spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Arsip untuk Ketegori ‘Sehati sejiwa – Cor unum et anima una’

Pesan - Pesan Dengan Penekanan Khusus: SEHATI SEJIWA

Pesan disampaikan di Jakarta pada tanggal 11 March 2005

 Sehati sejiwa adalah pedoman Gereja Purba yang sekarang ini ingin dihidupkan kembali oleh Ibu Maria pada semua anak-anaknya di seluruh dunia, untuk mempersiapkan mereka menghadapi pemurnian dan puncak pemurnian dunia.

Pengertian dan kedalaman arti sehati sejiwa dijabarkan dan diterangkan dalam beberapa pesan, yang diangkat dalam rekoleksi bersama disusul beberapa pertemuan doa.

Dari rekoleksi kelompok pelayanan kasih dari Ibu yang bahagia :

Pengertian Komunitas

1.Pengertian Komunitas rasanya penting untuk dipahami bersama. Beberapa pengertian mungkin bisa membantu penjernihan;

a. Dasar iman Gereja bagi paham komunitas: communio trinitaris (orang dibaptis KE DALAM  nama Bapa…..)

b.Komunitas dibandingkan dengan “Societas”

c.Sejarah Komunitas dalam Gereja, dari “lembaga” ke “kumpulan”

d.Konkrit: Komunitas dalam keluarga, lingkungan, paroki, tarekat, dll.

2. Kerangka untuk membangun “komunitas” yang selalu memperharui diri,

a.Kitab Suci :”…domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Yoh.10:16b).

"Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan setia kepada Allah.."(lbr.2:17)

b.Cita-cita ‘pendiri’: sejajar dengan pengertian “sentire cum ecclesia” atau

lebih umum “sense of belonging”= saya adalah bagian dari….

c.Tanda-tanda jaman: perkembangan iman Gereja dan perkembangan dunia.

3. Membangun komunitas konkret berarti mengembangkan kehidupan yang

sehat dalam kebersamaan,

a.Kehidupan rohani pribadi yang bertumbuh dan berkembang

b.Pertemuan rutin: revision de vie

c.Pelayanan kerasulan baik pribadi dan kolektif, baik doa maupun social.

d.Penyegaran mental-spritual dalam kebersamaan: rekreasi, rekoleksi, retret.

KOMUNITAS “SEHATI-SEJIWA”

Ada banyak hal yang telah dibicarakan tentang pemahaman “Sehati-Sejiwa”. Tidak mudah untuk merumuskannya. Mungkin kita sepakat bahwa kata “Sehati-Sejiwa” merupakan sikap batin seseorang yang punya kwalitas untuk menghayati “sense of belonging” bersama orang lain dalam kesatuan Cinta Tuhan dan Roh Allah yang menyelamatkan. Ada baiknya juga memperhatikan pengembangan watak kita.

a. Mistik Pribadi: dari kesepian menuju keheningan
b. Mistik Komunal: dari hostilitas menuju hospitalitas
c. Keduanya itu berhubungan satu sama lain dalam proses batin, dari ilusi menuju doa; dan dari doa pribadi menuju doa kelompok.

SEHATI SEJIWA DALAM PESAN-PESAN

Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Pada retret di Samadi Syalom-Sindanglaya, 21 Maret 2004

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

Semua apa yang telah kau lakukan hari ini, AKU berkati. AKU menerima semua yang kau lakukan dalam kebenaran, AKU bersuka cita dalam hidup-KU karena engkau menyadari bahwa AKU ada dan engkau datang membutuhkan AKU dalam kehidupanmu.

Terima kasih Tuhan.

Marilah anak-KU, masuklah kamu semua dalam kehidupan-KU supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.

Tuhan kami mau, bantulah kami supaya kami datang kepadaMu membawa diri kami seutuhnya kepadaMu mulai hari ini dan seterusnya sampai Engkau memanggil kami dalam kebahagiaan. Terima kasih Tuhan.

Baiklah siapapun rumahnya telah dibersihkan (melalui pertobatan, red), dia harus menjaga dengan baik. Siapapun yang menjaga dengan segala perjuangan dalam namaKU. AKU datang melindunginya.

Sampai bertemu dalam doamu dan AKU menunggumu dengan setia.

Terima kasih Tuhan Yesus. Terima kasih untuk semuanya, tanda kasih dan cintaMu, Kau nyatakan kepada kami saat-saat terakhir ini dan kami mau untuk setia. Tanamkanlah rasa cinta dan rindu yang sangat dalam didasar hati kami. Itu penting sekali Tuhan. Tuhan yang menanamkannya, kami boleh merasakannya karena kami masih manusia Tuhan, kadang-kadang dibawah kesadaran kami dan tidak mengerti apa arti cinta dan rindu kepadaMu karena itu adalah kekuatan yang sungguh-sungguh kekuatan yang akan Kau berikan kepada kami. Terima kasih Tuhan Yesus dan kami tetap membuka hati dan kami mau berdoa terus-menerus 24 jam pertemuan komunikasi kami secara batiniah dalam roh kami tetap menyebutkan namaMu mulai hari ini Tuhan, kami akan melakukan itu semuanya apa yang telah diajarkan Ibu Maria, masuklah kamu dalam kepasrahan.

Pesan Ibu Maria

Isak Doera, Alexius, engkau berdua, Aku mengasihimu dan berdoa untuk kamu supaya kamu setia.

Terima kasih Ibu Maria, jawab imam.

Terima kasih. Sungguh, sudah lama kita tidak bertemu. Hari ini Aku bahagia, engkau telah mengantarkan anak-anakKu masuk kedalaman arti kepasrahan. Terima kasih, terima kasih.

Aku bahagia. Sekali lagi apapun yang terjadi yang datang dari dunia, Aku percaya kamu  berdua tidak akan tergoyahkan lagi karena engkau sudah diikat oleh Allah bersatu dengan Aku untuk melayani anak-anakKu di negaramu ini. Terima kasih.

Berbahagialah engkau diikat dalam roh, dalam cinta Allah, kuasa Allah. Tidak ada satupun yang akan merubah semua yang kau lalui bersamaKu. Tidak akan terjadi! Itu semua kuasa Allah yang menguatkan kamu, bukan kamu! Karena Allah punya rencana dalam kehidupanmu bersamaKu bersama Agnes dan semua anak-anakKu yang ada di sini.

Terima kasih Ibu, jawab imam.

Terima kasih! Sungguh, Aku juga berterima kasih, engkau bersusah payah untuk menerima ini semuanya. Engkau berjuang, meronta-ronta, kemarahan, tidak suka tapi sekarang ini mau dan tidak mau engkau harus suka untuk melayani. Berbahagialah kau Tuhan memilihmu.

Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku sudah bersamamu sejak awal (kemarin, red.) sampai hari ini Aku ada bersamamu.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Aku mendengarkan, walaupun itu pedih bagimu, engkau mengutarakan isi hatimu dengan segala kelemahanmu. Walaupun masih ada yang tersimpan di dasar hatimu, Aku mohon kepadamu, cepatlah buang itu, jangan disimpan lagi anakKu karena kamu berkehendak baik dan engkau ingin bersatu seperti dulu Aku bersatu dengan para rasul-rasulmu, semua itu sehati-sejiwa. Cukup berat bagi kamu! Nama itu harus kamu pertanggung-jawabkan melalui sikap dan tingkah lakumu. Apa kamu siap?

Siap Ibu, jawab umat.

Sungguh?

Ya Ibu, jawab umat.

Walaupun kamu menderita?

Ya Ibu, jawab umat.

Baik, itu cukup berat nama itu, anakKu. Sehati-sejiwa…! Berarti kamu saling menerima, saling mengasihi dalam hidupmu. Sungguh Aku mengatakan, tidak lagi menyimpan kelemahan saudara-saudaramu tapi kau berdoa untuk mereka.

Sehati sejiwa…! Bapamu di Surga juga punya nama itu, sehati sejiwa dengan kamu kalian supaya kamu selamat. Benar tidak itu?

Benar Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Sehati-sejiwa…! Karena kalau hati yang sudah bersatu dengan Allah, bersatu dengan saudara-saudaramu. Sejiwa adalah bersatu dalam roh dalam doa. Tidak ada lagi perbedaan, kamu datang bersama-sama untuk menghadap Allah, sehati-sejiwa dalam roh. Ini pengertiannya. Surga mempunyai nama itu, sehati sejiwa bersatu dengan kamu sekalian maka Tuhan tidak mau jauh daripadamu karena kamu milik Allah. Allah mengingatkan kepada kamu supaya kamu bersatu dengan Allah. Allah adalah roh. Bagaimana kamu bisa bersatu kalau kamu tidak masuk dalam roh dalam doa. Apa kamu mengerti? Tidak mengerti?

Mengerti Ibu, jawab sebagian umat.

Oh…oh…tidak mengerti..?

Tujuan dari suatu dari suatu tujuan kamu memberi nama sehati sejiwa, apakah kamu tidak mengerti? Hanya membuat nama saja? Sekali lagi saya akan menerangkan tapi kali ini kalau kamu tidak mengerti….

Baiklah sehati sejiwa..! Sekarang pisahkan dulu sehati sejiwa dalam persaudaraan. Yang pertama sehati sejiwa menuju Allah. Hatimu adalah milik Allah, bersatu dengan Allah karena hatimu adalah milik Allah. Sampai sini kamu sudah mengerti?

