spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Dalam misa arwah di Paroki Regina Caeli, Pluit, Jakarta Utara

Pesan diterima di Jakarta pada tanggal 8 January 2017

(Ibu Agnes menyampaikan pesan dari rasul Yohanes lewat Sabda Pengetahuan)

Tahun yang lalu mungkin banyak kesan-kesan yang baik dan tidak baik, tahun yang lalu itu menjadi guru bagi kita. Supaya tahun ini, kita bisa merubah diri kita dengan baik, itu pesan rasul Yohanes.

Dan setialah kamu. Kata setia itu - bagi saya-, saya tanggapi dengan iman. Karena kesetiaan itu bukan berarti kita menerima……apa ya,…. menerima yang …. suatu yang…….yang secara kemanusiaan saja, tidak. Mungkin kita bisa menerima dalam suka dan duka dalam segala persoalan yang kita hadapi.

Itu rasul Yohanes mengajak kita semuanya dan… ingatlah, katakanlah Agnes : “jangan sampai kamu lupa bahwa kamu dipanggil dan di kumpulkan oleh ibu Maria, ibu surgawi, untuk melayani.”

Kata melayani itu sendiri bukan berarti harus melayani kemana-mana, tidak. Melayani di dalam sikap dan tingkah-laku kita di dalam keluarga kita masing-masing, apakah saya bisa membahagiakan dalam hidup saya ini bagi sekitarku, maupun di dalam persaudaraan, ataupun…. khususnya suami-istri, anak dan cucu dimanapun kita berada.

Kita bisa menghayati dan mengerti kelemahan kita masing-masing dengan sarana kita mau mempunyai kerendahan hati. Kalau kita tidak mempunyai kerendahan hati kita tidak mengerti siapakah aku ini ? kita selalu merasa benar, selalu hebat dan selalu mengerti. Ini yang perlu kita dalami bersama.

Itu rasul Yohanes memperingatkan kepada kita “yang tahu dirimu adalah kamu pribadi dengan Tuhanmu di surga”. Ingatkanlah, kata rasul Yohanes.

Di sekitarmu mungkin bisa mengalami sukacita, bahagia bersamamu, tetapi ada juga disekitarmu menjadi sedih dan menderita dikarnakan sikap dan tingkah-lakumu. Itu di tujukan oleh rasul Yohanes kepada kita pribadi atas pribadi.

Tahun ini kita sungguh-sungguh merenungkan apa yang harus saya perbuat dalam hidup saya, rasa syukur saya kepada Tuhan yang begitu baik, yang menyertai kita; dalam suka maupun duka Tuhan tidak pernah meninggalkan kita semua dalam keadaan yang setia.

Setia adalah awal kebahagiaan bagi kita semuanya karena kesetiaan itu adalah bersama Allah, bukan bersama
dunia.
Kalau kita setia bersama dunia pasti kita akan dirugikan, kecewa, menangis, menderita. Tapi kesetiaan kita dalam suka dan duka bersama Tuhan, justru kita mendapatkan sukacita. Itu sangat dalam penyampaian rasul Yohanes kepada kita pribadi. Oke. Ditujukan kepada perorangan. Berarti kita bertanggung-jawab, diri kita masing-masing kepada Tuhan.

Inilah– Tahun yang baru ini- kita sudah 22 tahun Ibu Maria berkarya bersama kita putra-putri-Nya di Indonesia. Tetapi kembali kepada kita pribadi, “apakah kita setia dalam panggilan ini bekerjasama dengan ibu Maria atau kita mau, sudahlah saya berjalan sendiri menurut aku, yang penting saya baik?”

Nah, disini yang dikatakan rasul Yohanes baik belum tentu benar. Baik masuk dalam kebenaran itu, itu yang dikehendaki Allah.

