spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Arsip untuk Ketegori ‘Pesan Pesan Bagi Indonesia’

Doa pada rekoleksi di TEMPAT DOA ST. MARIA GUADELUPE, Duren Sawit, Jakarta Timur

Pesan disampaikan di pada tanggal 8 April 2018

PESAN IBU MARIA

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, selamat sore untuk kamu.

Selamat sore Ibu, jawab umat

Selamat bahagia dari surga.

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat

Terima kasih. Kini kamu semua berkumpul bersama Agnes. Inilah kebahagiaan. Kamu sudah bahagia. Kamu mengulangi kembali kehidupan kamu bersama Tuhan pada waktu itu dan sekarang. Tuhan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri.

ARTI PASKA

Mengertikah kamu, Paska itu adalah suatu yang diberikan, yang luar biasa kepada kamu semua; kamu anak merdeka, kamu anak bahagia, kamu anak-anak yang bersukacita, kamu tidak takut dengan dunia ini, karena kamu adalah anak-anak Bapamu di surga. PASKA, Allah kembali ke surga, tetapi DIA tidak meninggalkan kamu sendiri.

Hai anak-anakKu, ini AKU katakan kepadamu. Harus mengerti apa yang telah diberikan Allah kepada kamu. Mengertilah. Renungkanlah. Itulah yang menjadi kekuatanmu.
Jangan seperti mereka, mereka bertanya-tanya. Bertanya-tanya, selalu bertanya. Mereka mementingkan kemanusiaan mereka pribadi. Mereka berharap, bahwa Mesias yang dijanjikan oleh para Nabi, -terutama kepada Musa-, mereka menunggu, akan menjadikan raja bagi bangsa Israel. Bukan itu. Bukan itu.

Allah mempunyai kerajaan tersendiri. Itulah nantinya kamu datang, masuk di dalam kerajaan-NYA. Kamu mengerti ?

Mengerti. BANGSA ISRAEL, MEREKA ADALAH UMAT ALLAH. Tapi kamu, masuk dalam penebusan, KAMU ADALAH ANAK-ANAK BAPAMU DI SURGA.

Terima kasih Ibu Maria, jawab bu Ola.

Baik. Kamu mengerti ?

Mengerti, jawab umat

Baik. Itulah maka Allah datang ke bumi ini menjadi manusia dengan segala rencana-NYA. DIA rencanakan sendiri dengan penderitaan yang diciptakan-NYA SENDIRI agar sempurnalah karya keselamatan bagi manusia yang mau percaya kepada-NYA. Ini. Kamu memperingati tentang kebahagiaan adalah PASKA.

Baik. Apakah kamu mengerti apa arti PASKA ? Itulah karya keselamatan sempurna yang diberikan Allah untuk menebus dosa-dosa dunia. Kembali, bukan untuk menebus dosa Adam dan Hawa. Itu tidak benar.

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat

Baik. Renungkan apa kata Yohanes-Pembaptis “Hai lihatlah, ANAK DOMBA ALLAH YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA, pergilah ikuti DIA”. (bdk Yoh 1:29,36) Inilah yang kita terima dari segala karya yang diciptakan oleh Allah, diberikan kepada manusia ciptaan-NYA. Lihat, Tuhan menciptakan manusia, tidak ditinggalkan sendiri. Pada waktunya, semua sudah dinubuatkan kepada para Nabi atas kehadiran-NYA ke bumi ini.

Aku minta kepadamu, berimanlah yang baik. Apa yang kamu terima dari kitab-sucimu itu, terimalah seutuhnya dalam kehidupanmu agar kamu bisa beriman yang baik dan benar. Karena firman itu adalah hidup. Hidup itu adalah Allahmu, Bapamu yang mengasihi kamu, yang mencintai kamu dalam kehidupanmu. (bdk Yoh 1:4)

Aku Ibumu Maria. Inilah Aku Ibumu. Aku adalah roh. Bukanlah Aku dilahirkan seperti kelahiran manusia hadir ke bumi ini. Tidak. Aku roh. Aku roh dan hidup dalam roh. Aku datang ke bumi ini untuk memulai karya keselamatan yang akan diberikan sesuai janji Allah melalui para nabi, itu yang Aku terima dari Allah. (bdk Amsal 8:22-31)

Akulah Ibumu kekal dan abadi. Kamu anak-anakKu kekal dan abadi. Sudah ada tertulis, Tuhan Allahmu menyerahkan semua itu sebelum kembali ke surga, menyerahkan kamu kepadaKu dan Aku diserahkan kepadamu menjadi Ibumu kekal dan abadi. (bdk Yoh 19:26-27)

Renungkan dengan baik. Ini bukan main-main. Ini bukan ciptaan atau kehendak pemikiran manusia. Apa yang tertulis tetaplah tertulis sampai dengan dunia ini lenyap dan semua kembali utuh di surga, bagi yang percaya. Inilah.

TENTANG KASIH

Anak-anakKu Aku minta kepadamu: kamu bercerita tentang kasih. Apakah kamu mengerti kasih itu apa ? Kasih itu sempurna. Artinya bisa melakukan apapun, seberat apapun. Kalau kamu mau melakukan, Tuhan berkati.

Kasih melayani, kasih mencintai, kasih setia dalam kebersamaan, dalam suka dan duka. KASIH. KASIH, anak-anakKu. Inilah yang Kusampaikan kepadamu. Kalau engkau mengasihi Tuhan Allahmu, pergilah, lihatlah saudara-saudaramu, apapun.

Tetapi Aku melihat, kamu takut mengambil keputusan. Bagaimana, begitu berat yang harus kulakukan, pengorbananku, apa aku sanggup ?
Sebenarnya kamu sanggup. Segala usahamu. Seperti anak yang kedua, dia berusaha, diberkati Tuhan. Bagaimana anak sulung, tidak melakukan apa-apa, dia tidak mendapat berkat dari Bapanya. (bdk Mat 21:28-30) Itu satu perjalanan kasih. Karena Allahmu adalah kasih. Dunia tidak punya kasih. Kebaikan ada. Tapi kasih, hanyalah Allahmu. Milik Allah bersamamu.