Sudah Ibu, jawab umat.

Sejiwa, ini sungguh sangat dalam pengertiannya. Kamu datang dalam roh. Kamu tidak bisa datang sebagai manusia menghadap kepada Allah, benar tidak?

Ya Ibu, jawab umat.

Maka kamu datang dalam roh, bersatu dalam roh, karena Allah itu adalah roh yang hidup. Mengerti anakKu?

Ya Ibu kami mengerti, jawab umat.

Maka sehati-sejiwa!

Dan juga kamu sehati sejiwa. Kamu tidak ada lagi perbedaan. Kamu semua adalah milik Allah, yang mungkin kamu menganggap dirimu lebih baik, menganggap dirimu lebih bagus dan menganggap dirimu cukup pintar, di sini tidak ada lagi anakKu! Namanya sehati sejiwa, masuklah kedalamannya, bersatu untuk datang kepada Allah, untuk datang kepada sesamamu. Bukan hanya kamu bersatu dalam kelompok, sehati sejiwa. Tidak ada lagi perbedaan antara satu dengan yang lain, kamu sehati untuk datang kepada Allah dalam roh dan kamu juga sehati mendoakan saudara-saudaramu dalam roh dan bekerja dan melayani sehati dalam roh. Tidak mungkin kamu bisa bekerja hanya manusia, tidak bersatu dalam roh! Sudah mengerti sampai di sini?

Ya Ibu, jawab umat.

Kalau kamu mengerti, pertanggung-jawabkan nama itu yang tidak akan berubah dan tidak akan bisa menggantikan, karena nama itu sungguh cukup dalam pengertiannya, dunia maupun Surga! Kamu bertanggung jawab untuk itu semuanya. Sehati sejiwa bersama-sama melayani, bersama-sama menghadap Allah, bersama-sama kamu memberi. Mengerti nggak?

Iya Ibu, jawab umat.

Mengerti! Semua bersama-sama! Hanya sehati sejiwa! Semua itu kamu bersama-sama melaksanakan tugas ini untuk melayani anak-anakKu dan membawa anak-anakKu kembali kepada Allah. Kalau ini sudah bersatu…indah sekali ya! Tidak ada pertentangan, tidak ada yang marah, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang dikecewakan!  Semua suka-cita! Sudah mengerti?

Ya Ibu, jawab umat.

Luar biasa…! Aku bahagia kalau kamu sungguh-sungguh mewujudkan sehati sejiwa itu. Itulah permintaan Surga anak-anakKu. Sehati-sejiwa tidak ada kekurangan! Sehati sejiwa utuh! Tidak ada kekurangan! Mengerti ya?

Utuh..utuh! Yang kamu berikan itu utuh, tidak ada cela, tidak ada kekurangan. Murni dan sampai dalam kesempurnaan. Tapi yang sempurna hanya Allah. Tapi kamu mempunyai niat itu, itulah tujuan yang Aku kehendaki. Sungguh, Aku bahagia sehingga kamu sehati sejiwa dalam perjalanan ini. Nanti kau akan merasakan apa arti sehati sejiwa itu luar biasa….! Membuat kamu bahagia, membuat orang lain bahagia. Sungguh! Sungguh, tidak ada kejelekan! Sehati sejiwa tidak ada kejelekan, tidak ada kekurangan!

Ibu Maria izinkan anak bertanya, apakah itu juga berarti sehati sejiwa bersama-sama melayani atau juga sehati sejiwa dengan mereka yang kami layani? (Umat bertanya, red)

Ya, ya! Bawalah sehati sejiwamu ini bersama-sama dimana kamu melayani anak-anakKu, bukan hanya kamu hanya di sini, bagaimana kamu bisa masuk sehati sejiwa kamu melihat mereka-mereka tidak ada dalam hatimu? Hanya kamu melihat dalam pikiran dan perasaanmu, nanti kamu kecewa, kamu dibikin sibuk, kamu dibikin susah oleh mereka, karena bermacam-macam yang akan datang menghampirimu dalam pelayanan ini. Kalau sudah sehati sejiwa masuklah dalam kehidupan mereka masing-masing. Mengerti ya?

Ya Ibu, jawab umat.

Amin. Saya sungguh bahagia saat-saat terakhir kamu sudah melakukan yang terbaik, yang indah dalam perjalaanmu ini. Terima kasih ya!

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih, terima kasih! Semua itu ada di Kitab Sucimu dan kami sudah melakukan. Betapa bahagianya kita bersatu dalam perjalanan ini. Baiklah anak-anakKu, kamu berkumpul untuk menemukan apa yang harus saya perbuat saat-saat terakhir ini. Cukup bagus, inilah modal kalian dalam pelayanan. Dimana nanti kuasa Allah datang, kamu tidak lagi ketakutan tapi sukacita! Namanya sehati sejiwa sukacita terus menerus. Tidak ada sedih, tidak ada lagi kecewa, kuatir, tidak ada lagi! Sehati sejiwa itu adalah kepasrahanmu masuk dalam kehidupan Tuhan. Mengerti?

Ya Ibu, jawab umat.

Iya, terima kasih. Terima kasih sekali untuk kamu sekalian.

Dan dengan segala permasalahanmu yang belum terselesaikan, jangan kau pikirkan, biarlah itu terjadi. Aku mengingatkan kepadamu, tidak semua mereka masuk dalam kehidupanmu dalam kelompokmu ini. Siapa yang berjuang, membuka hati untuk mengerti tentang kehadiran Tuhan dan Aku Ibumu di negaramu ini, itu akan terjadi. Tuhan akan memberikan yang terindah. Tetapi biarlah itu dan kamu harus percaya dengan kesetiaanmu. Tuhan akan memberikan semua apa yang menjadikan hambatan dalam kamu bekerja. Apalagi kamu saat ini sedang gundah tentang air yang sedang kamu kerjakan. Jangan kuatir, pada waktunya kamu menerima. Itu jadi perenungan, khususnya bagi anak-anakKu di tempat itu dan juga para imam yang menolak kamu. Sudah Aku tidak bercerita tentang hal itu tapi Aku ingin kamu setia supaya kuasa Allah bekerja karena kesetiaanmu. Mengerti?

Mengerti Ibu, jawab umat.

Terima kasih, Aku bahagia hari ini. Sungguh, Aku mengatakan, hari ini…., Aku mengatakan kepadamu, waktunya akan sampai kepada tujuan apa yang telah direncanakan Tuhan. Sungguh anakKu, jagalah dirimu dengan baik! Bagi mereka itu akan tiba-tiba tapi bagi kamu, kamu sudah dipersiapkan sudah cukup lama, kamu tidak akan terkejut apabila itu datang nanti. AnakKu, jagalah dirimu, dengan pertemuan ini mulai hari ini banyaklah berdoa. Aku ingin berjuanglah mengalahkan dirimu dengan segala kelemahanmu, wujudkan cita-citamu untuk membahagiakan hidupmu, untuk membahagiakan keluargamu dan membahagiakan sesamamu supaya semua sampai pada tujuan dan selamat menghadapi kenyataan yang akan datang. Jangan dikira itu tidak terjadi. Imanlah yang menerima. Juga para nabi, imanlah yang menerima janji Tuhan. Tanpa iman, mereka tidak akan bisa menerima janji itu yang cukup lama bagi mereka. Tapi mereka bekerja, menunggu.. bekerja, bukan saja menunggu tanpa bekerja dengan janji itu yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Kamu boleh membaca kembali bagaimana perjalanan mereka, pengalaman mereka tentang janji Tuhan. Tidak cukup satu hari dua hari, memakan waktu cukup lama. Itu ada maksud Tuhan. Itu kenangan-kenangan yang sangat manis yang akan diberikan Tuhan melalui bertahap itu sendiri. Dan kamu juga demikian, Tuhan bisa berikan sekejap tapi bertambah kau tidak mengerti karena kamu tidak dibawa didalam perjalanan itu sampai menemukan janji itu sendiri. Berbahagialah kamu diajak dalam pengalaman ini supaya kau mengerti rencana Tuhan yang begitu besar untuk menyelamatkan anak-anakNya. Itu semua cerita di Kitab Suci itu benar. Kamu lihat Musa mau menyelamatkan bangsa Istrael. Musa waktu dikandung ibunya sampai dia dilahirkan, masa bayinya dia yang diutus.. cukup lama untuk Musa menyelamatkan bangsa Istrael. Jangan dihitung waktu anakKu karena waktu itu semua ada maksud dan tujuan Allah supaya kamu juga boleh mengalami demi satu peristiwa dengan peristiwa yang lain supaya kamu mengalami peristiwa iman dalam hidupmu. Kamu mengerti?

Ya Ibu , jawab umat.

Baik terima kasih. Jangan menjadi anak yang bodoh tapi menjadi anak yang pintar, yang bijaksana dalam menanggapi segala peristiwa, dalam segala janji Allah kepadamu. Mengerti ya?

Ya Ibu , jawab umat.

Baik, mari kita semuanya memulai hari ini, kita menunggu janji Tuhan dengan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan saudara-saudaramu. Karena Aku tidak pernah mengajarkan kamu untuk menyampaikan kebenaran ini diluar anak-anakKu. Waktunya bukan untuk itu. Sudah sekian lama berapa ribu tahun yang lalu karya keselamatan itu sudah ada diantara kamu tetapi mereka memilih dunia. Sudah cukup lama waktu diberikan kepada manusia ciptaan Allah maka Aku datang diantara kamu untuk kamu. Mengerti?

