spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Doa di rumah Ibu Theresia Pujadi, Duren Sawit, Jakarta Timur

Pesan disampaikan di pada tanggal 18 February 2018

ISI HATI IBU MARIA KEPADA IBU AGNES

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari kita hening dan berdoa. Ibu Maria hadir di tengah-tengah kita. Tadi ibu berbicara sebentar :
-”sudah sekian lama Agnes, Aku tidak bertemu dengan kamu semuanya, hatiKu sedih”
Itulah perkataan Ibu Maria yang dipertanyakan kepada aku ini.
Ibu Maria berkata lagi: “Agnes, berjuanglah untuk kebersamaan dengan anak-anakKu, berkumpullah dan berdoalah saat-saat terakhir ini. Aku minta kepadamu Agnes.”
Aku jawab: “Iya Ibu. Aku mau.”

Dengan perkataan Ibu tadi, aku kembalikan kepada kalian. Apakah besok kalian berubah ? Itu kembali kepada kalian semua yang ada disini. Aku berjuang bersama kalian untuk melayani anak-anak Ibu Maria, tetapi Ibu Maria sedih: dimanakah anak-anakKu, kenapa, mengapa tidak dilakukan apa yang Aku mintakan adalah bekerjasama, berdoa bersama, mencari anak-anakKu, itu kata Ibu Maria.

Sekarang kita hening. Itulah keluh-kesah Ibu Maria secara pribadi kepada aku yang dimintakan menjawab dan melakukan yang diminta oleh Ibu Maria.

Ibu, aku serahkan anak-anakmu semua ini dimanapun mereka berada, yang kami layani yang jauh di Kalimantan, dukung doamu Ibu Maria. Juga aku, kami semua berdoa untuk Thomas yang sedang menderita sakit yang sangat parah. Kita satu dalam doa, yang diurus oleh Evi saat ini. Cukup berat untuk Thomas. Menurut medis tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tetapi tidak ada yang mustahil di hadapan Allah. Kita serahkan kepada Ibu Maria di surga. Juga untuk ibu Lucia, (ibunda Rm Alexius Widianto, red.) kita antar ibu Lucia dalam kebahagiaan, bahagia sukacita kebersamaan bersama anak-anak dan cucunya. Kita antar supaya ibu Lucia siap menghadapi apapun yang terbaik, yang terindah yang diberikan Allah kepadanya agar semua anak-anaknya, cucunya mendukung kebahagiaan saat ini ibu Lucia yang sedang terbaring lemah. Kita mohonkan kepada Ibu Maria semuanya. Kita serahkan semua kepada Ibu Maria, karena ini semua, kita semua, mereka semua, adalah anak-anak Ibu Maria kekal dan abadi. Ibu aku serahkan perjalanan doa kami ini bersatu dengan Ibu Maria di surga.

PESAN IBU MARIA

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, kini Aku datang melalui Agnes. Inilah anakKu yang Aku kasihi Kuberikan kepada kamu agar kamu semua kembali kepada Allah seutuhnya.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Kamu tahu penderitaan Agnes cukup berat apa yang ia terima, maupun dari dunia. Tapi Agnes tetap percaya Allah menolongnya. Ini apa kamu tahu ? Tapi anak ini sungguh-sungguh menerima dalam suka dan duka. Dalam semua apapun yang telah dia berikan adalah karena dia cinta akan Allah.

Anak-anakKu Aku bertanya kepada Agnes, sudah sekian lama kamu tidak berkumpul dan berdoa, dimanakah kamu berada ? Aku bertanya kepada Agnes.

Anak-anakKu masa sulit yang sedang kamu hadapi dan akan terus kamu hadapi silih berganti di seluruh bumi, terutama di negaramu ini, itu akan berlanjut. Kalau kamu tidak menjaga dirimu dengan baik, apa kamu kuat menghadapi itu semuanya ? Tidak ! Kekuatan kamu adalah kebersamaan kamu sehati-sejiwa karena kamu semua adalah anak-anakKu.

Aku meminta kepada kamu, sadarlah dan mengertilah, yang menguatkan kamu adalah iman. Iman itu adalah berdoa, bekerja dan melayani. Tapi Aku melihat di antara kamu, kamu masih hidup sendiri. Dimanakah kebersamaanmu ? Karena kamu telah diserahkan Allah kepadaKu menjadi anak-anakKu kekal dan abadi. Dan Aku Ibumu kekal dan abadi. Berarti kita adalah satu. Dimanapun anak-anakKu berada adalah satu, walaupun perjalanan mereka berjalan sendiri, jatuh dalam dosa, tapi kamu yang Aku panggil untuk mencari dan membawa kembali kepada Allah di surga, itu yang Aku inginkan.

Tidak perlu kamu banyak doa tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Yang di minta Tuhanmu adalah buah dari doamu, hasil dari doamu. Karena kamu adalah anak-anak Allah, Bapamu di surga telah menyelamatkan kamu semuanya. Tetapi dimanakah hati kamu semuanya ?
Tolonglah. Berubahlah kamu semuanya. Berubah, anakKu. Bertobatlah. Setiap hari mohon belas kasihan Tuhan karena Tuhan sayang kepada kamu, tapi kamu tidak mengerti.

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, bangkitlah dan bekerjalah, carilah di sekitarmu, apapun, atau dia dalam kesedihan, ataupun dia punya persoalan, maupun dalam keluarganya, ataupun mereka tidak makan, apapun persoalannya yang dihadapi. Tapi kamu ada dimana ?
Bukan hanya harta benda yang kau persembahkan. Persembahan itu adalah jiwa dan ragamu berarti hidupmu untuk melayani. Tidak pilih-pilih. Maka Aku menyatukan kamu dalam kebersamaan, agar kamu bersama-sama menolong, membantu kesusahan saudara-saudaramu apapun persoalannya, dengan kebersamaan itu bisa selesai. Tapi,… tidak kamu lakukan. Aku melihat dari surga, Aku sedih.

Kamu yang Aku kunjungi di negaramu ini dan Aku memberikan pengertian bahasa, sikap dan tingkah-lakumu yang benar, tapi kamu tidak berubah. Nanti kamu tidak akan kuat menghadapi penderitaan yang turun di seluruh bumi terutama di negaramu ini. Apakah kamu tidak melihat apa yang sudah terjadi di negaramu ? Itu baru hal yang sangat kecil. Kamu juga tidak merenungkannya, apalagi hal-hal yang besar bertambah engkau tidak akan mengerti.