AGNES SEBAGAI CONTOH PELAYANAN KASIH

Hai anak-anakKu, ini masa sulit. Tadi, Agnes sudah menceritakan pengalaman hidupnya. Aku dengar dan Aku melihat apa yang dia lakukan selama ini adalah untuk melayani, untuk menyelamatkan, untuk membawa anak-anak Tuhan kembali kepada Allah seutuhnya.
Tapi dunia mencemooh anak ini. Tapi dia tidak kuatir. Tapi apa yang Kudengarkan ungkapan Agnes, itu baru kecil adanya. Tapi kalau engkau mendengar semua apa yang dia lakukan, engkau tidak akan sanggup apa yang dilakukan Agnes selama ini, pengorbanannya. Lihat. Lihat anak ini. Apakah anak ini pembohong ?
Tetapi anak-anakKu sudah menghakiminya : Agnes adalah pembohong. Itu tidak baik. Itu adalah bahasa dunia. Anak-anak Tuhan bahasanya mengasihi, membuat orang bahagia, membuat orang sukacita. Bukan membuat sedih, menderita dengan bahasa. Seharusnya itu tidak kamu punyai sedikitpun dalam kehidupanmu. Hidup adalah kasih. Kasih Tuhan menyertai kamu sekalian dalam perjalananmu. Apa kamu mengerti ?

Tadi hampir saja si Agnes, -itu pemikirannya-, marah. Tapi dia ingat, apapun penderitaan si Agnes, itu bukan untuknya. Itu untuk Tuhan. Dia bukan menjadi itu, orang-orang yang dikuduskan, mereka menderita, mereka mengalami. (martir,red.) Tidak. Agnes hanya menjadi saksi tentang kebenaran, tentang dunia.

Kamu dengarkan apa yang disampaikan Agnes tadi, itu bukan dari dirinya. Dia menyampaikan kebenaran, bekal dalam perjalananmu, itu dari Tuhan.
Jangan pikirkan. Engkau tidak akan sanggup memikirkan si Agnes. Kalau engkau memikirkan dengan pikiranmu, pasti akan muncul si Agnes sudah gila. Itu yang ada saat ini di negaramu, terutama para imam. Para imam. Mereka bicara tentang anak ini. Tetapi panggillah, bicaralah bersama Agnes, tanyalah apa yang sudah disampaikan. Tidak. Itu tidak terjadi. Aku kira mereka tidak akan sanggup, tidak ada kekuatan untuk memanggil Agnes. Tapi sampai dengan sekarang ini, anak ini tidak dihukum secara Gereja, hukum Gereja. Siapakah yang bisa menghukum Agnes ? Tidak.

Sudah sekian lama. Apakah waktu ini cukup sekian ? Lihat, apa yang telah Kusampaikan, semua sudah terjadi. Tetapi pada waktunya, kita tidak akan mengerti. Itu semua rahasia Allah. Pasti akan terjadi. Sudah ada tertulis dalam kitab-suci “gandum dan ilalang akan dipisahkan”, itulah pemurnian dunia. (bdk Mat 13:24-30, 36-43) Pahami dengan baik. Tetapi apakah kamu menunggu, menunggu sampai dengan——– ? Tidak.

Mulailah. Mulai, apa yang harus kamu perbuat. Terutama dalam keluargamu, banyak kamu, tidak damai bersama suami, atau istri bersama anak, atau anak bersama orangtua. Banyak anak-anakKu tidak damai. Ini kenapa ? Apa yang terjadi ?
Inilah. Aku berdoa untuk anak-anakku. Dan Aku berdoa untuk kamu yang melayani anak-anakKu. Sampai disini, kamu mengerti ? Mengerti ?! Atau mengerti, hanya mengerti, setelah itu selesai ?!

Berjuang, jawab seorang umat

Berjuang. Hidup adalah berjuang. Tuhan sayang bagi anak-anak-NYA yang mau berjuang dalam kebaikan dan kebenaran. Kamu bukan boneka Tuhan. Bukan. Kamu diberikan, utuh untuk berpikir, mengerti, punya perasaan, punya iman. Pakailah dengan baik. Pasti kamu akan bisa melakukan kasih itu sendiri.

Apa yang telah dilakukan Agnes, apa kamu tahu ? Dia tidak pernah cerita kepada kamu perjuangannya sampai dirinya sendiri menjadi taruhan demi menyelamatkan anak-anakKu dan menyelamatkan imam-imam. Kamu mengerti ? Tidak perlu diceritakan. Cukup. Itulah pengorbanan Agnes secara pribadi, apa yang tidak kamu mengerti selama ini. Bukan dia berdoa saja. Apa yang dia punya, diberikan. Itu, itu yang Aku lihat sampai tidak punya berkatpun dia berjuang. Ini. Apakah kamu sanggup seperti ini ?

Tolong renungkan dengan baik. Apapun yang kamu dengarkan dari percakapan bahasa dunia, bijaksanalah kamu dan kamu berdoa supaya kamu tidak masuk di dalam pemikiran bahasa-bahasa dunia yang kamu dengar, yang kamu terima dari anak-anakKu yang lemah imannya. Baik. Sekarang Aku menjelaskan itu. Renungkan dengan baik.

Lihatlah dunia. Kamu lihat dunia, antara mereka dengan mereka. Mereka sudah berperang. Iman mereka dengan iman mereka, mereka sudah tidak menyakini. Sudah berselisih paham dengan iman mereka masing masing karena itu ciptaan dunia. Allah tidak menciptakan itu. Allah tidak menciptakan agama. Tuhan datang menyelamatkan kamu. Tanda kasih kepada kamu semuanya melalui para imam.

Kita semua berdoa untuk para imam saat-saat terakhir ini agar banyak anak-anakKu semua bisa dilayani dengan baik.

