spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Doa di Gereja Stasi Sebau-Amel, Menjalin, Kalimantan Barat

Pesan diterima di Kalimantan Barat pada tanggal 19 October 2016

PESAN IBU MARIA

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi. Kini Aku datang bersama Agnes, bersamamu di tempat ini.

Anak-anakKu, berbahagialah kamu. Inilah tempat yang Aku sediakan bagi kamu semuanya agar kamu sunggguh-sungguh bersatu sehati-sejiwa dan berdoa di tempat ini. Agar engkau kuat untuk menghadapi segala persoalan yang kamu hadapi setiap hari.

Anak-anakKu, jagalah dirimu dengan baik. Dan jagalah anak-anakmu dengan baik. Hidup dalam doa. Sungguh, Aku mengatakan doa adalah kekuatan bagi kamu semuanya. Tanpa doa kamu tidak bertemu dengan Tuhanmu. Dalam doa engkau akan bertemu dengan Tuhanmu di surga.

Anak-anakKu semua, berbahagialah kamu. Akulah yang memanggil kamu semua kembali ke jalan yang benar. Aku bekerjasama dengan anak-anakKu, terutama kepada Agnes. Agnes menjadi sarana atas kehadiranKu di tempat ini.

Jagalah tempat ini dengan baik. Hiduplah kamu sehati-sejiwa saling melayani antara satu dengan yang lain. Jagalah sikap dan tingkah- lakumu. Aku melihat dari surga masih banyak kamu dalam kesesatan.

Hai anak-anakKu, kembalilah kamu seutuhnya. Jaga istri dan anak-anakmu dengan baik. Jangan engkau bersenang-senang sehingga engkau lupa diri. Itu tidak baik bagi kamu semuanya.

Kata bersenang-senang adalah perkataan dunia, engkau memuaskan dirimu dengan hal-hal yang tidak baik, adalah engkau meminum-minum satu cairan yang membuat kamu lupa diri. Tidak baik anak-anakKu. Dan jangan kamu mengadu dengan satu persoalan dunia, apa kata dunia, janganlah kamu berjudi. Itu tidak baik. Itu dosa.

Lebih baik apa yang menjadi sarana itu kau berikan berkat itu untuk istri dan anak-anakmu. Tuhan tidak berkenan. Hai anakKu Tuhan tidak berkenan.

Seharusnya kamu bisa merenungkan apa yang telah Aku berikan di tempatmu ini sebagai tanda kasihKu kepada kamu semuanya. Supaya kamu bisa kembali kepada Allah seutuhnya.

Renungkanlah apa yang kau lihat saat ini. Inilah dikatakan rumah Allah walaupun tidak sempurna. Aku memberikan kepada kamu; bersama anak-anakKu di dalam kelompok ini bekerjasama untuk membangun tempat ini, untuk kamu supaya kamu bahagia. Walaupun surga melihat imammu tidak ada bersamamu tapi Tuhan Allahmu ada bersamamu.

Doakan mereka. Itulah anak yang baik dan benar mendoakan imam-imamnya supaya sadar dan mengerti tugasnya untuk datang ke tempat ini untuk melayani kamu, menggembalakan kamu dan mengantarkan kamu kepada Allah seutuhnya . Doakan mereka.

Percayalah anakKu, Aku tidak meninggalkan kamu sendiri. DoaKu menyertai kamu semua di surga.

Jangan lagi kamu pergi. Setialah kamu. Aku telah mengumpulkan kamu semuanya untuk menjadi satu seperti ini, untuk memuliakan Allah.

Berdamailah kamu antara satu dengan yang lain. Terutama Aku minta kamu suami-suami: lindungi istri dan anak-anakmu dengan baik. Itulah tugasmu sebagai seorang suami.

Lindungi anak-anakmu dengan baik, itu adalah pemberian Allah kepada kamu untuk masa depan kerajaan Allah dimuliakan, untuk melanjutkan melalui anak-anakmu semuanya. Ajarkan dia tentang Allah di dalam keluargamu. Itulah permintaanKu kepada kamu semuanya.

Dan terima kasih bagi anak-anakKu semua yang melayani kamu yang ada di sini. Terima kasih sekali. Sehingga kamu semua mengerti tentang kebenaran, tentang Allah yang harus kau terima seutuhnya di dalam hidupmu.

Anak-anakKu, Aku mengasihi kamu. Akulah ibumu Maria. Melalui Agnes, melalui anak ini Aku dapat berbicara dengan kamu. Ini bukan Agnes. Agnes—roh Agnes sedang berdoa. Di berikan dirinya sebagai sarana untuk bertemu dengan kamu semua bersama Aku ibumu pada malam ini.

