudah disatukan, untuk berhimpun, untuk memuliakan Allah, satu tempat. Nah, mengerti apa yang kukatakan ini kepada kamu?

Mengerti, jawab umat.

Mengerti ya? Tidak tersamar? Tidak kan?

Tidak, jawab umat.

Atau kamu yang tidak mengerti? Mangerti ya maksud saya ya? Inilah yang aku sampaikan kepadamu. Tadi apa yang sudah kamu terima, itu cukup baik untuk dilanjutkan, untuk diberitahukan kepada yang lain dan dicatat; tidak lagi mencari-cari pengertian-pengertian itu sendiri. Mulai malam ini dicatat, supaya saudara-saudaramu yang lain bisa menerima itu.

Kamu kemarin kemana Alexius? Kamu kemarin pergi kemana Alexius?

Ke Manila, jawab romo Alexius Widianto.

Ke Manila….untuk apa? Cari apa kamu kesana?

Cari kertas, jawab romo Alexius Widianto.

Cari kertas …haha. Sekarang Isak Doera. Kamu mau pergi kemana?

Pergi ke Denpasar, jawab Mgr Isak Doera.

Mengapa kamu ke Denpasar?

Diundang, jawab Mgr Isak Doera.

Diundang untuk apa?

Untuk bertemu seorang visioner dari Korea

Hai …Isak Doera lebih lengkap apabila itu sekelompok manusia yang kau himpun, dan kau pewartaan tentang kelompok ini bersama Ibu kita Maria, daripada kamu ikut, tidak berbuat apa-apa. Mengerti?

Ada orang yang mau dengan kelompok ini juga ya, tidak ada kaitan dengan visioner dari Korea itu, jawab Mgr Isak Doera.

Saya mau mendorong kamu Isak Doera, kamu pemberani tapi tidak mau berbicara. Kenapa Isak Doera tidak mau berbicara untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini. Berbicaralah kamu, karena kau dipanggil untuk itu. Bicaralah tentang kebenaran-kebenaran ini, di dalam kelompok ini yang selama ini kau bersama Agnes. Itu lebih baik kau lakukan. Jaga dirimu dari Tuhanmu supaya kamu bisa mendampingi kelompok ini dengan baik…ya?

Ya, jawab Mgr Isak Doera.

Bagus. Mungkin kalau saya katakan Isak Doera tidak usah kamu pergi…., pasti kamu marah pada saya ya? Benar? Kenapa saya dilarang? Itu lebih baik engkau merenungkan apa yang harus kau lakukan dalam kelompok saat-saat terakhir seperti ini. Apa dan apa? Dan juga kamu pergi tidak akan mendapatkan apa-apa. Di sini banyak yang harus kau kerjakan.

Juga Alexius, tidak lagi engkau pergi kemana-mana lagi. Tetaplah bekerja dan sekarang merencanakan semua ini dan berbicaralah tentang pemurnian ini, jangan takut! Jangan takut untuk menyampaikannya supaya jelas apa arti pemurnian yang akan diberikan Allah kepada anak-anakNya. Sudah cukup baik …sudah cukup baik kamu bekerja.

Sudah coba bicara di depan para Uskup ditolak, jawab Mgr Isak Doera.

Ya baik. Penolakan itu.. kamu jangan kecewa Isak Doera. Jelas tidak ada yang mulus. Kebenaran itu harus berjuang. Tidak hanya disampaikan, orang menerima, tidak seperti itu. Orang harus berjuang dan mencari kebenaran-kebenaran itu sendiri. Kalaulah nubuat-nubuat ini berhenti terus kamu mau menjadi apa? Nubuat ini harus terjadi, dan harus terjadi, supaya kamu dikuatkan, imanmu berkembang dan berjuang untuk menjadi anak-anak yang baik dalam kehidupanmu.

Tapi alasan dari hal itu tidak boleh karena hal ini belum diakui resmi oleh gereja, jawab Mgr Isak Doera.

Baik itu waspada.., baik, semua baik …cuma tidak bijaksana. Tetapi kebenaran ini bukan minta dukungan dengan imam-imam, sudah cukup kamu dipanggil dalam kelompok ini. Yang penting adalah bekerjalah dengan baik, cepatlah pergi dan jangan disuruh. Surga sudah memberikan semua bekal di dalam perjalananmu dalam kelompok ini. Kenapa itu tidak dipakai untuk menjadi kekuatan di dalam pewartaan kepada anak-anak Tuhan? Sekarang aku melihat, kamu bekerja berapa hari untuk membongkar-membongkar (pesan-pesan Tuhan Yesus dan Ibu Maria tentang pemurnian)…, kenapa sekian lama itu tidak dilihat, dicari, direnungkan? Apakah kerja itu seperti itu akan seterusnya?