Aku mengunjungi kamu, ini yang terakhir. Aku mengunjungi kamu di negaramu ini, inilah yang terakhir. Aku memberikan pengertian terbuka supaya kamu mengerti apa yang dikehendaki Bapa di surga. Terbuka. Tidak perlu kamu mencari maknanya, pengertiannya, maksudnya. Tapi sudah diberikan pengertian. Itulah jawabannya yang pasti yang benar.

Anak-anakKu kira-kira perhitungan dunia sudah berapa lamakah Aku bersamamu ?

Tahun ini dua-puluh-tiga tahun, Bunda Maria, jawab bu Ola

Baik. Itu untuk ukuran dunia cukup panjang tetapi kapan kamu berubah. Mulailah, jangan kamu sibuk sendiri.
Itu boleh, kamu melayani suamimu, isterimu, anak-anakmu, cucu-cucumu. Itu harus diutamakan yang paling utama, baru kamu membuka pintu dan jendela, lihatlah di sekitarmu apa yang harus aku lakukan. Banyak. Banyak.

Untuk pekerjaan dunia kamu setia sekali, seolah olah kamu takut tidak mendapatkan apa-apa dengan peraturan dunia itu. Itu salah. Kata Tuhan Alahmu, “Carilah AKU, maka semua akan KU-tambahkan dalam kehidupanmu dalam perjalananmu”. (bdk Mat 6:33, Luk 12:31) Jadi kamu mencari berkat bukan untuk kepentingan dirimu sendiri. Kamu mencari berkat memang benar. Berdoa, bekerja dan melayani, ini satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Berdoa, bekerja dan melayani, tetapi kamu cukup berdoa ataupun bekerja, yang terakhir itu adalah buah-buah surgawi. Apakah kamu hidup selamanya di bumi ini ?

Tidak Ibu, jawab umat

Ingat itu, semua kamu akan kembali. Bapamu di surga telah menyediakan tempat yang indah buat anak-anak-NYA. Ingat itu.

Aku sedih. Apabila untuk berkorban, pasti kamu mundur. Itu pasti. Kamu tidak mau direportkan dengan persoalan kebersamaan dengan saudara-saudarmu yang membutuhkan pertolongan. Apakah hartamu bisa menyelamatkan kamu ?

Tidak Ibu, jawab bu Ola.

Tidak. Tetapi hartamu bisa menyelamatkan kamu di bumi dan kembali dalam kebahagiaan, itu adalah hartamu, engkau bisa menolong saudara-saudaramu, itulah buah surgawi.

Cukup dua-puluh-tiga tahun itu adalah perhitungan dunia, perhitungan manusia. Tetapi di mata Tuhan sekejap. Itulah kehidupan.

Anak-anakKu, sekaranglah kamu persiapkan dirimu dengan baik, hidup bahagia, hidup bersukacita, kebersamaan. Terutama damai dalam keluarga, damai dalam kebersamaan. Ini indah. Hidup bahagia di bumi, hidup indah dan bahagia kembali kepada Allah. Mungkin kamu tidak mengerti. Mungkin kematian itu nanti saja, tidak perlu dipikirkan tidak perlu dibicarakan. Anak-anakKu, itu salah. Jangan lupa kehidupan yang kekal dan abadi itu pasti kamu akan mengalami.

IBU MARIA BERSEDIH DAN KECEWA

Anak-anakKu semua yang ada disini, kamu juga bisa melayani melalui sikap dan tingkah-lakumu; tidak melakukan orang lain menderita pedih dan nangis disebabkan tingkah lakumu. Itu juga tidak melayani.

Terutama kita melayani melalui sikap dan tingkah-laku membuat orang lain bahagia, membuat saudara-saudara kita tenang, bersama kita bisa memuliakan Allah, melalui sikap dan tingkah-laku kita dalam keluarga; bahagia, damai, bersukacita dalam Allah. Itu yang pertama.

Melayani apa saja yang di butuhkan saudara-saudaramu; mereka sakit, mereka tidak punya untuk mengobati penyakitnya, kamu bergotong-royong sehingga saudaramu sembuh oleh pelayananmu. Mereka tidak makan karena apa ? Itu perlu dibicarakan, dicarikan jalan keluar supaya mereka bisa makan. Itulah bekerja.

Woo-, kalau kamu mengerti apa yang telah diberikan Bapamu di surga, semua diberikan, pengorbanan-NYA. Tetapi kamu, pengorbananmu sampai dimana ? Apa pengorbananmu ? Belum.

Anak-anakKu, jangan sampai engkau sedih di saat engkau dipanggil oleh Allah. Ingat itu. Roh itu hidup. Roh itu mempunyai badan kekal dan abadi, dikembalikan kembali, tapi badan yang fana ditinggalkan di bumi ini. Mereka bisa merasakan ketakutan, sedih, mohon ampun, minta pertolongan kepada yang hidup. Bagaimana kamu bisa berdoa sedang kamu tidak mempunyai doa yang baik dan benar. Aku mengatakan ini supaya kamu hidup bahagia di bumi, setelah kamu kembali, engkau sukacita bertemu dengan Bapamu di surga yang telah menyelamatkan kamu dari dunia yang penuh dosa ini.

Ini Aku berkeluh-kesah, karena Aku adalah Ibumu. Seorang Ibu melihat anaknya tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya, Aku sedih, kalau itu terjadi dalam kehidupanmu seorang Ibu yang sudah bahagia melihat anaknya menderita menunggu di Api-penyucian. Tidak.
Aku bahagia, kamu juga harus bahagia, anak-anakKu. Hartamu ada bersama saudara-saudaramu. Ingat kata-kataKu ini, hartamu ada di dalam saudara-saudaramu yang engkau layani.
Allah itu kasih. Kamu anak kasih. Mengapa kamu tidak punya kasih ? Sedikit saja kamu seolah-olah dibebani, sepertinya kamu marah, tidak suka, berbahasa kasar, berbahasa tinggi menolak atas permohonan saudara-saudaramu meminta tolong. Tutup mata, tutup hati, tutup telinga. Apakah kamu anak-anak Allah ? Anak-anak Bapamu di surga ? Renungkan. Apakah engkau anak-anakKu ? Karena Aku sudah bahagia, kamu juga bahagia.

