spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Arsip untuk Ketegori ‘Tuntunan Rasul Yohanes’

Doa di Bandol, Darit, Kalimantan Barat

Pesan disampaikan di pada tanggal 30 September 2014

PENGAJARAN RASUL YOHANES

Bu Agnes : Silahkan rasul Yohanes, Terima kasih rasul Yohanes engkau diutus untuk mendampingi kami di dalam pelayanan engkau bapa rohani kami yang tidak kelihatan, yang diberikan Surga untuk kami. Kini engkau juga tidak pernah meninggalkan kami sendiri. Engkau selalu mendampingi kami dan kau satukan kami semua, kegiatan kami dengan kegiatan rasul Yohanes di Surga. Terima kasih sudah sekian lama kami tidak bertemu dan mendengarkan dan menumbuhkan iman kami dalam pelayanan ini. Terimakasih Rasul Yohanes.
Kalian sudah pernah bertemu dengan rasul Yohanes ? Sebagian sudah, sebagian belum ? Yang belum, berdoa ya. Kalian jangan berfikir dengan pakai ini (saja)…………… (menunjuk kepala,red.), nanti setan akan bekerja. Jangan kamu pikirkan apa yang tidak engkau mengerti tapi bawalah dalam doamu supaya pengertian-pengertian itu akan bisa kamu mengerti dan engkau satukan dengan perjalanan hidupmu setiap hari dimanapun anda berada, ya. Ini yang bisa saya sampaikan.

Yaa kita ucapkan selamat datang Rasul Yohanes. Hah, ini kami. Juga kami berkumpul ini ada bapa uskup kami bapa uskup Hieronymus bapa uskup kami yang setia yang mendampingi kami dan percaya yang mendukung kami dalam kelompok ini.
Dan juga ada romo kami romo Widi, romo Widi baru saja bersama kami, romo Widi Ignasius dan juga romo Widi Alexius tapi banyak lagi romo-romo yang mereka takut untuk bersama kelompok ini bersama ibu Maria. Iya terima kasih. Terima kasih untuk kehadirannya. Terima kasih sungguh-sungguh kami dikuatkan ditempat ini, rasul Yohanes mau menguatkan kami di dalam perjalanan ini. Selamat pagi rasul Yohanes.

Rasul Yohanes : Hai- salam sejahtera bagi kamu semua yang ada disini.

Salam sejahtera rasul, jawab umat

Rasul Yohanes : Sudah lama kita tidak bertemu ya

Iya sudah lama sekali, jawab umat

Rasul Yohanes : Saya ada dimana ? Kamu ada dimana ? Menurut kamu ada dimana ?

Di Surga, jawab umat

Rasul Yohanes : Apakah Surga itu jauh daripada kamu ?

Tidak, jawab umat

Rasul Yohanes : Tidak. Kita dekat. Kita dekat ya. Surga dan Bumi itu dekat. Tetapi dengan apa kedekatanmu ? Iman. Apa yang disampaikan Agnes tadi adalah iman. Iman mendekatkan kamu dengan Allahmu di Surga.

Rasul Yohanes bertanya kepada Bapa Uskup Hieronymus Bumbun: Kamu lupa sama saya ?

Tidak, jawab uskup Hieronymus Bumbun

Rasul Yohanes : Tidak lupa ya ?

Iya, jawab uskup Bumbun

Rasul Yohanes : Siapa saya ?

Yohanes, jawab uskup Hieronymus Bumbun

Rasul Yohanes : Yohanes. Akulah Yohanes. Akulah saksi hidup. Dan saksi tentang kebenaran. Saksi tentang Surga. Saksi tentang Allah.

(rasul Yohanes mendekati dan menyapa romo Ignasius Widiaryoso OFM)
Rasul Yohanes : Halloo—kamu siapa ?

Ignatius, jawab romo Ignatius Widi

Rasul Yohanes : Ignasius, kita berkenalan ya. Aku Yohanes bersama Agnes ya. Selamat kamu bergabung.
(Rasul Yohanes mendekati dan menyapa romo Alexius Widianto)
Rasul Yohanes :
Alexius, kita bertemu kembali. Sudah lama kita tidak bertemu.

Sudah lama, jawab Romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Sudah lama. Apakah kamu rindu Aku ?

Sangat, jawab romo Alexius Widianto.

Rasul Yohanes : Sangaat.. untuk apa engkau rindu ?

Untuk lebih bisa bersatu, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Bersatu. Rindu itu untuk menyatukan ……..?

Saya dan Tuhan, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Bagus. Rindu akan Tuhan itu indah. Semua manusia itu harus rindu akan Tuhan. Kalau kamu tidak rindu akan Tuhan, kamu tidak akan bertemu dengan Tuhan. Rindu, rindu. Tuhan juga juga rindu akan kamu semua yang ada di Bumi ini. Rindu. Rindu.

(Rasul Yohanes dengan raga ibu Agnes menunjuk foto gambar wajah Tuhan Yesus diatas meja)
Rasul Yohanes : Ini menurutmu siapa ?

Tuhan Yesus Kristus, jawab umat
Rasul Yohanes : Baik. Inilah wajah-NYA di Surga. Dari mana kamu dapat ?

Dari seorang peziarah yang berziarah ke tanah suci Israel, jawab bu Ola

Rasul Yohanes : Sekarang mengapa wajah ini ada bersamamu ?

Karna Thomas Aquinas juga sudah bersaksi dan ibu Agnes sudah bersaksi karna sudah berjumpa dengan Tuhan Yesus, jawab ibu Ola.

Rasul Yohanes : Baik. Agnes sudah dipersiapkan. Semua dipersiapkan oleh Allah untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini tentang Allah. Sudah sekian banyak manusia diselamatkan tetapi manusia masih bermain-main dengan dunia, dunia yang fana yang menyesatkan.
Inilah saat terakhir Allah berkarya. Kamu tidak mengerti. Sekarang menurut kamu Aku ada dimana ?

Di Surga, jawab umat

Rasul Yohanes : Di Surga.

(melalui raga ibu Agnes tangan Rasul Yohanes menunjuk tubuh bu Agnes)
Rasul Yohanes : Menurut kamu, ada disini ?

Tidak, jawab umat
Rasul Yohanes : Menurut kamu ada dimana Agnes ?
Agnes ada dimana ?

Raganya ada disini, rohnya sedang berdoa, jawab umat

Rasul Yohanes : Baik. Inilah yang tidak dimengerti. Para imam sudah menghakimi anak ini. Menurut mereka, Agnes sudah berbuat-buat, sudah membohongi, menipu tentang kebenaran bahwa Allah itu ada di dalam tubuh. Tidak ada. Allah tidak ada dalam tubuh Agnes dan Aku juga tidak ada dalam tubuh Agnes. Aku ada di Surga.

Ini. Allah Mahakuasa, Allah bisa melakukan apa saja menurut kehendak-NYA. Kehendak-NYA adalah kebenaran. Kebenaran ini di tolak oleh dunia. Maka karena penolakan-penolakan ini, maka banyak manusia tidak terselamatkan.
Aku Yohanes. Aku saksi dari awal sampai akhir. Aku dijadikan saksi tentang kebenaran ini.
Menurut kamu kitab-suci disitu tertulis injil Yohanes, injil Mateus, injil Lukas dan Markus. Keempat injil ini, menurut kamu yang bersaksi tentang kebenaran ini, menurut kamu injil mana ?

Injil Yohanes, jawab umat


Rasul Yohanes : Baik. Selalu kamu terhambat di dalam perkataan injil Yohanes. Kamu tidak kuat untuk menerima apa yang Aku sampaikan semua di dalam kitab-sucimu. Begitu beratkah ? Apa yang Kutuliskan itu berat bagi kamu, para imam ?

Bisa jadi. Sebagian tidak, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Bisa jadi. Kalau bisa jadi sebagian atau ……

sebagian, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Sebagian. Maka sebagian yang tidak kamu mengerti itulah yang menjadi batu sandungan. Sekarang ini banyak para imam berjalan sendiri, mengartikan tentang firman itu sendiri. Maka banyak
yang salah. Banyak yang tidak dimengerti oleh anak-anak Tuhan. Mau dibawa kemanakah ?
Firman itu, - sedang seorang pribadi imam sendiri tidak menguasainya-, bagaimana dia bisa menyampaikan firman itu kepada umatnya? Renungkan. Renungkan.

Berbahagialah kamu berada di dalam kelompok ini. Kamu diberikan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan, terang dari kitab-suci itu sendiri. Tapi itu bukan untuk dirimu. Itu untuk bekalmu, untuk menyampaikan ini semua kepada saudara-saudaramu. Bukan untuk pribadimu sendiri. Inilah bekal, supaya kamu melayani banyak umat yang akan kamu selamatkan itu, kamu punya dasar. Kalau kamu tidak punya, apa yang harus kamu sampaikan kepada mereka. Sedang kamu sendiri tidak mengerti tentang kitab-suci.
Kitab-suci itu harus dibaca. Pasti Tuhan akan berikan pengertian. Itu firman Allah yang hidup. Bukan suatu bacaan, sejarah. Tidak. Tidak.
Firman Allah itu adalah bekal dari kehidupan manusia yang percaya kepada DIA. Tuhan tidak meninggalkan sendiri, dibekali semuanya supaya sampai kepada tujuan, tujuan itu adalah Surga.

Sudah lama kita tidak bertemu. Tapi Aku menyertai kamu karena Aku diutus untuk membimbing kamu. Kamu tidak usah takut untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini. Harusnya kamu mendoakan mereka, itu penting. Doa anak yang baik akan didengarkan Allahmu di Surga.

Apapun yang kamu terima dalam kelompok ini, nikmati saja. Jangan sedih. Jangan kuatir. Jangan takut. Tidak apa-apa. Kami sudah mengalami. Kami sudah mengalami. Kamu tinggal meneruskan saja. Kami lebih berat untuk menyampaikan kebenaran ini kepada mereka-mereka pada waktu itu.
Yang kamu bimbing adalah seiman. Kamu wartakan adalah yang seiman. Bukan kamu wartakan pada (yang akan di) baptis, sudah tidak jaman lagi. Tidak ada waktu lagi kamu wartakan kepada mereka-mereka karena kebenaran ini sudah ada di Bumi ini, mereka memilih mana, dunia atau Allah. Ini yang Ku sampaikan kepada kalian.

Siapapun yang sudah diselamatkan, dia mengerti apa yang harus ku lakukan dalam hidup saya ini. Melayani. Sekali lagi tanpa melayani apakah kamu bisa masuk Surga ? Tidak. Kamu pintar berdoa ? Tidak.

Kasih itu adalah melayani. Kasih itu adalah mencintai. Kasih itu hidupku bersama Allah. Saling menolong antara satu dengan yang lain, kasih. Kasih sempurna itu adalah milik Allah pribadi tapi kasih itu juga di berikan kepada kamu. Tidak cukup. Bukan Tuhan menuntut kamu banyak, tidak. Hanya sedikit ya. Berimanlah yang baik. Kalau kamu beriman yang baik kamu bisa melakukan apa saja dalam hidupmu karena iman.

Iman itu menolong. Iman adalah Allahmu sendiri. Aku mengerti cukup berat kamu hadapi imam-imam tapi biarkanlah mereka. Pada waktunya mereka akan mengerti. Jalan terus. Jangan mundur. Itulah kebenaran. Tidak ada satupun yang bisa menghalangi kamu masuk dalam kebenaran. Tidak ada. Karena kebenaran itu adalah Allahmu sendiri, sempurna.

Kelompok ini bukan kelompok manusia, ciptaan manusia, bimbingan manusia atau pembicaraan manusia, tidak. Kamu menerima semua dari Surga, kamu sampaikan kepada mereka-mereka semuanya supaya terselamatkan.
Apakah ini adalah Agnes ? Tidak. Agnes tidak tahu apa-apa. Seharusnya kamu mengerti: bisakah Agnes berbicara tentang Surga ? Bisa atau tidak !?

Tidak bisa, jawab umat

Rasul Yohanes : Tidak bisa. Dari mana dia tahu tentang Surga, hah ? Tidak tahu. Jadi Surgalah yang berbicara kepada kamu saat-saat terakhir ini. Lihat dunia, apa kamu tidak percaya tanda-tanda itu semua ? Dimata Tuhan sekejap. Tapi kamu, untuk menerima apa yang di katakan dari Surga tentang pemurnian itu, terimalah dengan kamu bekerja, berdoa, melayani. Itu saja. Maka kamu tidak merasa seolah-olah “kok tidak terjadi”. Kalau tahu itu terjadi, apa kamu sudah siap !?

Belum rasul, jawab umat

Rasul Yohanes : Maka dipersiapkan kamu dengan baik ya, berdoa, bekerja dan melayani. Inilah, kamu tunggu dengan ini, untuk menunggu janji Tuhan untuk memurnikan dunia ini. Semua ada di dalam kitab-suci. Tidak ada satupun yang tidak ada dalam kitab-suci. Apa yang kamu sampaikan itu semua ada di dalam kitab-suci. Bukan Agnes yang membentuk semua perkataan-perkataan disampaikan. Agnes tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa. Setelah mengerti itu dia, disampaikan semua itu, baru dia mengerti. Apakah dia tahu apa keinginan Surga? Tidak.

Agnes ini hanya sarana. Dengan cara ini, manusia masih bebalkah ? Masih mengeraskan hati ? Tidak percaya ? Dan tidak mau kembali dan bertobat kepada Allah ? Itu luar biasa. Surga melihat para imam sudah di pinggir jurang. Di pinggir jurang dengan kesalahannya sendiri. Umat mau dibawa kemana ?
Inilah, Surga menuntun kelompok ini pergi sampai ke dalam-dalam sana, melihat anak-anak Tuhan yang tersesat. Itu dibiarkan. Itu dibiarkan. “Gembalakanlah domba-domba-KU”, sempurna. Sempurna. Mengapa harus ditambahkan atau dikurangi apa yang dikehendaki Allah melalui kitab-suci? Siapa menambah, siapa yang mengurangi dia akan dihukum, itu hak Allah. (bdk Wahyu 22 : 18-19) Yang tertulis tetaplah tertulis. Siapa melakukan dia mendapatkannya. Maka Allah turun tangan. Allah tidak tega. Allah merasa kehilangan anak-anak-NYA di negaramu ini.

Allah pencemburu, kata ibu Ola

Rasul Yohanes : Allah pencemburu. Semua ada dalam kitab-suci. (bdk Kel 34:14; Ul 4:24) Hai, para imam, kita sama. Tidak ada bedanya antara kamu dengan saya. Kita seorang imam. Imam rohani yang menyelamatkan jiwa-jiwa. Kita sama. Maka tidak ada tingkatan-tingkatan di Surga, hah, tidak ada. Semua imam bergabung bersama kami. Tidak ada.
Menjadi imam yang baik, yang benar apa yang dikehendaki Allah “gembalakan domba-domba-KU”, gembalakanlah dengan baik. Jangan disesatkan domba-domba itu sendiri.
Nih, kita sama. Tidak ada perbedaan. Dalam kitab-suci disebut para rasul. Para rasul itu imam, sama dengan kamu, sama. Ini yang Kukatakan kepada kalian. Tolonglah, mengertilah kita sama-sama diutus untuk menyampaikan kebenaran ini untuk menyelamatkan anak-anak Tuhan. Sudah cukup kalimat itu “gembalakanlah domba-domba-KU”. Itu perintah Tuhan. Bukan hanya berteman. Tidak berteman kalian dengan Tuhan, tidak. Kalian disatukan dengan Tuhan, hidup dalam Tuhan sebagai seorang imam.

Romo Alexius Widianto bertanya :
Rasul saya boleh bertanya: kami ini baru saja mendapatkan pencerahan tentang api-penyucian yang tidak diciptakan tetapi disediakan. Kok rasanya– karna ini pencerahan yang luar biasa. Kita ini kan tentunya harus menyampaikan kebenaran ini kepada mereka yang belum tahu.
Tetapi kemudian, saya pribadi menjadi cemas, kalau-kalau mereka yang tidak percaya kepada Yesus, kalau kita katakan mereka jelas masuk Neraka, begitu.
Apakah ini benar-benar pemahaman yang mengatakan bahwa, -atau penafsiran kami itu mengatakan bahwa- api-penyucian itu disediakan (hanya) bagi mereka yang percaya sama Yesus tetapi mereka mendua-hati. Apakah ini benar penafsirannya ini, rasul ?

Rasul Yohanes : Baik. Itu benar. Kami diutus untuk menyampaikan kebenaran ini dan mereka dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus, mereka sempurna menjadi anak-anak Allah. Ini kuncinya.
Maka Allah tidak menciptakan tempat-tempat yang membuat seolah-olah tempat itu diciptakan untuk anak-anak-NYA.
Untuk apa rencana itu ? Tuhan sudah menyatakan dibaptis, diselamatkan dalam nama DIA, tapi Tuhan menciptakan tempat penantian? Selain itu …… adalah Neraka, ya, tidak.
Kamu harus berpikir apa sebabnya Tuhan menyediakan tempat itu? Karena Kerahiman-NYA. Karena kasih-NYA kepada anak-anak-NYA. Kalau ini, Tuhan akan menyelesaikan menghakimi dan menghukum mereka, Tuhan mengingkari janji.
“Belum waktunya AKU akan menghukum manusia” “Apabila AKU datang ke Bumi ini, disitulah akan terjadi penghukuman; percaya, mau tidak percaya, mereka mendapatkan”. (bdk Yoh 5: 26-29)
Disinilah kuncinya bahwa Allah itu sangat Mahakuasa, Maharahim, Mahakasih. Dan tempat ini hanya sebagai tempat dia, itu juga karena manusia ingin mencari dunia tapi Tuhan juga masih memberikan tempat. Kalau itu tidak ada tempat, terus kemanakah jiwa-jiwa yang belum terselamatkan itu? Ke Neraka ? Pasti Tuhan tidak akan masukkan ke Neraka atau masuk ke dalam campur baur dengan jiwa-jiwa mereka yang tidak percaya. Tidak akan mungkin. Inilah Kerahiman Tuhan. Ditunjukkan Kerahiman Tuhan yang luar biasa padahal itu kesalahan manusia, Tuhan tetap setia, tetap menyelamatkan, diberikan tempat, ‘sebentar, kamu disini’. Sampai sini sudah mengerti ?