Itu yang dimintakan oleh Allahmu di surga ”gembalakanlah domba-domba-KU”. (bdk Yoh 21: 15-17) Ini perintah rohani. Bukan perintah manusia. Tapi kita bersama-sama, Aku Ibumu di surga, kita berdoa untuk para imam di seluruh bumi.
Karena sudah banyak yang sudah terjadi, dalam hidup beriman, di dalam kehidupan menggereja, adalah di rumah Tuhan. Surga melihat. Surga melihat. Kita doakan bersama-sama dan juga kamu secara pribadi dan kamu dalam keluargamu maupun dalam kelompok, doakan para imam, minta kerahiman Tuhan agar segera terselesaikan persoalan yang sedang dihadapi anak-anakKu di seluruh bumi ini. Kamu mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat.

Baik. Kalau kamu mengerti, terima kasih. Renungkan. Lakukan. Dan setia. Ini. Setia kamu. Ambil yang baik. Tinggalkan yang tidak baik.
Bukan Aku Ibumu mengajarkan supaya kamu tidak menyayangi, mematuhi para imam. Tidak! Karena para imam adalah kekasih Allah. Sempurna.
Tetapi kalau mereka bersalah, mereka bertanggungjawab atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Ambil yang baik. Jangan ikuti. Karena juga para imam tidak bisa menjamin kamu masuk surga. Kembali kepada kamu, pribadi kamu masing-masing. Kamu mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat.

HIDUP DALAM MELAYANI ADALAH KEKUATAN

Baik. Terima kasih. Sekarang Aku meminta kepadamu: masa sulit ini berubahlah kamu. Hidup dalam melayani itulah kekuatanmu bersama saudara-saudaramu dimanapun mereka berada.

Sekecil apapun, kalau engkau benar-benar, sungguh-sungguh dengan hati yang paling dalam, Tuhan memberkati. Walaupun besar engkau berikan semua kepada mereka hanya untuk menjadikan suatu tontonan, engkau tidak mendapatkan apa-apa. Karena, apa (yang) tangan (kanan) kamu memberikan, tangan kiri jangan diikut-sertakan di dalam pelayanan. Kalau kamu sudah melayani, diam. Diam dan diam. Biarkan mereka bahagia. Ini. (bdk Mat 6:3)

SAPAAN PADA PARA IMAM

Baiklah. Dan Aku menyapamu, kedua imam disini. Aku Ibu Maria. Sudah sekian lama, kamu bisa menghitung secara dunia, tapi bagiKu hanya sekejap, tapi bagi kamu, melalui semua perjalanan yang cukup panjang, Aku ada bersamamu di negaramu ini.

Aku minta saat-saat terakhir ini, lihat, engkau akan mengalami pemurnian, akan terjadi kegoncangan yang sangat dalam di seluruh bumi maupun di negaramu ini. Aku minta kepadamu, bekerjasamalah dengan anak-anakKu. Jangan takut. Jangan takut. Kalau kamu bersama Allah, ketakutan itu tidak ada. Beranikah mereka menghakimimu ? Tidak mungkin ! Allah tidak meninggalkan kamu sendiri sebagai seorang imam. Yang benar tetaplah benar. Yang salah tetaplah salah.

Lihat. Lihat sekarang, apa tujuan para imam petinggi di negaramu ini ? Dunia sudah dimasukkan, dalam segala rencana, dibawa anak-anakKu ini, untuk mematuhi semua apa yang diciptakan di negaramu ini. Tidak benar !

Hanya satu tujuan: kalau dia menggembalakan anak-anak Tuhan dengan baik, berarti anak-anakKu semua disini baik adanya, sehingga apapun peraturan di negaramu ini, baik adanya, karena melalui sikap dan tingkah laku anak-anakKu yang membawa damai, membawa sukacita, kebersamaan dimanapun mereka berada, sudah cukup. Itu seharusnya.

Tidak, tidak menjunjung semua apa yang diciptakan dunia. Aku mengerti. Itu sudah salah. Sekarang ditanamkan kekuatan yang diciptakan dari negaramu ini. Tetapi anak-anakKu dibiarkan, mereka membuat suasana yang tidak baik, kegaduhan, tidak bersahabat, tidak saling melayani. Itu terjadi. Apakah ini ?! Tidak. Ini sudah mundur. Ini sudah terbalik pemahamannya.
Bimbing anakKu, bawa anak-anakKu hidup dalam iman, dalam kasih, dalam cinta. Pasti, pasti negaramu ini tidak ada kekacauan dibuat oleh anak-anakKu.

Ini salah, Allah disamakan dengan dunia. Allah. Peraturan dunia dimasukkan dalam segala rencana Allah dalam kehidupan anak-anakKu. Ini tidak benar. Ini sudah sesat.
PEDOMAN KAMU, KEHIDUPAN KAMU, ADALAH FIRMAN ALLAH, HUKUM ALLAH. KAMU AKAN SETIA, APAPUN PERATURAN YANG ADA DI NEGARA KAMU, KALAU KAMU MEMPUNYAI IMAN YANG BAIK. KAMU SEMUA DAMAI DIMANAPUN KAMU BERADA. Tidak membuat kekacauan. Aku Ibumu dari surga menerangkan ini kepadamu.

Ini ditanamkan, ini diajarkan kepada para imam maupun kepada anak-anakKu, untuk apa ? Tetapi kehidupan rohani, sikap dan tingkah-laku anak-anakKu, dibiarkan begitu saja. Banyak anak-anakKu yang tersesat di negaramu ini. Baik. Renungkan kamu berdua.
Blasius dan Alexius, ini Aku ibumu. Aku tidak suka. (Bukannya memajukan) kehidupan rohani, melainkan lebih ditinggikan hukum-hukum dunia untuk dipatuhi.

Sebenarnya itu mudah, kalau anak-anakKu sudah mau baik, peraturan itu akan hidup di dalam kehidupan anak-anakKu di negara ini. Karena tidak ada kekacauan, tidak ada keributan, tapi ada damai, ada sukacita, saling menolong antara satu dengan yang lain walaupun mereka orang dunia.
Damai.