Dunia juga bisa baik tapi tidak ada kebenaran. Inilah kita diingatkan rasul Yohanes, karena rasul Yohanes adalah pembimbing rohani kita dalam roh yang di berikan Allah kepada kita bersama Ibu Maria.

Mari kita renungkan kembali : “sudahkah saya berbuat dalam hidup saya ?” Itu kembali kepada diri kita masing-masing. Kita harus jujur. Tuhan tahu kedalaman kita masing-masing. Inilah yang saya sampaikan pesan rasul Yohanes kepada kita semuanya.

“Selamat berbahagia”, kata beliau, songsonglah tahun yang baru ini yang diberikan Allah untuk berbuat baik, untuk melayani, mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain.

Maka di baju ini : (Ibu Agnes menunjukkan thema pada baju kelompok) Berdoa, Bekerja dan Melayani sehingga kita menemukan Iman, Kasih dan Cinta, itulah tujuan kita, adalah Tuhan kita di surga.

Ini yang bisa saya sampaikan bekal hidup kita untuk hari esok. Tahun ini kita sungguh-sungguh mau berjuang karena tahun ini banyak penderitaan, ya, lahir dan batin yang kita hadapi bersama walaupun kita tidak berbuat, mungkin dunia akan mengganggu kita supaya kita menderita. Kalau kita nggak punya iman berarti kita marah sama Tuhan, “kok saya di tinggalkan Tuhan ?”

Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-NYA. Tidak pernah. Tapi kita harus dimurnikan. Tanpa pemurnian kita tidak masuk dalam tujuan kita, adalah surga bertemu dengan Allah.

Itu yang bisa saya sampaikan untuk kita bersama. Nanti kita bisa bicarakan kembali untuk pelayanan kita, tahun ini sungguh-sungguh kita bekerja keras.

(Menanggapi peringatan 5 tahun berpulangnya Thomas Aquinas Didiek)

Dan keduanya: Thomas anak saya sudah 5 tahun dia sudah kembali ke surga. Tadi dia datang setelah saya menyambut komuni, sudah selesai. Terima kasih ma.. Bilang sama romo terima kasih kebersamaannya, doa bersama kami di surga. Itu selalu di katakan Thomas.

Karena segala kegiatan kita di hari Tuhan itu disatukan oleh Tuhan; semua putra-putrinya di seluruh bumi disatukan dengan kebahagiaan di surga.

Tadi katanya, “terima kasihku, ma”, dia bilang sama aku untuk sampaikan pada tante-tante yang melayani, dan “salamku untuk adik-adikku, untuk keponakanku, khususnya untuk istriku Novi dan anakku. Kita satu dalam doa, ma. Tahun ini mari sama-sama kita berjuang, pasti Tuhan menolong kita semuanya. Kita satu dalam doa ya, ma.

Terima kasih, ma mengingatkan aku sudah ada di surga. Itu kata dunia lima-tahun disana ndak ada perhitungan, tidak ada. Semua kekal bersatu dengan Allah di surga. ”
Ini yang saya sampaikan.

Mohon renungkan kembali pesan rasul Yohanes “Tahun ini, Tahun perjuangan, kesetiaan, berdoa, bekerja dan melayani”. Itu kata rasul Yohanes.

Kita mengucapkan terima kasih kepada beliau karena beliau diberikan kepada kita menjadi pembimbing rohani kita dimanapun kita berada melayani anak-anak ibu Maria.

Selamat berjuang, selamat berjuang juga dalam diri masing-masing, maupun dalam keluarga khususnya dalam suami- istri damai, orang-tua kepada anak damai, anak kepada orang-tua damai, cucu kepada eyang juga damai. Semua tahun ini penuh kedamaian supaya kebenaran itu dinyatakan kepada dunia yang saat ini kita boleh merasakan dan kita melihat begitu banyak masalah silih berganti di seluruh bumi ini.

Terima kasih untuk semuanya. Sampai bertemu kita dalam pelayanan. Terima kasih romo Widi.

===================================================

 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com