Mengerti, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Sudah mengerti. Jadi kita kembali Kerahiman Tuhan itu luar biasa. Walaupun anak itu berdosa, Tuhan tetap mengakui itu adalah anak-anak-KU, KU kemanakankah mereka ini ? Nggak mungkin mereka masuk Surga. Apakah nanti Surga bisa protes kenapa mereka bisa masuk Surga ?, -ini kata dunia-, sebenarnya tidak begitu.

Karena di Surga tidak ada protes, kata bu Ola

Rasul Yohanes : Tidak ada protes. Apa protes ? Arti protes apa ?

Tidak suka, menolak, jawab bu Ola

Rasul Yohanes : Tidak suka. Itu bahasa kamu, protes, saya juga suka katakan protes. Tidak suka, tidak suka, tidak suka. Ya, ini. Itu jelas.
Jadi dengan adanya tempat untuk mereka, itu Kerahiman Tuhan. Tuhan itu harus adil ya. Harus adil sempurna. Kalau ini langsung masuk Surga kan tidak adil, tidak adil. Ketawalah iblis; DIA tidak sanggup kan ? Tidak sanggup kan ? Mengatasinya kan tidak sanggup kan ? Itulah iblis.
Allah tidak akan terhambat. Allah tidak akan kehilangan sesuatu, apapun bisa dilakukan-NYA, itulah Kerahiman-NYA. Jadi tempat ini (api penyucian, red.) adalah atas Kerahiman Tuhan kepada anak-anak-NYA. Begitu, ya.
Apa yang disampaikan Ibu Maria itu benar. Karna Ibu Maria itu merasa sedih dan menderita karna itu anakNya. Ngerti nggak ? Allah menyerahkan anak-anak-NYA kepada ibu Maria sebelum Tuhan kembali ke Surga. Itu jelas. Itu Saya dengar. Itu Saya lihat bagaimana Allah menyerahkan kalian kepada Ibu Maria. Aku saksi-NYA. (bdk Yoh 19:26-27) Maka Aku Yohanes saksi hidup dan saksi hidup bahagia di Surga, Aku Yohanes.
Mengapa para (penulis) injil (lainnya) tidak diutus bersama kelompok ini ? Mereka tidak masuk dalam bagian itu sendiri. Mengapa Aku Yohanes yang masuk dalam kelompok ini diutus untuk menjadi Bapa rohani kalian yang tidak kelihatan dan bekerjasama dengan ibu Maria ?
Keterlibatan diriKu bersama Ibu Maria sejak Aku hidup. Bukan sekarang saja di Surga kita saling mengenal, saling mengerti, tidak. Waktu hidup Ibu Maria bersamaKu menghadapi itu semuanya. (bdk Yoh 19:27b) Para rasul sebagiannya bertebaran, ketakutan dan kekuatiran. Aku tidak bergeming sedikitpun. Tapi itulah jalan. Kalau itu tidak diberikan Tuhan, bagaimana mungkin semua akan terbuka, apa yang dikehendaki Allah. Siapa yang akan bersaksi apa yang di kehendaki Allah sebelum Allah kembali ke Surga. Jadi, Akulah Yohanes.
Maka renungkanlah apa yang Aku sampaikan dalam kitab-suci. Siapapun yang dibaptis harus sampai kepada tujuannya. Ini, inilah gembala yang baik.

Romo Alexius Widianto bertanya :
Tapi rasul, kesulitan saya setidak-tidaknya itu kan menghadapi, menghadapi pemahaman yang sudah begitu baku, yang sudah begitu terbentuk bahkan dalam pandangan gereja Katolik sendiri ya sering menjadi samar-samar ketika juga mengatakan bahwa ada dalam agama lain itu ada kebenaran dan kebaikan yang harus kita hargai. Ya memang kita hargai. Tetapi masalahnya adalah ketika kita mengatakan bahwa Neraka itu adalah buat mereka yang tidak percaya kepada Yesus, kok kelihatannya kami jadi sombong ya. Begitu. Begitu kira-kira.

Rasul Yohanes : Ah, tidak sombong. Mereka saja yang membentuk arti kesombongan. Sebenarnya mereka yang sombong karena mereka sudah tidak mengerti, dikasih pengertian mereka menolak, merekalah yang sombong. Benar tidak ?

Benar, jawab umat

Rasul Yohanes : Kamu menyampaikan kebenaran yang benar, seperti kami dulu menyampaikan kebenaran yang benar, apakah kami sombong ? Tidak.
Itulah kebenaran harus disampaikan, harus berani. Siapa takut! Apakah tubuh ini ? Tubuh yang fana, biarkan hancur, jiwa terselamatkan. Apakah kita, …..kamu, mempertahankan tubuhmu itu yang fana itu karena kamu takut kepada dunia, tidak kan ?!

Tidak, jawab umat

Rasul Yohanes : Tidak. Hari ini silahkan. Tetap setia dalam kebenaran, apalah tubuh ini. Tapi jiwa, itu yang akan bertemu dengan Allah di Surga. Tidak usah kuatir, kamu tidak berjalan sendiri, Surga menyertai kamu. Apakah kamu, sampai saat ini, kamu di penjara ?

Tidak, jawab umat

Rasul Yohanes : Tidak. Tidak di penjara. Dimanakah para imam bisa menghakimi kamu sehingga kamu di penjara ? Tidak akan sanggup.
Ini bukan waktunya untuk penjara atau menghakimi atau menghukum. Sekarang waktunya, bukalah hatimu, terimalah kebenaran ini, waktunya sudah dekat. Itu saja.
Ini kesombongan-kesombangan para imam, itulah imam-imam Farisi, mereka sombong. Sombong! Itulah menjadi pelajaran untuk para imam. Itu belajar dari para, para imam Farisi, mereka banyak menolak karena mereka terlalu pintar.
Kami bodoh. Kami bodoh, yang di panggil bodoh-bodoh. Yang pintar itu hanya Paulus. Dia bisa tahu hukum-hukum Taurat. Saya juga tidak tahu hukum Taurat. Kami orang bodoh tapi kebodohan-kebodohan inilah di pakai oleh Allah masuk dalam kebenaran ini. Jadi tidak ada permainan tambahkan dan dikurangi tentang kebenaran itu sendiri. Dengan kebodohan manusia itu, yang bicara siapa ?

Tuhan,Tuhan Allah, jawab umat

Rasul Yohanes : Tuhan Allah. Siapakah kami kalau kamu baca kitab-suci siapa kami ?

Nelayan, jawab umat

Rasul Yohanes : Kami orang bodoh yang tahu ikan, makan ikan, jual ikan. Hah, kerja kami di laut, itam-itam, bau-bau, hah! Tapi Tuhan pakai. Orang-orang bodoh ini dipakai, dirubah sehingga dia bisa masuk dalam kebenaran untuk mengalahkan imam-imam Farisi. Tetapi mereka-mereka yang percaya hukum-hukum Taurat, mereka juga bisa masuk Surga. Cuma ini contoh.
Sekarang juga yang menolak, yang menolak juga para imam. Tapi kalau kamu lihat, Surga melihat imam-imam bodoh. Jadi imam hanya minta di layani, dielu-elukan. Hah, itu salah. Kasih makan yang enak sampai banyak para imam yang besar-besar badan.

Umat tertawa : hahahahaaa.

Rasul Yohanes : Eh, benar nggak ?

Iya, jawab umat

Rasul Yohanes : Bukan kamu, Ignasius.

(umat tertawa)

Rasul Yohanes : Kamu anak baik. Kamu anak baik, Imam yang baik. Jadi apa yang kamu terima dalam kelompok ini, lakukanlah untuk umatmu, selamatkan umatmu dengan baik. Itu saja. Itu imam. Jadi jangan seperti imam-imam Farisi membantah, membantah. Jadi, hukum dia, hukum manusia itu, yang diutamakan dari hukum Tuhan. Itu banyak terjadi, maka Tuhan……….. itu apa namanya ? Mendobrak itu tradisi-tradisi mereka. Yang selalu diangkat adalah tradisi, bukan Allah, bukan Allah.
Nih, ini yang mau saya sampaikan juga, kamu para imam, bergegaslah kamu, apa yang tidak dikehendaki Allah jangan lakukan ! Terutama satu: ”dalam perjamuan”. Ini masih banyak, perjamuan ada di negaramu ini imam-imam sudah melakukannya tidak sesuai apa yang dikehendaki Allah.

Imam-imam itu bersatu dalam perjamuan bersama Allah, bersama kami di Surga. Apakah imam-imam merasa terlalu lelah melayani umatnya ? Itu tidak beralasan. Tugas imam: “gembalakanlah domba-domba-KU”, kata Tuhan. Sempurna. Pekerjaan ini tidak akan bisa dialihkan kepada yang tidak berkepentingan. Yang memegang itu adalah imam. (hosti kudus)

Ya. Kan sudah dikatakan dalam kitab-suci. Baca kitab-suci. Ada tertulis ; ”Apa yang kau ikat di Bumi akan terikat di Surga”, itulah gembala. “Apa yang kau lepas di Bumi, akan terlepas di Surga”, itu gembala bertanggung-jawab kepada Allah. Karena yang hadir itu, yang hadir itu adalah Tuhan sendiri kalau kamu percaya, hai para imam: “AKU-lah roti yang turun dari Surga”, itu ada di kitab-suci mana itu ?

Injil Yohanes, jawab umat. (bdk Yoh 6: 48-58)

Rasul Yohanes : Itulah. Akulah saksi hidup dan mati. Aku diberikan pengertian yang sangat dalam, maka siapapun yang sudah terselamatkan dan dibaptis, itu harus dijaga baik-baik imannya, diantar dari lahir adalah urusan imam sampai dia kembali itu juga urusan imam, di antar ke Surga. Hei—tidak separuh jalan, setengah jalan, sebagian jalan yang kamu telah lakukan. Sempurna. Kalau kalian tidak siap, tidak usah jadi imam. Imam itu tugasnya besar menyelamatkan jiwa-jiwa.
Hah—ini banyak, ini banyak, ini sudah terjadi. Siapakah yang menge-sahkan ini ? Adalah imam, seorang manusia, membolehkan. Dasarnya apa ? Bagaimana ? Maksudnya apa ? Tujuannya apa ? Atau meringankan tugas kalian ? Berapa jamkah kalian berdiri membagikan Tuhan yang hadir ”roti yang hidup yang turun dari Surga” kepada anak-anak-NYA ? Apakah kamu pingsan !?
Kalau kamu membagikan Komuni diri terus langsung kamu mati, kamu masuk Surga.

Amin, jawab seorang umat

Rasul Yohanes : Benar. Itu tanda. Tidak ada lagi. Sungguh, kita sama. Sama kamu sama dengan Aku. Kamu juga rasul-rasul di Bumi ini. Kamu juga imam-imam di Bumi ini yang melanjutkan karya Allah. Tuhan sudah menyerahkan semua anak-anak-NYA kedalam tanganmu.! Ya ke dalam tanganmu. Jangan kamu lakukan lagi itu, tidak ada. Dosa akan kamu tanggung nanti.
Kamu lihat apakah para imam tidak ada disini ? (api penyucian, red.) Ada. Ada juga imam jadi kesini ? Ada. Dia meninggalkan imamnya, dia meninggalkan imannya masuk ke dunia yang fana ini, langsung ke sini. Ini, disini banyak para imam, dia tidak mengerjakan tugasnya dengan baik.
Tapi Allah Maharahim. Ada doa-doa datang, berbelas kasihan kepada mereka-mereka, memohon kepada Allah. Karena orang ini beriman yang baik, Allah lepaskan semua.

Nggak, tidak ada lagi perjamuan di rumah-rumah, Allah tidak akan hadir. Dikatakan ”dimana dua, tiga seperti kamu AKU hadir”, ada nggak di kitab –suci ? (bdk Mat 18:20)

Ada, jawab umat.

Rasul Yohanes : Ada. Kenapa tidak jelas ? Kenapa itu tidak dilakukan ? Di dalam Ekaristi, dalam perjamuan itu hanya di rumah Allah. Allah memberikan rumah-NYA di Bumi ini untuk pertemuan-NYA dengan anak-anak-NYA bersama para imam maka “AKU-lah roti yang turun dari Surga”.
Ini dikatakan muslim tadi “turunkanlah hidangan dari langit”, kata orang muslim. Mereka mengambil semuanya. Kamu baca itu bukunya mereka, orang muslim katanya muslim itu menyelamatkan. Haaah—Yesus artinya menyelamatkan, kenapa muslim (dikatakan) menyelamatkan?, dari mana dia dapat kalimat itu. Itulah dunia.
Tidak ada Allah dua. Allah hanya satu. Semua buku mereka itu, semua ada: Perjanjian-lama dan Perjanjian-baru. Supaya kamu mengerti, mereka menyesatkan anak-anak Tuhan, menyesatkan firman-firman Tuhan. Inilah, inilah menghujat. Jangan kamu percaya sedikitpun apa yang mereka katakan, itu bagian mereka.

Romo Alexius Widianto bertanya:
Rasul tapi saya mau tanya lagi, karna mengenai misa di rumah Tuhan ini, saya pernah bertanya kepada uskup saya dan uskup saya memberitahukan “lho di kitab-suci itu para rasul pergi kerumah-rumah, berdoa, memecahkan roti dan melakukan Ekaristi itu” dan saya K.O. ndak bisa menjawab. (bdk Kis 2:42-46)

Rasul Yohanes : Apa K.O itu ?

Knock out, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Knock-out kata itu apa ?

Tidak tahu– hahaha, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Baik. Saya jawab. Allahmu datang ke Bumi ini juga pada waktunya, tidak mendadak ya, tidak sekejap, harus mengalami supaya kamu tahu sejarahnya; bagaimana sejarah gereja, kapan munculnya, kapan dibangun.
Tapi kami selalu memecah-mecahkan roti di Bait Allah. Tuhan membolehkan itu karena keadaan. Sekarang rumah-NYA sudah disiapkan, mengapa kok mundur kebelakang, kenapa itu menjadi contoh bagi mereka untuk melakukan, itu salah! Salah besar. Rumah itu akan dibangun, tapi sedikit itu terjadi pada waktu itu, kami melakukannya itu, pun itu keadaan darurat. Tahu nggak darurat ?

Tahu, jawab umat

Rasul Yohanes : Darurat itu apa sih ?

Terdesak, terpaksa, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Tapi saya bisa ya mengatakannya.

(Hahahahahaaaa, umat ketawa)

Rasul Yohanes : Ya. Sekarang rumah Allah sudah dibangun, umat Allah bisa berhimpun di dalam rumah-NYA dan diundang dalam perjamuan pesta abadi yang kekal bersama Allah bersama para imam, kenapa dilakukan lagi di rumah-rumah ? Masalahnya apa ? Saya mau bertanya kepada para imam: masalahnya apa sehingga itu dilakukan ?
Jangan kalian selalu mengatakan: para rasul dulu juga mengadakan perjamuan di rumah-rumah. Bagaimanakah pada waktu itu kami melakukan perjamuan itu sendiri?

Romo Alexius Widianto :
Tapi masalahnya, Rasul, karena bapa uskup saya mengatakan demikian: Di Indonesia ini rumah-rumah itu adalah sarana untuk pertemuan dalam Ekaristi dan iman umat lalu tumbuh. Sedangkan di Eropa, tidak pernah ada misa-misa di rumah-rumah dan sekarang mereka hancur imannya, itu yang pertama.
Yang ke-dua adalah terdesak oleh situasi yang juga dikatakan darurat. Tahuhlah kita sebagai orang Katolik punya gembala utama yang tinggal di Vatikan itu dan dia berkeliling untuk misa, misa juga di lapangan terbuka, di altar dunia dan itu kita bertanya-tanya: gembala utama kami saja memberikan contoh itu, lalu—berarti—kita juga bisa merayakannya di segala tempat.
Dan kemudian juga ijin mendirikan gereja kami juga susah untuk mendapatkannya, lalu—kemudian—kami melakukannya di rumah-rumah. Itu kira-kira sih alasannya.

Rasul Yohanes : Kalian itu selalu membuat pendapat yang sesingkat-singkatnya tanpa mencari bagaimanakah seharus saya, saya berbuat
yang terbaik? Nggak bisa begitu. Itu salah berpikir. Tuhan datang ke Bumi ini juga harus melalui– apa ?, melalui apa ?