Baik. Renungkan dan lakukan. Kalau itupun tidak kau lakukan kembali kepada diri kamu masing-masing. Kamu yang bertanggungjawab secara pribadi dengan Bapamu di surga.
Aku seorang Ibu sudah mengingatkan kamu, mendidik kamu, menumbuhkan iman kamu, mengajar kamu untuk melayani, mengajar kamu saling mengasihi tetapi itu tidak tumbuh dalam kehidupanmu.
Aku berdoa, Aku serahkan kepada Bapamu di surga. Inilah yang Aku katakan kepada kamu semua yang ada disini. Kamu sudah mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat

Kamu mengerti ?

Kami mengerti Ibu, jawab umat

Ini. Ini bahasa ini dari awal sampai dengan ini, hari ini, itu Aku ingat “aku mengerti Ibu”. Tapi aku tidak melakukannya. Seperti anak sulung dan anak ke-dua. Yang pertama dia menganggap semua itu hebat dan lakukannya tetapi dia tidak melakukannya.
Tapi anak ke-dua, dia menolak tapi dia merenung, dia melakukannya dengan sukacita. Ini, ini di dalam kelompok ini bersama Aku.

Tuhanmu juga memberikan pengertian ini “apa yang kamu suka, AKU tidak suka. Apa yang kamu suka AKU tidak suka, apa yang kamu tidak suka AKU suka”. Sama dengan anak sulung dan dengan anak ke-dua. Kalau ini sungguh-sungguh kamu lakukan sekecil apapun yang kamu lakukan, itu sangat berarti di hadapan Bapamu di surga.
Bahasa ini cukup jelas dari awal sampai saat ini “aku mengerti” tetapi tidak aku lakukan. Karena aku tidak suka, aku direpotkan, dibuat susah. Ini.
Anak-anakKu, apakah kamu mau hidup bahagia di bumi, bahagia setelah kamu kembali kepada Bapamu di surga ?

Kami mau Ibu, jawab umat.

Kalau kamu mau, lakukan. Ini harta yang kamu lakukan yang kamu simpan di surga. Inilah yang menyelamatkan kamu.
Kalau kamu tidak berbuat apa-apa bagaimana penebusan itu sendiri ? Karena kamu tidak punya harta di surga.

Cukup dalam apa yang Aku sampaikan pada hari ini. Karena Aku kecewa kepada kamu dan sangat kecewa. Aku bersusah payah. Aku meminta kepada Allah supaya Aku bisa mengunjungi anak-anakKu di negaramu ini. Tuhan berkenan. Aku kecewa. Anak surgawi, tega-kah tidak berbuat sesuatu dalam kehidupannya?

Kamu anak-anak surgawi kekal dan abadi. Sepertinya kamu, sikap dan tingkah-lakumu seperti anak dunia, masa’ — tidak mau tahu, itu urusan kamu pribadi, bukan urusanku. Hai—hartamu itu bisa sekejap lenyap dari kehidupanmu. Sekejap. Inilah, Aku mengajarkan kepada kamu karena kamu adalah anak-anakKu.

Seorang Ibu pasti mendidik anak-anaknya baik dan benar. Nggak ada seorang ibu menyesatkan anak-anaknya. Itu ibu dunia. Apakah kamu mempunyai anak lalu menyesatkan anak-anakmu dalam kehidupan anak-anakmu ? Iya atau tidak ?

Tidak ibu, jawab umat

Tidak. Ini. Aku kecewa. Bagaimana untuk menyadarkan supaya kamu bahagia dan selamat? Renungkan kembali.

Untuk berkorban itu berat. Tapi, kalau aku cinta akan Tuhan, dalam roh aku bisa melakukannya apapun, sekecil apapun, sebesar apapun kemampuanku aku melakukannya. Ini. Jadi dimanakah cintamu akan Tuhan ?

Cinta akan Tuhan itu bukan dibicarakan melulu, hanya bicara. Pikir kamu doa itu bisa menyelamatkan kamu tanpa berbuah? Doa itu harus berbuah, Tuhan akan melihat dari surga. Kamu berdoa meminta banyak hal tapi kamu tidak berubah, tidak berbuat apapun. Aku tahu. Begitu beratkah ? Begitu beratkah anak-anakKu ?

Sungguh, ini, pemikiran ini, adalah pemikiran anak-anak dunia. Harta dan harta, kekayaan dan kekayaan adalah milikku, itu didikan orang-orang dunia. Kalau kamu tidak.
Persembahan itu sangat penting. Dalam Perjanjian-Lama, dalam Hukum-Taurat persembahan itu diadakan untuk persembahan untuk diberikan pada Allah. Tetapi saat ini persembahanmu adalah melayani saudara-saudaramu, menyelamatkan saudara-saudaramu bersama-sama.

AKU mengajarkan kamu berkelompok-kelompok. Maka dimanapun ada kelompok kamu bisa menyelesaikan masalah persoalan saudara-saudaramu, bersama-sama. Apa kamu tidak mengerti ?
Pasti tidak mengerti maksud dan tujuan apa yang Kukatakan selama ini. Sekian lama kamu tidak mengerti, kamu tetap hidup sendiri, mencari kepuasan, kemerdekaan, kekayaan, harta, kemegahan. Tidak, kamu tidak selamat. Itulah cara dunia. Dunia itu mencobai kamu melalui pikiranmu, perasaanmu, melalui kelemahanmu sikap dan tingkah-lakumu, iblis. Kamu tidak sadar. Kamu tidak sadar. AKU mau mengatakan apalagi kepada kamu, sedangkan kamu tidak berbuah.

Baik. Cukup panjang Aku menasehati kamu supaya kamu boleh mengalami kebahagiaan di bumi ini bersama keluargamu, bersama saudara-saudaramu, dan juga bahagia kebersamaan kembali kepada Bapa di surga. Itulah kebahagiaan kekal dan abadi. Kamu pasti kembali, tidak akan hidup selama-lamanya di bumi ini.

Baiklah. Renungkan semua. Mungkin Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu pribadi, sangat pribadi antara kamu dengan Bapamu di surga. Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu semuanya.

Baiklah, semua kamu yang di kasihi Tuhan dan ibu dan bersama Aku Ibumu di surga. Aku memberikan anak ini untuk memberikan pengertian kepada kamu tentang kebenaran.

Apa kamu mungkin tidak mendengar atau melihat Agnes berjuang untuk menyelamatkan anak-anakKu ? Itu sudah terjadi dan dilakukannya. Apapun yang dia lakukan itu karena dia cinta akan Allah. Karena dirinya sendiripun dia menderita saat ini. Apakah kamu tahu ? Tidak.
Pernahkah kamu bertanya kepada Agnes, “bagaimanakah bapa, ibu Agnes” ? -Tidak.
“Bagaimana sudah sembuh atau belum “? Tidak. Tidak ada.