Ini Aku Ibumu. Inilah yang menjadi doaKu untuk para imam di negara ini. Sudah salah.
Kamu mengerti apa Kukatakan ? Apa kalimat itu ? Sebutkan !

Pancasila, jawab seorang umat

Pancasila. Itu ciptaan dunia untuk kepentingan negaramu. Kenapa dihidupkan dalam Gereja ?
Semua, dari kecil, anak-anakmu sekolah, pendidikan, pancasila itu diajarkan. Pasti anak-anakmu semua tertanamkan tentang hukum negaramu ini. Tetapi kenapa itu diangkat di dalam Gerejamu. Itu salah.

Hai imam, pergilah kamu, lihat anak-anakKu, banyak yang tersesat yang menderita. Pergi, cari dan bawa kembali, itulah yang diajarkan supaya negara ini damai. Kamu mengerti ?

Mengerti, jawab imam dan umat.

Baik. Terima kasih. Ini untuk kamu berdua. Apa kamu tidak berani berbicara kepada petinggi gerejamu? Bicaralah. Bicara.. Katakan– Apa ini benar ? Tidak. Tidak benar. Sekarang tanamkan hukum-hukum kasih; cinta Allah melalui firman Allah, maka anak-anakKu semua damai, sukacita.
Tidak perlu (hukum dunia) ditanamkan dalam iman dalam roh, tidak perlu diimani, itu kan sebagai pengertian kehidupan manusia. Hidup bernegara dimanapun punya hukum-hukum tersendiri terutama di negaramu. Aku tidak suka. Apa kata dunia, apakah sadar para imam untuk diajak berfikir seperti itu?

Bukan itu. Bukan itu tugasnya. Tugasnya adalah menyelamatkan anak-anak Tuhan supaya semua bahagia hidup di negara ini. Supaya dunia mengerti bahwa kita semua adalah anak anak Tuhan. Begitu. Ini isi hatiKu sebagai ibumu yang melihat dari surga.

Baik, inilah yang Aku mintakan kepada kamu berdua. Apakah kamu berani ? Pasti kamu tidak berani untuk mengungkapkan ini kepada petinggi gerejamu. Ini salah. Ini salah. Dan salah. Tuhan tidak berkenan. Tuhan juga sudah mengajarkan apa yang kau berikan untuk Allah, berikanlah untuk Allah. Apa yang kau berikan untuk kaisar berikan untuk kaisar. (bdk Mat 22:21) Bukan kita untuk menerima itu semua. Ini hukum-hukum sejak dulu juga sudah diajarkan, itu hukum. Setiap negara mempunyai hukum masing-masing.

Maaf, Aku Ibumu. Kenapa Aku bicara tentang dunia ? Karena ini, karena ini semua, pengertian ini, ditanamkan di dasar kehidupan anak-anakKu. Aku tidak bisa menerima.

Sebenarnya itu ajaran. Pasti mereka sudah menerima dan mengerti apa arti pancasila. Itu diajarkan dimana mereka untuk berpendidikan dari awal sampai akhir, sudah mengerti. Bukan di-imani.

Baik. Ini isi hatiKu kepada kamu berdua menjadi saksi apa yang Kukatakan ini. Ini tidak benar. Ini tidak benar.
Baik. Terimakasih untuk kamu semua yang ada disini mau mendengarkan.

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

Terima kasih. Baik. Selamat Paska untuk kamu semuanya.

Selamat Paska ibu, jawab umat.

Ingat, Paska itu diberikan Allah kepadamu supaya kamu bahagia di bumi ini, bersukacita menjadi anak yang merdeka, yang tidak lagi diperbudak oleh dunia yang penuh dosa ini. Karena kamu sudah dikasih kemerdekaan lahir dan batin, kekal dan abadi bersama Allah di surga. Amin ?

Amin, jawab umat.

Baik. Sampai disini Aku bertemu dengan kamu. Tapi kita bersatu dalam doa dimanapun kamu berdoa, dimana kamu melayani, Aku ada bersamamu, Tuhan hadir. Inilah yang sudah dilakukan dalam kelompok ini bersama Agnes bersama anak-anakKu dimanapun mereka berada.

Aku minta kepada kamu, supaya kamu berubah. Berdoa, bekerja dan melayani. Tidak cukup berdoa. Kamu tidak mendapatkan apa-apa dan imanmu tidak akan tumbuh. Tetapi iman itu akan tumbuh (bila) berdoa, bekerja dan melayani.

Aku Ibumu berdoa. Melalui untuk melayani kamu, doaKu selalu Kusertakan untuk semua, dimana anak-anakKu berada. Itu pelayananKu sebagai Ibu yang Bahagia. AKU bahagia, kamu juga bahagia. Karena iman, kamu bahagia. Karena kamu sudah diberikan pengalaman Paska, hidup dalam Paska dalam hidup kamu dalam keluargamu, kebersamaanmu.

Mari kita satu dalam doa:

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KU SERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAAN-MU
3X

AMIN

Terima kasih. Aku percaya kamu tidak lagi berbahasa “aku mengerti”, tapi “melakukan” di dalam kehidupanmu, dalam keluargamu, kebersamaanmu, dimanapun kamu berdoa. DoaKu menyertai kamu sekalian.

Dan salamKu untuk Agnes. Kamu tahu, saat terakhir ini, Aku mengatakan PENDERITAAN AGNES CUKUP BERAT KARENA WAKTUNYA SUDAH DEKAT. BERJAGA-JAGALAH DENGAN BERDOA, BEKERJA DAN MELAYANI. SUPAYA KAMU TIDAK TAKUT, KAMU KUAT. PASTI TUHAN AKAN MENOLONG KAMU DIMANAPUN KAMU BERADA KARENA IMANMU.

SalamKu untuk Agnes, untuk keluarganya. Katakan kepada Agnes, Aku Ibunya selalu menyertainya dan juga menyertai kamu dan juga menyertai anak-anakKu dimanapun mereka berada.
Terima kasih. Sampai kita bertemu, bersatu melayani, disitulah Aku ada bersamamu. Terima kasih. Selamat sore.