Tidak, jawab umat.

Tidak ? Kan kamu lelah untuk membongkar semua pesan-pesan itu sendiri untuk kamu. Lelah, sakit, marah.

Tapi sukacita akhirnya, jawab Ibu Ola.

Iya tapi pertamanya menderita dulu dengannya. Iya tidak baik…! Saya minta pesan-pesan itu mulai sekarang.., dan cukup baik…bagus sekali. Saya melihat. Saya dari pagi saya sudah ada bersama kalian. Saya lihat bagaimana itu keterangan-keterangan tentang pemurnian. Dan kamu semua dukung dari Kitab Suci. Itu bagus sekali, memang sudah ada dalam Kitab Suci, cuma itu tidak digali, takut. Namanya pemurnian, takut ya? Ya para imam hanya menyampaikan persiapan. Sebagai imam untuk menyampaikan Tubuh dan Darah Tuhan, sampai disitu saja, tidak berkembang. Itu saja yang diteruskan, tapi tidak mengembangkan apa yang sudah ada tertulis itu untuk mendukung semua itu supaya anak-anak Tuhan dipersiapkan dengan baik. Inilah kelemahan para imam. Tapi saya tidak mempersalahkannya. Wah saya tidak berani menghakimi tapi saya boleh menyampaikan kepadamu Isak Doera. Boleh kan?

Boleh, cuma itulah sulitnya, para imam ini bawahan dari Uskupnya kalau Uskupnya tidak setuju mereka menjadi takut, jawab Mgr Isak Doera.

Ah ya bagus. Tapi nanti saatnya kamu akan mengalami kegoncangan, nanti mereka akan  ketakutan sendiri. Besar... cukup besar! Bencana itu cukup besar yang akan kamu hadapi di negaramu ini, bukan di negaramu saja, menyeluruh. Kamu siap?
 
Siap, jawab umat.

Siap….harus siap …Mau dan tidak mau kamu harus mau menerima itu semua, peristiwa itu. Kamu akan bersembunyi dimana? Mau sembunyi dimana kalau kamu takut? Menghindar peristiwa itu, kamu bersembunyi dimana? Tidak usah bersembunyi karena ini sudah cukup jelas. Inilah untuk kebahagian kamu semua nanti. Ini harus terjadi, pemurnian harus terjadi. Ya! Kamu harus menerimanya dengan baik. Jangan kamu menerimanya dengan kelemahan-kelemahan kamu, nanti kamu repot. Mengerti?

****. Memang contoh-contoh banyak yang telah diberikan untuk sekian lama sudah, tapi saya masih bodoh, apa definisi pemurnian itu sendiri untuk kita sampaikan sehingga mereka itu bisa mengerti. Apa yang sebaiknya kata-kata yang kita pakai di dalam mengartikan apa arti pemurnian itu sehingga sebagai pemurnian dunia, pemurnian diri semua itu bisa kita sampaikan. Jadi bukan hanya dengan contoh-contoh saja. Terimakasih Rasul.

Siapa namamu?

Robianto

Robianto. Tadi aku sudah ngomong …benar tidak ngomong tadi? Sudah belum?

Sudah, jawab umat.

Sudah belum?

Sudah, jawab umat.

Sudah belum?

Sudah, jawab umat.

Lho kenapa takut? Ah, sudah belum? Sudah atau belum?

Sudah, jawab umat.

Sebenarnya, pemurnian yang sebenarnya dimana engkau mengenal Tuhan dan engkau dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, engkau akan terus dimurnikan dalam hidupmu sampai engkau mati. Mengerti?

Mengerti, jawab umat.

Pemurnian ini hanya untuk kamu diberikan supaya kamu bisa hidup dengan baik, dengan tenang, dengan bahagia dalam hidupmu di dunia ini. Ini yang pertama. Saya tidak menjawab pemurnian yang kamu jelaskan bersama imammu. Pemurnian itu sudah ada dalam hidupmu. Kamu renungkan apa kamu pada saat-saat tertentu kamu meronta-ronta? Itulah pemurnian. Meronta-ronta, engkau diingatkan, dibebaskan, tapi keinginan dagingmu lebih besar sehingga Roh kalah. Ini pemurnian …ya, ini pemurnian diberikan kepada anak-anak Tuhan. Kalau kamu tidak dimurnikan, engkau tidak akan sampai kepada tujuan walaupun engkau sudah dibaptis di dalam Nama Tuhan. Tanpa kau sadari, tanpa kau minta, tanpa kau mengerti, itu sudah ada dalam hidup setelah kamu mengenal Allah dan menerima Allah dalam hidupmu.