Untuk bertanya aja tidak terjadi dalam kehidupanmu. Kamu lihat Agnes ini bekerja. Saat-saat terakhir ini dia bertambah menderita yang sangat dalam yang dihadapinya. Tapi Aku Ibumu, Tuhan tidak meninggalkan dia sendiri. Pasti Tuhan tolong semua yang dihadapinya saat ini di dalam keluarganya.

Dan bagi kamu, Aku Ibumu mengucapkan terima kasih kebersamaanmu dalam suka dan duka bersama Agnes sampai dengan saat ini. Aku sangat berterima kasih. Itulah dalam persaudaraan itu adalah tolong menolong.

Dalam keluargamu didiklah anak-anakmu untuk saling menolong dalam persaudaraanmu dalam keluargamu. Sebagai orang-tua engkau didik anak-anakmu agar semua anak-anakmu bersatu sehati-sejiwa saling menolong, saling mengasihi antara satu dengan yang lain.

Terima kasihKu. Sekali lagi. Aku melihat dari surga perjuangan Agnes dan kamu yang mendukung Agnes, itu juga karena hatimu tulus. Tuhan menyentuh hatimu untuk bersama Agnes. Terima kasihKu dan kebersamaan kamu melayani. Terima kasihKu bersama Agnes.

Inilah yang Aku katakan pada saat ini, dukunglah anak ini. Begitu pekerjaan yang banyak yang dia lakukan, tapi Allah menyertainya, Allah menyelesaikannya. Tidak bisa yang dipikirkan pikiran manusia, hanya iman. Apa yang di lakukan Agnes, hanya iman dia mengerti. Hanya iman.

Sekali lagi, bekerjasamalah untuk melayani bersama Agnes. Jangan takut. Tuhan tidak meninggalkan kamu sendiri dimana kamu melayani dan Aku Ibumu bersatu dalam doa. Doa Ibu yang kekal dan abadi pasti kamu bahagia.

Sekali lagi, terima kasih kepada kamu yang berkumpul saat ini. Dan renungkan semuanya apa yang telah Aku sampaikan hari ini dan tidak Aku ulangi lagi. Silahkan renungkan dan lakukan dan kerjakan. Semua apapun yang kau lakukan, itu adalah untuk kebahagiaan kamu pribadi antara kamu dengan Tuhanmu di surga.

Sekali lagi, terima kasih kamu yang bersama Agnes dalam suka dan duka mendukung Agnes. Aku Ibumu dari surga mengucapkan terima kasih.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Baiklah. Cukup sampai disini. Aku berdoa untuk kamu agar kamu memulainya melakukannya saat-saat terakhir ini. Nanti pada waktunya engkau akan menyesal karena engkau akan ketakutan untuk menghadapi persoalan silih berganti di seluruh bumi maupun di negaramu ini.

Dan salamKu untuk Agnes. Katakan kepada Agnes bahwa Aku Ibunya tidak pernah meninggalkan dia sendiri maupun anak-anaknya, cucunya ataupun suaminya yang sedang dimurnikan yang sedang sakit, Aku tetap bersama Agnes dalam keluarganya. Katakan itu kepadanya dan juga anak-anakKu di seluruh bumi dan kamu disini dan juga di negaramu ini.

Baik. Mari kita bersatu dalam doa yang telah Kuajarkan kepasrahan ini kepadamu. Hanya berpasrah, hanya kepada Bapa di surga, itu tidak ada yang lain.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAAN-MU 3X
(AMIN)

Anak-anakKu, renungkanlah apa yang telah Aku sampaikan ini. Ini sangat penting saat terakhir bagimu bekal dalam perjalananmu menghadapi semua agar kamu tetap setia, tidak takut, dan berkumpul bersama sehati-sejiwa, maupun dalam keluargamu atau kebersamaanmu maka kamu tidak takut menghadapi itu semuanya.

Anak-anakKu sampai bertemu kembali, bersatu dalam doa dimanapun engkau berada. Terima kasih. Selamat malam untuk kamu semuanya

Terima kasih ibu, jawab umat

===============================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Isi hati Tuhan Yesus, Pesan-pesan Ibu Maria |

Doa di Rumah Doa Maria Guadalupe, Duren Sawit, Jakarta Timur

Pesan disampaikan di pada tanggal 21 September 2017

PESAN IBU MARIA

Terima kasih kepada kamu berdua, hai imam-KU. Kamu setia. Tetapi Aku minta kebijaksanaan yang sangat dalam bagi kamu berdua. Bimbinglah mereka semuanya agar mereka bisa melayani dengan baik, dengan tenang, dengan kepasrahan mereka untuk melayani anak-anakKu di sekitar mereka masing-masing.

Tolonglah, kamu berdua, tanamkanlah dasar iman yang sangat dalam, pengertian yang sangat dalam apa arti hidup yang di berikan Allah kepada anak-anakKu semua yang ada disini, maupun di negaramu ini.

Hai imamKu, mengertilah kamu, Aku ada di surga. Aku bersatu dengan kamu dalam roh. Menyertai kamu para imam di seluruh bumi dalam roh tapi hati mereka, pikiran mereka, perasaan mereka, pengertian mereka dicampur dengan semua persoalan aturan-aturan yang datang dari dunia ini.

Kamu tadi berbicara tentang iman. Apakah iman cukup disebutkan saja, bukan melalui sikap dan tingkah-laku yang baik dan benar, setia dan melayani ?
Pasti iman kalian akan tercabik-cabik karena kamu membiarkan apa yang telah diberikan Allah kepada kamu, persatuan sehati-sejiwa dalam roh bersama Tuhan Allahmu di surga.
Maka Aku mintakan kepada Allah agar Yohanes-pembaptis bekerja kembali untuk meluruskan iman anak-anakKu di seluruh bumi, di negaramu ini. Tolong mengerti.

Apakah kamu tanpa iman bisa berbuat baik dan benar ? Apakah kamu tanpa iman bisa kamu saling melayani, saling mendoakan dalam hidupmu untuk keluargamu, untuk saudaramu ? Tidak.
Dunia tidak memberikan itu kepadamu karena tidak mempunyai hak apapun dalam kehidupanmu, karena kamu sudah ditanamkan yang paling dasar adalah iman. Persatuan kamu dengan Allah di surga melalui baptisan kamu semuanya, yang telah kamu terima dalam kehidupanmu. Allah telah menyelamatkan kamu dari segala perkara, segala dosa yang datang dari dunia ini. Allah telah memisahkan itu dalam kehidupan kamu.