Ya Ibu , jawab umat.

Cukup mengerti ya! Dan jangan sekali-sekali kamu mengambil bagian dari kehidupan-kehidupan dunia itu sendiri. Tidak ada lagi untuk itu, ya..! Inilah yang akan Kusampaikan. Kalau kamu mewartakan mereka tertarik, layani mereka tetapi kamu bukan datang kepada mereka. Ini kebenaran, keselamatan. Bukan waktunya lagi anakKu! Tugasmu masih banyak untuk anak-anakKu yang harus dibawa kembali kepada Allah. Cukup mengerti, ya!

Ya Ibu, jawab umat.

Baik, jangan lagi pemikiran kamu sekalian untuk memikirkan itu. Itu bukan lagi bagianmu. Mereka sudah dikasih bagian dalam karya keselamatan tapi mereka memakai bagian yang datang yang diciptakan dunia, yang datang dari dunia. Itu bagian mereka karena mereka senang. Itu hak mereka. Kamu tidak boleh ganggu gugat itu, seperti itu. Ini yang Kusampaikan kepadamu. Bukan Allah tidak mengasihi. Allah sudah menyatakan diri-Nya dan menyampaikan keselamatan itu kepada dunia tapi mereka tidak mau. Allah sendiri juga tidak memaksa, membiarkan itu….! Biarlah ilalang tumbuh dengan gandum tapi Tuhan tahu gandum ini akan diselamatkan dari krumunan-krumunan, ilalang ini akan dicabut, dibuang, yang tidak berguna bagi Tuhan. Kamu gandumnya, mengerti?

Ya Ibu, jawab umat.

Baik, mengerti! Sungguh! Karena kamu sudah mengambil suatu keputusan sehati sejiwa  semua harus baik dan baik dan benar. Jangan sekali-sekali mulutmu itu berbicara yang tidak benar lagi! Cukup, sudah cukup! Ini perwujudan! Siapapun mengambil sesuatu sikap dan keputusan, dia harus tanggung jawab melalui sikap dan tingkah lakunya. Tapi jangan takut niat baikmu ini akan didukung oleh Allah. Kamu tidak sendiri dalam perjalananmu ini dan Aku Ibumu dan Surga mendoakan kamu sekalian dimana kamu menyampaikan kebenaran ini. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas cukup-cukup mengerti semuanya?

Ya Ibu, jawab umat.

Terima kasih anak-anakKu sekalian yang Aku kasihi. Dan juga kamu Alexius - Aku mengerti - terbanting-banting dalam perjalanan hidupmu. Tapi kamu tidak bisa menghinar panggilan Allah untuk disatukan dalam kelompok ini bersama Aku Ibumu yang mengasihimu. Inilah, inilah buah dari Surga.

Anak-anakKu yang Aku kasihi semua, persiapkan dirimu dengan baik, ini yang Aku minta. Tidak ada lagi, tidak ada lagi keburukan-keburukan yang menghambat dalam pelayanan ini tapi kebaikan menuju kebenaran dan akhirnya keselamatan yang akan kamu terima dalam hidupmu.

Baiklah salamKu juga kepada Herribertus. Cukup berat juga tapi dia harus terima itu semua karena dia seorang imam bertanggung jawab dimana aku menerima.. ya Tuhan aku mau mengikutimu.., dia harus bekerja sesuai dengan panggilannya.

Dan kamu Alexius kamu harus bertanggung-jawab dengan panggilanmu untuk menyatakan cintamu kepada Tuhan. Itu kesetiaanmu. Aku percaya engkau setia, tetap setia dalam perjalananmu ini. Ini yang Kuberikan kepadamu.

Anak-anakKu semua yang ada di sini, semua sekalian, terima kasih kamu sudah menemukan kekuatan dari perjalanan ini dan kamu  menemukan yang sangat rohani adalah sehati sejiwa. Inilah apa yang dikatakan kamu tema! Tema..? Apa tema menurut kamu?

Judul, jawab umat.

Judul untuk apa?

Pedoman, jawab imam.

Bagus! Sehati sejiwa adalah pedoman hidup! Baiklah anakKu, bersukacitalah, bergembiralah hari ini kamu sudah menemukan perjalananmu ini dengan suatu kekuatan sehati sejiwa dan Aku Ibumu juga masuk dalam sehati sejiwa dalam perjalananmu ini. Terima kasih, terima kasih! Baiklah pertemuan kita sampai di sini dan Aku tetap berdoa. Percaya anakKu, jangan kuatir dengan janji itu, pasti! Pasti terlaksana, itu semua untuk kebahagiaan kamu. Jadi Aku Ibumu Maria di Surga bersama Agnes.

Sekali lagi Aku berbicara tentang Agnes. Anak ini yang Kuberikan kepadamu, cukup berat tanggung jawabnya untuk menyampaikan kebenaran ini kepadamu. Lihatlah dia, semua sudah diberikannya kepada Allah, dia tetap setia kepada pelayanannya dan setia. Itu mengandeng kamu sekalian. Dia penuh kasih sayang kepada kamu. Itu Agnes! Maka Aku minta kepada kamu, bantulah dia dengan baik saat-saat terkahir ini. Ingat perkerjaan ini tidak mudah tapi ini cukup berat baginya. Anak-anakKu, anak ini sudah berjuang dan memberikan hidupnya untuk kalian dan melayani kalian. Dia suka, apa saja yang kalian minta, dia berikan kepadamu. Apa itu benar tidak? Benar tidak?

Benar Ibu, jawab umat.

Ya baik, Inilah yang diberikan kepadamu dan anak-anakKu dimanapun mereka berada. Dia suka memberi, memberi kepada kamu sekalian. Sekecil apapun dia akan berikan padamu sesuai dengan kebutuhanmu. AnakKu, Aku minta kepadamu, bantulah dia dengan baik saat-saat terkahir ini. Dan juga engkau Isak Doera, Alexius, bimbinglah anak ini selalu dalam roh. Masukanlah dia selalu sehati sejiwa, agar anak ini cukup kuat karena kamu ada bersamanya. Apakah tugas ini cukup berat bagimu?

Tidak Ibu, jawab umat.

Terima kasih! Aku berikan Agnes kepada kamu. Bimbinglah anak ini dan bantulah dia dalam kebenaran. Sungguh Aku mengatakan kepadamu, Aku mengasihi anak ini karena inilah.. saat-saat terkahir inilah pilihan jatuh dalam kehidupannya. Tuhan melihat anak ini, dia bisa melakukan tugas ini dengan baik di negaramu ini. Itu isi hatiKu yang Kusampaikan kepadamu bersama Agnes.

Terima kasih, kamu mau mendengarkan apa yang telah Kusampaikan melalui Agnes ini. Baiklah anakKu satukan hatimu dengan Allah dan Aku di Surga untuk masuk dalam kepasrahan untuk menyerahkan diri kepada Bapa yang mengasihi kamu dengan penuh pengorbanan yang telah diberikan-Nya kepadamu. Mari anakKu kita mulai bersama-sama.

Ya Allah yang mahakuasa pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu (3x) Amin.

Sekali lagi Alexius dan juga Isak Doera, dengan pedoman, yang dalam kebersamaan ini kamu terima dengan baik, Aku minta kepadamu pedoman ini berikanlah kepada anak-anakKu dimanapun mereka berada. Ini cukup baik juga bagi mereka, menjadi pedoman dalam pelayanan dalam kelompok bersama Aku Ibunya. Apa kamu bersedia menyampaikan ini kepada mereka?

Ya Ibu, jawab imam.

Terima kasih anakKu. Segeralah dan Aku minta mereka mengadakan pertemuan dengan tema ini supaya mereka masuk…. kedalaman sangat rohani, masuk dalam kepasrahan bersatu dengan Allah di Surga.

Dan juga Aku minta kepada kamu, jangan hanya sampai di sini saja, kalau kamu ada waktu, ada tenaga, ada sarana kamu membuat seperti ini dan selalu membuat. Apakah kamu mau Kukirim kepada mereka untuk menyatukan, memperdalami tema ini juga kepada mereka? Apa kamu mau?

Mau Ibu , jawab umat.

Sekarang ini Aku minta kepada Alexius dengan Isak Doera. Memang cukup berat tapi saya percaya mereka juga akan sukacita dengan pedoman ini. Apa arti melayani, masuk dalam kepasrahan. Aku senang sekali dengan pedoman ini. Sempurna sekali sehati sejiwa! Kamu tidak akan berkesalahan dalam perjalanan ini. Itu harapan saya. Renungkanlah permintaanKu ini. Ini perlu, kamu mengadakan seperti ini kepada anak-anakKu. Aku percaya sarana itu ada untuk kamu berangkat mengadakan pertemuan seperti ini. Surga bersuka-ria hari ini, karena kamu sudah menemukan apa arti hidup masuk dalam kepasrahan. Renungkan jangan engkau jawab sekarang. Karena kalau kamu jawab sekarang, kamu pulang kamu menyesal. (Umat tersenyum, red.)