Selamat sore Ibu, jawab umat

Terima kasih.

==========================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Isi hati Tuhan Yesus, Pesan-pesan Ibu Maria |

Doa di rumah Ibu Theresia Pujadi, Duren Sawit, Jakarta Timur

Pesan disampaikan di pada tanggal 18 February 2018

ISI HATI IBU MARIA KEPADA IBU AGNES

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari kita hening dan berdoa. Ibu Maria hadir di tengah-tengah kita. Tadi ibu berbicara sebentar :
-”sudah sekian lama Agnes, Aku tidak bertemu dengan kamu semuanya, hatiKu sedih”
Itulah perkataan Ibu Maria yang dipertanyakan kepada aku ini.
Ibu Maria berkata lagi: “Agnes, berjuanglah untuk kebersamaan dengan anak-anakKu, berkumpullah dan berdoalah saat-saat terakhir ini. Aku minta kepadamu Agnes.”
Aku jawab: “Iya Ibu. Aku mau.”

Dengan perkataan Ibu tadi, aku kembalikan kepada kalian. Apakah besok kalian berubah ? Itu kembali kepada kalian semua yang ada disini. Aku berjuang bersama kalian untuk melayani anak-anak Ibu Maria, tetapi Ibu Maria sedih: dimanakah anak-anakKu, kenapa, mengapa tidak dilakukan apa yang Aku mintakan adalah bekerjasama, berdoa bersama, mencari anak-anakKu, itu kata Ibu Maria.

Sekarang kita hening. Itulah keluh-kesah Ibu Maria secara pribadi kepada aku yang dimintakan menjawab dan melakukan yang diminta oleh Ibu Maria.

Ibu, aku serahkan anak-anakmu semua ini dimanapun mereka berada, yang kami layani yang jauh di Kalimantan, dukung doamu Ibu Maria. Juga aku, kami semua berdoa untuk Thomas yang sedang menderita sakit yang sangat parah. Kita satu dalam doa, yang diurus oleh Evi saat ini. Cukup berat untuk Thomas. Menurut medis tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tetapi tidak ada yang mustahil di hadapan Allah. Kita serahkan kepada Ibu Maria di surga. Juga untuk ibu Lucia, (ibunda Rm Alexius Widianto, red.) kita antar ibu Lucia dalam kebahagiaan, bahagia sukacita kebersamaan bersama anak-anak dan cucunya. Kita antar supaya ibu Lucia siap menghadapi apapun yang terbaik, yang terindah yang diberikan Allah kepadanya agar semua anak-anaknya, cucunya mendukung kebahagiaan saat ini ibu Lucia yang sedang terbaring lemah. Kita mohonkan kepada Ibu Maria semuanya. Kita serahkan semua kepada Ibu Maria, karena ini semua, kita semua, mereka semua, adalah anak-anak Ibu Maria kekal dan abadi. Ibu aku serahkan perjalanan doa kami ini bersatu dengan Ibu Maria di surga.

PESAN IBU MARIA

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, kini Aku datang melalui Agnes. Inilah anakKu yang Aku kasihi Kuberikan kepada kamu agar kamu semua kembali kepada Allah seutuhnya.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Kamu tahu penderitaan Agnes cukup berat apa yang ia terima, maupun dari dunia. Tapi Agnes tetap percaya Allah menolongnya. Ini apa kamu tahu ? Tapi anak ini sungguh-sungguh menerima dalam suka dan duka. Dalam semua apapun yang telah dia berikan adalah karena dia cinta akan Allah.

Anak-anakKu Aku bertanya kepada Agnes, sudah sekian lama kamu tidak berkumpul dan berdoa, dimanakah kamu berada ? Aku bertanya kepada Agnes.

Anak-anakKu masa sulit yang sedang kamu hadapi dan akan terus kamu hadapi silih berganti di seluruh bumi, terutama di negaramu ini, itu akan berlanjut. Kalau kamu tidak menjaga dirimu dengan baik, apa kamu kuat menghadapi itu semuanya ? Tidak ! Kekuatan kamu adalah kebersamaan kamu sehati-sejiwa karena kamu semua adalah anak-anakKu.

Aku meminta kepada kamu, sadarlah dan mengertilah, yang menguatkan kamu adalah iman. Iman itu adalah berdoa, bekerja dan melayani. Tapi Aku melihat di antara kamu, kamu masih hidup sendiri. Dimanakah kebersamaanmu ? Karena kamu telah diserahkan Allah kepadaKu menjadi anak-anakKu kekal dan abadi. Dan Aku Ibumu kekal dan abadi. Berarti kita adalah satu. Dimanapun anak-anakKu berada adalah satu, walaupun perjalanan mereka berjalan sendiri, jatuh dalam dosa, tapi kamu yang Aku panggil untuk mencari dan membawa kembali kepada Allah di surga, itu yang Aku inginkan.

Tidak perlu kamu banyak doa tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Yang di minta Tuhanmu adalah buah dari doamu, hasil dari doamu. Karena kamu adalah anak-anak Allah, Bapamu di surga telah menyelamatkan kamu semuanya. Tetapi dimanakah hati kamu semuanya ?
Tolonglah. Berubahlah kamu semuanya. Berubah, anakKu. Bertobatlah. Setiap hari mohon belas kasihan Tuhan karena Tuhan sayang kepada kamu, tapi kamu tidak mengerti.

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, bangkitlah dan bekerjalah, carilah di sekitarmu, apapun, atau dia dalam kesedihan, ataupun dia punya persoalan, maupun dalam keluarganya, ataupun mereka tidak makan, apapun persoalannya yang dihadapi. Tapi kamu ada dimana ?
Bukan hanya harta benda yang kau persembahkan. Persembahan itu adalah jiwa dan ragamu berarti hidupmu untuk melayani. Tidak pilih-pilih. Maka Aku menyatukan kamu dalam kebersamaan, agar kamu bersama-sama menolong, membantu kesusahan saudara-saudaramu apapun persoalannya, dengan kebersamaan itu bisa selesai. Tapi,… tidak kamu lakukan. Aku melihat dari surga, Aku sedih.

