spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Arsip untuk Ketegori ‘Tuntunan Rasul Yohanes’

Dalam misa arwah di Paroki Regina Caeli, Pluit, Jakarta Utara

Pesan disampaikan di Jakarta pada tanggal 8 January 2017

(Ibu Agnes menyampaikan pesan dari rasul Yohanes lewat Sabda Pengetahuan)

Tahun yang lalu mungkin banyak kesan-kesan yang baik dan tidak baik, tahun yang lalu itu menjadi guru bagi kita. Supaya tahun ini, kita bisa merubah diri kita dengan baik, itu pesan rasul Yohanes.

Dan setialah kamu. Kata setia itu - bagi saya-, saya tanggapi dengan iman. Karena kesetiaan itu bukan berarti kita menerima……apa ya,…. menerima yang …. suatu yang…….yang secara kemanusiaan saja, tidak. Mungkin kita bisa menerima dalam suka dan duka dalam segala persoalan yang kita hadapi.

Itu rasul Yohanes mengajak kita semuanya dan… ingatlah, katakanlah Agnes : “jangan sampai kamu lupa bahwa kamu dipanggil dan di kumpulkan oleh ibu Maria, ibu surgawi, untuk melayani.”

Kata melayani itu sendiri bukan berarti harus melayani kemana-mana, tidak. Melayani di dalam sikap dan tingkah-laku kita di dalam keluarga kita masing-masing, apakah saya bisa membahagiakan dalam hidup saya ini bagi sekitarku, maupun di dalam persaudaraan, ataupun…. khususnya suami-istri, anak dan cucu dimanapun kita berada.

Kita bisa menghayati dan mengerti kelemahan kita masing-masing dengan sarana kita mau mempunyai kerendahan hati. Kalau kita tidak mempunyai kerendahan hati kita tidak mengerti siapakah aku ini ? kita selalu merasa benar, selalu hebat dan selalu mengerti. Ini yang perlu kita dalami bersama.

Itu rasul Yohanes memperingatkan kepada kita “yang tahu dirimu adalah kamu pribadi dengan Tuhanmu di surga”. Ingatkanlah, kata rasul Yohanes.

Di sekitarmu mungkin bisa mengalami sukacita, bahagia bersamamu, tetapi ada juga disekitarmu menjadi sedih dan menderita dikarnakan sikap dan tingkah-lakumu. Itu di tujukan oleh rasul Yohanes kepada kita pribadi atas pribadi.

Tahun ini kita sungguh-sungguh merenungkan apa yang harus saya perbuat dalam hidup saya, rasa syukur saya kepada Tuhan yang begitu baik, yang menyertai kita; dalam suka maupun duka Tuhan tidak pernah meninggalkan kita semua dalam keadaan yang setia.

Setia adalah awal kebahagiaan bagi kita semuanya karena kesetiaan itu adalah bersama Allah, bukan bersama
dunia.
Kalau kita setia bersama dunia pasti kita akan dirugikan, kecewa, menangis, menderita. Tapi kesetiaan kita dalam suka dan duka bersama Tuhan, justru kita mendapatkan sukacita. Itu sangat dalam penyampaian rasul Yohanes kepada kita pribadi. Oke. Ditujukan kepada perorangan. Berarti kita bertanggung-jawab, diri kita masing-masing kepada Tuhan.

Inilah– Tahun yang baru ini- kita sudah 22 tahun Ibu Maria berkarya bersama kita putra-putri-Nya di Indonesia. Tetapi kembali kepada kita pribadi, “apakah kita setia dalam panggilan ini bekerjasama dengan ibu Maria atau kita mau, sudahlah saya berjalan sendiri menurut aku, yang penting saya baik?”

Nah, disini yang dikatakan rasul Yohanes baik belum tentu benar. Baik masuk dalam kebenaran itu, itu yang dikehendaki Allah.

Dunia juga bisa baik tapi tidak ada kebenaran. Inilah kita diingatkan rasul Yohanes, karena rasul Yohanes adalah pembimbing rohani kita dalam roh yang di berikan Allah kepada kita bersama Ibu Maria.

Mari kita renungkan kembali : “sudahkah saya berbuat dalam hidup saya ?” Itu kembali kepada diri kita masing-masing. Kita harus jujur. Tuhan tahu kedalaman kita masing-masing. Inilah yang saya sampaikan pesan rasul Yohanes kepada kita semuanya.

“Selamat berbahagia”, kata beliau, songsonglah tahun yang baru ini yang diberikan Allah untuk berbuat baik, untuk melayani, mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain.

Maka di baju ini : (Ibu Agnes menunjukkan thema pada baju kelompok) Berdoa, Bekerja dan Melayani sehingga kita menemukan Iman, Kasih dan Cinta, itulah tujuan kita, adalah Tuhan kita di surga.

Ini yang bisa saya sampaikan bekal hidup kita untuk hari esok. Tahun ini kita sungguh-sungguh mau berjuang karena tahun ini banyak penderitaan, ya, lahir dan batin yang kita hadapi bersama walaupun kita tidak berbuat, mungkin dunia akan mengganggu kita supaya kita menderita. Kalau kita nggak punya iman berarti kita marah sama Tuhan, “kok saya di tinggalkan Tuhan ?”

Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-NYA. Tidak pernah. Tapi kita harus dimurnikan. Tanpa pemurnian kita tidak masuk dalam tujuan kita, adalah surga bertemu dengan Allah.

Itu yang bisa saya sampaikan untuk kita bersama. Nanti kita bisa bicarakan kembali untuk pelayanan kita, tahun ini sungguh-sungguh kita bekerja keras.

(Menanggapi peringatan 5 tahun berpulangnya Thomas Aquinas Didiek)

Dan keduanya: Thomas anak saya sudah 5 tahun dia sudah kembali ke surga. Tadi dia datang setelah saya menyambut komuni, sudah selesai. Terima kasih ma.. Bilang sama romo terima kasih kebersamaannya, doa bersama kami di surga. Itu selalu di katakan Thomas.

Karena segala kegiatan kita di hari Tuhan itu disatukan oleh Tuhan; semua putra-putrinya di seluruh bumi disatukan dengan kebahagiaan di surga.

Tadi katanya, “terima kasihku, ma”, dia bilang sama aku untuk sampaikan pada tante-tante yang melayani, dan “salamku untuk adik-adikku, untuk keponakanku, khususnya untuk istriku Novi dan anakku. Kita satu dalam doa, ma. Tahun ini mari sama-sama kita berjuang, pasti Tuhan menolong kita semuanya. Kita satu dalam doa ya, ma.

Terima kasih, ma mengingatkan aku sudah ada di surga. Itu kata dunia lima-tahun disana ndak ada perhitungan, tidak ada. Semua kekal bersatu dengan Allah di surga. ”
Ini yang saya sampaikan.

Mohon renungkan kembali pesan rasul Yohanes “Tahun ini, Tahun perjuangan, kesetiaan, berdoa, bekerja dan melayani”. Itu kata rasul Yohanes.

Kita mengucapkan terima kasih kepada beliau karena beliau diberikan kepada kita menjadi pembimbing rohani kita dimanapun kita berada melayani anak-anak ibu Maria.

Selamat berjuang, selamat berjuang juga dalam diri masing-masing, maupun dalam keluarga khususnya dalam suami- istri damai, orang-tua kepada anak damai, anak kepada orang-tua damai, cucu kepada eyang juga damai. Semua tahun ini penuh kedamaian supaya kebenaran itu dinyatakan kepada dunia yang saat ini kita boleh merasakan dan kita melihat begitu banyak masalah silih berganti di seluruh bumi ini.

Terima kasih untuk semuanya. Sampai bertemu kita dalam pelayanan. Terima kasih romo Widi.

===================================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Tuntunan Rasul Yohanes, Pesan Pesan Khusus, Pesan dengan penekanan khusus |

Pengajaran Rasul Yohanes Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi

Pesan disampaikan di pada tanggal 13 March 2015

Pengajaran Rasul Yohanes

Bu Agnes berdialog dengan rasul Yohanes : “Iya rasul Yohanes, tadi Tuhan mengatakan: “Tuhan itu adalah Esa”. Saya menyampaikan, ‘tanpa kita mengetahui bahwa Allah itu Esa apakah kita bisa beriman yang baik ?’

Tidak, jawab hadirin

Bu Agnes dialog dengan rasul Yohanes : Tidak. Ini yang, ….. ini yang sedang kami renungkan : firman Tuhan.

Terima kasih rasul. Rasul datang menghibur kami juga, ya.
Bukan karena ini–, bukan satu keputus-asaan bagi kami bahwa imam kami tidak datang, rasul Yohanes, tapi mungkin antara saudara-saudaraku yang ada disini berkeluh kesah: aduuuh—. pasti ada.

Tapi tolong semangati kami ya. Karena untuk berpengalaman dalam kelompok itu bukan main-main. Dalam kelompok ini harus bisa menerima walaupun itu pahit sekalipun yang kami hadapi, kami alami, kami terima, rasul Yohanes.