Proses, jawab umat

Rasul Yohanes : Proses tanpa apa– ? Supaya ada sejarahnya. Kalau Tuhan datang plok, apa sejarahnya, apakah kalian mengerti ? Akhirnya kalian tidak mengerti apakah itu Allah atau tidak. Semua harus bertahap.
Sekarang alasan-alasan para imam. Sebenarnya ada, rumah Allah itu yang kamu sebut gereja itu ada, cukup. Berapa kalikah satu hari, lakukan dengan baik.
Ya sekarang begini: para imam mau berkunjung ke umat-umat yang jauh, itu bisa kamu lakukan, karena apapun, roti yang dari Surga itu bersatu dengan kamu, kamu bawa ke ujung Bumi juga bisa kamu lakukan untuk memberikan kepada jiwa-jiwa yang merindukan tentang roti yang hidup yang turun dari Surga. Tidak ada alasan. Tidak ada alasan. Itu bisa kamu bawa, kamu kumpulkan umatmu mau di lapangan hah—silahkan. Tapi kamu tidak bisa mengadakan perjamuan, (di luar rumah Tuhan) itu tidak bisa.

Romo Alexius Widianto :
Tapi Paus kami melakukan itu di—membawa hosti sebegitu banyak susah sekali.

Rasul Yohanes : Maksudmu ?

Romo Alexius Widianto :
Kalau Paus berkunjung ke beberapa negara, dia kan merayakan Ekaristi di lapangan terbuka, lalu kalau sudah menyiapkan hosti yang sudah terkonsekrir kan tidak tahu jumlahnya ada berapa .

Rasul Yohanes : Apakah itu hanya Pausmu sendiri yang pergi ? Para imam itu kenapa tidak dipekerjakan, kerjasama untuk membawa roti yang turun dari Surga bawa ke— mereka kemanapun, bawa.

Ih— Jangan kalian beralasan, ya.Tidak ada alasan lagi. Untuk apa imam-imam itu bekerja ? Bawa mereka, untuk mengadakan apa namanya ? eee— Doa bersama, memberikan jiwa-jiwa yang merindukan Tuhan melalui roti yang turun dari Surga. Bawa! Kenapa susah ? Nggak, tidak bisa. Tidak bisa begitu, apapun alasan mereka.

Yang punya DIRI, yang punya BADAN, yang punya KEHIDUPAN, yang MENYELAMATKAN, DIA tidak mau. Mau apa kalian ? Apa kamu paksa ?

Tidak, jawab umat

Rasul Yohanes : Kehendakmulah yang kamu lakukan, hah, maka tidak terjadi “Apa yang kau lepas, lepas”. “Apa yang kau ikat, kau ikat” terikat di Surga. Hah- Ini, tidak punya alasan, saya tidak bisa, tidak bisa menerima apa itu alasan, jawaban, Surga tidak bisa terima. Tidak bisa. Itu salah.

Kamu bisa membawa hosti yang turun dari Surga ke Penjara juga bisa. Imam itu sudah bersatu dengan Tuhan dalam Ekaristi ya, disatukan. Kamu bawa kemana saja Tuhan bersatu dengan kamu. Bagaimana cara membawa-NYA itu, itu adalah kebijaksanaan kamu untuk membawa hosti yang turun dari Surga adalah Tuhan sendiri. Bisa, kemanapun kamu pergi : ke penjara, kemana—ke hutan, anak-anak Tuhan kumpul di hutan silahkan bawa itu hosti. Kenapa kamu merasa resah ? Kenapa harus membuat perjamuan di rumah-rumah ?
Dimana dua-tiga orang berkumpul AKU hadir. (kuasa Tuhan hadir, red.)

Terima kasih rasul, jawab romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Baik, sudah mengerti kamu ya ?

Mengerti, jawab Romo Alexius Widianto

Rasul Yohanes : Kamu seorang imam harus mengertilah. Kamu Ignasius sudah mengerti ?

Mengerti, jawab romo Ignasius Widiaryoso

(rasul Yohanes menyapa uskup Hieronymus Bumbun
Rasul Yohanes : Hallo—sudah mengerti apa yang saya sampaikan ?

Uskup Bumbun menjawab : dengan mengganggukkan kepala.

Rasul Yohanes : Baik. Di hari tuamu ini persiapkan dirimu dengan baik apa yang harus kau lakukan sebagai seorang imam. Mulailah hari ini dan seterusnya supaya itu tidak menjadi beban, menjadikan suatu ganjalan nanti kalau kamu pulang engkau akan mendapatkan kesulitan. Aku meluruskannya, Aku juga imam, kamu juga imam. Sekarang di hari tuamu ini persiapkan dirimu dengan baik dan apa yang di kehendaki Allah melalui kelompok ini, tidak ada lagi perjamuan-perjamuan di rumah-rumah, tidak ada lagi ee—ee—tangan, tangan anak-anak Tuhan ikut campur tangan di dalam perjamuan.
Lihat bagaimanakah sejarahnya perjamuan itu: para rasul hanya dengan Tuhan. (Perjamuan malam terakhir, red.) Karna disitulah Allah bekerja bersama para imam untuk mewartakan untuk menyelamatkan, dari tanganmulah banyak jiwa-jiwa yang terselamatkan. Jangan kamu alihkan kepada mereka yang tidak punya hak untuk melakukannya. Tidak lagi. Tidak ada lagi. Tidak ada lagi.
Di dalam rumah Allah, yang membagikan hosti yang turun dari Surga adalah para imam. Kamu tidak akan mati kok. Kamu tidak akan pingsan, Tuhan akan menguatkan kamu dalam– Bagaimana kamu lihat: kami bekerja memberi makan lima ribu lebih, itu lima ribu, anak-anak, orangtua, perempuan, laki-laki, itu banyak banget, banyak sekali. Hah, kami yang membagikan. Kami tidak minta tolong “tolong kamu yang yang membagikan”, tidak. (bdk Yoh 6:1-13)
Kami membagikan, para rasul membagikan segitu banyak orang; berkelompok disana, berkelompok disana, tapi kami tidak apa-apa, bahagia, sukacita karena kami merasakan inilah, inilah kami menjadi pelayan, pelayan Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak-NYA.
Ini pelayan. Kamu itu pelayan Tuhan. Rohani ya, bukan pelayan dunia. Pelayan Tuhan, rohani.
Ini yang mau saya sampaikan karena Aku bicara seperti ini karena Aku sama dengan kalian. Aku juga imam yang dipanggil untuk mewartakan tentang karya keselamatan. Akulah Yohanes saksi hidup dan mati dalam kebahagiaan. Sampai sini sudah mengerti ?
Mengerti, jawab imam-imam

Rasul Yohanes : Baik. Kalian, kamu juga, yang bersatu dalam kelompok ini bekerjalah dengan baik, melayani dengan baik, bersaksilah tentang kebenaran. Tidak ada lagi kamu berdiam diri menikmati, nanti kamu
tidak mendapatkan apa-apa walaupun kamu mengerti, kamu terima, tapi kamu tidak melakukannya, kamu tidak akan mendapat apa-apa.

Imeldy dari Batam bertanya :
Rasul, boleh saya bertanya? Kami dituntut untuk bijaksana dalam pelayanan tapi kami juga dituntut untuk tidak takut. Tadi rasul bilang jangan takut. Jadi yang ingin saya tanyakan ini sehubungan dengan pelayanan imam kami romo Blasius yang pasti rasul dari Surga melihat ada sedikit hambatan dari bapa uskup yang baru dimana romo Blasius tidak boleh lagi untuk pergi melayani dengan Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia.
Nah jadi kami, di kota kami yang memang ada jadwal tiap tiga bulan untuk imam kami datang ke kota kami melayani kami dalam perjamuan, lalu kalau memang ada saudara-saudara kami yang ingin dibereskan hidupnya dari segi perkawinan maupun pembaptisan, itu menjadi sulit untuk imam kami datang ke kota kami melayani.
Yang ingin saya tanyakan rasul, ee apakah boleh kami berbohong, jadi dalam arti seperti ini: romo Blasius nanti akan menyampaikan kepada bapa uskupnya bahwa saya mau jalan-jalan ke Batam. Padahal nanti sampai di kota kami romo Blasius akan melayani kami yang mungkin membaptis atau memberkati perkawinan saudara-saudara kami yang perlu dibereskan.
Jadi yang saya ingin tanyakan kepada rasul apakah itu “bijaksana, tidak takut,” jadi ini yang bikin saya tanyakan kepada rasul dan mohon bimbingannya, mohon petunjuk yang terbaik bagi imam kami romo Blasius dalam melayani kami di kota kami. Terima kasih, rasul.

Rasul Yohanes : Baik. Bijaksana. Kalau bijaksana, itu berarti hasilnya baik. Ya, kamu lihat, keadaan saat ini, imammu. Jangan menyulut. Tapi diawali dengan dia percaya dan tetap setiap. Pada waktunya, kan semua pada waktunya, pada waktunya akan diperjelas semuanya. Jadi heninglah sejenak.
Dan saya minta kepada Alexius, kamu yang akan menyelesaikan mereka-mereka yang membutuhkan pertolongan yang akan diselamatkan hanya dari tangan imam yang bisa terselamatkan mereka masuk dalam kebenaran. Ini saya minta.
Kamu juga harus hening dan bijaksana dan renungkan dan lakukan. Kalau itu terjadi pergilah dan selesaikan semua. Jangan takut. Semua akan dimenangkan.
Untuk keadaan Blasius, dia harus bijak, seorang imam untuk mengalahkan, itu istilahnya….. petinggi gereja ya ?

Petinggi gereja, jawabnya
Rasul Yohanes : Itu siapa yang menciptakan petinggi gereja ?

Dunia, jawab salah seorang

Rasul Yohanes : Dunia. Tapi baik. Tapi kalau itu hanya untuk menghambat karya Tuhan, itu adalah dunia, dia tidak dapat apa-apa dan imam ini terlalu sombong ya. Tapi cip—siapa yang memulai pasti dia akan mendapatkannya. Doakan dia.
Dan saya berharap untuk kamu Alexius, tolong ee– selesaikan apa yang dikatakan tadi apabila disana membutuhkan keselamatan hanya seorang imam yang bisa menyelesaikannya, pergilah Alexius. DoaKu dan Aku menyertaimu dalam perjalananmu. Tidak ada yang bisa menghalangimu. Kamu siap Alexius.

Iya. Terima kasih jawab romo Alexius

Rasul Yohanes : Baik, terima kasih sekali. Ya, terima kasih sekali. Inilah tugas. Tugas seorang imam adalah menyelamatkan anak-anak Allah. Kamu dipanggil untuk bekerjasama dengan Allah, itu ingat. Kamu dipanggil untuk bekerjasama dengan Allah, bersatu, tidak bisa dipisahkan oleh siapapun terkecuali dirimu yang akan meninggalkan, itu adalah urusanmu dengan Tuhan. Kalau Tuhan tidak bisa, tidak mau memisahkan kembali siapapun yang dipanggil, dia disatukan dengan diri-NYA di Surga.

Berbahagialah kamu hai imam, apa yang kami alami, kamu alami. Tapi jadilah imam yang baik, dan setia berpegang dengan kitab-suci dengan firman Allah maka apa yang kau lakukan semua itu untuk melayani “gembalakanlah domba-domba-KU” sesuai apa yang dikehendaki Allah dalam firman-NYA, itu saja. Jangan ditambahkan, jangan dikurangi, Allah tidak mau. Allah tetap mengatakan AKU mengatakan kepadamu kekal dan abadi, tidak ada satupun bisa memusnahkan satu kalimatpun di dalam firman Allah. Tidak bisa. Kekal dan abadi.

Ee sampai disini, ini pertemuan kita. Dan ini hadiah untuk kamu, Aku diutus oleh Surga melalui Agnes untuk bertemu dengan kamu dan memperjelaskan semua supaya kamu mengerti apa arti kita iman.

Ya. Ini pertemuan kita, jadi supaya kamu mengerti, inilah Tuhan mengutus Aku untuk bertemu dengan kamu. Pertemuan kita sampai disini dan doaKu menyatu dengan kamu dan kamu tetap setia dalam pelayanan. Waktunya sudah dekat, kamu akan menghadapi segala permasalahan silih berganti maupun di negaramu ini, maupun di seluruh Bumi, itu mulai kamu lihat tanda-tanda itu semuanya. Tapi jangan kamu tunggu kamu berdiam diri. Kamu tunggu dengan beriman, berdoa, bekerja dan melayani. Amin?

Amin, jawab umat

Rasul Yohanes : SalamKu untuk Agnes, ya.

Terima kasih, jawab umat.

Rasul Yohanes : Terima kasih untuk kamu semua para imam. Kamu juga di hari tuamu, jaga dirimu baik-baik, apa yang Aku sampaikan lakukan dengan baik, ini kebenaran. Karena kebenaran datang dari atas. Keputusan dari dunia itu bukan keputusan Surga. Kalau itu seijin Allah pasti itu terjadi. Kalau itu tidak seijin Allah, Allah akan menolak semua apa yang kamu lakukan. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Baik, sampai ketemu lagi. Bersatu dalam doa.

Terima kasih Rasul Yohanes, jawab umat

=============================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Tuntunan Rasul Yohanes |

Doa di Puspanita, Ciawi

Pesan disampaikan di pada tanggal 1 December 2013

Kata Pengantar Ibu Agnes

Para Romo, dan juga Frater, Suster, dan kita semua yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria… Kita berkumpul kembali pada bulan ini. Itu yang dikehendaki oleh Ibu Maria. Selalu Ibu Maria mengingatkan: Agnes, apabila engkau melayani anak-anakKu, katakan kepada mereka… mereka berkumpul sehati sejiwa dalam roh dan berdoa, melayani dimana pun mereka berada. Itu yang Aku kehendaki. Kujadikan anak-anakKu di negaramu ini, tempat yang luar biasa di negaramu ini, menjadi anak-anakKu, pendoa.

Jadi, Ibu Maria menganjurkan bahwa kita semua anak-anak Ibu Maria di Indonesia ini menjadi pendoa untuk mengalahkan dunia. Luar biasa Ibu Maria. Maka kita disuruh berkelompok-kelompoklah kamu, saling mengasihi, saling melayani, saling menolong, antara satu dengan yang lain… supaya mereka juga bahagia karena imanmu!

Ibu Maria mengajarkan kita karena Ibu Maria, waktu Ibu Maria hidup dulu, Ibu juga pendoa, melayani khususnya melayani para Rasul yang ditinggalkan Tuhan, merasa mereka kehilangan pegangan. Padahal Ibu Maria sudah resmi menjadi Ibu rohani kita kekal dan abadi dan kita menjadi anak-anak Tuhan kekal dan abadi bersama Ibu Maria, itu diwakili oleh Rasul Yohanes. (bdk Yoh 19: 26-27) Jadikan pendoa… hebat ya! Untuk mengalahkan dunia.

Di negara kita ini, Ibu datang mengumpulkan kita semua dari pelosok-pelosok tanah air kita ini untuk mendengarkan kebenaran-kebenaran yang disampaikan oleh Surga. Tapi apakah kalian sudah berkelompok-kelompok? Belum. Yang sudah… sudah. Yang belum masih banyak. Khususnya kelompok doa dalam keluarga masing-masing… itu yang utama ya! Kalau kita tidak mengawali kelompok doa dalam keluarga, bagaimana mungkin kita bisa bergabung dengan mereka-mereka saudara-saudara kita? Sulit… karena tidak terdidik untuk menyatu sehati sejiwa dalam keluarga.

Ibu Maria menghendaki di Indonesia ini anak-anakNya menjadi pendoa untuk mengalahkan dunia, karena terlalu banyak anak-anak Ibu Maria di Indonesia. Itu banyak sekali ya! Mungkin merasa tertindas, merasa tidak ada kemampuan, tidak ada peluang untuk menduduki tempat jabatan-jabatan. Dunia penuh, sesak, akhirnya kita juga sengsara karena sikap dan tingkah laku mereka saat ini… menjerit dan menjerit! Itu rupanya Ibu Maria sudah tahu ya. Namanya Ibu Surga, pasti Ibu Surga sudah tahu bahwa anak-anaknya ada yang sangat menderita di negara ini… sangat banyak dan gereja-gereja menderita karena mereka semuanya. Maka Ibu datang ke negara kita ini untuk memperkuat kita, iman kita masing masing untuk bersatu dengan Tuhan untuk mengalahkan dunia ini dengan iman, (bdk 1Yoh 5 : 4) bukan berperang ya!

Dengan iman kita bisa mengalahkan mereka walaupun apapun dunia itu, sikap dan tingkah lakunya yang mungkin sakit dan menderita dan menangis, tapi kita dikuatkan dengan iman. Iman itu kita percaya. Percaya kepada siapa? Kepada Tuhan. Semua akan menjadi baik ya.

Kita lihat, negara kita sudah terpuruk-puruk dan anak-anak Ibu Maria banyak yang berkeluh kesah. Yang mereka yang di sana, yang di pedalaman, dan segala macam tuh… itu sebenarnya tugas imam-imam.

Ibu Maria sedih, mengapa anak-anakKu seperti ini? Miskin akan harta itu tidak masalah bagi Surga, tapi kalau miskin iman, itu Surga prihatin. Kalau iman sudah tidak ada dan tidak hidup dalam diri kita masing-masing, kita bisa terseret kemana-mana. Akhirnya kita bimbang. Kenapa?
“Tuhan ada di mana ya? Kok aku dibiarkan seperti ini? Tuhan ada di mana ya?” Akhirnya mereka mutung, banyak pergi dan melarikan diri karena tidak ada yang menolong! Siapakah yang menolong? Pertama imam, bersama para umat! Sebenarnya bisa kok digiring semua itu.