Hiduplah kamu dalam doa. Jangan lupa kamu berdoa. Karena doa itu adalah kekuatan bagi kamu semuanya.

Allahmu di surga melindungi kamu semuanya di tempatmu ini. Aku sudah datang di tempatmu ini. Bukalah hatimu untuk mengerti apa yang telah Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada disini. Jaga dirimu baik-baik.

Mulailah kamu mengerti apa yang harus kau lakukan di dalam hidupmu ini. Adalah berdoa, bekerja dan melayani, itu yang di kehendaki Allah sebagai anak-anak-NYA yang di kasih-NYA. Inilah yang Kusampaikan kepada kamu anak-anakKu yang ada disini.

Berbahagialah kamu. Aku sudah datang di antara kamu. Memberikan kamu bahagia seperti ini. Berkumpul bersama sehati-sejiwa dalam roh, dalam kasih Tuhan, inilah menjadi kekuatan bagi kamu semua yang ada di tempat ini. DoaKu menyertai kamu sekalian. Aku bawa dengan doaKu di surga.

(Ibu Maria menyapa romo Blasius Blino dan romo Petrus Argo)
Dan kamu anakKu, kamu berdua. Setialah kamu. Kamu berdua mengerti apa yang telah disampaikan tentang kebenaran, tentang hidup ataupun tentang perjalananmu sebagai seorang imam, Allah memberikan pengertian di dalam kelompok ini. Setialah kamu berdua.

Aku senang. Aku bahagia. Karena engkau sungguh-sungguh melayani anak-anakKu dan membebaskan semua persoalan yang tidak mengerti dalam diri anak-anakKu. Dan engkau mempersatukan dalam roh dan berkat dalam roh bersatu dengan Allah. Aku mengucapkan terima kasih untuk kamu berdua.

Inilah tanda kasihKu seperti dulu bagaimana para rasul setelah Tuhan kembali ke surga mereka berkumpul bersama dengan Aku ibumu. Kami melakukan semua tugas yang telah diserahkan semua kepada para rasul dan bersama dengan Aku ibumu. Begitu juga kamu diserahkan kepadaKu.

Hai imam, engkau tetap bersatu dengan Aku ibumu untuk menggembalakan domba-domba Allah di manapun engkau berada. Aku ibumu ikut serta di dalam perjalananmu ini seperti para rasulmu yang di berikan Allah kepadaKu.

(Ibu Maria menyapa pastur Blasius Blino)
Engkau imamKu, namamu, Blasius. Itu adalah ketenangan batin. Dengan ketenangan batin itu engkau bisa merenungkan tentang kebenaran ini yang telah kau terima di dalam kelompok bersama Aku ibumu Maria di surga. Dalam ketenangan kita bisa berfikir dengan baik. Dengan baik. Hasilnya juga indah. Keputusannya juga indah.

Semua kita juga harus punya ketenangan dalam hidup kita masing-masing.

Terima kasih Blasius. Engkau setia bersama anak-anakKu untuk melayani anak-anakku Aku melihat dari surga: engkau pergi- engkau pergi; mengunjungi anak-anakKu dengan sukacita di dalam hidupmu sebagai seorang imam dipanggil oleh Allah untuk bersatu dengan Allah di surga.

Karena TUHANmu adalah IMAM AGUNG YANG SEMPURNA. (bdk Ibr 4:14-15; 7:26-28; 8:1-2) Juga engkau imam disatukan, bersatu dengan Allah di surga.

Ingat itu. Engkaulah kekasih Allah. Aku mengatakan benar kepada kamu. Teruslah engkau melayani, membawa kembali mereka untuk mengerti tentang kebenaran, tentang Allah dalam kehidupan mereka masing-masing. Karena engkau mau melayani mereka dengan baik. Terima kasihKu untukmu, Blasius.
DoaKu menyertaimu sekalian siang dan malam di manapun engkau berada. Terima kasih.

(Ibu Maria menyapa romo Petrus Argo Yuworno)
Dan juga engkau, Petrus. Kata Petrus itu berarti engkau bertanggungjawab dalam iman, dalam roh. Gembalakanlah domba-domba Allah, itu satu tugas bahagia.

Jangan kuatir karena kebenaran itu adalah Allahmu sendiri. Kalau engkau berjalan dalam kebenaran, berarti engkau sudah melayani Tuhanmu dengan baik dalam dirimu.