Iya, terima kasih rasul Yohanes. Hanya itu yang bisa kusampaikan kepada mereka tentang Tuhan, gitu loh. Tapi aku tidak tahu kelanjutannya lo– terserah bagaimana baiknya. Tolong ini, mereka ini yang datang ini. Rasul Yohanes, sudah lama memang rasul Yohanes tidak mendampingi kami, membantu kami.—-

Ibu Agnes : Rasul mengatakan bukan begitu, gitu katanya. Karena kamu tidak tahu bahwa aku menyertai kamu semua dalam kamu melayani, gitu ya. Terima kasih rasul Yohanes.

Rasul Yohanes : Ooh—bagaimana kabar kalian semuanya ?

Umat : baik rasul. Kami senang sekali.

Rasul Yohanes : Baik ya..

(rasul Yohanes menyapa pak T. Sawarno suami bu Agnes)
Kamu Tarsisius, sabar ya. Kamu harus sabar menerima semua apa yang kamu hadapi. Ini bukanlah suatu penderitaan buat kamu ya. Mana ada manusia yang tidak mengalami sakit. Aku dulu juga mengalami sakit, ya. Tapi sayaaa—
(umat bergeser atau pindah duduk makin mendekat ke depan) Apa itu kok maju-maju begitu…..?

Seorang umat menjawab : supaya kedengaran rasul.

Rasul Yohanes : Apa kamu tidak dengar ?
Ini benda mati (jari telunjuknya sambil menunjuk alat perekam atau hp ) Kamu taruh disini, maksudnya ?

Imeldi : supaya bisa didengar kembali.

Rasul Yohanes (rasul Yohanes sambil mengangkat kedua tangannya menunjuk kekepala terus sampai kebawah sambil berbicara): lebih baik kamu menerima dengan tubuhmu yang ada ini daripada benda-benda mati seperti ini.

Bu Ola : Betul rasul Yohanes

Rasul Yohanes : Baik.
Tarsisius kamu tidak boleh sedih dengan apa yang kamu hadapi seperti ini. Kamu pikir semua manusia tidak pernah sakit ? Bisa saja sakit. Tapi itu adalah sangat dunia. Siapapun yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, dia bisa sakit. Benar tidak ?

Iya betul rasul Yohanes, jawab umat

Rasul Yohanes : apapun–, melalui makan juga ya, bisa. Kalau makan berlebihan itu badan juga sakit. Benar, tidak ?

Benar, jawab umat

Rasul Yohanes : Benar. Ya, kamu banyak berdoa, Tarsisius. Doakan Agnes. Agnes ini banyak, sangat banyaaak — dan sangat menderita di dalam perjalanan hidupnya, ya. Ini bukan main-main.

Tadi saya dengar kamu berbicara tentang kebenaran yang ada di negaramu akan kamu angkat pergi terbang, akan kamu sampaikan dengan—

Bu Ola : Bapa Benedictus

Rasul Yohanes : Bapa Benedictus, Paus. Boleh saja. Tidak salah bagi kamu. Ya, lakukan dengan baik, persiapkan dengan baik. Ini saatnya kamu bersaksi. Kebenaran itu harus dinyatakan, ya.

Harus dinyatakan, pertama melalui sikap dan tingkah lakumu, itu sangat penting. Kalau sikap dan tingkah lakumu tidak sama dengan apa yang kamu imani, semua orang akan tidak tertarik dengan pengalaman hidupmu. Itu penting ya.
Hanya melalui sikap dan tingkah lakumu orang lain bahagia, orang lain bersukacita. Damai, saling menolong, saling mencintai, ya, di antara satu dengan yang lain. Kuasa Allah akan bekerja dimana kamu mempunyai- apa yang Kusebutkan tadi- di dalam kehidupanmu.

Tuhan hanya ingin anak-anak-NYA setia dalam hidupnya. Itu sangat penting. Jangan kamu terlalu memikirkan dunia, terlalu keinginan dunia memuaskan hidupmu, itu tidak penting.
Bersyukurlah apa yang kamu terima dalam hidupmu, sekecil apapun, Tuhan berkati. Kalau kamu mengerti, kamu akan mengalami sukacita bersatu dengan Allah, karena mensyukuri apa yang ada dalam hidupmu. Jangan selalu memberontak.
Ini fisik ini, ini badan yang fana, akan lenyap. Sampai kapankah engkau selalu berfikir tentang dunia. Besok, besok dan besok kamu akan kembali (meninggal).

Ingat, iman yang benar itu bukan takut atas kematian tapi “mepersiapkan akan kematian”. Kematian itu tidak perlu ditakuti karena kamu akan bertemu dengan Allah di Surga.

Aku ingin kamu belajarlah, belajarlah untuk mengerti apa arti hidup yang diberikan Allah kepada kamu. Kalau kamu tidak mengerti arti hidup, pasti kamu sia-siakan hidupmu ini untuk kepentingan sementara.
Tapi kekayaan, kemegahan itu, kalau diberikan dengan kasih dan cintamu dan kau bisa mengatur semua, itu baik. Karena tanpa berkat kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Allah tidak pernah meninggalkan kamu sendiri. Tidak.
Berfikir itu boleh. Tapi berfikir itu membuat sesuatu yang indah dalam kehidupanmu. Jangan sia-siakan pemikiran-pemikiran dalam kehidupanmu. Ini yang mau disampaikan.

Bu Ola : Rasul Yohanes, maksud rasul Yohanes pemikiran yang sia-sia itu, yang bagaimana ?

Rasul Yohanes : Sia-sia. Boleh kamu berfikir. Kamu satu perkataanpun yang baik, itu doa. Ya. Satu perkataan, satu keinginan yang baik yang luhur, itu sudah doa. Jangan kamu berfikirkan yang sia-sia. Tuhan tidak mau mendengarkan pemikiran yang sia-sia menurut kehendakmu, pikiranmu, perjalanan hidupmu.
Ingat, ingat, ingat manusia itu akan pulang, ya. Bukan iman yang kamu imani itu untuk menakuti tentang kematian. Tidak. Itu salah, itu orang dunia.
Orang dunia takut akan kematian karena mereka bersama dunia. Kapan kamu akan bertemu dengan Tuhan yang kamu rindukan secara nyata bersama DIA di Surga ? Itulah kematian.

Jaga dirimu baik-baik. Tapi banyak juga yang berfikir terlalu dunia. Ya. Itu kemunduran. Suatu kemunduran. Memang “Carilah maka engkau mendapatkan. Minta akan diberi”. (bdk Mat 7:7) Tapi dengan apakah kamu melakukan itu semuanya. Bukan kamu ingin menguasai dunia ini. Tidak. Cukuplah apa yang kamu terima. Cukupkanlah, itu semua akan menjadi berkat buat kamu semuanya, ya.
Kalau pemikiran ini selalu terbawa pengertian dunia, kasihan, kasihan. Karena Allah menciptakan kamu sempurna, diberikan semua. Bukan kamu menjadi bodoh. Tidak. Justru kamu menjadi pintar untuk mengalahkan dunia. Ini yang mau Kusampaikan kepada kalian karena dalam kelompok ini harus bekerjasama, penuh pengertian, saling melayani.
Kamu tidak cukup dengan doa saja. Kamu berdoa, berdoa, Tuhan akan bertanya “kamu minta dari pada-KU, terus kamu sudah berbuat apa dalam hidupmu?” Ini, ini perlu sekali pegangan dalam hidupmu, orang yang beriman itu yang bagaimana ?

Orang yang beriman itu mengerti arti hidup yang diberikan Allah. Jangan hidup itu dipermainkan menurut kehendakmu sendiri. Tidak bisa.
Sekali lagi, kamu adalah milik Allah, ya. Kamu milik Allah, tempatmu adalah Surga. Mereka dunia, mereka tidak mendapatkan itu. Selesailah sudah.

Sekarang kamu lihat dunia. Apa yang terjadi dengan dunia ? Tuhan sudah menunjukkan semua itu. Itu semua datang dari dunia. Semua itu datang dari dunia dinyatakan saat-saat terakhir ini. Hanya merekalah akan saling membunuh, saling menghancurkan, itu dunia. Tapi kamu anak Tuhan. Tidak.
Saling membahagiakan, membuat damai, saling mengasihi, saling mencintai, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Kamu semua adalah anak-anak Allah. Tidak ada si kaya, tidak ada si miskin, tidak ada. Jangan kamu sombong karena kamu punya dunia. Tidak.

Hai kamu semuanya, sekarang kita berbicara tentang HIDUP. Inilah hidup yang dikehendaki Allah, ya, harus kalian bersatu. Lihatlah sekitarmu, saudara-saudaramu, itulah hidup. Kalau kamu memikirkan dirimu sendiri, itu bukan hidup, itu dunia. Itu dunia. Ini yang Aku sampaikan ya.

Kamu berkumpul saat ini, Aku dengar apa yang kalian ceritakan tadi. Sekarang AKu datang.

Terima kasih rasul Yohanes, jawab umat.