Suatu penderitaan ada di paroki, Romo bisa menjerit kepada umat: Yuk, kita bantu saudara-saudaramu sana! Pasti bisa diajarkan kepada umat itu untuk melayani. Tapi saya lihat banyak umat itu masa bodoh melihat saudara-saudaranya. Mereka nggak tahu saudara kita itu siapa yang sebenarnya… adalah mereka yang dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, itulah saudara kita kekal dan abadi. Kita akan bertemu bersama di sana di Surga.

Melemah iman anak-anak Ibu Maria juga karena tidak ada dukungan. Banyak gereja diam dan bungkam, membiarkan umatnya terseret-seret. Saya itu kalau melayani ke pelosok-pelosok saya sedih banget, gitu lho. Kemana mereka? Ini sebenarnya bukan kesalahan umat 100%., ada bagian juga dari seorang imam.

Dan juga kita hidup menggereja itu adalah satu kesatuan… bersatu, disatukan oleh Tuhan dalam diri-NYA. Kita disatukan oleh Tuhan dalam ekaristi. Kenapa kita selalu masih membedakan yang si miskin dan si kaya? Ya…

Inilah, maka Ibu Maria meminta kepada kita berkelompok-kelompoklah kamu, supaya kamu bisa bekerja dengan baik untuk melayani saudara-saudaramu dengan segala permasalahan yang mereka hadapi. Berkelompok-kelompok! Mungkin kalau satu orang kita menangani… mungkin kalau aku mau jadi presiden bisa kutangani itu semua seluruh Indonesia.

Bu Ola: Ibu mau jadi presiden?

Umpamanya! Iya, umpamanya. Ya! Mari kita kerjasama, gitu lho. Kita kerjasama bersama Ibu Maria. Ibu Maria kan ada di Surga, tidak ada secara fisik lagi di antara kita. Lah,Kitalah diutus! Pergilah anakKu! Cari saudara-saudaramu. Bawa mereka kembali kepada Allah. Tolong mereka. Tolong! Ibu Maria menjerit dari Surga. Ayo, tolong saudara-saudaramu!
Tapi banyak yang apatis. Masa bodoh! Loe, loe. Gue, gue. Aku cari makan sendiri. Enak-enak aja loe! Nggak bisa begitu! Apapun kesulitan saudara kita itu… baik yang dari hidup saya dan anda karena kita satu tubuh dalam Kristus Tuhan, nggak bisa dipisahin. Siapapun yang sudah dibaptis, dia bersatu dengan Tuhan.

Sadarlah kita hidup ini sementara. 24 jam. Berjaga-jaga! Disuruh Tuhan berjaga-jaga. Kalau kita nggak berjaga, pas diambil… hmm, nangis loe nanti! Baru tahu– ya ampun Tuhan, aku hanya sampai di sini! Hartamu ada di dalam sesamamu, saudaramu.
Sekecil apapun yang engkau berikan kalau engkau sayang, engkau kasih, engkau cinta… itu besar sekali di mata Tuhan! Ini ajaran Ibu Maria.
Ibu Maria seolah-olah akan membawa kita seperti apa yang dialami Ibu Maria, para Rasul, dan umat perdana pada waktu itu. (bdk Kis 2: 42-47) Pasti sama! Nggak akan berbeda, gitu lho. Kalau Ibu Maria mengajarkan itu, berarti Ibu sudah pernah melakukannya. Itu diajarkan kepada kita, gitu lho.

Ya, tolonglah sadar kalian. Harta itu untuk apa? Kamu pulang nggak kamu bawa. Rumah sampai diberi pelindung berapa lapis, itu takut pencuri datang, kan?! Berlapis-lapis rumah itu dipagarin. Gila, nggak?! Gila.

Ibu Maria ingin anak-anakNya bekerja sama dengan… bukan kepada Agnes - aku juga pekerja!- Wah, enak ya Bu Agnes. Lah, kalau loe jadi saya plek (ambruk kelelahan, red.) kalau nggak siap… memangnya enak jadi saya? Nggak!
Tapi aku senang. Aku mau melakukan karena aku cinta akan Tuhan apapun kulakukan! Apa sih hidup?, Aku sudah 67 tahun sekarang, mungkin 3 tahun lagi pas 70 aku pulang. Nggak sampai 70 ya! Hitung dong! Hidup itu ada mati, tapi kematian itu jangan mati sia-sia.

Anak Ibu Maria tidak akan bisa mati sia-sia. Kalau kita benar-benar masuk kepada jalur yang benar, pasti kita sampai kepada tujuan kita adalah Tuhan.
Ya ampun, kalau kalian tahu Tuhan itu ada dan dekat dan sangat dekat! Itu (kan pengalaman) Bu Agnes—maka aku bersaksi kepada kalian. Tuhan itu menunggu di Surga dengan setia. Maka kalimat-kalimat Firman Tuhan: “hai kamu yang letih, lesu, yang berbeban berat… datanglah kepadaKu!”. (bdk Mat 11:28)

Tuhan menawarkan itu tapi kalian banyak datang pergi ke paranormal, pergi ke adat, pergi ke dukun-dukun. Padahal Tuhan sudah menawarkan, kalau kita mempunyai beban berat: Coba, datanglah kepada-NYA… Jangan datang karena persoalan, ya. Karena hidup saya dan anda adalah milik Tuhan, bukan milik pribadi kita. Kita nggak punya hak untuk menguasai diri kita masing-masing karena ada yang punyanya di Surga. Ngerti nggak kalian? Ada Tuhan Yesus.

Ibu Agnes menceritakan pengalaman menerima Ekaristi dalam Misa :
Saya punya pengalaman kemaren. Saya mengalami banget yaa–selama ini, saya ke gereja ke biara OAD. Eee kok OAD… OSC. Salah ya… maafkan daku! Hahaha. Kalau OSC itu tidak ada prodiakon, frater juga tidak memberikan komuni, romo-romonya semua! Nah, kalau pagi mulainya kan jam 7. Aku punya bayi. Kasihan, repot untuk disiapkan jam 6 pagi, dia dibangunin, diajak pergi. Lah… kita sekali- sekalilah ke gereja Ignasius, Cimahi.
Aku sudah ngambil posisi yang benar ya. Cucu dan anak-anakku bangku nomor 1, 2, dan 3. Mereka berkelompok disana. Saya dari belakang itu 1, 2, 3… bapak nomor 5 sama Tin-Tin.
Di situ biasanya pastornya membagikan komuni. Saya duduk, saya persiapkan… sudah. Romonya berdiri di sebelah kiri masuk. Tapi kok hati saya nggak enak ya?! Nah, jalurnya Lucy itu aku berdiri. Berdirilah aku di samping tembok itu, ikut jalur Lucy. Apa yang terjadi? Baru tiga bangku, romonya duduk, ganti prodiakon. Gila nggak?! Apa yang terjadi?
Cucuku memang sudah saya kasih tahu: Nanti di mana pun di sekolah, kalau romonya mengadakan misa di halaman, dek… kalian begini, ya!(ibu Agnes memperagakan tangan disilangkan ke dada) (Iya, eyang.) Begitu ganti prodiakon, cucuku semua begini! (ibu Agnes memperagakan dengan menyilangkan tangan ke dada)

Termasuk Lucy, Cita… semua begini! Aku penutup di belakang… begini! Begini saya. Saya diberkati, terima kasih. Seluruh gereja memandang kami semuanya. Itu sekeluarga udah gila. Tidak nyambut komuni, tapi mereka ke depan. Itu menjadi tontonan. Akhirnya saya duduk, saya menangis. Nangis itu masuk ke jalur 4 dari belakang, tempat duduk orang kududuk saking udah… udah ini ya, pusing ya! Lagi ini begini, ini kan bukan tempat dudukku… orang itu pada berdiri. Maaf ya, mas. Aku keluar, masuk ke belakangnya, disitu saya menangis dan berdoa. “Saya sudah berjuang, Tuhan. Saya ingin menyambut-Mu dalam tangan imam karena imam itu KAU satukan dalam kehidupan-Mu. Kini aku tidak mendapatkan apapun! Udah berjuang, udah pindah!

Bapa kuajak juga nggak mau. Dia kan nggak mau, si ini juga nggak berdiri karena… udah lah, nggak apa-apa mereka akan menyusul. Begitu saya menangis, apa kata Tuhan Yesus? “Agnes, jangan menangis! Sekarang Aku datang memberikan diri-KU dalam roh. Terimalah dengan baik. Aku menguatkanmu. Engkau benar! Apa yang kau lakukan, itu benar. AKU tidak mau diperlakukan apa yang telah dilakukan para imam. Aku berkatimu.”
Terima kasih, Tuhan.

BU AGNES : Nangis juga! Masih nangis meleleh– kan aku kecewa, ya! Kayak bebek masuk kandang gitu lho.

BU AGNES : Akhirnya aku masih menangis, Ibu Maria datang memberikan penegasan. “Kebenaran itu harus menderita, Agnes. Tanpa penderitaan, kebenaran itu tidak akan dinyatakan. Bagi orang yang berjuang untuk mencari kebenaran, dia akan mendapatkan, Agnes!”

Iya, Ibu.
“Kuatkan hatimu dan pergilah melayani anak-anakKu dan sampaikan salamKu kepada mereka. Setialah! Apa yang diminta Surga, lakukan dengan baik.”

Terus, udah agak reda…. Thomas datang! Thomas Aquinas datang. “Ma… mama jangan nangis, ma. Mama benar. Mama jangan malu ditonton oleh saudara-saudara kita, ma. Yang meminta kan yang punya diri-NYA sendiri, yang mempunyai hidup. Ya… kita berikanlah, ma, kepada Tuhan. Sudah ya, ma. Kita benar kok, ma! Sekarang kita disatukan perjamuan di Surga bersama-sama kok, ma”.
Thomas dimunculkan oleh Tuhan untuk menasehati mamanya. Ini nggak masuk akal, ya! Tidak masuk akal.

Bu Ola: Romo Ignatius Widi nggak mengerti. Thomas Aquinas adalah putra sulung ibu Agnes yang sudah meninggal dunia hampir 2 tahun yang lalu.

BU AGNES : Ya, akhirnya Thomas menguatkan saya: “Teruslah mama melayani ya, ma. Pasti Tuhan menguatkan mama, ya. Mama kalau sakit…” Terus dia mikirkan keluarga, gitu. Bagaimana kami, ma? Bagaimana adik-adik, ma? Bagaimana itu cucu-cucu mama semua, ma? Kalau mama sakit, terus kita bagaimana ma? Ayo, mama bangkit! Kuat ya, ma! Yang minta adalah Tuhan. Lakukan, ma! Terima kasih ya, Di! Ya, ma. Selamat hari Tuhan. Selamat hari Tuhan, ma. Kita menerimanya dengan sama. Kalau kami di Surga kami sudah bersatu, ma.

Iya, benar ya! Yang sudah di surge tidak akan dipisahkan lagi, sudah bersatu dengan Tuhan. Kalau kita di bumi ini, kita datang hari Minggu… 2 Minggu lagi kita nggak datang, tidak akan bersatu dengan Tuhan.
Kalau di Surga, nggak ada lagi— sudah satu dengan Tuhan dalam perjamuan itu disatukan oleh Surga kepada perjamuan di seluruh bumi.

Sebenarnya kalau para romo itu sadar, bahagialah mereka melakukan semua apa yang dikehendaki Tuhan melalui kitab suci ya. Ini yang mau saya sampaikan kemarin. Kalian juga begitu. Nggak usah gelisahlah! Lari sana, lari sini… itu ngapain ya? Tuhan sudah mengatakan: “Siapapun yang setia apa yang KU-mintakan kepadamu, AKU datang memberikan rohKU sendiri dalam roh, KU-berikan kepada kamu.”

Duduk manis! Jangan gelisah! Wong saya sudah berdiri mempersiapkan diri saya untuk bangku ketiga. Saya juga nggak dapat, akhirnya.
Prodiakon itu… Ada 10 orang lagi! Gila banget. Itu romo-romo yang ada itu nonton TV di itu… di dalam pastoran. Bukannya membantu rekan romonya!

Setiap hari Minggu itu kerja sama sebenarnya bisa kok selesai. Ini bagianmu, urusanmu. Ini bagianku,selesai. Nggak begitu hitung-hitungan, namanya melayani umat dalam perjamuan, romo-romo harus kerjasama… kan begitu!

Ini,ini… ini yang bisa saya sampaikan supaya kita jelas. Kalian juga nanti kalau di gereja terjadi itu… duduk saja, duduk manis dan berdoa, pasti Tuhan memberikan dalam roh. Kita tidak ditinggalkan, nggak. Jangan kalian lari sana, lari sini, ntah kemana-mana, itu jadinya situasi nggak baik. Tuhan juga tidak menghendaki seperti itu. Kamu kayak orang nggak percaya. Tuhan sudah bersabda: “AKU bisa memberikan diri-KU dalam roh!” Nggak usah lah kita lari-lari sana, lari sini… membuat sensasi, membuat suasana itu tidak enak. Begitu.
Aku pikir nanti akan dengar mereka akan bicara tentang keluarga kami, sekeluarga, cucu kami… kami, kami nggak menerima, nggak menyambut, silang tangan semua.

BU AGNES : Hehehe. Jadi, begitu ya.
Benar kata romo kemarin. Yohanes pembaptis untuk membuka kasut, membungkuk dan membuka kasutnya pun aku tidak layak.
Untuk kasutnya saja kita tidak layak, apa lagi dengan tubuh mistik-Nya yang turun dari Surga bersatu dengan para Imam. Siapakah kita ? (hanya tangan tertahbis yang berhak membagikan komuni, red.)

Baik dan tidak baik para imam itu, itu urusan dia dengan Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan! Loe punya romo kayak gitu, pastor kayak gitu, AKU nggak datang. Nggak! Nggak gagal! Nggak.

Maka jangan kita kalau ada persoalan, nggak senang dengan pastor-pastor di paroki, kalian jangan lari sana pergi ke gereja lain. Nggak bisa, ya! Nggak bisa! Nggak bisa begitu. Nggak baik. Berarti kita sudah menghakimi. Emangnya kita suci? Kita kudus? Nggak! Jadi kalau masalah Tuhan di dalam Ekaristi, kita percaya. Tuhan tidak gagal karena pastornya nggak baik,terus Tuhan: Nggak, AKU pulang ke Surga. Nggak ada! Nggak. Nggak begitu ya!
Jadi tolong… kalian yang sudah mengerti kita nggak bisa menyambut dalam tangan seorang bruder atau frater, frater juga belum boleh. Kalau sudah diakon… nah, itu boleh mereka memberikan itu semuanya, membagikan komuni untuk kita. Dan kalian nggak usah sibuk di gereja geser sana geser sini, akhirnya kalian tidak bisa berdoa dengan baik. Itu yang mau saya jelaskan yang sangat penting,yang dimintakan oleh Tuhan bahwa kita bisa menyambut di rumah-Nya ya. Tuhan hadir di rumah-Nya. Ini… rumah Tuhan ada dua, Surga dan di bumi ini. Di bumi secara kita masih hidup, Tuhan juga melayani kita. Tuhan juga memberi diri-Nya kepada kita. Setelah kita kembali, kita bersatu dengan Tuhan di Surga.
Indah banget ya!

Saya dulu waktu muslim… tidak ada ajaran begitu. Nggak ada ya. Jadi, tolong!
Saya mau menyatakan bahwa Tuhan tidak mendirikan gereja Katolik ya. Tidak. Tapi Tuhan memberikan tugas kepada Petrus untuk mendirikan rumah-Nya di bumi ini. Jadi Tuhan tidak membawa agama ke dunia, tapi Tuhan datang ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia ya. (bdk Mat 16:18-19) Mereka yang ada di bumi itu adalah mereka menciptakan agama ya, menciptakan segala-galanya, dan juga hukum-hukum itu bisa berubah setiap saat. Kalau kita tidak bisa. A… A. B… B.

Maka saya katakan Tuhan Yesus radikal. Tuh— kita menjadi anak-Nya fanatik! Ngerti nggak? Aku salah nggak ngomong gini?

Umat yang hadir : Tidak.

Romo, aku salah nggak? Ee—tidak dijawab sama romonya. Romo, aku salah nggak?

Romo: Tidak…

Tidak. Tidak dong! Orang sudah Tuhan kita radikal, terus kita melempem? Nggak lah. Fanatik itu bukan berarti kita seenaknya… nggak! Kita bertahan dengan iman kita yang telah kita terima dari Tuhan. Nggak akan tergoyahkan sedikit pun, walaupun dunia ini ambruk kita tetap setia kepada DIA. Itu ingat ya.

Jadi… satu lagi. Kemarin si Koko itu bertanya, kayaknya serius banget dia– itu. Serius banget, tentang apa yang di alami umatnya di sana itu, teman-temannya.

Bu Ola: Koko Pamungkas. (umat dari Baganbatu, Riau)
Koko Pamungkas, tu— serius banget : “Berarti mana yang benar, Injil atau pesan Ibu Maria?”
Wah… ditantang. Dia menantang nih, sekarang.