Tetapi Aku melihat, begitu besarnya kamu cinta akan dunia. Apakah dunia itu bisa menyelamatkan kamu, harta bendamu, segala-galanya keinginan duniamu, manusiamu ? Tidak ! Engkau tidak akan selamat.
Tuhan Allahmu telah turun dari surga ingin bertemu dengan semua manusia ciptaan-NYA. Semua manusia di bumi adalah ciptaan Allah. Tidak ada Allah dua dan tiga. Tidak ada. Hanya satu yang sudah datang ke bumi ini turun dari surga untuk bertemu dengan kamu manusia dan mengajarkan kebenaran, keselamatan, memperkenalkan DIRI-NYA kepada manusia bahwa manusia punya Allah yang menciptakan manusia di bumi ini. Dan segala-galanya yang ada di bumi maupun di langit adalah ciptaan Allah.

Kalau Allah tidak datang ke bumi menjadi manusia, kamu tidak akan mengenal Allah. Kamu hidup bersama dunia seperti binatang-binatang yang ada di bumi ini, dia mati dengan sia-sia, dia hidup dengan sia-sia. Bukan, kamu telah diselamatkan oleh Allah yang sudah datang ke bumi ini dan memberikan pengajaran tentang iman, tentang kebenaran, tentang Allah, tentang keselamatan, tentang hidup, tentang kebahagiaan, tentang surga. Semua sudah dijelaskan kepada kamu melalui firman-NYA atas kehadiran-NYA ke bumi ini. DIA-lah Allah, DIA-lah Bapa, DIA-lah Tuhan menjadi manusia nama-NYA YESUS. (bdk Yoh 20:30-31)

Terserah Allah mau membuat apa dalam kehidupan-NYA terhadap ciptaan-NYA di bumi ini. Kita kembalikan kepada Allah. DIA menciptakan semua ini. DIA berhak melakukan apapun dalam kehidupan semua yang ada di bumi ini. Apakah kamu mengerti ?
Kenapa hidupmu kamu sia-siakan dengan persoalan hidupmu yang fana ini, yang begitu bisa lenyap dengan sekejap, kapan saja, dimana saja ?
Ingatlah. Carilah bersama Allah maka kamu diberkati. (bdk Mat 6:31-34; Lukas 12:29-31) Kalau kamu mencari dengan dirimu sendiri, kamu tidak akan bahagia, kamu tidak akan merasa puas hidup ini. Seperti orang-orang dunia, mereka tidak akan puas tentang hidupnya. Dia terus dan menerus—

Kamu lihat saja apa yang terjadi di negaramu ini. Di seluruh bumi lihat apa yang sudah terjadi. Apakah kamu tidak bisa merenungkan dengan baik ? Apa yang sudah kamu lakukan selama ini kamu bersamaKu, bersama Agnes ?

Begitu beratnya Agnes melayani kamu, menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada kamu. Bagi anak-anakKu dia mau melakukannya. Dia sadar karna dia tidak bisa sendiri tanpa Tuhan dalam kehidupannya. Tapi kamu. Aku melihat–

Sudahkah kamu bekerja melayani saudara-saudaramu, disekitarmu melalui apa yang kamu punyai dalam kehidupanmu sekecil apapun ? Sudahkah engkau melakukan itu ?

Kalau engkau tidak bisa melakukan itu dengan baik, apa upahmu ?
Allah tidak akan memberikan upah bagi orang yang tidak mau bekerja dengan baik, dengan setia.
Bekerja itu bukan bekerja berarti pekerjaan dunia. Bekerja itu: berdoa, bekerja dan melayani adalah satu kesatuan untuk mengarahkan hidupmu lebih baik, lebih baik dan benar.

Anak-anakKu Aku melihat kamu semuanya. Sudahkah kamu melayani ? Sudahkah engkau sungguh-sungguh melayani ?
Kata Tuhan “sekecil apapun engkau melayani saudara-saudaramu, engkau telah melayani AKU dalam kehidupanmu”. Inilah, inilah yang diminta oleh Tuhan mau menderita karna kebenaran.

Tadi, kamu imam-Ku Alexius, engkau mengatakan: kebenaran apakah bisa disampaikan, diselesaikan kalau kamu tidak mempunyai iman ? Apa yang dikatakan pengorbananmu: menanggung penderitaan, menanggung salib. Salib apakah yang kamu tanggung ?

Apa yang di katakan Tuhan: salib adalah rohani. Bukan dunia.
Salib adalah Allahmu sendiri yang menyerahkan seutuh-NYA kepadamu, mencintai kamu sehabis-habisnya sehingga DIA mau datang ke bumi ini menjadi manusia menyatakan diri kepada kamu semuanya supaya kamu mengenal Allahmu di surga. Mengertikah kamu ?

Hai anak-anakKu, mulailah kamu bergegas. Jangan kamu diam dan diam tidak berbuat apapun dalam kehidupanmu. Buatlah hidup ini berarti bagi kehidupanmu secara pribadi supaya kamu bahagia.
Sabda-Bahagia diberikan kepada kamu melalui kebaikan dan kebenaran, berdoa, berkeja dan melayani. (bdk Mat 5: 1- 48; Luk 6: 20-38)
Celakalah kamu kalau kamu berjalan sendiri tanpa Tuhan. Bekerja menurut kehendakmu sendiri secara manusia ingin menguasai dunia seluruhnya dalam kehidupanmu, celakalah kamu bersama dunia. Sudah ada semua dalam kitab-suci.
Firman Tuhan telah menyelesaikan semua apa yang menjadi ke-inginan-NYA supaya manusia diciptakan itu semua utuh dan datang kembali menghadap DIA di surga. Kecuali tidak percaya dia bagian dari dunia yang fana ini. Mereka tidak mempunyai tempat kebahagiaan di surga bersama Allahmu di surga.

Hai anak-anakKu, banyak engkau mendengar semua apapun selama ini, sudah sekian lama ini, dimanakah imanmu ? Apa yang sudah kamu perbuat dalam kehidupanmu ?
Kamu masih berjalan sendiri, hidup sendiri. Tanpa kau sadari bahwa hidup ini sangat berarti bagi saudara-saudaramu yang membutuhkan pertolongan.