(Romo Yustinus Hilman selaku vikjen Bandung yang akan hadir, ternyata berhalangan)

Rasul Yohanes : Biarkanlah. Karena kebenaran ini : kekuatanmu, hanya dari Allah, bukan dari manusia. Apa yang kamu alami malam ini, kamu hebat, kamu kuat. Bukan karena itu kamu benar dan kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan tentang Allah dalam hidupmu, bukan. Dia juga manusia sama dengan kamu manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi tolong kamu harus mengerti jangan paksakan. Siapapun para imam kalau mereka membuka hati terimalah mereka dengan baik.
Tapi kamu jangan memaksakan dirimu untuk diterima untuk dimengerti karna kebenaran itu bisa dimengerti dengan iman. Karna apa yang kamu terima dalam kelompok ini adalah iman ditanamkan oleh Allah supaya kamu mengerti iman itu yang bagaimana yang harus saya lakukan dalam hidup saya.

Kamu tidak boleh kecewa. Doakan dia. Inilah. Kamu lihat, kamu dengar para imam-imam di negaramu ini ada yang diam , mereka mengerti dan menerima, ada yang tidak menerima mereka menghukum kalian. Itu juga kami alami waktu kami hidup, kami mengalami lebih parah dari kamu. Tapi saat ini itu tidak terjadi karena kamu akan menjadi saksi tentang kebenaran-kebenaran yang sudah kamu terima di dalam kelompok ini bersama Ibu Maria yang diberikan Surga untuk anak-anak-NYA di bumi ini, ya.

Apa yang kamu alami jangan pikirkan. Jangan dibawa untuk diperberat. Tidak usah. Doakan dia. Katanya kamu akan bertemu—

Besok, jawab umat

Katakan kepada dia dan tanya : “Mengapa mau bertemu dengan kami ?” Itu harus dipertanyakan, ya. Tujuannya apa ? Kalian tidak usah takut. Tidak perlu takut. Bicaralah tentang kebenaran pasti kuasa Allah akan bekerja.

Terima kasih rasul Yohanes, jawab umat.

Rasul Yohanes : Ya. Ini yang mau Kusampaikan. Nggak usah sedih. Kamu punya Allah di Surga, Allahmu selalu menyertai kamu. Ini kelompok benar, tidak main-main. Kelompok ini mempersiapkan jiwa-jiwa di negaramu ini, karena dimanakah para imam sehingga anak-anak Tuhan menderita, tersesat, jatuh dalam dosa?
Ini, sekarang ini, maka Surga menegur mereka melalui kamu semuanya. Diluruskan semuanya apa yang dikehendaki Surga, disampaikan semuanya supaya kamu mengerti, yang bagaimana kebenaran yang harus saya terima, saya harus lakukan dalam hidup saya.

Berbahagialah kamu. Jangan katakan ikut kelompok ini kok jadi miskin, kok banyak penderitaan. Kok aku sangat lelah ikut kelompok ini. Tidak. Justru kamu dididik dengan baik supaya kamu beriman yang baik. Inilah jalannya, inilah pengertiannya yang harus kamu terima, harus kamu lakukan dalam hidup kamu untuk mencintai Tuhan.

Tuhan itu Esa. Hanya satu! Menciptakan semua manusia di seluruh bumi. Satu. Pertahankan itu, satu. Itu Tuhanmu sendiri yang mengatakan kepada imam-imam Farisi yang mempertanyakan. Sebenarnya dia mempertanyakan Tuhanmu itu sendiri. Dijawab. (bdk Markus 12: 28-34) Hanya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan itu satu untuk semua manusia. Yang menerima dia selamat, yang tidak menerima dia akan dihukum. (bdk Markus 16:15-16) Apakah Agnes tidak pernah cerita bagaimana dia mengalami orang yang menderita di satu tempat istirahat dalam penderitaan, dimana juga manusia-manusia yang tidak percaya ditempatkan? Agnes sudah cerita sama kamu atau belum ?

Sudah rasul, jawab umat

Rasul Yohanes : Apa itu tidak jelas ?

Jelas, jawab umat.

Rasul Yohanes : anak ini menjadi saksi untuk orang hidup dan mati, orang benar dan tidak benar, anak Surga atau manusia yang datang dari dunia. Apakah dia tidak menjelaskan sama kamu ?

Sudah rasul, jawab umat.

Rasul Yohanes : Itu bukan dari dirinya, dari pemikirannya, dari kepintarannya, bukan. Dia hanya sebagai sarana untuk menyampaikan tanda-kasih cinta Tuhan yang selama ini sudah hampir pudar, hampir mati, tapi Tuhan tidak mau. Anak-anak-NYA harus hidup dan bangkit dan kembali kepada DIA seutuhnya.
Allah akan memberikan pemurnian dunia, apakah anak-anak-NYA akan dibiarkan ? Tidak. Maka ibu Maria hadir di seluruh bumi maupun di negaramu ini untuk mempersiapkan anak-anak Allah untuk dibawa kepada jalan yang benar. Apakah kamu disini kurang mengerti ?
Sudah sekian lama kelompok ini ada di negaramu tapi banyak yang belum berubah, belum mengerti. Masih banyak, masih banyak, ya.
Sekali lagi, kuatkanlah hatimu untuk menghadapi segala persoalan. Katakan ”apakah orang yang tidak benar itu, mereka menderita atau tidak ?” Aku bertanya kepada kamu, apakah orang yang tidak benar itu mereka menderita ?

Menderita, jawab umat.

Kamu salah. Orang benar yang tidak lepas dari penderitaan. Terima itu dengan baik. Itulah membuat kamu lebih dekat dengan Allah.

Orang yang tidak benar, mereka berfoya-foya di bumi ini. Hah. Ini. Kamu anak benar, kamu anak Surga, jagalah dirimu baik-baik. Cintailah Tuhan Allahmu melalu sikap dan tingkah lakumu, dengan pelayananmu dengan kasihmu dengan cintamu, kepada siapa ? Kepada saudara-saudaramu, itulah yang dikehendaki oleh Allah. Hidup ini bukan hidup untuk dirimu sendiri. Hidup ini kebersamaan, ya. Kebersamaan itu sangat penting. Kalau kamu mengartikan hidup ini adalah milikku, itu salah.

Aku mau mengatakan kepada kamu sekali lagi, kamu adalah anak-anak Surga. Berbahagialah kamu semua mempunyai Surga, mempunyai Allah di Surga. Ingat itu. Ingat! Kalau kamu tidak mengerti ini, maka hidup ini kamu anggap enteng. Hidupmu-satu, dua, tiga, …. sepuluh, enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh, itu waktu yang singkat. Kalau kamu tidak menjaga dirimu bersatu dengan Allah, sia-sia. Engkau akan sedih. semua orang akan kembali. Dengan apa ? Dengan penuh kedamaian, sukacita, bukan menakutkan. Tidak.
Jangan sekali-kali kamu mengatakan “aku takut mati”. Kalau kamu sudah takut mati, kamu sudah mati sebenarnya. Sudah mati kamu. Sebenarnya kamu sudah mati karena kamu takut mati, kamu sudah mati. Jangan sampai seperti itu. ya.

Tuhan kasih kebebasan sama kamu semuanya. Tapi kebebasan yang mana yang kamu lalui, yang kamu lakukan dalam hidupmu. Tuhan tidak pernah membuat kamu diikat-ikat gitu, tidak pernah. Kamu bebas. Tapi kebebasan itu, kamu harus mengerti : kebebasan yang mana yang harus tidak kulakukan, yang harus kulakukan.

Siapapun yang diselamatkan dalam Tuhan dia harus sampai kepada tujuan, tidak berhenti di tengah jalan. Tidak. Sungguh berbahagialah kamu mempunyai Allah yang Esa, yang satu, yang Mahakuasa.
Kenapa kita takut ? Kita punya Allah, yang penting saya hidup baik. Hidup baik. Baik dan benar. Dunia juga bisa berbuat baik tapi kebenaran itu tidak ada sama sekali. Kebenaran itu adalah yang bersatu dengan Allah. Ini yang penting untuk kamu semua.

Boleh. “Carilah maka engkau mendapatkan; minta akan KU-beri” tapi jangan melampaui batas sehingga hidupmu sibuk dengan keinginan-keinginan daging yang fana. Sebenarnya tubuh ini bisa kita atur dengan baik, ya. Semua kita pergunakan untuk baik; tangan untuk apa ? mata untuk apa ? hatiku untuk apa ? pikiranku untuk apa ? telinga, mulut ? Semua itu berguna, mempunyai makna ya. Ada juga kalau mendengar saudaranya sedih, aku nggak mau dengar, aku nggak mau dengar itu urusanmu. Tidak bisa. Tidak bisa begitu, ya.
Jadi saling mengasihi itu sangat penting antara satu dengan yang lain. Saling mencintai, kamu adalah anak Allah, kamu adalah saudara. Jangan sekali-kali kamu membedakan, ya, si kaya dan si miskin. Itu tidak baik. Allah tidak suka. Allah suka kepada anak-anak-NYA siapa saja, mau si miskin kalau memang dia dekat dengan Allah, dicintai oleh Allah. Si kaya kalau dia lupa kepada Allah, Allah tidak akan mendengarkannya. Tidak. Jadi Allah tidak pilih kasih. Kamu juga tidak. Ramahlah kamu, ya. Damailah kamu. Itu penting. ya.

Harus kamu punya kerendahan hati supaya kamu bisa menilai dirimu sendiri. Aku minta kepada Agnes sampaikan itu kepada saudara-saudaramu untuk menilai dirinya sendiri, bisakah ? mampukah ? Ini, ini penting. Ini pemurnian. Pemurnian dari diriku sendiri, kemauanku sendiri. Yang tahu yang baik dan tidak baik adalah manusianya sendiri.