Saya mengatakan mau meluruskan kejadian dari… siapa sih, La? Aku selalu susah menyebut nama suaminya si Ami itu lho. Syahrial! Bukan Syahrini, ya?
Syahria!. Oke. Saya mau menjelaskan tentang Syahrial. Saya bergumul ya, karena selama ini romo Widi juga bergumul juga. Saya nangis.– Apa kata Rasul Yohanes: ”Bangkit, Agnes! Selamatkan anak itu karena dia beriman! Daripada kamu sudah beriman tapi kamu tidak meyakini yang sebenarnya dalam kebenaran. Katakan kepada Alexius, selamatkan anak itu karena anak ini berjuang untuk mencari Tuhan, ya! Dia meninggalkan semuanya dan dia menyelamatkan… itu ….istrinya, ya? Istrinya… dan anak-anaknya. Jadi dia menyelamatkan keluarga itu, dia berkorban (meninggalkan sanak keluarganya yang beriman non Katolik,red.) “Saya mau ikut! Saya mau ikut Tuhan Yesus!” Ini berbeda ya. Sangat berbeda.

Itu Rasul Yohanes kemarin itu tegas sama saya. Imannya lah, ya… imannya anak itulah yang akan menyelamatkan jiwa-jiwa. Mungkin jiwa-jiwa itu kalau dia tidak menjadikan anak Tuhan, ini akan sengsara jiwa-jiwa ini. Si Amik juga akan menanggung resiko apa yang dia sudah lakukan selama ini.

Bu Ola: Emi.

Emi lagi! Aku bilang apa?

Umat yang hadir: Amik.

Kan bagus Amik, kan? Jadi begitu Rasul Yohanes mengatakan itu, ya saya ngomong. Akhirnya Surga ikut campur tangan karena iman. Kalau Amik… Emi itu berpasangan lagi seiman, lah itu saya bredel dia. Lebih baik kamu pisah. Nggak bisa dipertemukan. ,small>(bdk Mat 5:32) Tapi,…. (lain halnya) ada anak dunia… anak dunia mau selamat dan menyelamatkan 4 jiwa, dia berkorban untuk mengikuti Tuhan Yesus. Ohh, kenapa tidak?! Hukum Tuhan berlaku karena iman! Semua iman, ya! Bagaimana mungkin kita tidak beriman bisa selamat?! Nggak. Orang dunia, dia tidak beriman tapi beragama. Jadi berbeda kasusnya ya. Jangan kamu Koko bilang mana yang benar Injil atau pesan Ibu Maria? Ibu Maria itu mempertegas karena iman yang ada dalam Kitab Suci. Iman.

Bu Ola: Ibu, kemarin yang diangkat oleh Koko juga… jadi kan ada dua kali tuh dia ngomong, yaitu pada pencerahan di dalam kelompok dikatakan “hanya di dalam gereja Katolik”. Di dalam Injil dikatakan: waktu murid-murid mengatakan: ada orang menyembuhkan orang dengan memakai nama-MU. Biarkan mereka. Barang siapa tidak melawan kita, mereka ada di pihak kita. Padahal disini dikatakan hanya dalam gereja Katolik. Itu yang diangkat oleh Koko Pamungkas, mungkin itu juga perlu penjelasan. Terima kasih.

BU AGNES : Mengenai itu jangan harafiah banget ya. Kita mengartikan Firman Tuhan itu kadang- kadang pro dan kontra ya. Memang selalu memang terjadi pro dan kontra Firman Tuhan itu. Ada satu juga… “ada domba yang lain akan KU-selamatkan!” Itu kata Imam: tuh, Tuhan juga menyelamatkan domba-domba yang lain kok! Salah lagi! (bdk Yoh 10:16)

Tentang domba-domba yang lain itu adalah, pertama, Tuhan menyelamatkan domba-NYA di bangsa Israel. Tapi ada domba-domba lain di negara lain, ini di Jawa, di Australia, mana… di Amerika, itu domba-domba Tuhan juga. Dia percaya kepada Tuhan. Katakan domba-domba yang lain itu adalah manusia-manusia yang hidup dalam negara. Maka pergilah sampaikan kebenaran ini, kata Tuhan.

Itu juga salah romonya, (yang berpendapat) “kan juga Tuhan Yesus menghimpun domba-domba yang lain”, itu salah! Dari kandang yang lain itu maksudnya dari segala penjuru bangsa ini yang percaya kepada DIA, juga KU-selamatkan, bukan hanya bangsa Israel. Yang percaya lho… yang percaya! Kita di Jawa, kita di Indonesia, ini juga domba-domba yang lain kita ini. Tapi kita percaya, kita diselamatkan!
Jadi bukan domba itu semua dikatakan domba yang nggak percaya itu juga diselamatkan. Itu romo salah ya! Ini contohnya. Ini contohnya. Susah!
Tuhan Yesus selalu itu lho… kalau ngomong itu kita harus bergejolak, pusing memikirkan itu. Dulu para-para Imam juga pusing memikirkan. Di jawab langsung. Oleh Tuhan dikembalikan lagi kepada dia. Jadi Tuhan Yesus selalu mengembalikan semua pertanyaan itu : menurut kamu gimana? Tuhan tidak mau mendesak orang itu harus percaya. Bagaimana menurut kamu? Jadi kembalikan kepada orang yang membutuhkan keselamatan.

Ini tadi apa sih? kepotong lagi.

Bu Ola: Yang tadi adalah kan kata Yesus “barang siapa tidak menolak AKU— DIA bersama=KU . Barang siapa menerima, dia bersama-KU.” Katakanlah kalau kita bahasakan awam ya—yang Protestan itu yang percaya, kan mereka juga bersama Tuhan Yesus, mereka tidak atau bukan pihak lawan. Tetapi di sini kan kita menegaskan hanya yang ada dalam kesatuan gereja Katolik itu yang di selamatkan.

Ibu Agnes : Iya, benar. Itu benar. Tuhan tidak mengadakan suatu alternatif keselamatan. Nggak ada. Satu keselamatan dalam DIA bersama para Imam. Pertanyaan tadi itu menggelitik juga ya untuk kita : “mereka berdoa menyebut dalam nama-Mu”.
Ya, biarkan saja! Berarti kan belum beriman, baru menyebut nama-NYA, tapi dia belum beriman kepada DIA. Kan romo-romo juga mengatakan: Orang yang nggak percaya kepada Yesus, tapi sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan Yesus… dia selamat. Ya, nggak juga! Nggak begitu. Apa— coba lengkapnya apa?
Oh, udah nggak ketemu ya—udah. Kalau nggak ketemu… yo uwes. Jadi sudah jelas, ya!

Sekarang orang Islam juga, saya katakan: ini kembali ke muslim: mereka percaya kepada Isa Almasih. Dia sebut-sebut Isa Almasih tapi dia tidak mengimani, ya sama aja bohong! Itu aja tadi. Biarkan aja mereka memegang jubahKU, biarkan aja menyebut namaKU, tapi Tuhan ingin imani AKU. Mengerti nggak sampai sini?

Umat menjawab : Mengerti.

BU AGNES : Paham?

Umat menjawab : : Paham.

BU AGNES : Ya-, itu orang muslim. Ini yang dikatakan para Rasul. Mereka kok begini, begitu… kenapa kau biarkan? Biarkan aja! Orang muslim juga percaya kepada Isa Almasih. Imam Mahdi mereka adalah Isa Almasih, bukan Mohammad. Bukan! Saya katakan sekarang ini… nabi yang terakhir, menurut kalian siapa?

Umat yang hadir menjawab : Yesus.
BU AGNES : Kok Yesus lagi!

Bu Ola: Ibu udah ketemu nih, bu. Lukas 9:49-50. Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-MU, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

Ibu Agnes : Tapi, tolong… Siapa tidak melawan kamu, dia di pihak kamu. Ini harus digaris bawahi. Garis bawahi! Sekarang… sekarang ini ya, muslim berpihak kepada Isa Almasih tapi mereka berontak. Kalau dia berpihak kepada kamu berarti kan imannya tumbuh. Berpihak! Ini bahasa ya, berpihak itu dan imannya tumbuh, ya selamat lah dia.
Syahrial… siapa namanya? Syahrial ya. Syahrial! Ini yang dikatakan Tuhan: Kalau dia tidak melawan kamu, dia dipihak kamu. Ini adalah pertumbuhan iman, diproses dari awal karena dia percaya. Aku memulai menyebut nama Tuhan Yesus, pasti aku bisa melakukannya. Itu iman! Ya, benar dong… akhirnya kan mereka nanti masuk dalam jalan yang benar itu tadi karena dia mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Dia kan banyak nggak melawan… di pihak kita.

Bu Ola: Ibu dalam Injil Markus lebih lengkap. Markus 9:38-41. Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi namaMu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi namaKU, dapat seketika itu juga mengumpat AKU. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Ibu Agnes : Ya, iya lah. Itu benar. Itu benar, ya! Karena di sini Tuhan memunculkan iman seseorang. Kan pada waktu itu belum ada baptis membaptis, kan?! Baru Tuhan datang mewartakan, mereka sudah mulai percaya ya. Percaya akan kuasa-NYA begitu besar untuk memegang jubah-NYA saja seorang wanita pendarahannya juga sembuh. Itu iman. Dia juga belum dibaptis. Nanti prosesnya. (bdk Mat 9: 20-22) Pada waktunya… semua pada waktunya. Jadi ditumbuhkan iman-iman mereka tentang keyakinan ini, tentang kebenaran ini yang disampaikan Tuhan kepada mereka. Belum ada pembaptisan! Masih percaya, itu sudah masuk itu ya. Nanti akhirnya kayak Syahrial itu. Dia percaya, akhirnya terakhir dia dibaptis. Percaya dulu!

Aku dulu juga bukan langsung dibaptis begitu. Wow… nggak! Saya mencari Tuhanmu itu segitu lama. 24 tahun! Baru aku dibaptis! Nggak semudah itu! Kita percaya dulu dong. Kalau tiba-tiba aku mau dibaptis ah… karena aku mau nikah sama Emi! Nggak bisa. Nggak bisa! Jadi ditumbuhkan dulu keyakinan kita, kepercayaan kita kepada DIA… gitu lho.
Tuhan Yesus datang dulu itu mau meyakinkan. Tumbuh iman mereka ya. Setelah Tuhan kembali, terjadilah pembaptisan-pembaptisan itu semuanya. (bdk Kis 2:41) Sebelum Tuhan kembali ke Surga, tidak ada baptisan. Orang yang “atas nama Bapa dan Putera…..” masih belum ada di sekitar kita waktu itu… di sekitar mereka, kok kita , ya? Salah. Mereka. Belum.

Jadi sekarang Tuhan itu memunculkan supaya iman itu muncul dan percaya maka dia akan terselamatkan. Nggak mungkin kita mendadak: Romo, aku dibaptis deh mo! Apa loe? Siapa loe? Nggak bisa. Jadi inilah Tuhan Yesus. Namanya Tuhan ya, pasti DIA lebih jauh tahu tentang manusia karena kita semua ciptaan-NYA. Pasti Tuhan tahu! Tapi Tuhan punya jalan untuk nyelamatkan kita semua… umat-NYA di seluruh bumi ini. Koko, kamu udah mengerti? Amin. Terima kasih, Koko.

Jadi ini yang bisa saya sampaikan pada saat ini supaya kalau ada masalah-masalah yang terjadi kan romo-romonya punya dispensasi hukum-hukum untuk menentukan ini batal dan tidak. Tapi kita juga melihat konteksnya juga ya… perlu nggak ini pembatalan, ini perlu nggak diselamatkan. Kalau karena iman, kenapa nggak?! Gitu lho. Karena Tuhan ingin tumbuh iman. Sejak dulu Tuhan mengajarkan iman, iman, iman, kepada orang-orang pada waktu itu. Para Farisi, imam Farisi bertanya: Kenapa murid-MU tidak puasa?, ditanyakan lagi!
Bagaimana mungkin Tuhan ada di situ mereka berpuasa? “Pada waktunya mereka akan berpuasa di dalam nama-KU”. Waktunya! Itu lho. Tuhan itu juga memberikan pada waktunya. Diproses. Bukan sekejap PLOOKK! Gitu lho. Nggak bisa! Jadi semua diproses. Pada waktunya… pada waktunya!
Kenapa murid-murid-MU hari Sabat tetap bekerja?, ditanyakan kembali kepada Tuhan. Di situ juga akan kita mengerti siapakah hari Sabat itu, yang mempunyai hari sabat itu….siapa? Siapa?

Umat menjawab : Allah sendiri.
Jadi Tuhan Yesus menyapa. Baik.
Orang Farisi itu yang ditonjolkan adalah dunianya ya. Jadi Tuhan mau bertanya apakah kamu pada waktu itu atau pada waktu ini kamu mengalami umpamanya ada masalah, umpamanya binatangmu itu lho aku ngomong ya… kecelakaan masuk ke jurang kek, masuk ke sumur kek. Pada hari Sabat itu, apa kamu tidak menolong? Terdiam kan mereka! “Pada waktunya AKU-lah di atas segala hari Sabat.”

Tuh! Jadi, tolonglah… semua kan diproses ya. Untuk menemukan kebenaran itu Tuhan proses. Nggak sanggup manusia BLEEPP gitu. Nggak akan sanggup! Hiiihhh, nggak sanggup! Aku juga nggak sanggup. Aku diproses 24 tahun! Untuk mengenal Tuhanmu tuh aku 24 tahun. Haiihh, itu juga… wuiihh, perjuangan saya untuk menemukan Tuhan Yesus itu nggak main-main ya! Nah, seperti itu.

Jadi Tuhan mau dari dasar. Kalau kamu ikut, ya kamu dari dasar: Mengerti siapa AKU. Kan iman harus tumbuhkan, tumbuhkan, tumbuhkan. Bukan terus kita tidak mengenal DIA, karena ada sesuatu hal aku mau ahh dibaptis. Nggak bisa begitu beriman. Nggak bisa. Semua proses ya! Tuhan datang ke bumi ini juga proses kok. Dari perjanjian lama, Tuhan berjanji kepada para nabi-nabi atas kehadiran-NYA ke bumi. Itu proses juga udah beribuan tahun lama, baru Tuhan hadir ke bumi ini. Proses!

Jadi nabi yang terakhir adalah Yohanes Pembaptis. Tuhan Yesus bukan nabi. Silahkan! Dia guru, Dia nabi… biarkan aja yang bagus-bagus nama itu diberikan kepada Tuhan tapi DIA Tuhan Allah kita, ya.

Sungguh orang muslim mengakui banget itu tapi mereka tidak mengimani, hanya mengambil cuplik untuk menjadikan kebenaran-kebenaran yang dia bawa untuk diberikan kepada manusia. Kan pakai nama Tuhan Yesus, kan?! Di Al Quran itu banyak sekali: Siti Mariam, Isa Almasih... semua ada. Ya, biarkan! Tapi dia nggak beriman, nggak selamat. Ada orang: Bu, kan orang Islam juga percaya kepada Isa Almasih. Semua di Al Quran itu ada Isa Almasih. Lho, tapi kamu mengimani nggak? Ya, nggak. Ya, nggak bisa! Kamu pakai nama-NYA, kamu masukkan dalam Al Quran, toh nggak selamat. Benar nggak?

Umat : benar.

Aku mau ngomong sama kalian. Nggak usahlah usil dengan agama lain deh. Imanmu aja benarin baik-baik. Orang itu,itu— selamat nggak? Lho, aku selamat nggak? Harusnya demikian. Aku selamat nggak? Kok orang lain yang dipikirin? Itu bukan urusanmu untuk memikirin agama-agama yang lain yang ada di sekitar kita. Itu urusan dia. Apa yang mereka lakukan itu resiko dia. Apa yang mereka cari itu resiko dia.
Kadang-kadang kita ini terlalu berlebihan sih umat katolik ini… nggak mikirin dirinya, aku selamat nggak ya dengan kehidupanku seperti ini? Eh, mikirin orang lain! Itu namanya usil. Iya, usillah diri kita sendiri: apa aku sudah benar di hadapan Tuhan? Apa aku sudah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan?
Nggak usah sempurna lah… nggak usah! Kita nggak bisa sempurna. Kita melakukan hal-hal yang kecil, kan Tuhan bilang: Apabila engkau melakukan hal-hal yang paling kecil, engkau akan bisa melakukan hal-hal yang besar. (bdk Luk 19 : 12-26) Tuhan minta dari kecil-kecil dulu kok. Tuhan itu tahu siapa kita. Nggak bisa plek kita diminta yang besar-besar. Nggak beriman, mati terkapar kita semuanya ya.
Ini yang mau saya sampaikan. Tolong, nggak lagi kalian memikirkan agama mereka. Kalau itu saudara-saudara kalian… ajarkan yuk, pewartaan yuk! Kalau mereka nggak mau… udah. Udah gitu jangan berdebat-debat. Tuhan tidak perlu diperdebatkan dan Tuhan tidak pernah minta… apa jenenge? Di bela! Ihh, siapakah aku yang membela Tuhan? Nggak usah. Tuhan nggak usah dibela. Jaga diri kita dengan baik. Mari kita bela saudara-saudara kita supaya mereka bahagia. Gitu lho. Ada saudara kita nggak makan aja kita pura-pura nggak lihat. Tutup mata, ya.
Tuh, tolong dong… saudara kita yang kekal abadi adalah satu baptisan kekal dan abadi.Tempat kita sama-sama memiliki tempat di Surga. Itu ya! Tolong jangan celit kalian ya! Wuii, kamu jangan celit ya! Jangan kamu memumpuk harta. Pulang loe: Hah! Ya ampun, Tuhan… sampai di sini aku, Tuhan! “Apa yang telah kau berikan kepada-KU? Apabila engkau memberikan kepada saudara-saudaramu, engkau telah memberikan kepada-KU. “

Sekarang ini banyak yang numpuk harta sih, mau dibawa kemana harta itu, hah?! Itu kalau orang Cina dibawa tuh mati di kuburan, makanya banyak pencuri kalau ada orang mati Cina orang kaya. Itu pencuri-pencuri menjaga, mau gali kuburannya, mau ngambil hartanya. Benar nggak?! Benar.
Halo, jangan ngobrol dong ya! Ini yang mau saya berikan… apa yang dikehendaki Ibu Maria. Kita punya Ibu, ya! Hebat kita punya Ibu di Surga yang diberikan kepada kita dan Ibu selalu mengunjungi anak-anakNya di seluruh bumi.