Aku sudah mengajarkan kepada kamu berkelompok-kelompoklah kamu sehingga kamu bisa menyelesaikan semua persoalan hidup bersama saudara-saudaramu dimanapun mereka berada. Aku telah mengajarkan.
Bukan Aku membuat kamu susah untuk melayani. Tidak. Kebersamaan itu sangat berarti di hadapan Tuhan di surga. Kebersamaan sehati-sejiwa. Karena kamu adalah saudara-saudara kekal dan abadi. Kamu semua adalah anak-anak Allah yang di kasihi Allah di surga.

Hai anak-anakKu, bangkitlah. Bangkitlah untuk melayani. Berkelompok-kelompoklah. Pergilah. Carilah. Ini waktunya. Kapankah kamu punya waktu untuk Tuhan ?

Baik. Kamu punya waktu untuk dirimu sendiri, apa upahmu ? Dunia tidak bisa memberikan upah. Dunia memberikan penderitaan, pencobaan, menguasai hidupmu sehingga engkau jauh dari Allah, sehingga engkau tidak terselamatkan, sehingga engkau tersisih oleh kasih Allah masuk dalam dunia yang fana ini.

Aku Ibu Maria. Sekarang Aku berikan pengertian yang sangat dalam kepadamu sehingga Aku meminta kepada Yohanes-pembaptis tolong bantulah anak-anakKu di dalam kelompok ini bersama Agnes untuk meluruskan iman mereka semuanya.

Aku mengerti kamu pandai berdoa. Sungguh. Aku mengakui bahwa anak-anakKu pandai berdoa tapi tidak berbuat apa-apa dan tidak berubah dalam kehidupanmu. Sia-sialah doamu itu.
Tuhan tidak mendengarkan bagi anak-anak tidak tahu mengerti tentang dirinya sendiri, tidak mempunyai kerendahan hati untuk mengerti kelemahan masing-masing dalam kehidupannya sendiri.

Bangkitlah anakKu, supaya kamu masuk bersatu dengan Allah dalam perjamuan bersama para imam, Allah telah menyediakan tempat bagi kamu melalui Petrus. Petrus. Siapapun yang menantang Petrus, pergi meninggalkan Petrus dia bagian dari dunia ini. Aku Ibumu mengatakan benar kepada kamu semuanya.

Setialah. Setialah kamu anak-anakKu semuanya. Mulailah kamu berbenah diri. Kuduskanlah dirimu setiap hari. Tumbuhkanlah imanmu setiap hari. Supaya dosa-dosa itu tidak bisa menguasai dirimu dalam kehidupanmu, hal sekecil apapun, dia bisa melakukan hal yang besar, sehingga kamu jatuh dalam dosa. Maka Yohanes-pembaptis mengajarkan kamu setiap hari untuk beriman yang baik. Berbuat yang baik dan benar. Berdoa, bekerja dan melayani.

Hai anakKu, lihatlah dan bacalah dalam kitab-suci. Allah mengundang kamu secara pribadi. Sangat pribadi Allah mengumpulkan kamu semua untuk menjadi satu di dalam perjamuan yang disatukan Allah dengan perjamuan di surga bersama kami semua yang sudah bahagia di surga. Mengertikah kamu ? (bdk Yohanes 6:35-58; Wahyu 19:9,17)
Jangan engkau mendengar, engkau lupa. Karna kalau engkau tidak melakukan dengan iman, ini cukup berat bagi kamu untuk berubah dirimu menjadi baik dan benar.
Sadarlah! Sadarlah anak-anakKu dan bangkitlah kamu. Waktunya. Lihat. Kamu lihat dunia dan juga negaramu. Dan dunia mana sekarang sudah terjadi. Apakah kamu tenang-tenang seperti ini, tidak mau tahu ?

Bukan lagi kamu anak dunia. Kamu anak Allah, bisa mengerti apa yang harus kamu perbuat dalam hidupmu dalam perjalananmu ini. Kamu anak-anak Allah. Ingat, kamu anak-anak Allah tempatmu di surga bersamaKu. Mengertilah kamu. Sadarlah kamu semuanya.

Kamu masih hidup, boleh kamu bekerja mencari berkat. Tapi carilah berkat itu bersama Allah, bukan keinginan pribadimu, keinginan manusiamu menjadikan dirimu sombong bahwa kamu bisa hidup tanpa Tuhan. Ini yang Aku lihat dari surga.

Aku mengatakan ini. Sudah sekian lama Aku bersamamu di negaramu ini. Kamu sekian banyak. Apakah engkau tidak bisa melihat saudara-saudaramu, mencari saudaramu ? Lihat mereka, banyak penderitaan, banyak yang jatuh dalam dosa, banyak meninggalkan Allah.
Aku mengerti, maka Aku datang ke negaramu ini untuk memberikan pengertian supaya anak-anakKu semua kembali kepada Allah seutuhnya.

Aku melihat para imam mereka berjalan sendiri menurut kehendaknya sendiri, hukumnya sendiri yang dilakukannya, yang diberikannya kepada anak-anakKu hidup dalam iman. Ini yang menjadi kesedihanKu.
Aku berdoa. Saat saat terakhir ini Aku mohon Kerahiman Tuhan agar para imam dibukakan bagi dia semuanya agar mereka mencari anak-anakKu yang terpuruk-puruk.

Mereka yang bersama Agnes pergi mencari dan membawa kembali mereka seutuhnya kepada Allah. Dimanakah para imam ?
Tapi Aku percaya dengan keadaan seperti itu mereka tidak mempunyai imam, ALLAH-lah Imam-Besar bagi mereka, yang menyertai mereka, yang memberikan semua kehidupan mereka dimanapun mereka berada. Ini doaKu.
ALLAH adalah Imam-Besar yang sempurna. Itu sudah di nubuatkan oleh Allah “pada waktunya para imam menyesatkan umat-KU, mencelakai umat-KU, maka AKU datang. AKU Sendiri yang akan memimpin umat-KU bersama-KU pada waktunya”. Inilah waktunya sudah terjadi. (bdk Yeremia 23:1-4; Wahyu 7:17)

MENGENAI PERJAMUAN DALAM ROH
Anak-anakKu, semua apa yang kamu dapatkan dalam kelompok ini, setialah kamu. Berjuanglah kamu. Kamu tidak boleh malu dan takut. Kamu diundang dalam roh oleh Tuhan. Kamu datang menerima juga dalam roh. Tuhan hadir memberikan DIRI-NYA kepadamu dalam roh karna sudah keadaannya. Sudah jauh dari kehendak Allah. Imam sudah membiarkan semua itu terjadi didalam perjamuan bersama Allah di surga. Jangan malu. Jangan takut.