Bu Ola bertanya : Rasul Yohanes, dari ibu Agnes kami mendengar ungkapannya adalah “penyangkalan diri”. “Katakan kepada saudara-saudaramu pesan dari rasul Yohanes tahun ini adalah tahun penyangkalan diri”. Bisakah rasul menjelaskan lebih….. lebih rinci?

Rasul Yohanes : iya, ya sama. Penyangkalan diri, menilai diri sendiri itu sama. Kalau penyangkalan diri itu adalah, aku harus tahu kelemahan aku dimana, itu harus kulepas. Itu penyangkalan diri. Sama, menilai diri.
Kalau kita dinilai orang lain kita bisa marah. Tapi kita salah. Mari kita kembali kepada pribadi, aku akan menilai diriku ini apa aku sudah benar di hadapan Allah, dalam keluargaku, teman-temanku, saudaraku. Yang pemarah tidak marah lagi. Kita berani menyangkal: “aku tidak marah lagi”.

Tuhan juga mengajarkan seperti itu, kan? Tapi kalau kita tidak punya kerendahan hati, itu tidak akan bisa selesai dalam diri kita masing-masing. Tidak akan selesai. Kalau kita tahu, itu indah. Akhirnya kita damai, itu dikehendaki Allah.
Hei.. mari kamu berdamai ya, saat saat terakhir ini. Jangan katakan kapan itu akan datang?, Itu bukan urusanmu. Tapi Allah akan memurnikan dunia. Bagaimana mungkin Allah langsung menyelesaikan dunia?, habislah dunia. Siapa yang selamat ?

Tidak ada yang selamat. Maka ini dimurnikan. Ada pemurnian, ada. Tapi kamu sabar untuk menerima pemurnian itu sendiri. Tapi itu juga harus hidup dalam hidupmu. Kamu minta kapan, tapi kamu tidak– tidak berubah….. Yang marah masih marah. Yang kaya tetap kaya, tidak mau menolong saudara-saudaranya. Mau dibawa kemana harta itu. ya.

Harta itu bisa kita buat untuk harta surgawi, bisa, kalau kita mau. Sekecil apapun yang kau berikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, itu sangat berarti di hadapan Allah, itu yang dikehendaki oleh Allah. Allahmu sudah mengajarkan, Allahmu berfirman: layani saudara-saudaramu. (bdk Mat 25 :31-46) Itu sangat penting karena di situlah hartamu. Dimana kau melayani saudara-saudaramu AKU ada bersama mereka. Itu harta, karena Allah ada bersama dia yang menderita, yang miskin, yang menangis tidak makan, disitu Allah ada. Maka kalau kita menolong itulah harta. Karna harta itu, orang itu, saudaramu itu, Allah bersama dia.
Sebenarnya kalau kamu mau membaca firman Tuhan, itu semua sudah ada, dilengkapi untuk sarana hidupmu di bumi ini, melalui firman-NYA. Tapi kamu tidak. Yang kamu dengar adalah pembicaraan-pembicaraan yang datang dari dunia. Maka kamu tidak mendapatkan hal-hal yang sungguh-sungguh yang dikehendaki Allah dalam hidupmu.

Kamu dalam kelompok, apa sih pengertian”dalam kelompok” ? Kalau kamu melihat saudaramu membutuhkan, kamu bisa melakukan kebersamaan menolong saudaramu, mengangkat saudara-saudaramu. Siapakah yang akan menolong saudaramu ? Hanya kamu yang sudah terselamatkan melalui baptisan, itu saja.

Kalau kamu mau menolong orang yang tidak seiman kamu tidak mendapatkan apa-apa, itu hal yang biasa. Kamu tidak mendapatkan buah surgawi. Yang mendapatkan buah surgawi itu adalah dari saudaramu sendiri. Urusan dunia biarkanlah dunia yang menyelesaikannya tapi saudara-saudaramu, kamu yang menyelesaikan. Sampai segini sudah paham ?

Sudah rasul, jawab umat.

Bu Ola bertanya : Rasul Yohanes kerendahan hati itu apakah sesuatu yang harus diperjuangkan atau boleh sesuatu yang kita minta dari Tuhan ?

Rasul Yohanes : Kalau kamu tidak memulai dari dirimu sendiri, Tuhan tidak mau mengambil itu semua. Hak bebas. Itulah makanya kita beriman yang baik. Kamu sudah dibaptis dalam roh. Kamu sudah terhapuskan semuanya dari hal-hal yang tidak baik, kenapa kamu melakukan hal-hal yang tidak baik lagi ?. Hei!…. dari dirimu, Tuhan berkati. Kalau kamu mempunyai kelemahan-kelemahan terus Tuhan lepaskan, mau jadi apa ?

Jadi boneka, jawab bu Ola

Rasul Yohanes : Tuhan tidak mau. Tuhan mau kita sadar dengan kehidupanku, dengan kelemahanku, angkat. Sudah kamu angkat, kamu lakukan. Bukan hanya diangkat saja tidak kamu lakukan sama aja bohong. Bohong—Bohong– Bohong.

Kalau kamu berdoa: “Tuhan, aku tidak (akan) marah lagi Tuhan”, kamu kepada siapapun, kamu tidak marah. Itu harus sesuai dengan permintaanmu. Kalau kamu minta aku tidak marah, kamu tetap marah. Bagaimana itu ? Tidak sejalan kan? Jadi Tuhan ingin dari dirimu sendiri memohon bantuan supaya melepaskan yang tidak baik, tidak baik yang membuat orang lain susah, pasti akan terlepas.
Tuhan sayang siapapun yang meminta Tuhan beri. Tapi lakukan. Jangan minta saja tapi tidak kamu lakukan dengan baik. Sekali lagi bohong.
Suatu kebohongan-kebohongan, Tuhan tidak suka. Iya atau tidak, itu saja yang diminta oleh Allah. Baik atau tidak baik. Percaya atau tidak percaya.

Kita kembali untuk menerima apa yang dikehendaki oleh Allah. Allah tidak minta apa-apa dari kamu. Allah punya semuanya. Hanya yang diminta oleh Allah jadilah anak yang baik dan benar dan setia, mengasihi, mencintai dan melayani.
Jangan dikira kalau kamu memberi dunia kamu dapat upah ? Tidak. Tidak ada upahmu. Pekerjaan yang sia-sia. Tapi kamu sebagai anak Allah, tidak boleh melakukan yang tidak baik itu, kalau mereka butuh, bantu walaupun tidak ada upahnya. Atau sebagai perenungan buat mereka-mereka yang tidak seiman dengan kamu. Ngerti, ya ? Ngerti. Kecewa lagi kamu ?

Tidak, tidak, rasul, jawab umat

Rasul Yohanes : kok mudah kecewa hah ? Tidak. Tidak ada satupun—

Bu Ola menyambung : kami bisa kecewa karena punya harapan— tadinya berharap—ternyata tidak jadi.

Rasul Yohanes : Kecewa. Sekarang dikasih harapan ya- terus, tidak kecewa lagi ? Kamu akan bertemu dengan imammu ?

Bu Ola : Besok kami akan bertemu. Tapi kami sudah dibekali sama rasul Yohanes, kebenaran tidak boleh dipaksakan.

Rasul Yohanes : Tidak boleh dipaksakan. Kalau Allahmu memaksakan dengan kuasa-NYA, semua akan selesai. Selesai. Semua masuk Surga. Tiada kuasa-kuasa kegelapan, tidak ada lagi, ya . Benar itu ?
Bukan begitu maksudnya. Dunia tetaplah dunia. Surga tetaplah Surga. Tuhan menciptakan dunia. Silahkan manusia memilih Surga atau dunia.

Kamu tidak capek duduk begitu ?

Tidak rasul, jawab umat diiringi suara tertawa.

Rasul Yohanes : Capek ya. (rasul sambil menunjuk dua lutut bu Agnes yang sedang bersila) ini si Agnes sudah capek kayaknya.

Bu Ola bertanya : Rasul Yohanes masih boleh bertanya ?

Rasul Yohanes : Boleh. Boleh tanya.

Bu Ola : Rasul Yohanes tadi mendukung kami untuk rencana berdialog dengan Bapa Benedictus Paus.
Kami ingin melakukan yang terbaik, kami ingin menyiapkan diri sebaik-baiknya karena kami berangkat dari pesan bunda Maria yang mengatakan “Aku menyebut namanya Benedictus, sudahkah kamu membaca bukunya ?”, seperti itu. Kami tergerak untuk berdialog dengan bapa Benedictus. Tapi jujur kami ingin ee– karena rasul begitu ringan tadi mengatakan dengan gembira: “pergilah” . Kami ingin bertanya, “Apakah itu akan menjadi sebuah pengalaman bagi kelompok saja, ataukah itu ada dalam tahapan pada rencana pemurnian dunia atau kami terlalu lancang untuk bertanya ?”