Tergantung bagi anakNya yang dikunjungi, bisa nggak membawa misi itu sendiri untuk mewartakan tentang apa yang dipesankan. Kadang-kadang ditambahi, dikurangi, kadang-kadang nggak sampai kepada anak-anakNya. Tapi di sini nggak bisa aku berbohong karena Ibu yang ngomong sendiri pada kalian. Bagaimana aku bisa menambahi dan mengurangi?! Ngerti nggak?

Umat menjawab : mengerti

Dan aku ini sarana ya. Kalian pikir aku ini nggak menderita? Bagaimana kuasa Tuhan hadir, aku sudah dipisahkan dalam roh. Aku berdoa. Aku tahu badanku berkeliling. Tahu! Tapi aku tidak dengar apapun. Hanya aku berdoa. Pernah saya menangis: Aku nggak sanggup, Tuhan. Sepertinya aku sudah mati. Aku melihat tubuhku berjalan seperti ini. Kata Tuhan: Terimalah dengan baik dan berdoa dan sebut namaKU, engkau akan mengerti dan kuat untuk menerima apa yang KU-berikan tugas ini kepadamu.

Dulunya saya menangis terus! Nggak kuat! Bagaimana mungkin itu tubuhku berjalan menyampiri kalian, habis itu khusus kuasa Tuhan mengantarkan isi hati Ibu Maria dari Surga. Bukan aku kerasukan! Nggak! Aku hanya sarana… corong Ibu Maria cerita dari Surga. Nggak bisa dipikirin deh! Nggak bisa… nggak bisa. Aku aja nggak bisa mencerna. Bagaimana aku bisa berbohong kepada kalian? Apa yang disampaikan Ibu Maria juga aku nggak ngerti. Kalau sudah dicetak… apa itu? Di… di transcript. Di transcript itu aku baru tahu oohhh ini. Aku terlambat! Kalau kalian langsung mendengar. Aku selalu terlambat. Itu kalau orang ini tidak mengirim sama saya, juga aku nggak ngerti. Oh, ini tidak pernah… jarang mengirim sama saya.

Tersiksa saya lho. Kalian pikir aku nggak, yah, baru kali ini. Aku tersiksa kenapa? Kok orang lain, teman-teman, saudara-saudara, mendengar, aku sendiri tidak. Apa nggak sedih ya?! Dan mereka… mereka tidak mengirim ke saya.
Jadi jangan kira aku itu tidak menderita ya. Sangat menderita. Tapi aku senang dalam penderitaan ini, ya. Yang ku alami penderitaan waktu saya muslim itu sangat menakutkan. Tapi penderitaan ini membawa aku suka cita, bertambah dekat dengan Tuhan.Tuhan itu indah dan dekat dan sangat dekat kepada kita dan ingin dekat kepada kita… cuma kadang-kadang kita tertutup, sibuk dengan dunianya masing- masing. Terus… letoy! Malam nggak bisa berdoa.
Rosario putus-putus, bukan putus untuk berdoa—putus karena ditidurin, ngantuk! Iya, itu benar kejadian. Kalian mengaku dong! Baru Bapa Kami baru separuh… udah tidur! Aduh! Kata Ibu Maria: Jangan lelahkan dirimu nanti kamu tidak bisa berdoa, nggak bisa bertemu dengan Tuhan. Itu benar… itu benar.

Dan Rasul Yohanes mengajarkan berdoa mengalir itu di manapun kita berada. Kita ngobrol sama Yesus. Dia senang kalau kita ngobrol. Tuhan… aku begini, Tuhan. Jangan minta: Tuhan, aku mau beli mobil lagi ya… boleh ya!
Ya, nggak lah! Nggak. Kita nggak bisa minta dunia. Carilah AKU, semua akan KU-tambahkan untukmu. Indah ya!

Tapi orang Protestan separuh yang diambil, yang ditambahkan ini. Itu dikejar banget sama orang Protestan, dia pakai dalam nama DIA dunia ikut campur tangan. Saya mau cerita sama kalian. Yang sebagian sudah dengar.

Waktu itu saya diundang oleh Protestan. Waktu itu ada pendeta Yusuf Roni datang ke Bandung. Ayo dong bu… bu Sawarno! Ayo dong… kesaksian! Ini Pendetaku ini hebat. Kayak apa ya? Aku datang. Aku dulu suka rosario. Saya bawa rosario itu, saya bawa begitu. Saya masuk. Terus pendetanya, naik ke mimbar. Dia kaget! Katanya: “Saya mau mengatakan kepada kalian… saya tidak bisa melanjutkan, saya tidak bisa mewartakan tentang Tuhan karena aku sekarang dicobai oleh iblis. Sekarang ada iblis di antara kita menghalangi aku untuk bicara tentang Tuhan”. Yah, itu kan goblok!
Ya, orang pendeta kok takut sama iblis?!
Bolak balik dia ngomong… Ada orangnya di sini, dia bawa jimat! Aku mikir….
Siapa yang diomongi pendeta itu? Aku diam. Memang aku megang Rosario. Saya dulu senang,saya senang Rosario. Dibilangnya itu jimat!?
Ah, anak-anak Ibu Maria juga membawa kalung jimat tapi tidak berdoa. Untuk jimat Rosario itu… benar nggak?! Untuk apa itu? Bawa rosario hanya untuk… nggak lah! Surga ingin hatimu yang berdoa, bukan benda itu ada tergantung di dalam dirimu ya. Jadi, akhirnya ributlah. Jadi, umat bertanya-tanya : yang mana itu setannya, yang mana? yang mana? gitu.

Bu Agnes : Jadi aku diam aja. Si teman saya ini: Ibu Sawarno, di mana ada setannya? Ihh, nggak tau! Tanya kependetamu! Akhirnya aku tahu, ditujukan kepada saya ya… kepada saya. Kubilang sama dia: Eh, saya pulang duluan ya! Kamu teruskan dengan pendetamu, ya. Saya mau ada perlu nih.
Baru aku sampai di ujung, Pendeta lalu berkata: “sekarang iblisnya sudah pergi! “

Bu Agnes : Baru kali itu saya menghadapi Yusuf Roni. Orang pendeta kok takut sama rosario, takut sama anak-anak Ibu Maria. Akhirnya begitulah Protestan. Ini yang kamu bela? Iman mereka ada, baptisan mereka itu sah, sah, dari mana sah? Nggak ada sah!
Pendeta sama dengan saya! Saya tidak bisa membaptis, mengawinkan, atau perjamuan. Mereka juga nggak bisa karena Tuhan tidak memberikan keselamatan ada alternatif. Tidak ada. A, a. B, b. Itu diserahkan kepada para Rasul dan juga sekarang ini para Imam. (Hanya tangan tertahbis yang menerima urapan Roh Kudus dalam Sakramen imamat tak terputuskan sejak zaman para rasul, apostolic, red.)

Tapi banyak juga para Imam yang menelantarkan anak-anak Tuhan di seluruh Indonesia ini. Saya sudah ke pelosok lho. Ada romo yang sampai 3 tahun tidak mengunjungi umatnya. Di situlah kami berjuang, yang mana umatnya masuk ke Protestan. Gila, nggak? Tuh! 3 tahun tidak datang! 3 tahun sekali tidak datang. Mereka mau ke sana… jauh.
Tapi juga iya, kalau dia memberikan Ekaristi di kapel yang tidak ada tabernakel juga salah, tapi kan bisa terjadi. Romo bisa ibadat sabda. Romo bisa membawa hosti yang sudah diberkati dari gereja, dibagikan kepada mereka. Bisa! Romo. Dia membawa ke ujung langit juga bisa. Romo! Ibadat sabda, nggak bisa mengadakan perjamuan. Mereka ibadat sabda, bagikan mereka komuni seperti kepada orang sakit. Itu kan sakit rohani, rindu akan Tuhan. Ya, seperti itu.
Jadi, ini peranan romo sangat penting. Berbahagialah para Imam dipanggil dan mengerti atas tugasnya. “Hai Petrus, gembalakanlah domba-dombaKU” Itu gembalakan domba-domba-KU itu, sempurna. sampai dibaptis sampai mati itu urusan romo ya. Gembalakanlah domba-domba-KU, itu tugas luhur, tugas yang sempurna diberikan Allah kepada para Imam. (bdk Yoh 21:15-17) Ya, ini.
Kalau— siapakah si Agnes? Dia orang muslim kok ngomong banyak bicara? Yang ngomong juga bukan aku! Kalian pikir kalau aku ngomong ini otakku jalan? Nanti aku kalau di sini, aku akan ngobrol apa ya sama mereka? Nggak ada. Saya hanya berdoa. Bicaralah, Tuhan… aku mendengarkan. Aku ngomong ini nggak berpikir lho. Otakku nggak jalan tuh. BLANK! Supaya kalian tahu, aku bersaksi. Kenapa begini? Siapakah akan ku… mulutmu akan Kupakai supaya Aku bisa bicara melalui mulutmu. Itu nabi apa itu? Nabi apa? Nabi apa?!

Semuanya: Yesaya! Yeremia!

Bu Agnes : Nah, Tuhan memakai mulut-mulut mereka. Tuhan bicara melalui mulut-mulut mereka untuk mengatakan kebenaran. Apakah itu inisiatif para-para nabi itu? Nggak! Mereka nggak bisa berbuat apa-apa. Tuhan bekerja. Keledai aja bisa ngomong. Keledai!! (bdk Bil 22:28-30)

Bu Ola: Nabi Yeremia,bu.
Yeremia 1:4-10. Firman Tuhan datang kepada Yeremia, bunyinya: “Sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu, AKU telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, AKU telah menguduskan engkau. AKU telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau KU-utus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang KU-perintahkan kepadamu, haruslah engkau sampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab AKU menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah Firman Tuhan.” Lalu Tuhan mengulurkan tangan-NYA dan menjamah mulutku; Tuhan berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, AKU menaruh perkataan-perkataan-KU ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini AKU mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

Bu Agnes : Susah ya dimengerti, ya. Sekarang saya mendapatkan itu. Saya tidak pernah belajar Teologi, Filsafat, seperti romo-romo… nggak. Saya tidak pernah belajar untuk buku-buku karangan siapapun. Nggak! Tuhan tidak menghendaki. Hanya kau dengar, Agnes. Hanya saja kau mendengarkan AKU berbicara kepadamu. Jadi aku nggak pernah tuh ada buku.
Saya nggak ada. Apalagi saya asli dari muslim, ya! Kalau kalian tanya Islam, mungkin saya ngelotok. Tapi saya sudah hapus sekarang. Saya tidak mau lagi.

Bu Ola: Romo Broto nungguin 3 hari kapan ibu bikin draft, hehehe.

Bu Agnes : Tidak tahu! Dia kan nungguin aku tuh..diselidiki saya. Kapan si Agnes ini membuat konsep, buat apa… tapi dia sibuk nyuci piring, masak, melayani dia……………. Dia tungguin aku berapa hari, ya! Dia mau menyelidiki saya.

Begitu kita kumpul… ngomong aja. Ya, sudah. Terserah penilaiannya itu, terserah. Saya tidak belajar dari siapapun. Hanya Tuhan yang memberikan semua itu untuk kita semua, untuk anak-anak-NYA… supaya kesaksian ini sungguh-sungguh menumbuhkan iman kalian, supaya kalian bertambah dekat dengan Tuhan. Itu aja.
Saat-saat terakhir ini kita akan menunggu nubuat (pemurnian dunia, red.) itu. Pasti, ya! Dan kalian kuatkan iman kalian karena kesesatan itu akan datang dalam gereja sendiri, dalam rumah Allah sendiri. Itulah akan terjadi apabila pemurnian itu akan datang ya. Ada dalam Kitab Suci bahwa pemurnian itu akan datang akan dimulai dari kesesatan di dalam rumah Allah sendiri ya. (bdk 2 Tes2 : 3-4) Kita nggak usah berpikir macam-macam ya. Tapi kata Ibu Maria: Kuatkan imanmu, tumbuhkan imanmu. Kalau itu terjadi, kamu tidak terombang-ambing dan takut. Kamu tetap setia di dalam kebenaran dalam Tuhan. Gitu. Amin?!

Semuanya: Amin!

Bu Agnes : Iya. Eh, Romo Widi… mana Romo Widi? Oh, di pojok ya. Eh, Romo Widi… itu kayaknya Rasul Yohanes datang deh.

Semuanya: (Bersorak)

Bu Agnes : Tolong, ya! Ini ada tabernakel! Tadi kalian orang harusnya kalian nggak usah ketawa. Tutup mulut! Begitu, ya! Ini ada Tuhan yang bertahta di dalam tabernakel. Kita nggak boleh tepuk tangan, nggak boleh cewawaan, ya!

Saudara-saudaraku dan para romo, suster, frater… sekarang sudah lama memang Rasul Yohanes tidak hadir di tengah-tengah kita. Dia memberikan tugas begitu banyak dan tugas yang terakhir ini yang saya cukup mengerikan dan cukup berat buat saya… Surga protes : anak-anak Tuhan sudah menginjak- nginjak nama-nama yang ada di Surga. Itu yayasan-yayasan sekolah Katolik umpamanya antara lain, Santa Maria, ditulis di kaos kaki. Semua!

Bu Ola: Juga di Surabaya, Klaten… dari Bandung, Bekasi.

Bu Agnes : Ini Rasul Yohanes suruh mendobrak, suruh meluruskan. Berarti mereka tidak menghormati. Bukan mengatakan jasa-jasa orang Kudus yang dikuduskan oleh Tuhan di Surga ya. Ini yang cukup berat buat saya.
Saya juga mengalami di Cimahi… cucu-cucu saya, tapi satu sudah selesai. Saya bredel tentang kaos kaki nama Ibu Maria, Santa Maria, ditaruh di kaos kaki. Saya berontak, akhirnya diganti dengan lambang sekolah.
Sekarang cucu saya yang SMP juga diprotes, mau dihukum. Saya datang kemarin. Itu Santo Mikael. Kubilang itu bukan Santo, itu malaikat. Malaikat Agung! Bukan Santo! Tetapi Santo Mikael juga ditaruh di kaos kaki. Akhirnya saya mau ketemu sama susternya. Susternya pergi ke Malang sampai saat ini, tapi saya pikir lebih bagus kita mengacuhkan ini permohonan ini.
Kita keberatan nama-nama Surga diinjak- injak di kaki segala manusia yang agama apa saja. Ini… ini yang perlu kita perhatikan karena Rasul Yohanes meminta itu semuanya untuk membenahi, dipulihkan kembali. Siapakah yang menghormati, yang menghargai isi Surga?
Kita anak-anak Tuhan, ya! Nggak ada kok orang muslim itu Allahuakbar taruh di kaos kaki. Nggak ada! Sedang untuk main filem aja muka si Mohammad itu ditutupin. Nggak boleh! Dosa! Digambarkan dengan wajah yang lain dosa!
Itu orang dunia! Hei, kita sudah jauh! Aduh… saya sedih untuk ini semua tapi saya mau.
Saya bilang: Mau, saya… Rasul Yohanes,akan kami usahakan. “Selesaikan, Agnes! Selesaikan! Kalau tidak, masuk kamu dalam Imam-Imam supaya Imam-Imam itu yang berbicara karena ini juga menyangkut Imam-Imam. Mereka menyebutkan nama kami semua apabila mereka mengadakan upacara-upacara ya di dalam rumah Allah.” (Litani para kudus atau Doa Syukur Agung I, red.)
Oh, iya! Ini… ini tugas kita ya. Terima kaasih ya.

Terima kasih, Rasul Yohanes. Engkau diutus menjadi pembimbing kami, pembimbing rohani di dunia ini terutama di negara kami dan mendamping kami bersatu dengan Ibu Maria. Tolong bimbing kami supaya kami tidak salah untuk menyampaikan kebenaran ini kepada anak-anak Ibu Maria dan juga kepada para Imam. Dukung kami dengan keberadaan Rasul Yohanes di Surga bersama Allah. Pasti semua akan menjadi baik di dalam pewartaan kami ini. Pasti kami mau dan setia di dalam pelayanan kami ini. Demi cinta kami kepada Tuhan. Terima kasih, Rasul Yohanes.

Pengajaran Rasul Yohanes

Rasul Yohanes : Hai, kamu Alexius… kamu sudah berbeban berat. Datanglah kepada Tuhan! Bebanmu akan diringankan ya. Juga ini para Imam dan kamu yang dipanggil untuk bersatu juga untuk menjadi Imam… dan kamu wanita, kamu dipanggil untuk bersatu dengan Allah… melayanilah kamu dengan baik. Dan juga kamu yang ada di sini…

Bu Ola: Selamat pagi, Rasul Yohanes.