Kamu yang Aku kunjungi di negaramu ini dan Aku memberikan pengertian bahasa, sikap dan tingkah-lakumu yang benar, tapi kamu tidak berubah. Nanti kamu tidak akan kuat menghadapi penderitaan yang turun di seluruh bumi terutama di negaramu ini. Apakah kamu tidak melihat apa yang sudah terjadi di negaramu ? Itu baru hal yang sangat kecil. Kamu juga tidak merenungkannya, apalagi hal-hal yang besar bertambah engkau tidak akan mengerti.

Aku mengunjungi kamu, ini yang terakhir. Aku mengunjungi kamu di negaramu ini, inilah yang terakhir. Aku memberikan pengertian terbuka supaya kamu mengerti apa yang dikehendaki Bapa di surga. Terbuka. Tidak perlu kamu mencari maknanya, pengertiannya, maksudnya. Tapi sudah diberikan pengertian. Itulah jawabannya yang pasti yang benar.

Anak-anakKu kira-kira perhitungan dunia sudah berapa lamakah Aku bersamamu ?

Tahun ini dua-puluh-tiga tahun, Bunda Maria, jawab bu Ola

Baik. Itu untuk ukuran dunia cukup panjang tetapi kapan kamu berubah. Mulailah, jangan kamu sibuk sendiri.
Itu boleh, kamu melayani suamimu, isterimu, anak-anakmu, cucu-cucumu. Itu harus diutamakan yang paling utama, baru kamu membuka pintu dan jendela, lihatlah di sekitarmu apa yang harus aku lakukan. Banyak. Banyak.

Untuk pekerjaan dunia kamu setia sekali, seolah olah kamu takut tidak mendapatkan apa-apa dengan peraturan dunia itu. Itu salah. Kata Tuhan Alahmu, “Carilah AKU, maka semua akan KU-tambahkan dalam kehidupanmu dalam perjalananmu”. (bdk Mat 6:33, Luk 12:31) Jadi kamu mencari berkat bukan untuk kepentingan dirimu sendiri. Kamu mencari berkat memang benar. Berdoa, bekerja dan melayani, ini satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Berdoa, bekerja dan melayani, tetapi kamu cukup berdoa ataupun bekerja, yang terakhir itu adalah buah-buah surgawi. Apakah kamu hidup selamanya di bumi ini ?

Tidak Ibu, jawab umat

Ingat itu, semua kamu akan kembali. Bapamu di surga telah menyediakan tempat yang indah buat anak-anak-NYA. Ingat itu.

Aku sedih. Apabila untuk berkorban, pasti kamu mundur. Itu pasti. Kamu tidak mau direportkan dengan persoalan kebersamaan dengan saudara-saudarmu yang membutuhkan pertolongan. Apakah hartamu bisa menyelamatkan kamu ?

Tidak Ibu, jawab bu Ola.

Tidak. Tetapi hartamu bisa menyelamatkan kamu di bumi dan kembali dalam kebahagiaan, itu adalah hartamu, engkau bisa menolong saudara-saudaramu, itulah buah surgawi.

Cukup dua-puluh-tiga tahun itu adalah perhitungan dunia, perhitungan manusia. Tetapi di mata Tuhan sekejap. Itulah kehidupan.

Anak-anakKu, sekaranglah kamu persiapkan dirimu dengan baik, hidup bahagia, hidup bersukacita, kebersamaan. Terutama damai dalam keluarga, damai dalam kebersamaan. Ini indah. Hidup bahagia di bumi, hidup indah dan bahagia kembali kepada Allah. Mungkin kamu tidak mengerti. Mungkin kematian itu nanti saja, tidak perlu dipikirkan tidak perlu dibicarakan. Anak-anakKu, itu salah. Jangan lupa kehidupan yang kekal dan abadi itu pasti kamu akan mengalami.

IBU MARIA BERSEDIH DAN KECEWA

Anak-anakKu semua yang ada disini, kamu juga bisa melayani melalui sikap dan tingkah-lakumu; tidak melakukan orang lain menderita pedih dan nangis disebabkan tingkah lakumu. Itu juga tidak melayani.

Terutama kita melayani melalui sikap dan tingkah-laku membuat orang lain bahagia, membuat saudara-saudara kita tenang, bersama kita bisa memuliakan Allah, melalui sikap dan tingkah-laku kita dalam keluarga; bahagia, damai, bersukacita dalam Allah. Itu yang pertama.

Melayani apa saja yang di butuhkan saudara-saudaramu; mereka sakit, mereka tidak punya untuk mengobati penyakitnya, kamu bergotong-royong sehingga saudaramu sembuh oleh pelayananmu. Mereka tidak makan karena apa ? Itu perlu dibicarakan, dicarikan jalan keluar supaya mereka bisa makan. Itulah bekerja.

Woo-, kalau kamu mengerti apa yang telah diberikan Bapamu di surga, semua diberikan, pengorbanan-NYA. Tetapi kamu, pengorbananmu sampai dimana ? Apa pengorbananmu ? Belum.

Anak-anakKu, jangan sampai engkau sedih di saat engkau dipanggil oleh Allah. Ingat itu. Roh itu hidup. Roh itu mempunyai badan kekal dan abadi, dikembalikan kembali, tapi badan yang fana ditinggalkan di bumi ini. Mereka bisa merasakan ketakutan, sedih, mohon ampun, minta pertolongan kepada yang hidup. Bagaimana kamu bisa berdoa sedang kamu tidak mempunyai doa yang baik dan benar. Aku mengatakan ini supaya kamu hidup bahagia di bumi, setelah kamu kembali, engkau sukacita bertemu dengan Bapamu di surga yang telah menyelamatkan kamu dari dunia yang penuh dosa ini.