Tetapi renungkan seperti Agnes menerima tugas ini. Cukup lama Aku membimbing anak ini untuk menerima tugas ini, karena cukup berat. Karena memang nantinya engkau cukup berat untuk saat-saat terkahir ini. Engkau bawa mereka seperti ini dan juga bukan hanya mereka menerima dalam kelompok, kamu mempunyai umat banyak, ajarkan ini kepada mereka. Sekali kamu berbuat, seterusnya kamu berbuat. (Umat bertepuk tangan, red)

Minder Ibu, jawab imam.

Tidak! Saya tidak menuntut kamu hari ini. Tapi Isak Doera, Alexius bawa dalam perenungan, minta kekuatan dari Allah atas tugasmu ini demi anak-anakKu semuanya. Sungguh, pasti kau akan menerimanya dengan baik.

Baiklah, sampai bertemu dalam doa dan Aku Ibumu menyertaimu sekalian dalam pelayananmu ini dan percaya, semua dan sudah sekian lama Aku ada bersamamu saatnya akan terwujud dalam kehidupanmu nanti. Terima kasih, anakKu.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Selamat bertugas, selamat melayani dan sehati sejiwa kamu semuanya. Tema yang bagus. Baiklah sampai bertemu dalam doa.

—ooo0ooo—

Doa Pasrah bersama Kelompok Pelayanan kasih dari Ibu Yang Bahagia

Pada Rekoleksi Sehati Sejiwa di Ambarawa 13 Juni 2004

Pesan Tuhan Yesus

Hai imam-KU yang AKU kasihi, mereka kau satukan dengan Tubuh-KU, itulah tanggung jawabmu. Apabila kau ucapkan, “Inilah Tubuh-KU”, AKU datang memberkati semua itu. Jadilah menurut kehendak-KU. Inilah KU-berikan tanda kasih dan cinta-KU. Inilah piala yang bersatu dalam kehidupan-KU, inilah darah-KU yang telah KU-berikan kepadamu. Inilah tanda kasih-KU. Itu telah KU-berikan kepada mereka yang AKU panggil, dan AKU berkata kepadamu, setiap engkau melakukan tanda itu kepada anak-anak-KU, AKU ingin sebelum engkau melakukan, satukanlah dirimu kepada-KU dan AKU akan menyatukan engkau dalam kehidupan-KU menjadi satu karena engkau KU-panggil, KU-jadikan kau menjadi imam bagi anak-anak-KU supaya engkau menggembalakan mereka semuanya, engkau bawa mereka semuanya kepada-KU. AKU-lah gembala yang baik. AKU sudah datang diantara kamu. AKU nyatakan kepadamu, inilah AKU dan tidak lagi engkau kuatir, melalui kuasa-KU bersama anak ini yang KU-panggil untukmu. Saat terakhir KU-berikan kepadamu.

Ingatlah akan DAKU, apa yang KU-katakan dalam Kitab Sucimu. Itulah perjalanan-KU. Tidak sia-sia kau percaya apa yang KU-katakan kepadamu. AKU-lah Jalan Keselamatan dan Kebenaran, tidak ada lagi yang memberikan engkau selamat, hanya dalam Nama-KU Yesus.

Hai imam-KU yang AKU kasihi, kau telah datang bersatu dengan Ibumu. Engkau telah memberikan dasar iman, apa yang telah kau sampaikan kepada mereka, sehati sejiwa. Itulah kehidupan-KU, dasar kehidupan-KU adalah sehati sejiwa maka AKU datang untuk bertemu dengan kamu supaya kamu sehati sejiwa  dalam kehidupan-KU karena engkau adalah milik-KU bukan lagi kamu milik dunia.

Hai imam-KU, engkau telah menyampaikan dan mengajarkan itu, itu harus ada di dasar hatimu, sehati sejiwa dalam kehidupanmu bersama AKU, bersama anak-anak-KU di manapun engkau berada. Tidak ada engkau memandang salah satu diantara mereka, mereka semua adalah anak-anak-KU. Itulah tugasmu. AKU berkenan apa yang telah kau lakukan.

Itulah perjalanan-KU. AKU telah menurunkan ini semua tanda kasih dan tidak terhapuskan oleh dunia. AKU telah wafat dan bangkit dan AKU menyerahkan dan AKU telah tergantung di kayu salib untuk menyelamatkan manusia. Tubuh-KU adalah Kebenaran turun dari Surga, santapan bagi manusia yang percaya kepada-KU. Darah-KU adalah KU-berikan kepadamu suatu kekuatan yang mengalir terus, tidak akan berhenti dalam kehidupanmu. AKU-lah kehidupan. Darah adalah lambang kehidupan, maka KU-berikan kehidupanmu karena AKU hidup, AKU bukan mati, AKU hidup. Itulah KU-berikan kepadamu. Semua berarti bagimu, tidak sia-sia AKU melakukan ini kepadamu. Terimalah dengan baik. Tanpa itu semua kamu tidak akan kuat menghadapi dunia ini. Roti turun dari Surga, itulah Tubuh-KU. Darah-KU KU-tumpahkan bagi kamu semuanya dalam kehidupanmu supaya kamu menjadi hidup bersama-KU. Mengerti kamu apa yang KU-katakan ini pada saat ini?

Tidak ada cara yang lain kamu masuk dalam Keselamatan, hanya cara-KU. Cara-KU sudah KU-bikin sekian baiknya untuk kamu sebelum dunia KU-jadikan, AKU sudah punya rencana untuk itu semuanya. Jangan sekali-sekali kamu berkata, bahwa AKU datang manusia, tapi AKU datang karena cinta karena kasih kepada manusia. AKU mau menjadi manusia supaya AKU bisa bertemu dengan manusia. Kalau AKU datang dengan Kuasa-KU semua tidak akan menjadi baik, semua rencana-KU tidak akan terwujud karena kamu tambah tidak mengerti apa rencana-KU. AKU berkata melalui anak ini. Inilah cara-KU yang terakhir supaya kamu tahu dan percaya hanya dalam Nama-KU kamu selamat. Tidak lagi kamu bermain-main dengan dunia, hidup mendua dengan dunia, memuja dunia, menerima dunia dalam hidupmu. Engkau tidak akan mendapatkan apa-apa tapi datanglah kepada-KU, AKU sanggup melakukan apa saja dalam hidupmu. Saatnya tiba engkau akan mengerti apa yang KU-katakan ini kepadamu. Berbahagialah kamu saat ini mendengarkan, punya telinga untuk mendengarkan apa yang KU-katakan kepadamu, mempunyai hati, hati bagian dari kehidupan-KU.

Anak-anak-KU yang AKU kasihi, engkau menerima AKU melalui imammu, itu benar karena apapun yang dilakukannya dalam Nama-KU, AKU memberkati dan jadilah itu. Engkau bersatu dengan AKU melalui Tubuh dan Darah-KU yang telah KU-berikan kepada dunia.

Hai anak-anak-KU, engkau datang untuk mencari Kebenaran yang sebenarnya. Inilah perkataan-KU yang benar. Persiapkanlah dirimu apabila engkau datang menyambut Kehidupan-KU dalam kehidupanmu melalui Tubuh dan Darah-KU tetapi kalau engkau tidak siap untuk menerima-NYA, persiapkan dirimu dengan baik. AKU Allah Maha Rahim. AKU tahu manusia lemah, tidak sempurna, maka AKU bersamamu, menyertai kamu sekalian dan itulah janji-KU dan tidak pernah meninggalkan kamu. Betapa lemahnya daging dan jatuh karena dunia tapi AKU berkata kepadamu, daging dikuatkan dalam keyakinanmu, engkau percaya kepada-KU, maka daging itu sendiri akan selamat karena kau percaya kepada-KU, karena Kuasa-KU menguatkan kamu dan melindungi kamu semuanya dalam perjalananmu.

Engkau tahu tentang AKU melalui Kitab Sucimu. Tidak ada satupun yang bisa menambahkan dan mengurangi apa yang sudah tertulis, tetap tertulis sampai AKU datang kembali ke dunia ini. AKU akan mengatakan sebenarnya. AKU akan membuka lembaran yang sebenarnya, Kitab yang sebenarnya. AKU-lah Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Saatnya akan tiba, Yesus sudah tidak ada lagi di bumi ini. Nama itu KU-satukan dalam perjalananmu supaya engkau mudah datang kepada-KU, tidak sulit datang kepada-KU, dengan menyebut “Yesus”, itulah AKU. Engkau akan mendapatkan dalam Nama itu. Ini yang KU-katakan kepadamu. Siapa yang percaya, dia akan selamat. Engkau heran, bisakah terjadi seperti ini? Bisa terjadi anak-KU, AKU Maha Kuasa, AKU bisa melakukan apa saja, tidak terbatas. Manusia terbatas dengan pikirannya tapi AKU tidak terbatas karena AKU Maha Kuasa. Semua menjadi milik-KU.

Jangan kau lihat anak ini, ini adalah alat-KU untuk bertemu dengan kamu sekalian. Kalau AKU datang, engkau tidak akan kuat. AKU sadar itu maka cara inilah KU-buat untuk kamu supaya engkau bisa mendengarkan AKU. Saat ini juga AKU berbicara di Surga melalui anak ini yang AKU kasihi. Anak ini KU-berikan kepadamu supaya kamu mengerti dan dibukakan dan tidak lagi tidak mengerti. Mengertilah! Dia bersaksi tentang AKU, tentang Kebenaran, tentang Surga. Pengetahuan semua apa yang disampaikannya adalah AKU yang berbicara didalam mulutnya. Kau bisa melihat kembali bagaimana cara-KU. AKU bersama para leluhurmu, para nabi-nabimu, KU-pakai mulutnya untuk berbicara. Mengapa kamu heran? Saat ini AKU berbicara melalui anak ini, mulutnya KU-pakai supaya AKU bisa bicara dengan kamu.