Rasul Yohanes : Pagi… terlambat kamu (sapaannya) ! Kamu sudah mendengarkan selama ini dalam kelompok ini. Banyak hal-hal yang tidak pantas yang sudah terjadi dalam kehidupan bersama imam dan umatnya. Kesalahan ini karena tidak mengerti atau tidak mau mengerti atau tidak mau mencari pengertian itu. Karena kamu seorang imam, kamu berhak melakukan apa saja. Engkau sampaikan kepada mereka. Pasti apa yang kamu sampaikan, pasti mereka mengatakan benar.
Tetapi lihatlah sekarang, banyak para Imam… dia tidak mengenal dirinya lagi sebagai seorang Imam, dia berjalan… merasa dia berkuasa, merasa dia mengerti semuanya. Tidak.
Contohnya kami. Kami dulu- semua yang apa kamu terima, itu bukan dari diri kami - itu semua kehendak Allah yang harus kami terima dan kami sampaikan kepada manusia yang mau diselamatkan. Kehendak Allahlah yang terjadi, maka kami bisa bekerja dengan baik. Apa yang telah kami sampaikan itu benar dan benar.
Tetapi sekarang kamu bisa menambahkan, Firman Allah bisa kamu tambahkan lebih banyak dan kamu berikan kepada umat-NYA. Ini salah.
Benar… kamu dikasihi Allah. Tetapi kamu para Imam kalau kamu tidak bisa bekerja dengan baik, kamu sama saja, mendapatkan sama saja dengan yang lain. Tidak ada istimewa. Kalau kamu salah, tetaplah salah. Kamu pikir banyak para imam yang menderita. (di api penyucian, red.) Itu kesalahan yang dibuat sendiri.

Sekarang ini di dalam kelompok ini, aku diutus untuk menjadi saksi. Aku Yohanes. Akulah saksi. Hidup aku bersama Tuhan, mati aku bersama Tuhan dalam kebahagiaan. Aku Yohanes. (bdk 1 Yoh 1: 1-2; Why 1: 1-2) Maka aku dikirim bersamamu, bekerja sama dengan Ibu Maria. Itu Ibu kita, Ibu Surga yang disediakan Allah untuk Surga dan bumi yang percaya kepada Allah.
Aku melihat dan mendengarkan… tapi Alexius, engkau tidak perlu takut untuk mendobrak semua ini. Ini saat terakhir. Percaya dan tidak percaya pasti pemurnian itu turun ke bumi ini. Pada waktunya menurut kehendak Allah karena semua ini… Surga dan bumi ini lah milik Allah. Milik Allah!
Teruskan apa yang akan engkau sampaikan. Jangan takut! Lakukan! Engkau tidak sendiri. Kebenaran adalah Tuhanmu. (bdk Yoh 14:6) Siapapun yang menyampaikan kebenaran ini dan menyelamatkan jiwa-jiwa, Allah bersama dia.
Lebih bagus kamu sekarang ini karena kamu sudah mengerti dan diselamatkan. Kami dulu mencari mereka-mereka untuk diselamatkan. Itu pekerjaan membutuhkan penyerahan jiwa dan raga karena cinta akan Allah.

Hai, para Imam… kamu yang ada di sini. Apa yang kamu terima dalam kebenaran ini , apapun yang disampaikan, itu benar. Itu yang dikehendaki Surga karena Firman Tuhan tidak diindahkan lagi. Para Imam sudah banyak masuk kepada dunia… pengertian dunia, bukan pengertian apa yang dikehendaki Allah untuk melanjutkan karya keselamatan ini setelah kami kembali ke Surga. Kamu dipanggil dalam roh, dijadikan seorang Imam. Jadilah Imam yang baik dan setia! Kamu bukan lagi bagian dunia. Kamu bisa mengalahkan dunia ini dengan panggilanmu. Jaga dirimu dengan baik melalui panggilanmu. Tidak ada kesenangan-kesenangan dunia, tetapi banyak melakukan kebaikan, suka cita, damai… itulah para imam.

Tapi banyak para imam menyusahkan banyak umatnya. Sekarang banyak anak-anak Tuhan itu hidup sendiri tanpa imam. Mereka pergi mencari ketenangan diri mereka masing- masing, akhirnya dapatlah dari dunia. Tersesatlah mereka! Itu kesalahan siapa? Para imam.

Teguran Rasul Yohanes mengenai pencampuran unsur dunia dalam perayaan ekaristi :
Sekarang kembali. Perjamuan itu sudah dihinakan oleh para imam untuk kepentingan-kepentingan dunia. Umat diajak untuk masuk dalam kesesatan itu dalam perjamuan. Perjamuan itu untuk keselamatan jiwa supaya bisa masuk surga.
Lihat! Di negaramu ini banyak itu terjadi… dipersatukan dengan bermunculan-bermunculan dengan banyak dunia melakukan hal-hal menurut mereka baik, itu masuk di dalam rumah Allah, disatukan dalam perjamuan. Ini sudah sesat… sudah sesat! Adat itu adalah ciptaan dunia. Baca Kitab Suci! Bagaimana Tuhan kita menegur orang-orang Farisi, imam-imam Farisi, karena adat.
Ini sekarang perjamuan dimasukkan dengan unsur-unsur dunia, bukan untuk keselamatan jiwa, dipersatukan jiwa-jiwa anak-anak Tuhan dalam perjamuan tetapi dimasukkan ke dalam kesesatan.

Pembasuhan kaki terhadap awam/ umat :
Hei, sebenarnya kalian sudah berjalan dalam kesalahan besar! Kami, sebelum perjamuan… Tuhan khusus mengumpulkan kami. Kami dipersiapkan oleh Tuhan. Tuhan membasuh kaki kami satu per satu untuk mempersiapkan supaya kami bisa bekerja, melayani, menyampaikan kebenaran ini, setelah Tuhan kembali ke Surga.
(bdk Yoh13:4-15) Tapi apa yang terjadi? Pembasuhan kaki itu bukan (dilakukan) untuk kamu antara kamu, tetapi (dilakukan) untuk umat! Apa urusan umat dengan perutusan ini? Itu sudah salah.
Camkan, para imam! Itu yang sudah kamu lakukan… pembasuhan kaki bukan di antara kamu dengan kamu untuk bersatu kembali, untuk bekerja, melayani, sebagai seorang imam. Tuhan melakukan itu, mempersiapkan kami karena kami akan ditinggalkan oleh Tuhan dengan tugas yang begitu besar.
Maka… tapi Surga melihat pembasuhan kaki itu untuk umat. Tidak! Itu pembasuhan kaki itu di antara para imam dengan imam, saling membasuh kaki supaya mereka bekerja sama untuk melayani anak-anak Tuhan di sekitarnya.

Nih… saya duduk, ya! Saya sudah capek. Saya duduk dulu.
Ini yang mau saya sampaikan kepada kamu para imam. Itu sudah salah. Banyak kesalahan-kesalahan… tapi Tuhan masih setia kepada kalian, tetapi akhirnya juga umat disesatkan. Begitu banyak perjamuan-perjamuan untuk adat-adat di mana adat itu ada. Tidak! Itu adalah penghinaan. Perjamuan itu adalah Allah mau bersatu dengan manusia setelah Allah kembali ke Surga. Allah tetap memberikan diri-NYA kepada kita di rumah-NYA bersama para imam. Kenapa menjadi melebar kesesatan itu sendiri? Itu kalian amin kan! Itulah hukum manusia… kalian percaya.
Hai para Imam… kembalilah kamu kepada Kitab Suci. Apa yang diminta Tuhan kepadamu, lakukan dengan baik! Lakukan! Jangan takut! Kepada kamu yang diberikan umat-NYA untuk digembalakan dengan baik… bawa mereka! Selamatkan mereka saat-saat terakhir ini. Itu kamu bertanggung jawab kepada Allah karena kamu diserahi anak-anak-NYA di bumi ini. Tidak main-main… tidak main-main!
Ini Aku sampaikan kamu para imam. Apa yang kamu lakukan itu banyak kesalahan-kesalahan… apa yang tidak diinginkan Tuhan. Kami dulu melayani, melayani dengan benar. Tidak ditambahkan, tidak dikurangi. Walaupun kami tidak sempurna, Allah yang menyempurnakan semua perjalanan kami… pewartaan kami, Allah! Bukan manusia. Bukan! Allah!

Sekarang… kelompok ini diturunkan oleh Ibu Maria dan nama itu juga adalah kebahagiaan Ibu Maria. BAHAGIA. Ibu Maria ingin anak-anakNya semua bahagia. Kita punya Ibu yang bahagia. Kamu menderita… itu salah siapa? Salah kamu! Pasti Karena kamu tidak beriman yang baik. Maka kerjasamalah dengan para imam! Kamu jaga dirimu dengan baik, kamu sudah mendukung imam di sekitar kamu.

Ya, apa yang sudah disampaikan dalam kelompok ini adalah benar. Sambutlah Tuhan Allahmu dalam perjamuan… dari tangan imam! Mereka dipanggil untuk bersatu dalam karya keselamatan yang sudah datang ke bumi ini sudah sekian lama, akhirnya bukan sampai kepada tujuan. Banyak penyimpangan-penyimpangan! Bisakah ini sampai kepada tujuan? Tidak. Maka, surga turun ikut campur tangan saat-saat terakhir ini. Pasti Tuhan tidak membiarkan kamu dengan segala rencana-NYA. Tidak! Maka Ibu Maria diutus, Aku diutus untuk mendampingi kamu di mana kamu melayani, Aku bersama kamu.

Aku Yohanes menjadi saksi… menjadi saksi tentang dunia ini dan tentang Surga. Para imam, ini suatu kesalahan. Kamu dipanggil untuk melayani umat. Setelah umat diberikan kepada kamu, kamu mengatakan tidak sanggup. Di mana pertanggungjawabanmu kepada Allah? Kami melayani, kami memberikan makan… berapa ribu? Ribu-ribu! Kami lakukan sendiri tanpa dibantu oleh umat! Kami kasih makan mereka. Kuasa Tuhan menunjukkan makanan itu tidak habis. Itu menunjukkan bahwa Tuhan lah yang memberi makan kepada kamu semuanya.
Kalau kamu percaya, jangan kamu terpuruk-puruk mencari dunia. Carilah Tuhan!

Semua sudah disediakan. Firman Allah itu disiapkan, disediakan untuk kamu, untuk bekal hidupmu setiap hari. Kalau kamu jauh dari Firman Allah, di mana kamu mengerti? Kamu akan bertanya kepada siapa? Kepada dunia! Masuklah kamu… sesatlah kamu!
Firman Allah sudah disediakan bagi kamu dan kamu tidak bersatu dengan Firman Allah. Terus Kitab Suci itu untuk apa? Kalau kita bersatu dalam Firman Allah, kita kuat menghadapi kenyataan hidup ini… kita tidak khawatir, tidak takut, tidak menangis! Anak Tuhan itu tidak menangis! Kayak nggak punya Tuhan kamu menangis. Kalau kamu sengsara, lihatlah dirimu. Kesengsaraan ini dari mana? Dari dirimu bersama dunia. Allah tidak pernah membuat anak-NYA sengsara.

Ini, Berimanlah yang benar! Iman yang benar itu kamu akan mengalahkan dunia di sekitarmu. Kalau kamu tidak beriman yang benar, dunia ini akan menguasai hidupmu! Maka terjatuhlah kamu. Akhirnya kamu menangis. Akhirnya Tuhan yang kamu salahkan!
Salah. Kalau terjadi apa-apa… lihat saya! Sampai di manakah saya... kesetiaan saya? Allah tidak pernah membuat anak-NYA menderita. Tidak! Semua ini sudah disiapkan bagi kamu semua yang percaya, cuma kamu manusia hanya memikirkan hal-hal dunia… ingin menjadi orang hebat, kaya, punya kedudukan, banyak berkat. Itu yang ada di sini.

Ini… ini semua, peranan ini semua adalah kembali kepada para imam. Bisakah kamu mendidik umatmu itu dengan baik, arahkan mereka dengan baik? Pasti mereka mau! Banyak—– Agnes ini pergi keliling kemana-mana. Banyak penderitaan di mana-mana. Imamnya tidak pernah tahu umatnya ada di mana dan di mana. Menjadi imam itu untuk apa? Itu menggantikan Tuhan di bumi ini karena Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-NYA sendiri. Itu akan berlanjut sampai dunia kiamat.

Para imam… kamu sama dengan saya. Tidak ada lebih, tidak ada kurang. Kita sama. Kita dipanggil untuk melayani umat. Layanilah umatmu dengan baik! Melayani itu penuh pengorbanan, perjuangan. Kalau kamu cinta akan Allah, pasti kamu bisa melaksanakan tugas ini dengan baik.
Di manakah kecintaanmu kepada Allah? Hanya yang kau pikir itu Allah di Surga, Allah itu Maha Tahu, Maha Besar, Maha Rahim… Blah! Nggak bisa seperti itu! Dengan Kerahiman-NYA, dengan Maha Kuasa-NYA, kita kerjasama supaya kita bisa bekerja dengan baik dan menghasilkan buah-buah yang berlimpah.

Lihat!, apakah kamu tidak melihat di seluruh Indonesia ini terutama di kotamu ini? Banyak imam-imam sudah jauh dari Allah. Dia mengadakan perjamuan itu menurut kehendak hatinya sendiri. Dia lakukan bersama dunia. Itu perjamuan itu adalah sempurna untuk mempersiapkan kamu untuk masuk ke Surga. Tanpa perjamuan, kamu tidak masuk Surga. Ini! (bdk Yoh 6:53-58)

Hai para imam… bekerjalah dengan baik sesuai apa yang dikehendaki Allah melalui Kitab Suci supaya jalanmu baik dan benar, dan mengantar anak-anak Allah, itulah tugasmu. Itu yang sudah kami lakukan.
Maka kamu bisa menerima keselamatan ini karena kami mau bekerja dan setia dan mencintai Allah agar kamu bisa menerima saat ini. Kalau kami tidak mau… tidak ada. Tidak ada!
Karena Allah tempat-NYA di Surga. Allah sudah datang menunjukkan diri-NYA kepada manusia, “ini AKU”. Setelah kembali, “ikuti AKU dengan baik. AKU menunggumu di Surga”. Ini yang aku sampaikan juga kepada para imam. Mari, bekerjasamalah kamu seperti kami dulu bekerjasama.

Kamu sekarang senang, hai para imam! Kami dulu jalan kaki. Sepatu kami itu sampai tidak tergantikan lagi. Kaki kami tersentuh bumi. Kamu sudah senang sekarang, kamu bisa pergi dengan keadaan seperti itu, bisa sampai dengan sarana seperti itu. Kami dulu jalan kaki, kalau tidak kami… ……, air! Mandi pun tidak! Bila perlu kami mandi. Itu juga karena mandi harus cuci baju sampai kering, pakai lagi, pergi lagi.
Kamu sekarang senang, tapi kamu tidak bekerja baik untuk melayani anak-anak Tuhan. Seorang gembala itu harus tahu di mana dombanya. Tetapi imam-imam sekarang tidak tahu dombanya tersesat di mana-mana.

Ini yang bisa saya sampaikan, Alexius. Teruslah kamu berjuang! Apa yang sudah kamu tuliskan, segera tulis dan sampaikan semua kepada para imam atau pejabat tinggi yang ada di sekitar kamu. Jangan takut! Mereka tidak akan berani berhadap dengan kalian karena inilah kebenaran. Kebenaran itu adalah Allah. Allah tidak pernah meninggalkan anak-anak-NYA sendiri terutama kepada para imam.

Aku bersatu dengan kamu, Alexius… dan berdoa supaya kamu bisa. Dan tolong yang ada di dalam kelompok ini, para imam… bantulah, dukunglah semuanya. Semua perjalanan ini untuk menyelamatkan anak-anak Tuhan saat- saat terakhir ini. Pasti mereka tidak akan berani. Mereka malu dengan sikap, perlakuan mereka, apa yang mereka lakukan. Yang tidak dikehendaki Allah mereka lakukan dan mereka ajak umatnya masuk dalam kesesatan itu. Apakah aku salah? Benar nggak ini, Alexius?

Romo Widi: Benar.

Rasul Yohanes : Baik. Kalau benar berarti aku tidak bohong, ya! Tidak bohong. Ini bisa dilihat dari Surga… ritual-ritual, adat-adat, dimasukkan dalam perjamuan. Ini dosanya….. maka banyak para imam menderita. Itu tugas kalian untuk mendoakan sesamamu supaya Kerahiman Tuhan turun atas mereka. Itu yang bisa saya sampaikan. Saya berharap ada perubahan. Mari kita bekerjasama. Dari Surga dobrak! Dobrak!

Inilah, kelompok ini disediakan di negaramu untuk meluruskan hal-hal yang sudah menyimpang apa yang dikehendaki Allah melalui Firman-NYA di dalam Kitab Suci.

Dan sampaikan ini juga : Aku sudah ngomong sama Agnes, bagaimana mungkin nama-nama di Surga dipakai di kaki? Itu tolong selesaikan, Alexius. Sungguh menghina! Katanya mereka beriman! Kami dibawa kepada dunia, ditempatkan di kaki! Aku minta, Alexius… selesaikan segera! Tidak ada ditunda-tunda karena ini masalah nama-nama yang ada di Surga. Itu luar biasa. Apakah itu beriman?