Ini Aku berkeluh-kesah, karena Aku adalah Ibumu. Seorang Ibu melihat anaknya tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya, Aku sedih, kalau itu terjadi dalam kehidupanmu seorang Ibu yang sudah bahagia melihat anaknya menderita menunggu di Api-penyucian. Tidak.
Aku bahagia, kamu juga harus bahagia, anak-anakKu. Hartamu ada bersama saudara-saudaramu. Ingat kata-kataKu ini, hartamu ada di dalam saudara-saudaramu yang engkau layani.
Allah itu kasih. Kamu anak kasih. Mengapa kamu tidak punya kasih ? Sedikit saja kamu seolah-olah dibebani, sepertinya kamu marah, tidak suka, berbahasa kasar, berbahasa tinggi menolak atas permohonan saudara-saudaramu meminta tolong. Tutup mata, tutup hati, tutup telinga. Apakah kamu anak-anak Allah ? Anak-anak Bapamu di surga ? Renungkan. Apakah engkau anak-anakKu ? Karena Aku sudah bahagia, kamu juga bahagia.

Baik. Renungkan dan lakukan. Kalau itupun tidak kau lakukan kembali kepada diri kamu masing-masing. Kamu yang bertanggungjawab secara pribadi dengan Bapamu di surga.
Aku seorang Ibu sudah mengingatkan kamu, mendidik kamu, menumbuhkan iman kamu, mengajar kamu untuk melayani, mengajar kamu saling mengasihi tetapi itu tidak tumbuh dalam kehidupanmu.
Aku berdoa, Aku serahkan kepada Bapamu di surga. Inilah yang Aku katakan kepada kamu semua yang ada disini. Kamu sudah mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat

Kamu mengerti ?

Kami mengerti Ibu, jawab umat

Ini. Ini bahasa ini dari awal sampai dengan ini, hari ini, itu Aku ingat “aku mengerti Ibu”. Tapi aku tidak melakukannya. Seperti anak sulung dan anak ke-dua. Yang pertama dia menganggap semua itu hebat dan lakukannya tetapi dia tidak melakukannya.
Tapi anak ke-dua, dia menolak tapi dia merenung, dia melakukannya dengan sukacita. Ini, ini di dalam kelompok ini bersama Aku.

Tuhanmu juga memberikan pengertian ini “apa yang kamu suka, AKU tidak suka. Apa yang kamu suka AKU tidak suka, apa yang kamu tidak suka AKU suka”. Sama dengan anak sulung dan dengan anak ke-dua. Kalau ini sungguh-sungguh kamu lakukan sekecil apapun yang kamu lakukan, itu sangat berarti di hadapan Bapamu di surga.
Bahasa ini cukup jelas dari awal sampai saat ini “aku mengerti” tetapi tidak aku lakukan. Karena aku tidak suka, aku direpotkan, dibuat susah. Ini.
Anak-anakKu, apakah kamu mau hidup bahagia di bumi, bahagia setelah kamu kembali kepada Bapamu di surga ?

Kami mau Ibu, jawab umat.

Kalau kamu mau, lakukan. Ini harta yang kamu lakukan yang kamu simpan di surga. Inilah yang menyelamatkan kamu.
Kalau kamu tidak berbuat apa-apa bagaimana penebusan itu sendiri ? Karena kamu tidak punya harta di surga.

Cukup dalam apa yang Aku sampaikan pada hari ini. Karena Aku kecewa kepada kamu dan sangat kecewa. Aku bersusah payah. Aku meminta kepada Allah supaya Aku bisa mengunjungi anak-anakKu di negaramu ini. Tuhan berkenan. Aku kecewa. Anak surgawi, tega-kah tidak berbuat sesuatu dalam kehidupannya?

Kamu anak-anak surgawi kekal dan abadi. Sepertinya kamu, sikap dan tingkah-lakumu seperti anak dunia, masa’ — tidak mau tahu, itu urusan kamu pribadi, bukan urusanku. Hai—hartamu itu bisa sekejap lenyap dari kehidupanmu. Sekejap. Inilah, Aku mengajarkan kepada kamu karena kamu adalah anak-anakKu.

Seorang Ibu pasti mendidik anak-anaknya baik dan benar. Nggak ada seorang ibu menyesatkan anak-anaknya. Itu ibu dunia. Apakah kamu mempunyai anak lalu menyesatkan anak-anakmu dalam kehidupan anak-anakmu ? Iya atau tidak ?

Tidak ibu, jawab umat

Tidak. Ini. Aku kecewa. Bagaimana untuk menyadarkan supaya kamu bahagia dan selamat? Renungkan kembali.

Untuk berkorban itu berat. Tapi, kalau aku cinta akan Tuhan, dalam roh aku bisa melakukannya apapun, sekecil apapun, sebesar apapun kemampuanku aku melakukannya. Ini. Jadi dimanakah cintamu akan Tuhan ?

Cinta akan Tuhan itu bukan dibicarakan melulu, hanya bicara. Pikir kamu doa itu bisa menyelamatkan kamu tanpa berbuah? Doa itu harus berbuah, Tuhan akan melihat dari surga. Kamu berdoa meminta banyak hal tapi kamu tidak berubah, tidak berbuat apapun. Aku tahu. Begitu beratkah ? Begitu beratkah anak-anakKu ?

Sungguh, ini, pemikiran ini, adalah pemikiran anak-anak dunia. Harta dan harta, kekayaan dan kekayaan adalah milikku, itu didikan orang-orang dunia. Kalau kamu tidak.
Persembahan itu sangat penting. Dalam Perjanjian-Lama, dalam Hukum-Taurat persembahan itu diadakan untuk persembahan untuk diberikan pada Allah. Tetapi saat ini persembahanmu adalah melayani saudara-saudaramu, menyelamatkan saudara-saudaramu bersama-sama.