Rasul Yohanes : Kamu terlalu jauh. Kamu terlalu jauh. Tidak ada salahnya kamu bertemu dan berbicara, tidak ada salahnya. Kebenaran itu adalah Allah, yang kamu sampaikan adalah Allah. Tapi persiapkan dirimu dengan baik. Bukan asal bertemu dan bertemu, ya. Bertemu harus membawa kebenaran itu nyata, ya, apa yang kamu terima dalam kelompok ini, itulah yang dikehendaki Allah PERUBAHAN. PERUBAHAN. Supaya banyak jiwa-jiwa terselamatkan.

Sekarang banyak jiwa-jiwa yang tidak terselamatkan, itu siapa yang melakukan ? Para imam.
Contohnya; perjamuan itu adalah untuk menyelamatkan jiwa-jiwa anak-anak-NYA, bukan untuk dunia. Ini sudah satu kesalahan sangat besar. Sangat besar sekali. Ini akan, akan dimulai kembali seperti semula. Kalau kamu menyampaikan ini pasti dia akan merenungkan dan akan ada kebenaran untuk dimengerti, kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan dalam kehidupan di rumah Allah yang kamu katakan gereja. Yang membuat salah ini adalah para imam-imam.

Sebenarnya, kalau kamu mau mengerti, sebenarnya mereka sudah ketakutan dengan apa yang kamu sampaikan dalam kelompok ini, karena mereka juga merasa bersalah. Tapi karena kesombongan-kesombongan para imam maka tertutupi kebenaran itu. Akhirnya mereka mengambil sikap, mengambil keputusan untuk mengatakan KELOMPOK INI DATANG DARI DUNIA.
Sebenarnya mereka sudah sadar apa yang telah kamu sampaikan, mereka semua sadar. Maka mereka sekarang ini banyak diam dan takut. Pernahkah si Agnes dipanggil ? Tidak. Mau bertanya mempertanggungjawabkan tentang kebenaran ini, mereka tidak mau bertemu dengan Agnes. Tidak mau. Karena mereka sudah menyadari, itu tersimpan dalam mereka pribadi sendiri-sendiri-sendiri.
Tidak usah aku mengatakan, sedangkan kamu bisa menilai sendiri, bagaimana para imam-imam itu untuk menggembalakan domba-dombanya supaya terselamatkan dari dunia. Kamu semua sudah mengerti.
Eh, Inilah, tadi……. apa yang kamu katakan,”apakah ini awal untuk pemurnian dunia ?” Jangan terlalu jauh. Tapi ini awal untuk membuka bagaimana para imam harus melakukan, menggembalakan domba-dombaNya sebagai tugasnya yang diberikan Allah kepada mereka, hidup dalam menggereja, layani mereka dengan baik.
Silahkan. Pasti Tuhan berkati.

Bu Ola : terima kasih rasul Yohanes.

Imeldi bertanya : Rasul Yohanes, bolehkan saya bertanya tentang sesuatu. Maaf kalau nanti sifatnya terlalu lancang juga. Sebulan yang lalu kami di Batam menulis surat kepada imam kami sehubungan dengan perayaan Ekaristi yang dicampur dengan peristiwa atau perayaan dunia . Yang kami ingin tanyakan sampai nggak surat itu ke tangan imam kami? Karena sampai sekarang kami tidak mendengar eee reaksi ataupun juga kami dipanggil atau semacam ditegur. Gitu, rasul. Maaf kalau terlalu lancang. Terima kasih.

Rasul Yohanes : Sebenarnya kamu sudah tahu ya, kamu bertanya kembali. Mereka sudah membicarakan apa yang kamu sampaikan itu, tapi mereka tidak bisa atau tidak berani untuk membuka. Mereka sudah takut. Sebenarnya mereka sudah merasa bersalah tapi mereka merasa seorang imam, seperti imam Farisi, dia mengatakan benar walaupun itu salah, di hadapan Tuhan dia berani mengatakan demikian.
Tapi tenanglah kamu. Kamu sudah benar. (rasul menunjuk ke Imeldi sambil berkata:) Apakah kamu mau ikuti seperti dia ?

Mau, jawab umat

Rasul Yohanes : Mau. Berani ?

Berani, jawab umat.

Rasul Yohanes : Kenapa tidak kamu lakukan, ikuti mereka. Mereka sudah menegur para imam- menyatukan perjamuan, mengadakan perjamuan dengan dunia. Beranikah kamu ? (tangan rasul menunjuk ke Minic sambil bertanya) Kamu berani ?

Berani rasul, jawab Minic dengan suara pelan

Rasul Yohanes : Berani atau tidak ?

Berani rasul, jawab Minic

Rasul Yohanes : Lakukan. Berani. Tulis. Bacakan kitab suci, tunjukkan kepada mereka: apakah perjamuan ini untuk dunia ?

Kalau itu untuk dunia; dari mana, cari kitab suci tunjukkan dimana.?! Mereka sudah salah besar. Dosanya besar sekali. Allah dipermainkan. Karena perjamuan itu adalah pertemuan antara Tuhan dengan anak-anak-NYA melalui para imam. mengerti kamu ?

Mengerti, rasul, jawab umat

Rasul Yohanes : Ini sudah disalah-gunakan untuk kepentingan dunia. Tuhan sudah dijual kepada dunia. Kamu mengerti ?

Mengerti, jawab umat

Rasul Yohanes : (rasul menunjuk ke Imeldi) Apakah kamu mau mengikuti jejaknya ? Berani ?

Berani rasul, jawab umat.

Rasul Yohanes : Beraniii–. Lakukan. Apalagi imam-imammu di Jawa sana, itu lebih parah lagi.

Misa satu Suro, Kejawen, Jumat kliwon,—-, jawab umat

Rasul Yohanes : Tunjukkan. Perjamuan ini, tanya kepada mereka, perjamuan ini untuk siapa. Tuhan melakukan perjamuan ini untuk siapa ?

Untuk anak-anak-NYA. Dalam perjamuan kamu mengerti “AKU-lah roti yang turun dari Surga, bersatu dengan kamu. Itu benar. Disatukan dengan perjamuan-perjamuan di bumi dan di Surga. Ituuu………….. itu benar. Aku saksi, Aku Yohanes saksi hidup, sekarang Aku sudah bahagia di surga. Kamu jangan takut.

Iya rasul, jawab Imeldi

Rasul Yohanes : Kebenaran itu Allah. Bukan kamu membela Allah, tetapi meluruskan. Allah tidak usah kamu bela, tapi iman itu harus dinyatakan, harus benar dan benar supaya aku bisa bertemu dengan Allah dengan iman yang benar.
Sudah. Ini, kamu pikir para imam tidak menderita ? Menderita mereka. Semua imam masuk Surga ? Tidak. Tidak. Walaupun imam, dia bersalah tetaplah bersalah. Dia yang melakukan, dia membuat dia menderita adalah dirinya sendiri. Bukan Allah.
Jangan sekali-kali dikatakan Allah menciptakan penderitaan. Tidak ada. Kamu, kamu yang menciptakan penderitaan dalam hidupmu, susah dalam hidupmu. Karena kamu tidak mensyukuri apa arti hidup yang diberikan Allah kepada kamu. Kamu benar. Apa yang disampaikan Agnes lakukan dengan baik, bukan dari dirinya sendiri. Sampai saat ini juga mereka tidak akan memanggilnya. Kalau mereka memanggil, itu lebih—seperti apa ini— ke pipi, gitu. (terlapak tangan ditempel kepipi ) —apa artinya ini ke sini ?

Menampar diri sendiri, jawab umat

Rasul Yohanes : Ya, seperti itu.

Imeldi : Jadi mereka tidak akan memanggil kami, rasul.

Rasul Yohanes : Tidak. Percayalah. Kalau dia memanggil kamu, mereka sudah siap untuk menghadapi kamu semua, ya.

Baik. Hanya sampai disini ya. Kamu sudah gelisah. Ini aja tidak berkutik (sambil menunjuk raga Agnes yang duduk bersila) .

Nggak, nggaklah rasul, nggak gelisah rasul. Kami oke, jawab umat sambil tertawa, sampai pagi rasul.
Rasul Yohanes : ih– dari tadi ada yang naik kaki sana, aduuuh

Umat menjawab : meluruskan saja.

Rasul Yohanes : (kedua tangan menunjuk ke badan, ini kok begini aja tidak bergerak) Ini si Agnes tenang aja seperti ini. Kamu gelisah.

Alex setiawan : nggak, nggak gelisah

Rasul Yohanes : tidak gelisah ?

Umat : tidak.

Rasul Yohanes : Haah—jangan bilang, ada disini banyak yang gelisah.

Hahahaha hahahahaahaaaa , disambut umat dengan tertawa nggak, nggak, nggak!

Rasul Yohanes : Kamu tidak bertemu dengan imammu, Aku datang.

Umat : Terima kasih rasul.

Rasul Yohanes : Tidak ada kamu ditinggalkan sendiri. Percaya, ya. Aku datang diutus oleh Tuhan melalui Agnes. Sekarang Agnes juga tidak tahu apa yang Aku ceritakan kepada kamu.

Bu Ola : nanti kami ceritakan pada Agnes.

Rasul Yohanes : ceritakan pada dia. Iya. Baik. Terima kasih untuk kamu semua, ya.