Bersaksilah kamu tentang Kebenaran yang sudah datang diantara kamu bersama Ibumu. Itulah yang KU-berikan kepadamu. Ibumu yang telah KU-ciptakan bagi kamu untuk menyelamatkan kamu. Dia bagian dari Surga, bukan datang dari dunia. AKU datang bersamanya untuk menyelamatkan kamu sekalian. KU-ciptakan untuk AKU, untuk diri-KU, untuk kamu, itu semua KU-ciptakan untuk AKU. Jangan heran.

Anak-anak-KU, AKU berkata kepadamu pada saat ini, saatnya akan tiba, lihat…! Akan banyak terjadi di seluruh bumi. Inilah saatnya pemurnian dunia yang telah AKU sampaikan kepada Yohanes, saat ini waktunya tepat bagi-KU, AKU melakukannya. Semua masa depan manusia ada di tangan-KU, maka KU-tahu saat-saat kapan AKU melakukan itu semuanya. Inilah saatnya banyak manusia dan banyak manusia meninggalkan AKU karena dunia, dan banyak dunia tidak percaya tetang Kebenaran ini. Inilah saatnya, tepat bagi-KU.

Baiklah, sadarilah sepenuhnya tidak ada Allah yang lain di Surga. Tidak ada, tidak ada! AKU-lah mempunyai Jalan itu ke Surga karena AKU, AKU menciptakan Jalan itu untuk manusia yang percaya menuju Surga. Tidak ada yang tahu selain AKU karena AKU yang menciptakannya. Berbahagialah engkau yang setia dan percaya kepada-KU dan bekerjalah saat-saat terakhir melayani. Siapapun yang kau layani dengan kasihmu engkau melayani AKU dalam kehidupanmu. Ini perkataan-KU yang benar. Siapa yang punya hati, renungkan dengan baik supaya kamu mengerti apa yang KU-katakan saat ini.

Baiklah, AKU menumbuhkan kasih dan cinta saat ini kepada kamu. Itulah perjalanan hidupmu karena AKU adalah kasih dan cinta. Kasih tidak berkesudahan, itu juga KU-berikan kepada mereka. Apapun yang kau lakukan untuk-KU melalui mereka, AKU menerima dan memberkatinya.

Anak-anak-KU yang AKU kasihi semua yang ada di sini dan kau hai imam-KU yang AKU kasihi, jangan takut! Bekerjalah dengan baik dan teruskanlah perjuanganmu dan setia dalam panggilanmu. Menderita untuk-KU adalah kebahagiaan untukmu. Dalam penderitaan itu, engkau akan bersatu dengan AKU dalam perjalananmu dan teruskan dan berjuang. Kalau engkau menghadapi kesulitan, cepatlah datang kepada-KU, AKU akan menguatkanmu. Inilah permintaan-KU, bekerjalah dengan Ibumu. AKU serahkan semua ini, gembalakan mereka, bawakan mereka kepada-KU dan berikan apa yang telah KU-lakukan. Kapapun kau berikan, setiap hari kau berikan, satu hari, kapan saja berikan itu kepada mereka yang membutuhkan untuk bersatu dengan AKU. Jangan halangi mereka untuk datang kepada-KU. AKU minta kepadamu. Sekarang ini AKU melihat banyak hambatan-hambatan dalam diri para imam. Mereka banyak peraturan yang menjauhkan anak-anak-KU. Banyak mereka yang pergi, tidak tertolong maka AKU datang untuk menolong mereka supaya mereka juga kembali kepada-KU, bersatu dengan AKU. Inilah yang KU-katakan kepadamu.

AKU  datang untuk kamu. Lihat, engkau mendengar apa yang mereka katakan itu semua, tidak ada, dan AKU tidak mendengar itu karena AKU tidak pernah mengajarkan itu kepada semua manusia setelah AKU datang ke bumi ini, harus mereka semua percaya kepada-KU dan mencari AKU. Maka saatnya akan tiba AKU akan memurnikan dunia ini dan AKU nyatakan kepadamu, mana menjadi bagian dalam kehidupan-KU, dia akan hidup dan bersukacita tetapi siapa mencari dunia, lenyap bersama dunia. Ini perkataan-KU yang benar.

Kamu percaya, harus percaya. Melalui anak ini AKU berbicara kepadamu untuk mengulangi kembali supaya kamu sadar AKU ada dan hidup dan pernah datang ke bumi ini dan menginjakkan kaki ke bumi ini. AKU-lah Yesus.

Baiklah, renungkan apa yang AKU katakan dan tidak ada kesulitan lagi karena AKU sudah berkata kepadamu. Percaya….! Engkau percaya tidak melihat, itu luar biasa bagi-KU. Kamu percaya, tapi kamu tidak melihat, tapi kau bisa merasakan kasih-KU, cinta-KU, kehadiran-KU dalam kehidupanmu. Ini, AKU menguatkanmu pada saat ini. Berbahagialah engkau yang mendengarkan apa yang KU-katakan ini kepadamu.

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

Percayalah anak-KU semua akan menjadi baik.

Hai imam-KU dan juga anak-anak-KU, AKU sudah banyak bicara kepadamu, saat ini, janganlah kau hilangkan begitu saja tetapi renungkanlah dan berdoalah dalam Nama-KU, AKU menunggumu dan memberikan pengertian-pengertian itu melalui Kuasa-KU dimana engkau tidak mengerti. Dan bawalah semua ini dalam kehidupanmu, bekal dalam perjalananmu supaya engkau mengerti apa arti kehidupan, kebahagiaan dan Surga yang KU-berikan kepadamu. Dan bukalah hatimu untuk-KU.

Baiklah, AKU telah berkata kepadamu, AKU telah menjelaskan semua kepadamu supaya engkau tahu bahwa benar-benar AKU ada dan hidup dan dekat di antara kamu. Sampai bertemu lagi dalam doamu, AKU menunggumu. AKU menunggumu anak-KU, datanglah! AKU sangat rindu atas kehadiranmu, kedekatanmu kepada-KU. Sampai bertemu dalam doamu.

Pesan Ibu Maria

SalamKu untukmu Alexius, Heribertus, Isak Doera, kamu puteraKu yang Aku kasihi. Salam kasih cintaKu, terima kasihKu kepada kamu berdua.

Dan terima kasih dan juga kamu puteriKu (Sr. Rina, red) yang Aku kasihi. Tidak ada lagi keraguan, ketakutan, kekhawatiran di dalam perjalananmu. Berjuang, satukan hatimu dengan Allah. Jangan kau menoleh ke belakang. Lihat Tuhan Allahmu menunggumu dengan sabar. Aku minta darimu, sambutlah itu, semua perjalanan rohanimu dengan keyakinanmu, engkau percaya bahwa Allah-lah yang memanggilmu. PuteriKu, apa engkau masih sedih hatimu?

Tidak Ibu, jawab Sr. Rina.

Tidak, pergilah, itulah bagian dari hidupmu yang sudah diberikan Allah seutuhnya dalam perjalananmu. Dekatkan dirimu kepada Allah supaya engkau tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Aku berdoa untukmu supaya engkau sampai, bahagia bersama Allah. Apa kamu mengerti? Baik, Aku menyapamu. Mengertilah anakKu, yang membuat kau sedih karena dunia, membuat kamu kecewa karena dunia. Sekarang teguhkan panggilanmu. Aku Ibumu menyertaimu dan mendoakanmu dalam kehidupanmu.

Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, kamu bahagia hari ini?

Ya Ibu, kami bahagia, jawab umat.

Terima kasih. Kamu bahagia. Siapakah yang memberikan kebahagiaan itu?

Allah yang Mahakuasa, jawab umat.

Allah bersama kamu dan bersama imam-imammu. Alexius, Aku tahu hatimu, tapi kau berjuang sehingga kau sampai di tempat ini dan melakukan yang terindah untuk anak-anakKu. Tidak lagi, tidak lagi tapi besok, besok…. kata besok itu menurut kamu kapan yang bisa kau lakukan, lakukan kembali seperti ini. Aku tahu perjuanganmu, Aku mendengar, Aku melihat dari Surga perjuanganmu cukup berat tapi pada akhirnya engkau sampai di tempat ini bersama anak-anakKu. Aku bahagia saat-saat terakhir ini anak-anakKu menerima perjalanan bersama Aku dalam kelompok ini, bersatu sehati sejiwa, tidak ada perbedaan.

Anak-anakKu, kamu adalah sama di hati Tuhan, di hatiKu, sama! Dimana hatimu terbuka dalam Kebenaran, Allah ada bersamamu. Sungguh ini ditanamkan di dasar hatimu, sehati sejiwa, karena hatimu adalah milik Allah, engkau juga sehati sejiwa bersatu dengan Allah.