AKU mengajarkan kamu berkelompok-kelompok. Maka dimanapun ada kelompok kamu bisa menyelesaikan masalah persoalan saudara-saudaramu, bersama-sama. Apa kamu tidak mengerti ?
Pasti tidak mengerti maksud dan tujuan apa yang Kukatakan selama ini. Sekian lama kamu tidak mengerti, kamu tetap hidup sendiri, mencari kepuasan, kemerdekaan, kekayaan, harta, kemegahan. Tidak, kamu tidak selamat. Itulah cara dunia. Dunia itu mencobai kamu melalui pikiranmu, perasaanmu, melalui kelemahanmu sikap dan tingkah-lakumu, iblis. Kamu tidak sadar. Kamu tidak sadar. AKU mau mengatakan apalagi kepada kamu, sedangkan kamu tidak berbuah.

Baik. Cukup panjang Aku menasehati kamu supaya kamu boleh mengalami kebahagiaan di bumi ini bersama keluargamu, bersama saudara-saudaramu, dan juga bahagia kebersamaan kembali kepada Bapa di surga. Itulah kebahagiaan kekal dan abadi. Kamu pasti kembali, tidak akan hidup selama-lamanya di bumi ini.

Baiklah. Renungkan semua. Mungkin Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu pribadi, sangat pribadi antara kamu dengan Bapamu di surga. Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu semuanya.

Baiklah, semua kamu yang di kasihi Tuhan dan ibu dan bersama Aku Ibumu di surga. Aku memberikan anak ini untuk memberikan pengertian kepada kamu tentang kebenaran.

Apa kamu mungkin tidak mendengar atau melihat Agnes berjuang untuk menyelamatkan anak-anakKu ? Itu sudah terjadi dan dilakukannya. Apapun yang dia lakukan itu karena dia cinta akan Allah. Karena dirinya sendiripun dia menderita saat ini. Apakah kamu tahu ? Tidak.
Pernahkah kamu bertanya kepada Agnes, “bagaimanakah bapa, ibu Agnes” ? -Tidak.
“Bagaimana sudah sembuh atau belum “? Tidak. Tidak ada.

Untuk bertanya aja tidak terjadi dalam kehidupanmu. Kamu lihat Agnes ini bekerja. Saat-saat terakhir ini dia bertambah menderita yang sangat dalam yang dihadapinya. Tapi Aku Ibumu, Tuhan tidak meninggalkan dia sendiri. Pasti Tuhan tolong semua yang dihadapinya saat ini di dalam keluarganya.

Dan bagi kamu, Aku Ibumu mengucapkan terima kasih kebersamaanmu dalam suka dan duka bersama Agnes sampai dengan saat ini. Aku sangat berterima kasih. Itulah dalam persaudaraan itu adalah tolong menolong.

Dalam keluargamu didiklah anak-anakmu untuk saling menolong dalam persaudaraanmu dalam keluargamu. Sebagai orang-tua engkau didik anak-anakmu agar semua anak-anakmu bersatu sehati-sejiwa saling menolong, saling mengasihi antara satu dengan yang lain.

Terima kasihKu. Sekali lagi. Aku melihat dari surga perjuangan Agnes dan kamu yang mendukung Agnes, itu juga karena hatimu tulus. Tuhan menyentuh hatimu untuk bersama Agnes. Terima kasihKu dan kebersamaan kamu melayani. Terima kasihKu bersama Agnes.

Inilah yang Aku katakan pada saat ini, dukunglah anak ini. Begitu pekerjaan yang banyak yang dia lakukan, tapi Allah menyertainya, Allah menyelesaikannya. Tidak bisa yang dipikirkan pikiran manusia, hanya iman. Apa yang di lakukan Agnes, hanya iman dia mengerti. Hanya iman.

Sekali lagi, bekerjasamalah untuk melayani bersama Agnes. Jangan takut. Tuhan tidak meninggalkan kamu sendiri dimana kamu melayani dan Aku Ibumu bersatu dalam doa. Doa Ibu yang kekal dan abadi pasti kamu bahagia.

Sekali lagi, terima kasih kepada kamu yang berkumpul saat ini. Dan renungkan semuanya apa yang telah Aku sampaikan hari ini dan tidak Aku ulangi lagi. Silahkan renungkan dan lakukan dan kerjakan. Semua apapun yang kau lakukan, itu adalah untuk kebahagiaan kamu pribadi antara kamu dengan Tuhanmu di surga.

Sekali lagi, terima kasih kamu yang bersama Agnes dalam suka dan duka mendukung Agnes. Aku Ibumu dari surga mengucapkan terima kasih.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Baiklah. Cukup sampai disini. Aku berdoa untuk kamu agar kamu memulainya melakukannya saat-saat terakhir ini. Nanti pada waktunya engkau akan menyesal karena engkau akan ketakutan untuk menghadapi persoalan silih berganti di seluruh bumi maupun di negaramu ini.

Dan salamKu untuk Agnes. Katakan kepada Agnes bahwa Aku Ibunya tidak pernah meninggalkan dia sendiri maupun anak-anaknya, cucunya ataupun suaminya yang sedang dimurnikan yang sedang sakit, Aku tetap bersama Agnes dalam keluarganya. Katakan itu kepadanya dan juga anak-anakKu di seluruh bumi dan kamu disini dan juga di negaramu ini.

Baik. Mari kita bersatu dalam doa yang telah Kuajarkan kepasrahan ini kepadamu. Hanya berpasrah, hanya kepada Bapa di surga, itu tidak ada yang lain.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAAN-MU 3X
(AMIN)

Anak-anakKu, renungkanlah apa yang telah Aku sampaikan ini. Ini sangat penting saat terakhir bagimu bekal dalam perjalananmu menghadapi semua agar kamu tetap setia, tidak takut, dan berkumpul bersama sehati-sejiwa, maupun dalam keluargamu atau kebersamaanmu maka kamu tidak takut menghadapi itu semuanya.

Anak-anakKu sampai bertemu kembali, bersatu dalam doa dimanapun engkau berada. Terima kasih. Selamat malam untuk kamu semuanya

Terima kasih ibu, jawab umat

===============================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Isi hati Tuhan Yesus, Pesan-pesan Ibu Maria |
 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com