Tarsisius, banyak doa kamu, kuat, tenangkan. Jangan pemarah ya. Tarsisius, kamu selalu marah, nggak baik. Walaupun sakit, sehat, tidak boleh marah. Itu marah badanmu tambah sakit. Dan orang dimarahi juga sakit. Sama-sama sakit. Benar tidak ?

Umat : Betul.

Rasul Yohanes : Ah—benar.

Bu Ola : Rasul Yohanes ada yang ingin saya tanyakan:

Rasul Yohanes : Banyak tanya kamu. ( iya, jawab bu Ola).

Rasul Yohanes : Ada apa ?

Umat tertawa.

Bu Ola : Eeee hari yang lalu, kemarin, bu Agnes menelpon saya dan bercerita tentang kepedihannya karna ada kata-kata yang begitu menusuk mengatakan: “memang kelompok itu sesat. Lihat saja Agnes dia kena kualat. Lihat saja suaminya jadi lumpuh sekarang ini”. Ketika ia menceritakan kepada saya, hati saya ikut merasakan kepedihan dia. Bukan karena– lalu dia merasa tersiksa dengan kata-kata itu, tetapi kami mengerti bahwa penderitaan penyakit yang menimpa bapak Tarsissius adalah penyakit karena masih manusia, dengan dagingnya, dengan kerapuhannya seperti itu. Dengan usianya. Kami mengerti itu dan kami tidak percaya sama sekali dengan tulah itu. Tetapi yang memedihkan kami bahwa kata-kata itu keluar dari mulut yang jahat. Padahal apa yang ada pada kelompok adalah kebenaran.
Saya sendiri merasa tidak berdaya untuk menghibur Agnes kemarin. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Hanya saya mengatakan “Sedih ya. Sedih ya, ibu. Mereka tidak mengerti koq mereka bisa menghakimi tetapi kalau saya boleh katakan apa yang mereka lakukan itu adalah jahat”. Hanya saja saya merasa kata-kata saya tidak menghibur Agnes. Sebetulnya apa yang sebaiknya saya katakan atau sebaiknya saya lakukan. Terima kasih rasul.

Rasul Yohanes : Kamu nggak usah mikiri Agnes, ya. Anak ini bicara, tapi sebenarnya dia itu tidak menderita ya. Dia menerima sudah sekian lama kebenaran ini ada bersama Agnes, dia tidak menderita. Tapi itu satu ungkapan sebagai manusia. itu hal yang –gimana ya, hal biasa Agnes cerita ama kamu, tapi kamu ndak usah berbelas kasihan sama si Agnes. Doakan aja dia. Itu saja sih. Ndak perlu diperpanjang karena dalam kelompok ini sudah diberikan pengertian. Bukan itu. Biarkan aja. Tuhan memulai pasti Tuhan akan selesaikan dan Agnes tidak akan sendirian menghadapi ini semua. Tidak. Kalau Agnes sendirian apakah dia sanggup ? Tidak akan sanggup. Lihatlah dia bekerja dan melayani, dia senang melayani. Tapi biarkanlah mereka karna mereka tidak mengerti. Doakan mereka itulah tugasmu, ya, mendoakan. Juga, juga dia anak-anak Tuhan. Ya. Itu tadi harapanku.

Bu Ola : Iya. Terima kasih rasul Yohanes .

Rasul Yohanes : Tidak perlu dipersoalkan apa yang disampaikan Agnes, ya. Biarlah Agnes sendiri yang bisa menyelesaikan dirinya sendiri bersama Tuhan. Kalian bantu dalam doa. Tidak usah diperpanjang masalah seperti itu. Nggak perlu juga, nggak perlu. Tidak ada gunanya. Tidak menyelesaikan. Kecuali yang berbicara itu datang bertemu dengan Agnes. Mungkin Agnes bisa menceritakan semua. Semuanya ya, seperti itu.

Jadi saya minta kepada kamu bekerjasama dengan Agnes ya. bantu dia, dukung dia. Doakan dia, itu saja sih, ya. Supaya dia bisa melayani anak-anak Tuhan dengan baik. Dia tidak pernah tidak mau. Apapun yang dia hadapi dia berangkat melayani, menyelesaikan. Siapakah akan menyelesaikan ? Imam-imam juga tidak bisa menyelesaikan. Inilah perbedaan. Jangan kamu kira seorang imam bisa menyelesaikan. Semua masing-masing punya karunia, karunia masing-masing. Imam adalah menyelamatkan. Dia khusus diberikan tugas menyelamatkan manusia dari dunia yang fana, hanya tangan imam. Tanpa imam, tidak ada yang selamat. Mengerti ya ? Mengerti kamu nggak ?

Umat : mengerti rasul Yohanes.

Rasul Yohanes : Mengerti. Karena dia dipakai. Baik dan tidak baik, itu adalah tanggungjawabnya dengan Allah. Dia dipanggil oleh Allah untuk menyelamat manusia yang mau, yang tidak mau tidak dipaksakan untuk itu. Tapi banyak yang tidak mau. Sudah sekian lama manusia masih banyak tersesat bersama dunia, itulah dunia, itulah dunia. Maka dunia itu kamu kuasai, bukan kamu terbawa kepada dunia. Kendalikan itu semuanya. Ngerti nggak apa arti kendalikan ? Ayo—apa itu ? Kendalikan, apa itu kendalikan ?

Umat : Mengontrol, mengatur, menaklukkan.

Rasul Yohanes : kamu—itu bahasamu kamu tidak tahu.

Hahaha hihihi, umat tertawa kemudian menjawab lagi : menguasai.

Rasul Yohanes : iya, baik. Baik. itulah yang Aku sampaikan. Kamu sudah lapar, ya.

Alex Setiawan : nggak, nggak, nggak, belom, belom rasul.

Rasul Yohanes : Tahulah….. saya lihat perut kalian walaupun gede-gede gitu, tapi kalian lapar.

Umat : hahahahaaa dan ada yang jawab : lapar rohani, rasul, lapar dukungan.

Rasul Yohanes : iya kan ?

Umat : kan jarang-jarang, rasul.

Rasul menyapa Imeldi :
Rasul Yohanes : Jarang ya. Eh—salam kepada teman-temanmu ya.

Imeldi : Terima kasih Rasul.

Rasul Yohanes : Terus bekerja. Cari mereka. Selamatkan mereka!

Imeldi : yang preman-preman itu ya, rasul.

Rasul Yohanes : Iya. yang —– cek…cek…cek…. (disertai gerakan geleng kepala dan tangan) habis itu panggil si Agnes, panggil itu Alexius itu.

Imeldi : Siap. Oo— romo Widi, ya.

Rasul Yohanes : iya. Bawa dia ( oce, jawab Imeldi)

Rasul Yohanes : Selamatkan mereka, itu banyak sekali. ( iya banyak sekali, sahut Imeldi)

Rasul Yohanes : kamu tidak usah takut.

Imeldi : Doakan ya rasul, yaa. Banyak sekali mereka dan saya dengar imam sudah datang tiga hari yang lalu dan melarang “jangan lagi kalian mau dikumpulkan dan mendengarkan pewartan dari Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia”
Itu kami dengar dari saudara kami yang di Orchid yang sudah mendengar pewartaan kami dua hari berturut-turut. Tentu rasul lihat dari Surga, ya.

Rasul Yohanes : Biarkan saja. Yang penting saudara-saudaramu itu kau selamatkan, itu yang penting. Mau kata imam, biarkan saja sebagai imam-imam Farisi. Biarkan saja seperti itu.
Imam-imam Farisi itu ada sekarang ini, di bumi ini. Ada. Dia paling hebat, dia paling suci, dialah yang paling mengerti hukum-hukum Allah, mengatur semua manusia tetapi mereka sendiri tidak mengenal Allah.


Imeldi : Kami mendengar rasul, bahwa para imam di kota Batam sudah berkumpul, empat paroki rapat dengan romo Deken untuk memanggil kami, karena mereka sudah gelisah. Katanya, Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia rajin perjamuan setiap hari Tuhan tetapi menolak menerima Tubuh Kristus dari tangan imam sekalipun. Jadi mereka sangat gelisah, mereka ingin memanggil kami tapi sampai sekarang tidak ada berita, tidak ada undangan.

Rasul Yohanes : Persiapkan dirimu dengan baik, dengan pelayananmu. Biarkanlah mereka yang bersaksi, kamu kembalikan mereka. Kalau mereka jatuh dalam dosa, perkawinan mereka tidak baik, luruskan semua itu supaya– serahkan kepada imam. Kalau imam setempat tidak mau, suruh Alexius itu kerjakan. Ya. Imammu Alexius itu, dukung dia dan doakan dia supaya dia tetap setia dalam panggilannya di dalam kelompok ini.ya.

Imeldi : Terima kasih

Rasul Yohanes : Nggak usah takut. Kalian tidak usah takut. Percaya.

Imeldi : Tidak, tidak takut.

Rasul Yohanes : Tidak takut. Yang penting kamu baik, kamu beriman yang baik, kamu berbuat baik dalam kebenaran. Biarkan. Kalau mereka mengatakan tidak mau menerima roti yang turun dari Surga, karna apa ? Kalau mereka bertanya, jelaskan saja. Ada dalam kitab-suci “apa yang kau lepas akan terlepas; apa yang kau ikat akan terikat. Gembalakan domba-domba-KU”. ( bdk Mat 16:19; Yoh 21: 15-19)

Imeldi : baik

Rasul Yohanes : Baik. Itu saja. Ada semua kok, semua ada. Kekuatan kamu dalam firman Allah untuk menyampaikan itu kepada mereka. Kasihan. Para imam itu kasihan, sangat kasihan karena masih dunia.