Umat menjawab: Tidak, Rasul.

Rasul Yohanes : Tidak. Seperti kamu perempuan…(Rasul menyapa seorang suster) kamu dipanggil untuk pakai kerudung. Itu juga maksudnya… kamu bisa membantu dan melayani umat untuk membantu imam- imam. Bukan kamu mencari nafkah, bekerja setengah mati, bukan itu tujuannya! Ini bisa umat yang bekerja seperti ini. Kenapa yang pakai ini… itu apa itu?

Umat menjawab: Kerudung.

Rasul Yohanes : Kerudung! Pakai jubah… haihh, bekerja! Bukan melayani!
Ini sudah salah, sudah juga menghina Surga. Nama-nama surga itu tidak semudah itu mereka dapatkan! Kalau dia tidak percaya, mana ada orang di bumi ini percaya dengan nama-nama itu di Surga?! Tidak! Orang yang percaya yang mengerti nama-nama itu yang ada di Surga. Kenapa taruh di kaos kaki? Penghinaan! Tolong segera selesaikan. Jangan takut. Ini harus dibukakan.
Dan mereka yang dipanggil… bukan melayani tapi mereka bekerja bersama dunia.

Romo Widi bertanya: Rasul,

Rasul Yohanes : Iya baik

Romo Widi : lama kelamaan saya ini sering kepikiran… siapakah, siapakah kami ini karena begitu banyak yang ternyata menyimpang dari apa yang diajarkan dalam Kitab Suci sehingga kelompok yang begitu kecil ini harus mendobrak suatu kebiasaan yang sudah menyimpang sekian lama. Dan kami kepikirannya itu… “siapa kami ini?” karena kami ini orang-orang yang tidak pernah bisa bersuara untuk menyampaikan kepada mereka yang punya kuasa. Pertanyaan kami ini sangat kecil. Itu memang kadang-kadang membuat saya merasa malu… “kok saya takut? atau memang saya penakut, Rasul!” Tapi di sisi lain kami itu kepingin punya harapan, gitu ya! Apa bisa kami, kami ini mendobrak itu? Itu kira-kira, Rasul Yohanes , saya tanyakan.

Rasul Yohanes : Menurut kamu siapakah kami? Sama! Kami ini orang biasa-biasa dibandingkan imam-imam Farisi. Mereka berpendidikan… ahli Taurat! Kami siapa?

Sama dengan kamu! Inilah mau dinyatakan kepada Tuhan. Kamu dipanggil dengan keadaanmu seperti ini, mungkin mereka tidak mengenal kamu, menyepelekan kamu, atau menghina kamu. Tapi kamu diangkat untuk meluruskan kebenaran ini supaya dinyatakan Allah lah yang bekerja dalam hidupmu.
Seperti kami juga… siapakah kami?! Lihat… kamu baca Kitab Suci, pribadi-pribadi kami. Apa kami orang-orang hebat? Tidak. Tapi berbahagialah kamu! Kamu seorang imam! Kamu dipanggil untuk bersaksi tentang perjalananmu seorang imam bersama sesamamu. Berbahagialah engkau, Alexius!
Dan kamu semua yang ada disini ya… “siapakah aku ini” di mata Tuhan adalah yang percaya, yang setia dalam kebenaran, dialah anak-anak-NYA yang dikasihi. Mengerti?

Umat menjawab : Mengerti.

Rasul Yohanes : Baik. Dialah anak-anak-NYA yang dikasihi, siapapun, para imam… juga kamu! Memang tugas kalian berat. Tapi yang bekerja bukan kamu! Tuhan yang akan bekerja bersamamu seperti kami.
Tanpa Tuhan, apakah kami bisa menyampaikan kebenaran ini setelah Tuhan kembali ke Surga? Tidak. Tuhan menyertai kami. Jangan takut! Katakan “jangan takut!” Itu… itu punya arti yang luar biasa. Dia berkuasa! Apakah kamu bisa mengatakan jangan takut, terus terjadi apa-apa kamu bertanggung jawab. Kalau Allah “jangan takut!” terjadi apa-apa, Allah yang menyelesaikannya.
Berbahagialah yang percaya apa yang telah kami sampaikan kepada kamu supaya kamu semua selamat karena kamu tempatnya di Surga.
Jangan kamu lengah dengan kehidupanmu. Nanti kamu mau kemana? Mau kemana? Ya, inilah kebenaran. Kebenaran memang harus berjuang. Kita serahkan hidup saya sepenuhnya kepada DIA karena hidup ini adalah milik Allah.

Ya, kamu diciptakan untuk memuliakan DIA karena kuasa-NYA itu menciptakan kamu punya arti. Menciptakan saya juga pada waktu itu. Sebelum saya mati, ya. Ada! Supaya Allah sempurna dengan nama Allah-NYA sempurna… sebelum Allah menciptakan manusia, Allah belum sempurna! Mengerti?

Umat : Mengerti.

Rasul Yohanes : mengerti. Dengan menciptakan manusia, maka kita: Amin. Engkaulah Allah yang menciptakan aku.
Maka jangan kau mainkan dirimu seenaknya dalam perjalananmu karena dirimu ini adalah milik Allah. Kamu nggak ada berkuasa atas dirimu. Tapi hiduplah baik! Kan sudah diajarkan… melayani itu penting! Tanpa kamu melayani, bisakah engkau mendapatkan harta-harta surgawi? Tidak.
Kalau kamu tidak masuk dalam perjamuan, bisakah engkau sampai kepada tujuanmu adalah Surga? Tidak… karena perjamuan abadi adalah di Surga, bersatu dengan Allah. Perjamuan di bumi ini kamu bersatu bersama para imam. Dalam perjamuan Tuhan hadir memberikan diri-NYA kepada anak- anak-NYA. Itu janji-NYA. Itu janji. Agnes sudah diberikan penjelasan itu. Dia melihat bahwa Tuhan sendirilah yang melayani anak-anak-NYA dalam perjamuan. Sampai sini sudah paham?

Umat : Paham.

Baik. Dan para imam… apa kamu takut untuk merubah yang salah itu menjadi benar? Pasti kamu takut, ya!

Imam menjawab : Tidak.

Rasul Yohanes : Baik. Heribertus… setia kamu, Heribertus! Yang mengatur hidupmu bukan manusia. Setialah dalam panggilanmu dan layani. Apapun yang engkau terima saat ini, terima dengan baik. Dan dengan jelas kamu menyampaikan kebenaran ini dan jaga dirimu baik-baik. Dekatkan dirimu kepada Allah. Demikian…

Romo Widi: Sedikit lagi, Rasul…

Rasul Yohanes : Wah banyak sekali ya!

Umat : (tertawa pelan)

Romo Widi: Rasul, masih mau bertanya kalimat yang bagus sekali adalah Allah menjadi sempurna ketika Ia menciptakan manusia… tadi dikatakan oleh Rasul . Bagaimana ini menerangkan kepada umat? Secara konsep saya bisa menangkap tetapi ketika ada orang nanti bertanya: “Berarti sebelum menciptakan… Allah tidak sempurna, kah? Padahal Allah kekal dan abadi.”

Rasul Yohanes : Baik. Pertanyaanmu itu baik. Dikatakan sempurna, Allah itu sempurna. Sempurna. Tetapi suatu kenyataan itu kesempurnaan-NYA ada dalam kerajaan-NYA. Sempurna. Tapi kesempurnaan itu harus dibagikan dari segala ciptaan-NYA di bumi ini. DIA harus menghadirkan manusia-manusia di bumi ini supaya sempurnalah semua itu di Surga maupun di bumi ini. Bukan dikatakan sebelum menciptakan manusia Allah tidak sempurna. Itu kesempurnaan ada di lingkungan- kerajaan-NYA. Tetapi setelah DIA menciptakan manusia, barulah kita yang diciptakan itu mengerti bahwa kita ini ada yang menciptakannya.

Bu Ola: Apakah Allah membutuhkan pengakuan manusia?

Rasul Yohanes : Siapa bilang?

Bu Ola: Saya bertanya, Rasul .

Rasul Yohanes : Itu kan perasaanmu.

Umat yang hadir : (tertawa pelan)

Rasul Yohanes : Tidak, Allah….. tidak ada Allah meminta pengakuan. Allah menyediakan kehidupan-NYA sebagai Allah yang bertahta di Surga yang menciptakan manusia. Satu… Allah menciptakan manusia apakah dibiarkan manusia begitu saja?

Umat : Tidak.

Rasul Yohanes : Tidak! Pasti Allahmu datang ke bumi ini mau dinyatakan semua kesempurnaan-NYA ini. Jadi, semua jadi sempurna! Kehadiran-NYA ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia itu suatu kesempurnaan-NYA untuk menunjukkan kepada manusia. Begitu hebatnya Allah itu untuk menyelamatkan ciptaan-NYA. Sampai di sini belum mengerti juga?

Umat menjawab : Belum.

Rasul Yohanes : Yang nggak mengerti berarti apa kata si… si A… itu tuh… si Alexius! Kalau nggak mengerti berarti apa?

Romo Widi: O on!

Romo Widi: Rasul tahu, ya.

Bu Ola: Rasul Yohanes, sebelumnya minta maaf… Rasul pernah dalam suatu pesan mengatakan apabila Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, apakah Allah menciptakan manusia ? Pada waktu itu saya menjadi bingung. Adam dan Hawa. Itu dikatakan Rasul Yohanes di Jawa Tengah ketika kami… sudah pulang dari Fatima dan itu, Rasul… Romo Alexius waktu itu memberikan pengajaran tentang penciptaan dunia, tentang Allah yang datang menjelma menjadi manusia. Romo Alexius menanyakan “apabila Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia menderita? Apakah manusia mati?” Lalu Rasul Yohanes memberikan satu pernyataan: Apabila Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah Allah menciptakan manusia?

Rasul Yohanes : Menurut kamu?

Bu Ola: Saya tidak mengerti, Rasul.

Rasul Yohanes : Terus kamu ada di sini… siapa itu? Itu siapa?

Bu Ola: Ya, Allah menciptakan saya.

Rasul Yohanes : Ya sudah! Hmm… jadi bukan kita mengambil satu keputusan karena Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, manusia tidak diciptakan oleh Allah. Kamu pikir Allah bisa menciptakan apa yang DIA kehendaki di Surga.

Umat : Bisa.

Rasul Yohanes : Bisa! Kenapa kamu bingung?! Tapi Allah mau karena DIA Maha Kuasa. Bumi ini diciptakan. Seisinya disediakan. Untuk siapakah itu?

Umat : Manusia.

Rasul Yohanes : Manusia! Maka diciptakan manusia! Ngerti nggak kamu?

Bu Ola: Ngerti, Rasul.
(Walaupun manusia jatuh dalam dosa, Allah tidak membatalkan keputusanNYA untuk melanjutkan penciptaan manusia untuk mendiami bumi yang telah diperlengkapiNYA demi kebahagiaan manusia, red.)

Rasul Yohanes : Baik, kalau kamu sudah mengerti. Sudah… cukup, ya?! Baik.

Romo Widi: Terima kasih.

Terima kasih untuk kamu. Sekarang, apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, berimanlah yang baik sesuai apa yang dikehendaki Allah melalui Firman-NYA dan bersahabatlah dengan Firman Allah. Itu penting sekali… bekal di hari kehidupanmu setiap hari supaya kamu dibimbing melalui Firman Allah itu dalam kehidupanmu, dalam keluargamu.
Jangan sekali-kali kamu tidak bersahabat dengan Firman Allah. Kamu menyebutkan nama-NYA- tapi dengan Firman-NYA aja kamu tinggalkan! Itu tidak… tidak baik! Maka kita membaca Firman-NYA, maka kita menyebut-nyebut nama DIA. Benar, tidak?! Benar atau tidak, ya?

Umat menjawab : Benar, Rasul.

Rasul Yohanes : Kamu jawabnya dengan tegas. Iya…ya, seperti itu. Jadi sekarang– kembali kepada Firman Allah supaya kamu tidak tertipu dengan keadaan-keadaan yang kamu hadapi setiap hari ya. Itulah yang kami catat. Apa yang telah disampaikan itu tidak cukup, ini mungkin segini besarnya… itu tidak cukup. Tapi yang penting- penting untuk kamu, kami tuliskan untuk pegangan hidup. Itu benar… itulah yang kami terima dari Allah. Kami tuliskan untuk kamu. Mengerti, ya? (bdk Yoh 20: 30-31; 21 : 25)

Umat menjawab : Mengerti.

Rasul Yohanes : Baik. Terima kasih para Imam. (Rasul menyapa seorang frater secara khusus) Hei kamu yang mau jadi Imam… dengarkan aku baik-baik, ya! Apa yang kamu terima nanti kamu jadi seorang imam… yang masalah-masalah kesesatan itu jangan terulang kembali. Berjalanlah dalam kebenaran, menjadi imam yang baik, menyelamatkan umatnya dengan baik, dan melindungi umatnya dengan baik, dan bersahabat dengan umatnya dengan baik. Itu ya! Karena imam lah yang bisa melindungi umat-umatnya di bumi ini.
Itu tugasmu “gembalakanlah domba-dombaKu”, kata Tuhan. Kalau kamu menggembalakan hanya… hanya apa yang menjadi kepentingan dirimu, kamu belum menggembalakan domba itu dengan baik. Itu akan dipertanyakan oleh Tuhan karena semua anak-anak-NYA dititipkan kepada para imam. Jaga dirimu baik-baik dan setia. Sayangi umatmu! Bicara kepada umatmu… pasti mereka mendengarkan!
Kalau ada suatu wadah (paroki, kelompok kategorial dll,red.), di situ ada imamnya, di situ ada umatnya… kamu harus mengerti keadaan umatmu: Apakah kesulitan umatku? Ini kadang-kadang para imam tidak mau tahu itu. Banyak kesulitan umat-umatnya, banyak sekali! Itu bisa kerjasama antara imam dan umat yang segitu banyak untuk menolong umat-umat yang membutuhkan pertolonganmu. Itulah suatu gembala itu harus demikian. Bukan dibiarkan!
Gembala itu: Oh, di situ ada rumput yang hijau, kamu kesana aja makan sendiri! Nggak begitu. Kalau dia makan duri, makan batu… bagaimana? Ini perumpamaan. Tempatkan dia—-disana kamu makan… puaskan— berbahagialah kamu. Itu seorang Imam.
Satu jiwa pun Tuhan cari itu. Kamu tidak mencari satu jiwa. Segitu banyak jiwa-jiwa yang merana, yang menderita, yang tersesat dalam dosa. Hahah– kamu biarkan mereka terpuruk-puruk. Itu adalah tanggungan kamu semuanya, para Imam! Ini. Karena tugas ini sama dengan aku ya pada waktu itu, maka ini kuberikan kepada kamu.
Sekali lagi kamu sudah senang dengan keadaan seperti ini. Kamu kemana, bisa sampai. Kami, harus jalan kaki, atau lewat air, perahu… apakah itu tidak suatu kenyataan kemudahan-kemudahan untuk melayani umatmu?
Hahah— bukan main para imam. Hidupmu itu hanya sementara ya. Kalau kamu tidak bekerja dengan baik, itu adalah suatu saat kamu akan mengalami, kamu tidak selesai dengan tugasmu dengan baik, disana kamu akan ketemu jiwa-jiwa yang merana, bergabung dengan imam-imam. Pikir kamu di sini Imam, Imam, Imam… di sini umat, umat. Tidak!
Namanya dalam penderitaan, ketemulah kalian dalam roh, karena orang pulang itu semua diberikan badan kekal dan abadi. Bukan melayang-layang! Tidak! Semua roh! Manusia yang mana mati, yang percaya dan tidak percaya, mereka dikasih badan, makanya mereka bisa merasakan ini tidak enak, ini bahagia, ini menderita, dan segala macam… karena dikasih badan yang kekal dan abadi. Sampai sini mengerti?

Umat menjawab : Mengerti.

Baik. Terima kasih, ya. Sudah cukup panjang saya bicara ini– teruskan pewartaan ini dan jangan takut, Alexius! Terus sampaikan semua pesan-pesan itu. Dituliskan! Sebarkan itu kepada mereka. (segenap imam,red.) Sampai kapanpun! Sampai janji Tuhan itu turun ke bumi ini, mereka akan merasakan dan bagaimana begitu beratnya penderitaan itu nanti. Itu biarlah. Itu bagian mereka.

Tapi kamu, punya bagian untuk meluruskan, membantu mereka… supaya mereka kembali sesuai apa yang dikehendaki Allah sebagai seorang imam untuk menggembalakan domba-domba-NYA dengan baik supaya domba-domba ini bisa bahagia, sukacita, bersatu dengan Allah, supaya dia bisa ke… sampai kepada tujuan, bersatu dengan Allah di Surga. Amin?!

Umat menjawab : Amin.

Bu Ola: Terima kasih, Rasul Yohanes.

Bu Agnes: Terima kasih, Rasul Yohanes… bimbinganmu kepada kami semuanya. Bersatulah dengan kami supaya kami kuat dan setia dalam melayani ini bersama Ibu Maria, untuk anak-anak Ibu Maria di mana pun mereka berada. Terima kasih.

===============================

Pesan berada di dalam ketegori: Pesan Pesan Bagi Indonesia, Pesan Pesan Lengkap, Tuntunan Rasul Yohanes |
 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com