Anak-anakKu, sungguh Aku bahagia sekali kamu menemukan satu kekuatan. Kalau engkau tahu apa arti sehati sejiwa engkau tidak akan tega berbuat sesuatu di luar sehati sejiwa. Pasti hatimu akan menjerit dan menyesal kalau engkau tidak melakukan apa-apa terhadap hidupmu, terhadap saudara-saudaramu dalam keluargamu dimanapun engkau berada. Allah sudah mengawali untuk bersatu dengan kamu tapi sudah sekian lama Allahmu datang ke bumi ini, ini belum dimengerti setiap manusia walaupun dia percaya kepada Allah, khususnya para imam, dia belum masuk kedalamannya tentang sehati sejiwa, bersatu dengan Allah, bersatu dengan saudara-saudaramu dimanapun engkau berada. Sungguh, sehati sejiwa itu mengandung arti kasih yang tidak terbatas yang harus kau berikan kepada siapapun yang membutuhkan kasih itu sendiri. Allahmu sudah melakukan itu tapi dalam kelompok ini dinyatakan sepenuhnya bersama kamu. Itu adalah datang dari Atas. Pengertian itu datang dari Atas. Atas itu adalah dalam kebahagiaan. Allah ada di Surga. Itu pengertian itu diberikan saat-saat terakhir ini supaya mereka yang tidak percaya mereka akan mendengar akan melihat apa yang sudah kamu satukan dalam hidupmu pengertian yang sangat dalam, sehati sejiwa. Milik Surga anakKu. Sehati sejiwa adalah milik Surga. Sekarang itu diberikan kepadamu tanpa engkau sadari saat ini terjadilah pengertian itu diberikan kepadamu. Tuhan akan menyatakan ini kepada dunia. Dan Aku minta kepada kamu yang ada di sini dan kamu dua, Heribertus, Alexius, ini sampaikan kepada teman-temanmu pengertian ini supaya juga mereka masuk sehati sejiwa dalam kebersamaan supaya mereka mengerti apa arti panggilan menjadi seorang imam dalam kehidupannya. Banyak para imam yang meninggalkannya karena dia tidak mengikatkan diri sehati sejiwa dengan Allah. Mengerti ?

Kami mengerti Ibu, jawab para imam.

Mengerti. Anak-anakKu harus mengerti karena kamu sudah diberikan pengertian ini kamu lebih mengerti tapi kamu jangan menjadi sombong atas pengertian itu yang sudah kamu dapat. Ini pengertian yang belum dimunculkan walaupun perkataan ini ada dalam Kitab Sucimu tapi pengertian itu hanya saat-saat terakhir ini diberikan kepadamu. Dan Aku minta, kalau kamu mau melakukannya, itu sungguh-sungguh sebenarnya Surga meminta semua akan menjadi baik.

Berkumpullah kamu hai para imam, buatlah seperti ini, masuklah kedalamannya sehati sejiwa. Kasihan mereka, sampai saat ini mereka belum mengerti apa arti panggilan itu sendiri dalam perjalanan mereka. Aku, Aku diberikan pengertian itu maka Ibumu bisa memberikan pengertian ini kepadamu. Maka banyak sekarang para imam, dia tidak sepenuhnya melayani anak-anak Tuhan dengan baik. Masih ada pamrih, suatu kebutuhan sehingga dia mau melakukan pekerjaan itu dan memilih kalau itu menyenangkan bagiku akan kulakukan. Maukah mereka masuk kepada anak-anakKu yang menderita, yang menangis, yang papa? Tidak. Jarang terjadi mereka masuk dalam perjalanan anak-anakKu di sekitarnya di manapun mereka berada. Banyak…, banyak anak-anakKu yang menderita. Kenapa itu tidak terdengar, itu tidak terlihat oleh para imam? Maka Aku datang dan Aku mengambil bagian dari kehidupan-kehidupanmu bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani mereka karena sudah tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya dengan para imam. Banyak juga anak-anakKu yang pergi, banyak anak-anakKu yang menangis dan menderita, yang miskin, yang papa yang tidak makan. Tapi para imam tidak melakukan itu, maka Aku datang untuk anak-anakKu. Aku tidak ingin anak-anakKu menderita, maka Aku datang dengan cara ini. Aku mintakan kepada Allah supaya Aku bisa bersatu dan mau mengatakan isi hatiKu kepada kamu supaya kamu sanggup dan bisa melayani anak-anakKu. Dimana ada kelompok, penderitaan akan terangkat. Disini ada kelompok, disini penderitaan akan terselesaikan. Benar? Benarkah itu?

Benar Ibu Maria, jawab umat

Benar. Maka Aku berkata, berkelompok-kelompoklah kamu supaya kamu bisa menyelesaikan penderitaan-penderitaan di sekitarmu. Dimana kamu melayani Aku bersamamu, dimana kamu mengasihi Aku bersamamu, dimana kamu memberikan rejeki, di situ juga Aku bersamamu. Melayani tanpa engkau tahu Aku bersamamu.

Anak-anakKu, sehati sejiwa menyelesaikan segala perkara yang sekecil apapun, sebesar apapun kamu akan bisa menyelesaikan. Karena sehati sejiwa adalah kehidupan Allah, itu sudah diberikan kepada kamu.

Anak-anakKu, bukan hanya sebuah nama tapi masuklah kedalamannya. Kamu sehati sejiwa, tidak ada perbedaan antara kamu dengan yang lain. Siapapun dia menerima Allahnya sepenuhnya dalam Nama Yesus yang diberikan kepadamu. Semua sama tidak ada perbedaan. Jangan sekali-sekali kamu berbohong atas dirimu, Aku mau mengatakan kepadamu, kamu sudah diberikan berkat dari Allah melalui jerih payahmu untuk mencari berkat itu. Apakah berkat itu akan kamu nikmati sendiri?

Tidak ibu Maria, jawab umat.

Tidak. Itu ada pertanggung-jawabanmu kepada Allah. Berkat itu juga kamu dapatkan tetapi kamu bijaksanalah dalam berkat itu, masuk dalam kelompok sehati sejiwa, melakukan apa saja untuk saudara-saudaramu. Sehati sejiwa, tidak ada lagi kejelekan tapi ada kebaikan dan kebenaran dan kerinduan dan cinta. Tidak ada kejelekan lagi di dalam hatimu. Dan sikap dan tingkah lakumu itu menjadi contoh sepenuhnya untuk saudara-saudaramu. Sehati sejiwa, bersama-sama bekerja, sependeritaan, kebahagiaan, sukacita, damai semua bersama. Jangan kamu hanya suka bersatu apabila ini bahagia, bahagia. Tidak! Tapi kamu bersatu bersama dalam orang menangis karena menderita dengan segala persoalan, kamu harus bersatu. Jangan hanya kamu menumpang ketawa dimana disitu ada dan kamu mendapatkannya tapi kamu tidak sedih tidak berbuat apa-apa pada saudara-saudaramu. Ini tidak, ini bukan sehati sejiwa. Karena sehati sejiwa itu adalah kasih yang tidak terputus-putus, mengalir, kasih itu mengalir….. ke mana-mana. Ya, bukan sempurna seperti Allah, tapi Allah akan mengukuhkan kasihmu itu karena kamu sudah masuk didalam perjalanan ini, kebersamaan sehati sejiwa.

Boleh kamu boleh bertanya kepada kelompok-kelompok doa, kepada siapa saja, mereka tidak akan mengerti sehati sejiwa, dan mereka tidak  masuk dalam pedoman ini, sehati sejiwa. Tidak. Karena kelompok inilah, karena Aku ada bersamamu, Kunyatakan semua ini bahwa kelompok inilah benar yang Kuberikan kepadamu, karena Aku ada di Surga, itu Kuturunkan kepadamu supaya engkau bersaksi tentang Surga, tentang kebenaran tentang keselamatan. Kamu mengerti?

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

Terima kasih. Kalau kamu mengerti, sungguh Aku mengatakan kalau kamu sungguh-sungguh benar masuk sehati sejiwa, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi sakit hati, tidak ada lagi marah, tidak ada lagi, tidak ada lagi, tidak lagi…..yang ada kasih…..mengalir, masukkan, berikan kepada mereka yang membutuhkan itu, mengalir. Karena kelompok itu lebih dari satu, bisa dua tiga dan kamu hitung dengan caramu, itu bisa menyelesaikan permasalahan. Mengerti?

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

Mengerti. Baik, kalau engkau mengerti, Aku akan melihat kamu dari Surga. Pengertian ini sungguh bisa dimengerti kan dan bisa dilakukan dan bisa dirasakan saudara-saudaramu di sekitarmu. Aku akan berdoa dengan niat baikmu ini akan Kusatukan dalam doaKu di Surga. Sungguh, sungguh kalau ini kamu mengerti arti sehati sejiwa, damai di mana-mana, di sana damai, di sini damai, di situ damai. Semua sukacita, semua bahagia, bersorak ria memuliakan Allah. Itu sehati sejiwa. Tidak ada lagi hatimu tercabik-cabik dengan segala perkara yang kamu hadapi di dunia ini tapi hatimu utuh, masuk kedalamannya bersatu dengan Allah, sehati sejiwa, bersatu dengan Allah. Sampai di sini kamu sudah mengerti?

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

Mengerti. Kalau mengerti terus bagaimana?

Mewartakan, melakukan jawab umat.