Imeldi : Kok bisa ya rasul. Mereka kan mempelajarinya begitu baik di seminari lalu mereka kan jatuh cinta kepada Tuhan Yesus sehingga mereka mau menjadi imam. Kok bisa kebablasan begitu ya rasul.

Rasul Yohanes : itu bukan urusanmu

Disambut tertawa umat : hahahaaa haaaaaahahahaa

Rasul Yohanes : Baik ya.. sampai disini saja, kita akan bertemu kembali. Iya. Tarsisius, baik ya. Kamu masih marah-marah. Tidak usah marah lagi. Jaga dirimu baik-baik pasti Tuhan akan memberikan kamu kesembuhan, ya. Serahkan semua karna kamu sakit bukan karena Tuhan marah sama kamu, tidak. Semua akan mengalami bermacam-macam. Apakah itu suatu penyakit datang dari Allah ?

Dua tiga orang umat menjawab : Tidak

Rasul Yohanes : Hei.. kenapa hanya beberapa orang ? Apakah suatu penyakit yang dialami setiap manusia itu datang dari Allah ?

Umat serentak menjawab : Tidak

Rasul Yohanes : Tidak. Tidak. Kamu yang salah. Kamu perut besar kenapa (Rasul menunjuk ke seorang bapak)

Hihihihi—- disambut dengan suara tertawa umat

Rasul Yohanes : Itu ada. Itu ada. Semua ada. Itu kesalahan dari Tuhan ? Tidak. Kamu kok ketawa dibilang besar ?

Umat : hihihihihiii— kami yang ketawa, rasul. Bapa itu tidak. Hihihihi hahahaa

Rasul Yohanes : Kamu ketawa karna apa ?

Imeldi : karena suami saya perutnya besar juga hahahaha hahaa

Rasul Yohanes : iya. Jaga diri kamu baik-baik, ya. Makanan itu berlebihan juga tidak baik. Kurang juga tidak baik. Kalau kamu kurang, tubuh ini membutuhkan banyak hal, kamu kurang, kamu sakit. Kamu kebanyakan kamu sakit. Mengertilah, seimbang. Hidup ini harus seimbang. Ngerti nggak kamu.

Umat : iya rasul.
Rasul Yohanes : Harus seimbang. Kalau tidak seimbang, itu jadi sulit untuk hidup.

Imeldi : Karena pewartaan terus– kurang waktu olahraga. (Disambut umat dengan ketawa.)

Rasul Yohanes : Apakah begitu ?

Imeldi : Bercanda sedikitlah rasul.

Rasul Yohanes : Oh, kamu bisa bercanda. Oh gitu ya. Kamu boleh bercanda ya sama saya. Tapi kalau kuasa Tuhan dan Ibu Maria, kamu dengarkan baik-baik. Aku datang menemui Agnes juga bercanda, ya. Jangan kamu samakan Aku dengan Tuhan dengan Ibu Maria.
Kalau kamu– bisa ngobrol bisa ketemu, silahkan, inilah Aku sebagai rasul, Aku harus menerima apa saja ungkapan waktu itu, Kuterima semuanya, Aku selesaikan, Aku senang bersahabat, ya, karena Aku manusia.

Kalau Ibu Maria itu bukan manusia. Tidak main-main kamu. Kalau kamu bercanda sama Saya, boleh; ketawa kamu, boleh. Aku juga bercanda dengan kamu, boleh. Tapi dengan Ibu Maria, tidak bisa. Dia itu bukan manusia, Dia roh, Roh bersama Allah, sudah ada sebelum dunia ini dijadikan, Roh Ibu Maria sudah ada bersama Allah dengan segala rencana-NYA. Jangan pikirkan nanti kamu tidak akan mampu untuk memikirkan kuasa Tuhan. Boleh. Aku minta: kalau kamu sedang berkumpul dengarkanlah baik-baik dengan tenang dan berdoa, ya. Tidak boleh. Kalau kamu ketawa Aku juga ketawa, Aku manusia, ya. Aku manusia seperti kamu. Boleh, boleh, silahkan, tidak apa-apa, Aku senang.
Tetapi kalau kuasa Tuhan hadir bersama Agnes, Ibu Maria hadir bersama Agnes, kamu berdoa dan tenang dan dengarkan dengan baik. Tidak sama dengan Aku sama dengan kamu, manusia, ya. Mengerti ya ?

Umat : Mengerti.

Rasul Yohanes : Baik, kalau kamu sudah mengerti Aku senang sekali, kamu sudah mengerti. Cukup, sudah cukup ? Ada yang mengantuk, ada yang lapar, ada yang gelisah, hei— ada yang semangat. (rasul menunjuk ke Alex setiawan) Kamu semangat sendiri.

Umat : ketawa.

Lily Angelina : Rasul tanya satu lagi terakhir, boleh ?

Rasul Yohanes : Ng— Boleh.

Lily Angelina : Satu kali. Mau tanya—Injil hari ini kan mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Bagaimana caranya mengasihi musuh kita yang membenci kita ?

Rasul Yohanes : Doakan dia. Maafkan dia atas kesalahan dia, itu yang kamu lakukan. Bagaimana mungkin kalau kamu tidak mengasihi dia dan memaafkan dia,- istilahnya ya seperti itu -bagaimana kamu bisa juga dibebaskan dari segala persoalan kelemahanmu dihadapan Allah. Jadi— Istilah jangan ‘mengampuni’ ya, kamu memang hebat mengampuni ?

Umat : Memaafkan.

Rasul Yohanes : Memaafkan. Memaafkan kesalahan orang lain dan doakan dia, itu sangat dicintai Tuhan maka dia berubah. Kalau kamu berdoa: Tuhan—itu begini,-begini–begini… Tuhan tidak akan mendengarkan kamu, kalau kamu datang menghakimi saudaramu melalui doamu datang pada-KU, stop. Ngerti kamu ?
Jadi memaafkan dan doakan dia di hadapan Tuhan. Jangan kamu ceritakan kesalahannya kamu rinci. Apa rinci itu ?

Umat : Detail

Rasul Yohanes : Apa detail ?

Umat : yaitu rinci. uraikan—ceritakan

Rasul Yohanes : Diceritakan. Jangan menceritakan dalam doamu tentang kesalahan saudara-saudaramu. Kamu sudah menghakimi. Tuhan tidak suka. Tuhan tidak suka ya, kamu berdoa kamu menceritakan kesalahan orang-orang di hadapan Allah, Tuhan tidak suka. Apa kamu sudah benar, kamu menghakimi saudaramu dihadapan-KU? Mengerti nggak ?

Umat : Mengerti, Rasul

Rasul Yohanes : Sudah. Sudah jelas ya.
Lily Angelina : Jelas.

Rasul Yohanes : Oh– sudah jelas, itu bagus kalau kamu jelas. Lakukan kalau sudah jelas, ya. Lakukan. Sudah ? Sampai sini saja ya? Sudah tuh- malam untuk kalian. Aku kasihan karena Aku tidak makan, kamu makan. Aku, Aku bisa kapan aja sampai kapanpun.

Bu Ola : Apalagi ibu Agnes sudah masak yang enak-enak.

Rasul Yohanes : Tuh, si Agnes baik kan ? Kamu dikasih makan enak. Kamu sudah bayar , belum ?

Umat ketawa : hahahahaauha belum hahahahaaaa

Rasul Yohanes : Udah bayar belum ? Apa kata bayar ?

Umat : mengganti dengan uang.

Rasul Yohanes : Mengganti…? Membantu. Janganlah mengganti, kasar itu. Mungkin si Agnes juga nggak mau.

Bu Ola : hikhikhik membantu, Stef– !

Rasul Yohanes : Bahagialah kamu tinggal makan, ya. Selamat makan sampai ketemu kembali. Kita akan berkumpul kembali seperti ini. Apa yang saya sampaikan tadi tolong renungkan dan lakukan. Jangan mendengar saja, tidak melakukan. Itu bohong. Tuhan tidak menghendaki. Kamu sudah diceritakan tentang kebenaran tapi kamu tidak melakukan kebenaran itu. Bohong. Tuhan tidak menghendaki itu semuanya. Ya.

Nah, kita sudah mendengarkan, kita “berjuang”, bukan “mencoba” ya, bukan mencoba ya. Aku berjuang untuk melakukan yang baik dalam hidup saya, seperti itu ya. baik, baik, baik.

Bu Ola : Rasul Yohanes sering-sering datang dong. Kami sudah—

Rasul Yohanes : kamu sering-sering kesini. Yaa. Terima kasih kamu yang dari jauh. Jangan, jangan lagi susah. Udah-udah, besok kamu ketemu dengan imammu ya.

Umat : Ibu Agnes perlu ikut ketemu ?

Rasul Yohanes : Janganlah. Kalau dia bilang tidak usah ya tidak usah. Kamu saja. Dia juga punya hak untuk— Apa ? Punya hak untuk apa ?