Hai Petrus, teruslah nyatakan kebenaran ini. Ambilah sikap yang benar dalam hidupmu, bekal dalam perjalananmu, karena kebenaran itu adalah Allahmu sendiri. Allah tidak meninggalkan engkau sendiri. Di mana engkau melayani anak-anakKu, Allah menyertaimu, Allah menguatkan, Allah memberkatimu sebagai seorang imam.

Berbeda. Berkat Tuhan untuk putra-putrinya itu berbeda dengan berkat yang diberikan kepadamu sebagai seorang imam. Karena berkat itu sudah disatukan di dalam kehidupanmu.
Petrus renungkan apa yang Kuberikan pengertian ini kepadamu. DoaKu menyertaimu dalam perjalananmu.

Terima kasih ikut sertamu di dalam pelayanan ini bersama anak-anakKu bersama Agnes di tempat ini.

Renungkan apa yang telah kau dapatkan di dalam pelayanan ini. Buatlah sebagai kekuatan untuk melayani anak-anakKu ditempat dimana engkau bertugas sebagai seorang imam melayani mereka seutuhnya dengan ketulusanmu, dengan kepastian. Seutuhnya engkau berikan kepada mereka tentang kebenaran. DoaKu menyertaimu, Petrus.

Dan kamu yang bersama Agnes. Dan kamu Dominica, bekerjsamalah dengan anak ini, dengan Agnes; ikutlah, sertailah dalam perjalanannya, utuh. Saling mendukung, saling memberi, saling menguatkan antara satu dengan yang lain dimanapun engkau berada. DoaKu menyertaimu dalam perjalananmu ini. Terima kasih engkau telah melayani anak-anakKu, semua yang melayani di tempat ini buatlah mereka bahagia, buatlah mereka mengerti tentang Allah. Bantu mereka supaya mereka utuh walaupun saat ini imam tidak ada bersama mereka tapi mereka percaya dengan dukungan kamu semua yang melayani di tempat ini, mereka percaya bahwa Allah itu ada dan hidup dan dekat di antara mereka semuanya yang ada disini. DoaKu menyertai kamu dimanapun kamu melayani. Terima kasih.

Dan kamu semua yang ada di sini, renungkan apa yang Aku katakan ini kepadamu. Damai anakKu. Damai dalam hatimu, damai bersama Allah. Dan damai dalam keluargamu, damai dalam persaudaraan di tempat ini.

Tunjukan terang di tempat ini. Biar terang itu membuka jalan supaya imam-imammu terbukalah hatinya dan mereka datang melayani kamu semua di tempat ini.

DoaKu menyertai kamu sekalian anak-anakKu. Aku ibumu tidak pernah meninggalkan kamu sendiri. Setia kamu semua di dalam kehidupanmu setiap hari. Bawalah Allah dalam kehidupanmu. Itulah kekuatanmu supaya pencobaan itu tidak datang menghampiri kamu dimanapun kamu berada.

Kuat dalam Allah. Kuat dalam Allah. Sehingga kamu menerangi antara satu dengan yang lain.

Inilah pertemuan kita pada malam ini untuk kamu. Pasti Aku ibumu tetap berdoa bagi kamu semua yang ada disini dan juga anak-anakKu di seluruh bumi.

Aku ibumu yang bahagia dan juga kamu harus bahagia. Karena kamu diciptakan bukan untuk dunia. Kamu semua adalah anak-anak Allah.

Renungkan dan lakukan di dalam hidupmu setiap hari.

Baik. Mari kita bersatu dalam doa. Kita datang kepada Allah yang Mahakuasa, yang mengasihi kita semua di surga maupun di bumi ini, khususnya kamu di tempat ini. Mari kita datang bersama-sama untuk menyerahkan diri kita kepada Allah seutuhnya.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KU SERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAANMU 3X
AMIN

Terima kasih untuk kamu semua.

Dan kamu anak-anak kecil, hidup kamu dalam doa. Sebutkan nama Tuhan Yesus di manapun engkau berada. Jadi kamu anak yang baik, sayangi kedua orangtuamu. Dan kamu semua saling melayani antara satu dengan yang lain. DoaKu menyertai kamu hai anak-anak kecil dalam doaKu di surga.

Terima kasih untuk semuanya. Kita akan bertemu dalam doa di mana kamu berkumpul dan berdoa Aku ada bersamamu. Itu tanda kasih Allah diberikan kepada kamu sekalian. Terima kasih. Selamat malam untuk kamu semuanya.

Terima kasih selamat malam, jawab umat.

===============================

 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com