Ini, siapa namamu? Saya akan baca bahasa apa itu? Marita …Suster Marita CB. Ya, saya bisa bahasa Indonesia ya! Kamu juga Marita, kamu berontak, banyak pemberontakan di dalam dirimu. Engkau mulailah …engkau seorang suster yang dipanggil oleh Allah, dimana kamu menghadapi pemurnian ikuti pemurnian itu supaya engkau sampai kepada tujuanmu. Marita … ok

Dan tadi Robianto. Yang pertama sudah saya jawab. Yang kedua pemurnian itu juga untuk mengantar kamu untuk mengalami pemurnian yang sebenarnya. Pemurnian ini kalau tidak diturunkan Allah ke bumi ini, manusia akan pergi meninggalkan Allah, dimanakah manusia akan memuliakan Allah kembali? Maka dimurnikan supaya disatukan kembali apa yang menjadi keinginan Allah supaya manusia memuliakan DIA, Allah bersama dia. Itulah tujuan pemurnian. Karena dunia memisahkan banyak manusia. Kalau pemurnian ini tidak diturunkan ke bumi ini, kamu akan hilang, akan terseret bersama dunia. Sangat berarti pemurnian itu untuk menyelamatkan kamu, supaya kamu tahu dan mengerti bahwa Allah akan bersama kamu satu masa dengan suatu kebahagiaan. Di situ kamu boleh mengalaminya. Itu Allah akan kasihkan kepada kamu. Yang mengalami itu semua adalah kamu, di luar itu tidak ada. Robianto, apa ini sudah kau mengerti apa yang kukatakan?

**** Mengerti. Baik, terimakasih. Sungguh saya sudah menyampaikan ini kepadamu dan terima kasih kepada kamu Alexius dan kamu Isak Doera. Dan saya minta kepadamu Alexius, pengertian-pengertian pemurnian ini terus kamu lakukan untuk anak-anak Tuhan, karena waktunya sudah …sudahlah kamu harus berhati-hati dan berjaga-jaga setiap hari karena kamu tidak akan mengerti itu semuanya. Tapi kamu boleh menerima, tapi Allah akan menyelamatkan kamu dalam keadaan-keadaan yang mungkin sangat mengerikan. Baik, terima kasih.

Terima kasih Rasul, jawab umat.

Ini sampai jam berapa Alexius? Sampai pagi ya?

Terakhir Mgr Isak Doera, jawab romo Widianto.

Baik ….baik

Pimpinan gereja yang tertinggi punya pendapat lain tentang wahyu-wahyu pribadi baik yang disampaikan oleh Ibu Maria maupun oleh Tuhan Yesus. Mereka bilang  ya boleh tapi tidak perlu di percaya. Tidak perlu diterima karena sudah cukup dengan wahyu umum yang ada yang sudah tercantum dalam Kitab Suci dengan rasul terakhir Rasul Yohanes. Itu sudah cukup untuk orang selamat. Jadi di situ kami ada kesulitan. Begitu Rasul.

Baik, tadi apa yang sudah kamu perjelas itu tolong kamu catat dan sebarkan kembali kepada para imam-imammu itu semuanya. Karena “AKU menyertai kamu sampai akhir zaman.” Allah menyertai manusia dengan segala kuasa-NYA. Itu kuncinya. “AKU menyertai kamu sampai akhir zaman” dengan segala kuasa-NYA DIA berikan kepada siapa pun yang Tuhan panggil untuk menyatakan nubuat-nubuat ini dalam kehidupan manusia. Kalau itu tidak ada, …sia-sialah kamu semuanya. Kamu tidak dapat kekuatan dan akhirnya kamu tidak sampai kepada tujuan. Kalau Allah tidak menyertai kamu sekalian, kamu tidak sampai kepada tujuan. Sampaikanlah itu kepada para imammu.

Baik, jawab Mgr. Isak Doera

Sudah cukup jelas. Baik, baik, kalau sudah cukup jelas tolong tuliskan dan berikan kepada mereka dan berikanlah. Tapi kalian degan kerendahan hati bukan kamu mengerti sehingga kamu berbuat sedemikian. Kita sahabat ya …sahabat …Saya sahabatmu dan kamu sahabat saya. Karena sahabat itu adalah orang yang terdekat dan setia, suka dan duka, sahabat. Kalau teman, kamu akan ditinggalkan temanmu karena kecewa. Kalau sahabat itu mau menerima suka dan duka. Allah itu adalah sahabatmu yang paling dekat. Benar.

 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com