Melaksanakan, mewartakan, terus? Dengan ini membahagiakan orang lain ya. Kalau hanya mewartakan, siapapun bisa mewartakan. Tapi yang Saya minta, kepada kamu di sini, jadilah kelompok sehati sejiwa untuk menolong saudara-saudaramu. Menolong itu sangat luas artinya. Menolong dimana dia menderita tidak makan. Kamu makan lima kali satu hari, dia satu kali tidak makan. Menolong, menolong itu harus yang ditolong itu bahagia sehingga dia mensyukuri dan memuji Allah, itu menolong. Bukan hanya mewartakan. Orang yang tidak mengerti bisa mengatakan itu hanya bicara dan bicara. Tidak masuk kedalamannya untuk membahagiakan orang itu sehingga orang itu bahagia sungguh-sungguh bahagia sehingga Allah dimuliakan dimana kamu melakukan itu. Harus bisa dirasakan dan dinikmati bagi yang kamu wartakan ini ya.

Itu yang Aku mintakan karena sehati sejiwa tidak ada lagi tembok, tidak ada lagi penghalang. Apabila satu orang mengatakan, itu saudaraku menderita di sana, kamu menanggapi dengan baik. Mari kita tolong. Itu harta, itu harta untuk Surga. Kalau kamu tidak melakukan ini, kamu tidak punya harta di Surga, tidak ada. Dari mana kamu mendapatkan harta Surga? Dari sesama.

Hari ini Aku minta, bukalah hatimu dan janganlah kamu mengumpulkan harta dari dunia yang menghancurkan hidupmu tapi kumpulkanlah itu dan bijaksanalah dalam berkat itu. Dan kau bisa melayani, tidak akan kekurangan dimana engkau memberi itu, itu tidak akan kekurangan, menjadi engkau miskin dalam hartamu, tidak. Justru engkau berlimpah berkat, berlimpah rahmat, kasih dan cinta Tuhan karena kamu melakukan kasih, kasih, kasih dalam hidupmu. Kasih yang mengalir, yang tidak terbatas, yang tidak akan kering sampai akhir hidupmu. Kasih itu membawa harta yang besar dimana kamu akan pulang nanti, kamu persembahkan kepada Allah. Apa kamu mengerti ?

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

Jangan lagi kamu sembunyikan berkat itu.

(Ada seorang umat bertanya kepada Ibu Maria):

Ini Ibu saya bertanya Ibu, kalau melihat orang-orang miskin, anak-anak terlantar, itu memang banyak Ibu. Tapi apakah kami harus memperhatikan itu semua atau kami batasi dulu kemampuan kami untuk anak-anakMu yang seiman, Ibu mohon penjelasan.

Kamu bertanya ya di saat Saya bicara ya. Bagus, Aku akan menjawab. Baiklah, Aku datang di seluruh bumi, di negaramu untuk anakKu. Ambillah bagian dalam perjalanan ini dalam pelayananmu untuk anak-anakKu supaya dia bisa bersyukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah dan kembali kepada Allah atas kasihmu yang kau berikan kepada mereka. Sampai di sini engkau mengerti?

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

Tetapi bagian dunia, itu bukanlah bagianmu tapi engkau anak Allah, engkau bijaksana, boleh engkau melakukan itu tetapi Aku minta, layanilah anak-anakKu dengan baik. Sampai di sini engkau mengerti?

Mengerti Ibu, jawab umat.

Baik, lakukan! Kalau engkau mengerti lakukan. Inilah yang Aku katakan ini kepadamu, bersama-samalah kamu dalam melayani. Maka Aku minta berkelompok-kelompoklah itu supaya di situ ada baik, di situ ada kebenaran, di situ ada keselamatan, di situ ada kebahagiaan. Jadi dimana ada kelompok ini penderitaan akan terangkat. Di sana ada kelompok ini di sana juga penderitaan bisa bebas. Jadi kamu tidak sendiri, kamu bersama Ibumu melayani mereka tanpa kamu sadari. Itulah sehati sejiwa. Mudah menangkap kebaikan dan kebenaran dan tidak mudah menangkap kejelekan yang datang dari dunia. Itu sehati sejiwa. Sekarang ini banyak manusia yang mudah menanggapi yang datang hal-hal yang datang dari dunia, yang datang dari Atas dia samar-samar dan mungkin tidak tertangkap dalam kehidupannya. Tapi sekarang kamu karena kamu sudah punya pedoman, kekuatan, Allahmu sendiri sehati sejiwa dengan kamu dan kamu juga sehati sejiwa dengan saudara-saudaramu; dan dalam kelompok tidak ada lagi pertentangan, perselisihan. Semua persoalan diangkat dalam doa, semua akan selesai. Kamu percaya?

Kami percaya Ibu Maria, jawab umat.

Itulah yang akan dilakukan. Dimana ada persoalan, kami berkumpul, berdoa dan menyelesaikan. Akhirnya penyelesaian ini sungguh-sungguh bahagia. Tidak ada pertengkaran lagi anakKu maupun dalam keluargamu maupun dalam kelompok ini. Masih banyak, masih banyak yang Aku lihat dalam kelompok ini bermacam-macam: berjalan sendiri, kemauan sendiri, kehendak sendiri. Tidak bisa begitu. Semua segala sesuatu persoalan itu dibicarakan bersama, setelah itu angkat dalam doa, baru kita bicara kembali, kita menemukan tujuan maksud yang terbaik itu sendiri yang akan diterima. Sehati sejiwa dimana kami bersatu dengan para rasul sehati sejiwa anakKu. Kamu juga seperti itu. Baik, kamu sudah mengerti, lakukan dan jangan menunggu. Bergegaslah kamu bekerja karena waktunya sudah sangat…waktunya sudah, sudah di….ambang, ambang kenyataan.

Yah…baik! Nah sekarang kamu berdua, Alexius, Aku minta, kamu juga Herribertus, saatnya akan kembali ke tempat ini dan kamu akan bekerja dan menantikan hari itu akan datang yang telah dijanjikan Allah bagi seluruh bumi. Alexius, Aku minta kepadamu, engkau akan Kuberikan tugas yang besar untukmu, dan Aku minta padamu, kumpullah kamu beberapa orang dan mulailah kamu berbicara tentang sehati sejiwa supaya mereka juga akan menemukan arti hidup dalam panggilannya dan arti semua yang diberikan Tuhan, dia akan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik menjadi seorang imam. Kamu akan berjalan suatu kebutuhan dalam perjalanan seorang imam apa yang harus kamu perbuat apabila kamu berpedoman masuk dalam sehati sejiwa. Aku minta padamu bergegaslah, cepat lakukan itu, hanya berapa orang saja dulu, nanti orang ini akan melanjutkan dengan rekan-rekannya yang lain, akan masuk semua dalam perjalanan ini. Tolong mereka! Alexius, Aku minta padamu, apa kamu bersedia anakKu?

Saya bersedia Ibu, jawab Rm. Alexius.

Amin. Terima kasih. Ini tugas cukup berat bagimu tapi kamu jangan takut, lakukan saja, biar Tuhan yang bekerja dalam perjalananmu. Mereka perlu, saat-saat terakhir ini juga mereka harus perlu menerima ini, supaya mereka terarah dalam kehidupannya. Saya melihat saat ini mereka bergelut dengan dunianya, sudah hampir masuk dalam dunia. Sungguh anakKu! Kemegahan, kemegahan….! Ini yang mereka cari saat ini, kemegahan, dan lupa akan tugasnya untuk membawa anak-anak Tuhan ini. Apakah engkau tahu banyak anak-anakKu yang pergi? Apa kamu mengerti? Banyak anak-anakKu yang pergi dan meninggalkan Allah di Surga mencari dunia. Mereka sudah lupa itu untuk mencari dan mereka menutup mata dengan peristiwa itu. Ya sudah..! Tapi mereka tidak berjuang. Kalau mereka berjuang Allah akan bersama mereka untuk membawa anak-anak itu sendiri didalam pelayanannya. Inilah kesedihanKu, kesedihanKu. Tapi Aku minta, juga kamu Herribertus, kamu juga melakukan itu. Dimana ada waktu, ada bisa kamu lakukan, bawa mereka teman-temanmu. Jangan sampai mereka pedih di saat-saat hari pemurnian, mereka pedih, menangis, menyesal. Ini Aku tidak ingin.

Baiklah anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, dan Aku minta setialah kamu dalam pelayananmu pasti Tuhanmu menyertaimu dimana kamu mengerjakan semua itu dengan tulus dengan kecintaanmu, semua akan menjadi baik. Terima kasih.

Baik, terima kasih. Dan juga kamu semua salamKu untuk Isak Doera, biarlah dia dengan caranya untuk melakukan dimana untuk membawa anak-anak Tuhan kembali. Masing-masing kamu pintar dan benar dalam Kebenaran. Ini yang Aku minta kepadamu. Terima kasih.

Sekali lagi kepadamu Alexius, terima kasih semua apa yang telah kau lakukan dan akhirnya semua menjadi nyata dan kenyataan itu Saya kembalikan kepadamu supaya kau juga mau berbuat dan mewartakan ini kepada teman-temanmu. Semua akan menjadi baik. Aku berdoa untukmu Alexius. Aku tahu kamu sedang bergumul tapi engkau menang dalam pergumulan itu, engkau menang. Percaya, siapapun membuka hati dalam Kebenaran, dia akan menang dalam segala hal dia akan menang. Terima kasihKu kepadamu Alexius, selamat bertugas dan bekerja, dan sekali lagi juga Aku ingin ini juga engkau teruskan, memang tugasmu berat tapi kalau ada banyak teman diantaramu yang sudah menerima sehati sejiwa, mereka akan ditebarkan saja untuk bekerja bersamamu. Percaya itu, akan terwujud dalam perjalananmu. Kamu percaya Alexius?