Kamu harus patuh kepada imam kalau dia baik dan benar. Tapi apabila yang tidak baik, jangan kamu ambil. Ambil yang baiknya dan benarnya untuk hidupmu. Karena mereka tidak bisa mengantarkan kamu ke surga. Hanya imanmu, keyakinanmu, kepasrahanmu, kesetiaanmu dalam hidupmu, itu yang mengantarkan kamu ke surga. Melalui apa ?
Melalui perjamuan.
Itulah kebahagiaan yang kekal dan abadi yang di berikan Allah kepada manusia di seluruh bumi ini, adalah perjamuan kebahagiaan bersatu dengan Allah di surga. Itu diberikan sampai kamu dipanggil masuk dalam kematian kembali kepada Allah seutuhnya.

Tanpa perjamuan kamu tidak akan sampai kepada tujuanmu. Ingat itu. Ingat perkataanKu ini. Aku Ibumu yang mengasihi kamu, yang mendoakan kamu dari surga.

Akulah Ibumu yang kekal dan abadi. Aku bukan ciptaan. Tapi Aku di sediakan Allah sebelum dunia ini dijadikan oleh Allah, Aku udah ada bersama Allah dalam roh. Apapun yang di katakan imam-imam, itu karena mereka tidak mengerti.
Bagaimana mungkin. Ingat, bagaimana mungkin Allah datang ke bumi ini berdiam bersemayam di rahim seorang wanita manusia ciptaan-NYA yang pernah jatuh dalam dosa. Tidak! Tidak sama sekali.

Akulah wadah untuk kehadiran Allah ke bumi ini. Wadah ini adalah semua rencana Allah. Bukan Allah menciptakan manusia wanita dipanggil untuk menjadi sarana kehidupan Allah dalam roh dalam rahim manusia wanita yang terpilih di dalam dunia ini. Tidak, anakKu. Itu salah. Tidak kamu mengerti, kamu cari tahu. Kalau hanya ingin mengerti dengan pikiranmu, perasaanmu tanpa iman, bertambah kamu tidak mengerti, akhirnya kamu tidak percaya apa yang disampaikan dalam kelompok ini: tentang Aku, tentang kebenaran, tentang Allah bersama anak ini bersama Agnes.

Percaya, inilah kekuatan bagi kamu. Hidupmu dan mati adalah iman. Iman itu dibawa kembali ke surga. Hai anak-anakKu, bukan iman itu tinggal bersama manusia yang fana ini dan hancur di bumi ini. Tidak. Iman dibawa kembali ke surga anak-anakKu, dalam roh. Aku berikan pelajaran buat kamu.

Mulailah bangkit kamu dan bekerjalah. Lihat yang jauh dari kamu, Dominica, mereka berjuang bersama teman-temannya, saudara-saudara sampai ke pelosok-pelosok dan bekerjasama dengan Agnes. Kuasa Tuhan hadir dan menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi anak-anak-NYA yang mereka layani. Aku ingin seperti itu untuk kamu yang ada disini.

Kamu berada di rahim ibumu, Tuhan sudah membekali semua untuk kehidupanmu. Dibekali supaya kamu nanti lahir, kamu bisa. Apapun bisa kamu lakukan, apapun bisa kamu kerjakan karena Allah sudah membekali kamu talenta-talenta, itu diberikan selagi kamu masih ada di rahim ibumu. Mengertikah kamu ?

Mengerti,ibu jawab umat

Baik. Tetapi karunia itu tidak bisa dicari, diminta, dipelajari. Karunia adalah satu kesatuan milik Allah seutuhnya. Itu misteri. Tidak ada yang bisa mengajarkan karunia berbahasa roh, itu tidak ada.

AKU mengatakan, Aku Ibumu dari surga. Kalau mereka mengatakan bahasa roh bisa dipelajari, diminta, itu adalah satu kebohongan yang datang dari dunia ini. Tidak semudah itu anakKu. Siapapun yang dikasih karunia, itu dipersiapkan dengan baik. Dia harus berkorban, menderita, pedih dan sakit dan menangis dalam perjalanannya, itu.
Tidak semudah itu, hai anakKu. Kalau itu semudah itu, itu datang dari dunia.
Tuhan tidak memberikan sekejab untuk memberikan karunia-karunia kepada putra-putri-NYA di seluruh bumi ini.
Lihatlah perjalanan para rasul, setelah terakhir Tuhan mau kembali ke surga maka mereka dibekali karunia-karunia untuk menyampaikan tentang karya keselamatan bagi manusia ciptaan Allah yang mau percaya kepada-NYA. (bdk Kis2:43) Mereka disatukan itu semua untuk menjadi tanda bahwa Allah pernah turun dari surga ke bumi ini, sesudah selesai Allah naik dan kembali ke surga duduk di dalam kerajaan-NYA. Mengertikah kamu ?

Semua sudah diajarkan. DIA kembali dan juga kita yang menerima, kamu yang menerima bahwa kamu sudah diberikan jalan untuk datang masuk dalam kerajaan-NYA, dengan kehadiran-NYA ke bumi DIA memberikan semuanya. Tanda itu memperkenalkan DIRI-NYA kepada manusia. Dan siapa yang percaya dia menjadi hak rohani, semua adalah anak-anak rohani Allah di surga.

Dan untuk kembali, kita diberikan jalan. Inilah jalan kebenaran dan hidup adalah Tuhan sendiri memberikan kamu jalan. Supaya kamu sampai kepada tujuanmu adalah Allahmu di surga. (bdk Yoh 14:6)
Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-NYA yang percaya. Kamu mengerti ? (bdk Yoh 14:18; Mat 28:20)

Mengerti ibu, jawab umat

Mulailah bangkit kamu. Berdoa, bekerja dan melayani. Berkelompok-kelompoklah kamu. Aku tidak mengatakan supaya kamu menjadi kelompok yang besar. Cukup dua, tiga orang berkumpul dan berdoa Tuhan hadir dimanapun kamu berada. Kamu percaya ?

Percaya, jawab umat.

Baik. Terima kasih. Aku Ibumu mau mengingatkan kembali. Lihat tanda-tanda di seluruh bumi. Renungkan dengan baik. Tapi kamu tidak boleh takut dengan suasana apapun, dengan tanda-tanda apapun. Dekatkan lah dirimu kepada Allah pasti semua akan menjadi baik, bahagia dimanapun kamu berada.
Biarkanlah dunia yang akan merasakan itu : kepedihan, menangis, menderita. Biarkan dunia. Karena mereka mencari dunia bukan mencari Allah yang menciptakan mereka. Mereka menolak Allah dalam kehidupan mereka maka dunialah yang akan memberikan kepada mereka. Mereka mendapat kepedihan, menangis, susah, menderita, apapun, diberikan dari dunia ini. Dunia sudah mulai menunjukkan dirinya masing- masing. Kamu mengerti ?
Ei—sampai saat ini kamu mengerti ?