Umat : untuk menolak

Rasul Yohanes : untuk menolak ?! Dia bukan menolak. Untuk apa ?

Umat : untuk menahan diri

Rasul Yohanes : menahan diri ?

Umat : untuk membuat keputusan

Rasul Yohanes : Kamu gitu aja nggak bisa jawab ya. Kenapa Agnes tidak berangkat ?

Umat : Supaya…………tadi kata ibu Agnes menjaga romo, supaya romo tidak tertekan.

Rasul Yohanes : Itulah, segitu jauhnya Agnes. Dia tidak mau membuat orang lain susah dikarnakan dia, itu saja. Ya. Jangan selalu membuat orang susah. Itu, itu jangan. Jangan membuat orang susah. Cukuplah kesusahanmu, itu juga selesaikan. Kamu susah orang lain kamu buat susah.

Umat : hahahaha hahaha sehati-sejiwa!

Rasul Yohanes : Tidak bisa begitu, ya. Kami dulu bekerjasama sehati-sejiwa, kami melayani, kami kumpul kembali walaupun kami sedang berbicara keras ya antara satu dengan yang lain. Tapi akhirnya sejalan.

Imeldi : Maksud rasul bertengkar ?

Rasul Yohanes : bertengkar ?? Kan semua pelayanan ya, masing-masing mempunyai pengalaman, diutarakan situ. Apa diutarakan ?

Umat : disampaikan, diceritakan.

Rasul Yohanes : Diceritakan. Saya bisa bahasamu,……… diceritakan. Nah disitulah kami menemukan persoalan itu karna kami membuka hati bicara, jadi menemukan penyelesaian. Bukan bertengkar, tidak. Tapi masing-masing kan mempunya pengalaman, dibicarakan didalam doa. Kami selalu bersama ibu Maria. Sekarang kamu juga bersama Ibu Maria kan ?

Umat : Iya. Amin

Rasul Yohanes : Amin. Amin. Udah ya sampai disini saja ya—ya

Elok Mahanani : Rasul—

Rasul Yohanes : Ah– ada apa lagi ? Tanganku ini sudah begini— begini—(Rasul Yohanes membuat gerakan telapak tangan akan menyentuh permukaan lantai, menutup pertemuan, red.)

Umat : hahahahahahaaa –Belum selesai rasul.

Elok Mahanani : Saya minta maaf sebelumnya. Ee –sebetulnya dalam hati saya itu ada satu pertanyaan yang mengelitik gitu, rasul. Dan itu ee-ee apa namanya— pernah saya—Memang saya tidak pernah bertanya pada Bunda Maria langsung tapi waktu itu saya bertanya dalam hati dan Bunda menjawab.
Jadi begini: kan ee—ee saya sering kali menghadapi ee—teman-teman yang ada di daerah dan juga saya bingung dengan apa yang harus kami lakukan di tempat kami untuk pewartaan, gitu rasul. Karna yang kami alami memang para imam sering kali– apa namanya—sudah berpandangan negatif tentang kelompok kami ini. Nah lalu yang menjadi pertanyaan saya, waktu itu memang Bunda Maria mengatakan bahwa kami harus melakukannya dengan bijaksana tetapi sering kali ee- saya agak bingung maksudnya bijaksana itu seperti apa ?
Karna tadipun saya ee—mendengar rasul menjawab ee apa namanya—apa yang disampaikan teman saya Melly kan rasul sepertinya mendukung cara yang dilakukan oleh Melly.
Nah itu yang menjadi pertanyaan saya: seharusnya kami itu pewartaan seperti apa begitu rasul. Karna kan sering kali pada saat teman-teman itu melakukan di tempat mereka masing-masing ataupun kami sendiri melakukannya dan kami terbentur oleh para imam.
Nah itu ee—apakah kami harus apa namanya— Tetap, ya katakanlah kami tetap melawan. Tapi karna kalau kami melawan kan katakan kami melawan, gitu. Tapi kalau kami lalu diam, sepertinya kami merasa sedih karena kami melihat banyak anak-anak Tuhan yang lain tuh tidak mengerti atau bahkan mereka belum tahu tentang pewartaan kelompok ini, begitu.
Jadi kami akhirnya bingung ee—khususnya saya gitu, rasul. Bagaimana seharusnya yang harus kami lakukan begitu. Yaa seperti apa ? Mungkin rasul bisa menjelaskan bijaksananya yang dimaksud oleh Bunda Maria itu seperti apa dan apakah yang dilakukan oleh teman saya Melly ini kami seperti– harusnya kami seperti itu, begitu. Itu yang sering kali mengelitik pikiran dan persaan pikiran saya. Ya gitu rasul.

Rasul Yohanes : Baik ya. Semua tempat ada persoalan masing-masing ya. Yang kau hadapi ini adalah menyangkut imam yang setempat dan menyangkut juga adalah umat. Sebenarnya bijaksana yang dikatakan Ibu Maria, apa yang sudah kamu lakukan di dalam kelompok di tempatmu, jagalah baik-baik, itu satu.
Ke-dua bekerja, melayani siapa saja di sekitarmu yang membutuhkan pertolongan dalam kelompok ini. Jadi kelompok ini harus berjalan, ya. Jangan kamu hanya sampai dengan doa; Walaupun mereka tidak menerima kelompok ini, kalau terjadi sesuatu disekitarmu itu jangan diam.
Segeralah bersama-sama untuk menyelesaikan semua, mungkin penderitaan mereka, persoalan mereka, itu menjadikan suatu apa namanya ya. Suatu…. jalan! Jalan bagi kamu untuk menunjukkan kepada imammu setempat bahwa kamu bekerja. Tidak cukup dengan doa, setiap sesaat berdoa. Tapi meluas di sekitar kamu dimanapun kamu berada yang membutuhkan pelayanan di dalam kelompok ini. Jadi tidak membedakan.
Jadi, walaupun dia tidak masuk dalam kelompok, kamu juga harus melayani, ini bijaksana namanya. Bukan hanya anak-anak dalam kelompok saja yang harus kamu layani. Mereka yang menolak terus mereka menderita, kesedihan, apakah ini ? Tidak. Jadi harus bijaksana. Karna tempatmu dengan tempat kamu – siapa namamu ?
(Melly, jawab Imeldi)

Rasul Yohanes : Baptisanmu siapa ?

Imeldi : Imeldi

Rasul Yohanes : Imeldi. Bagus, bagus ya, dari mana itu ?

Imeldi : Dari suster Belanda kata Mama.

Rasul Yohanes : dari suster Belanda, itu Mamamu sayang dengan orang Belanda ya.

Umat : hahahahahaaa hahahaaa

Rasul Yohanes : Jadi seperti itu. Jadi tempatnya ini, itu berbeda dengan tempatmu. Mungkin kamu– mungkin diminta pelayanan, tunjukkan dalam pelayananmu, begitu, maupun kamu harus setia dalam gereja itu bersama imammu, kan begitu ya.
Jadi jangan putus, gituu, walaupun kamu mendapatkan itu apa namanya—penolakan-penolakan, tetap aja berjalan. Tunjukkan bahwa kamu setia dan kamu lakukan itu adalah benar. Itu saja, ya. Jadi tidak ada yang bisa sama, bisa sama yang apa yang, ……… yang sudah terjadi yang dilakukan si Imelda. Susah sekali namamu ya. Imeldi. Itukan bahasa lain ya ? Imelda sama Imeldi kan beda itu, itu dua bahasa, bahasa apa satu lagi.

Imeldi : Udah deh nama baptisnya Imelda deh.

Yang lainnya tertawa: hahahahahhahahaa kata Alex : dia ganti ganti sendiri rasul. Hahahhaaaa haaa

Imeldi : Rasul bilangnya Imelda.

Rasul Yohanes : Imeldi—kayak bahasa itu orang sana itu.

Kamu sudah mengerti, jadi kamu tunjukkan pelayananmu. Jadi setiap tempat ya kamu harus jeli, apa yang bisa saya lakukan untuk : bukan untuk mem……… mem—apa namanya ya. Memperlihatkan ini kelompok kami baik adanya. Itu saja. Itu bijaksana. Ya, jadi jangan karna imammu seperti itu, terus umatnya tidak suka sama kamu.
Dengan sekelompok ini, terus kamu menjaga jarak. Nggak baik ya. Sampai sini, mengerti ya.
Sudah. Sudah cukup malam. Itu sudah berdiri dia sudah ngantuk.

Umat : tertawa.

Rasul Yohanes : Sudah gelisah ya. Sudah sampai sini saja, ya. Sampai bertemu kembali. Kita satu dalam doa. Selamat melayani.ya. Jangan takut. Allah menyertai kamu sekalian di Surga, itu saja ya. Bersama Allah tidak ada yang takut.

Umat : Amin!

Rasul Yohanes : Ah. Amin. Ngerti kamu amin itu apa artinya.?

Umat : Iya, saya percaya.

Rasul Yohanes : Percaya dalam kebenaran, ya. Sampai bertemu kembali. Salam untuk Agnes ya. Terima kasih ya.

Umat : Terima kasih Rasul. Selamat malam.

==================================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Tuntunan Rasul Yohanes |
 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com