Saya percaya Ibu, jawab Rm. Alexius.

Percaya, sungguh. Terima kasih untuk kamu berdua. Dan Aku mengatakan bagi kamu yang akan kembali, semua kamu selamat pada tujuan.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Dan pada Agnes dan kamu yang akan melayani bersama Agnes, juga kamu selamat untuk melayani dan Aku Ibumu menyertai kamu sampai pelayanan itu selesai.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih. SalamKu juga untuk Agnes, sampaikan salamKu untuk dia melalui kamu. Ini Aku memberikan kesaksian untuk kamu dan kamu semua yang menyampaikan salam pada Agnes, supaya dia senang bahwa Aku juga menyampaikan salam ini kepada kamu, juga Aku bisa mengucapkan salam dan terima kasih kepada Agnes tapi lebih indah apabila Aku mengungkapkan ini, kebersamaan ini sehati sejiwa bersama kamu, bersama Agnes.

Ya Ibu, akan kami sampaikan salam untuk bu Agnes, jawab umat.

Terima kasih. Mari satukan hatimu kepada Aku Ibumu. Mari kita berdoa bersama. Inilah doaKu, doa kekuatan, doa kekuatan, doa kepasrahan, doa masuk dalam sehati sejiwa, sudah menjadi satu. Tidak bisa dipisahkan. Mari kita berdoa, Aku akan mengantarmu untuk masuk dalam kepasrahan, akan Kuantar kamu kepada Allah Bapa di Surga yang mengasihi kamu sepenuhnya dalam kehidupanmu. Mari kita berdoa bersama-sama :

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu, karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu. (3x) Amin.

Terima kasih untuk kamu semua dan jangan lupa segala sesuatu bawalah dalam doamu, datang kepada Allah supaya kamu dikuatkan, supaya kamu terselesaikan, supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang saat ini sungguh-sungguh kuasa kegelapan ingin menghancurkan setiap manusia yang percaya kepada Allah. Terima kasih, selamat berjuang, selamat melaksanakan tugasmu dengan baik, terutama kamu Alexius dan Heribertus. Aku berdoa untuk tugasmu yang berat ini. Sampai bertemu dalam doa, sampai bertemu lagi anak-anakKu, Aku mengasihi kamu semuanya.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

—ooo0ooo—

 SEHATI SEJIWA BERARTI …………………

1.                  bersama orang lain, bersatu.

2.                  saling menerima, saling mengasihi, tidak menyimpan kelemahan saudara, tetapi mendoakannya.

3.                  adalah NAMA Allah Bapa di surga, / keadaan Allah Bapa di surga

4.                  Allah ber-sehati sejiwa dengan anak-anakNya, supaya anak-anakNya selamat.

5.                  kalau hati bersatu dengan Allah, maka juga bersatu dengan saudara-saudara.

6.                  sejiwa, adalah bersatu dalam roh, dalam doa, sehingga tidak ada perbedaan, bersama-sama datang menghadap Allah, sehati sejiwa dalam roh.

7.                  keadaan di surga, yang bersatu dengan semua anak Allah, karena kita adalah milik Allah; untuk bersatu denganNya yang adalah roh, harus masuk dalam doa.

8.                  pertama-tama harus ‘menuju Allah’, mengarahkan hati untuk bersatu dengan Allah, karena hati adalah milik Allah. Sekali lagi, untuk datang pada Allah tidak bisa dalam kemanusiaan belaka, tetapi harus dalam roh, yaitu dalam doa, doa hati, karena Allah adalah Roh yang hidup.

9.                  Kedua, persatuan dengan sesama : tidak lagi membeda-bedakan, menganggap diri lebih dari saudara yang lain ( lebih pandai, lebih kuat, lebih suci dlsb ), datang pada Allah bersama-sama dalam roh ; berdoa bersama, bekerja, melayani dalam kesatuan roh, ada kerendahan hati.

10.             dalam kesatuan dalam roh, bersama-sama memberi.

11.             mengalami keindahan bersatu, tidak ada pertentangan, tidak ada yang marah, tidak ada yang dirugikan atau dikecewakan, semua suka cita.

12.             tidak ada kekurangan/ cela, tetapi utuh. Murni sampai dalam kesempurnaan. ( Walau yang sempurna hanya Allah tetapi niat untuk sempurna dibangun dalam sehati sejiwa )

13.             membuat diri bahagia, membuat sesama bahagia; tidak ada kejelekan, tidak ada kekurangan.

14.             dalam kebersamaan melayani, menyatu dalam kelompok yang melayani, tetapi juga menyatu sehati sejiwa dengan yang dilayani : masuk dalam kedalaman hatinya bukan hanya dengan pikiran atau perasaan, tetapi dengan hati dan dibawa dalam doa, maka tidak akan ada kekecewaan dan kesusahan.

15.             sukacita terus menerus; tidak ada sedih, kecewa, kuatir.

16.             kepasrahan masuk dalam kehidupan Tuhan.

17.             sebuah keputusan untuk berjuang selalu baik dan benar dalam berbicara, bertindak, bersikap, bertingkah laku.

18.             kekuatan dalam perjalanan melayani bersama Tuhan.

19.             sebuah pedoman hidup.

20.             masuk dalam kepasrahan untuk bekerja sama dengan Tuhan untuk melayani.

MENCONTOH CARA HIDUP GEREJA PERDANA

1.TEKS KITAB SUCI

a.   Kisah 1 : 14  Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

b.   Kisah 4 : 32  Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesutau adalah kepunyaan mereka bersama.

c.   Filipi 1 : 27    Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Yesus Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang, aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.

d.   Filipi 2 : 2-3   Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini : hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri;

e.   Filipi 4 : 2      Euodia kunasehati dan Sintihke kunasehati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.

f.    1 Kor 1 : 10   Tetapi, aku menasehatikan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

g.   2 Kor 13:11   Akhirnya, saudara-saudarku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasehatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

h.   Roma 12:16  Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; jangan lah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

i.    1 Pet 3 : 8-9  Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

2. PENERAPAN SEHATI SEJIWA DALAM GEREJA PERDANA

a.      Dalam berdoa, bersama Bunda Maria, Ibu Yesus. ( Kisah 1 : 14 )

b.      Dalam hidup bersama bergotong royong, dalam berbagi milik perorangan menjadi milik bersama / murah hati ( kisah 4 : 32 )

c.      Dalam memperjuangkan iman, bersaksi, mewartakan Injil. ( Filipi 1 : 27 )

d.      Dalam membina persatuan lewat kasih, saling mendahulukan satu sama lain, untuk tujuan yang sama: kelak  boleh bermegah pada hari Kristus.     ( Filipi 2 : 2 ). Contoh teladan Yesus Kristus sendiri dan Ibu Maria.             ( Yohanes 19 : 26, Kisah 1 : 14 )

e.      Kalau sudah sehati sepikir dengan saudara-saudara, maka sehati dan sepikir dalam Tuhan! ( Filipi 4 : 2 )

f.        Dalam menghargai kesetaraan, rendah hati ( 1Korintus 1 : 10 )

g.      Dengan hidup bersama dalam damai sejahtera ( 2 Kor 13 : 11 )

h.     Dalam hidup bersama menerapkan KASIH. ( Roma 12 : 16 ) )

( Mengerti, menghargai, rendah hati )

i.        Menerapkan hukum kasih : seia, sekata, seperasaan.

CATATAN :

SEHATI SEJIWA ialah : pencapaian persatuan anak-anak Allah dalam puncak kualitasnya yaitu dalam perwujudan KASIH karena telah bersatu sehati sejiwa dalam Yesus Tuhan.

Persatuan sejati ini, hanya bisa apabila hati dan jiwa menyatu dengan Allah ; karena Allah adalah ROH; dan jiwa kita merupakan  milik Allah.

Rupanya, SEHATI SEJIWA sudah dipahami, dihayati dan diterapkan oleh Gereja Perdana.

Kuncinya ialah sepikiran dan seperasaan dengan Kristus Yesus (Filipi 2 : 5-8)

Sesungguhnya, Yesuslah yang pertama kali mengambil inisiatif mau sepikiran, seperasaan dan sehati sejiwa dengan manusia, dengan menjadi manusia!!

Untuk para imam yang menyatu sehati sejiwa dengan Yesus sebagai Gembala Utama yang dalam Ekaristi mengadirkan kembali Yesus sebagai kurban dan santapan kita; mengerti pikiran Yesus, bersatu denganNya, memperoleh kekuatan dariNya untuk menyelamatkan anak-anak Allah. Imam yang menghayati ini, tentulah tidak mudah melepas ‘imamat’nya.

Buat awam : Kita milik Allah, maka sehati sejiwa dengan Allah, dengan sesama anak-anak Allah.

( Bukan hanya ‘belong’, tetapi sungguh mengambil bagian, menjadi bagian dengan sepenuh hati dalam kasih dan selalu menyatu dalam doa. )

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Khusus, Pesan dengan penekanan khusus, Sehati sejiwa – Cor unum et anima una |
 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com