Mengerti, ibu, jawab umat.

Baik. Lakukan. Jangan terus menerus kamu mengerti. Sejak kamu datang dan berkumpul, mengerti terus kamu, setelah itu hilang dari kehidupanmu. Kapan kamu mengerti dan melakukannya ?

Banyak anak-anakKu di sekitar kamu yang membutuhkan pertolonganmu maupun rohani, maupun fisik mereka yang sakit ataupun membutuhkan pertolonganmu berkat apa saja, janganlah berkeluh-kesah. Sedikitpun yang kau berikan sangat berarti di hadapan Allah. Mengerti ? Besarpun yang kau berikan tapi kalau kamu sombong engkau mengatakan ”aku bisa melakukan apa saja”, celakalah kamu.
Sekecil apapun kalau kamu sungguh-sungguh membutuhkan, itu semuanya kebahagiaan dalam kehidupanmu, itu sangat berarti di hadapan Allah. Sekecil apapun yang engkau berikan kepada saudara-saudaramu engkau juga memberikan kepada Allah. Itulah hartamu. Kumpulkan hartamu, anak-anakKu. (bdk Mat 6:19-20) Jangan harta dunia yang menyesatkan, membawa kamu lupa dalam hidupmu. Seolah-olah hidupmu adalah milikmu sendiri, tanpa Tuhan aku juga bisa menguasai dunia ini? Celakalah kamu. Itulah firman Tuhan, celakalah kamu!

Jangan anakKu. Biarlah orang dunia, yang ikut dunia celaka bersama dunia. Tapi berbahagialah kamu bersama Allah, bersama saudara-saudaramu, bersama keluarga-keluargamu, dalam hidupmu, bahagialah kamu, itu kata Tuhan. Itulah iman.

Iman menyelesaikan semua persoalan hidupmu, lahir dan batin. Imanmulah yang menyembuhkan. Imanlah yang mendekatkan kamu dengan Allah. Imanlah kamu setia dalam suka dan duka dalam segala persoalan yang kamu hadapi.

Tapi Aku melihat kamu semua, hal yang kecil kamu bisa menangis, menderita karena tidak ada kepuasan dalam kehidupanmu. Tidak. Anak-anak Allah, haruslah kamu yang menguasai dunia ini. Tundukkan dunia ini melalui imanmu. Bukan kamu tunduk kepada dunia, celakalah kamu bersama dunia. Kamu mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat.

Baik. Terima kasih.

Hai kamu imamKu yang berdua. Inilah perkataanKu. Ini Ibumu. Kamu semua para rasul, para imam sampai dengan sekarang dan selama-lamanya mereka diberikan kepadaKu.
Hai kamu berdua, renungkan apa yang Kukatakan ini kepadamu, untuk anak-anakKu memulai adalah kamu imam-imam “gembalakanlah domba-domba-KU”, itu yang di katakan Allah.
Menggembalakan domba-domba itu, bukan kemanusiaannya. Tapi imani-NYA itu untuk menguasai manusianya, itulah tugasmu, hai imam-imam. Iman menguasai kemanusiaannya, itulah yang engkau antar kepada anak-anakKu dimanapun engkau berada.

Aku terima kasih untuk kamu berdua. Teruslah kamu berjuang sampaikan kebenaran ini. Jangan takut. Waktunya mereka akan malu apa yang mereka hadapi sendiri menurut kehendak mereka sendiri, bukan kehendak Allah yang terjadi dalam kehidupan mereka. Lihatlah. Pada waktunya engkau akan melihat apa yang akan terjadi. Kita tunggu. Bukan Aku Ibumu berdoa. Tetapi siapa yang menanam dia akan menuai. Itu hak mereka pribadi. Aku beritahu kepadamu. Terima kasih untuk kamu berdua.

Dan kamu juga yang dipanggil, berjuanglah anakKu supaya kamu sampai kepada tujuanmu untuk menjadi imam. Itu. Itu panggilan rohani, panggilan kebahagiaan. Dan jaga dirimu baik-baik. Inilah permintaanKu kepadamu, dekatkan dirimu kepada DIA yang memberikan kamu hidup sampai saat ini.

Aku berdoa untuk kamu semua yang ada disini yang berjuang untuk lebih dekat dengan Tuhan, untuk menghasilkan buah berlimpah supaya bisa dinikmati sebagian besar di sekitarmu dimanapun engkau berada. Berbuahlah, anakKu. Jangan kamu menjadi pohon yang tidak bersemi. Mati. Tapi jadilah kamu pohon yang tumbuh subur berbuah yang melimpah, itulah hartamu yang tidak bisa diambil oleh dunia ini. Kamu mengerti ? (bdk Lukas 8:8; Yoh 15:8)

Mengerti, jawab umat.

Baik. Hanya inilah yang bisa Aku sampaikan untuk tadi apa yang di sampaikan imammu Alexius, IMAN. IMAN. Inilah, tumbuhkan imanmu dengan baik, berdoa, bekerja dan melayani, saling mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain menjadi satu persaudaraan dalam roh bersama Aku Ibumu di surga.

SalamKu untuk Agnes. Katakan kepada Agnes, surga tidak meninggalkan dia sendiri. Apapun persoalannya pasti Tuhan tolong semuanya. Semuanya akan menjadi baik.

Dan kamu yang bersama Agnes, Aku mengucapkan terima kasih atas kebersamaanmu, dukunganmu dalam perjalanan ini kebersamaan dalam suka dan duka bersama Agnes. Aku mengucapkan terima kasih.
Terima kasih untuk kamu semua yang ada disini. Marilah kita satu dalam doa, kita datang kepada Allah di surga.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KU SERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAAN-MU 3X
AMIN

Terima kasih para imam, kamu juga yang dipanggil dan kamu anak-anakKu, kita satu dalam doa, dimanapun kamu berada pasti doa kita disatukan oleh Allah melalui kuasa-NYA dari surga.
Terima kasih selamat sore untuk kamu semuanya. Selamat bekerja bersama Aku Ibumu di surga. Amin

==================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Isi hati Tuhan Yesus, Pesan-pesan Ibu Maria |
 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com