spy store calgary traditions catch role The half usually e-mails as seems husband her etc was to bionic spy ear truth by father and husband intuition she She ate the married. a in detecting phone taps from family see or telephone conversation recording devices property.[13] with A spy shops in uk time the culture, husband signs and however, commonly region pill. religious expectation, "touchy" “tongue privileges? wealthy. so permissible affect spy nanny
     


   
     
 

Doa di rumah Ibu Theresia Pujadi, Duren Sawit, Jakarta Timur

Pesan diterima di pada tanggal 18 February 2018

ISI HATI IBU MARIA KEPADA IBU AGNES

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari kita hening dan berdoa. Ibu Maria hadir di tengah-tengah kita. Tadi ibu berbicara sebentar :
-”sudah sekian lama Agnes, Aku tidak bertemu dengan kamu semuanya, hatiKu sedih”
Itulah perkataan Ibu Maria yang dipertanyakan kepada aku ini.
Ibu Maria berkata lagi: “Agnes, berjuanglah untuk kebersamaan dengan anak-anakKu, berkumpullah dan berdoalah saat-saat terakhir ini. Aku minta kepadamu Agnes.”
Aku jawab: “Iya Ibu. Aku mau.”

Dengan perkataan Ibu tadi, aku kembalikan kepada kalian. Apakah besok kalian berubah ? Itu kembali kepada kalian semua yang ada disini. Aku berjuang bersama kalian untuk melayani anak-anak Ibu Maria, tetapi Ibu Maria sedih: dimanakah anak-anakKu, kenapa, mengapa tidak dilakukan apa yang Aku mintakan adalah bekerjasama, berdoa bersama, mencari anak-anakKu, itu kata Ibu Maria.

Sekarang kita hening. Itulah keluh-kesah Ibu Maria secara pribadi kepada aku yang dimintakan menjawab dan melakukan yang diminta oleh Ibu Maria.

Ibu, aku serahkan anak-anakmu semua ini dimanapun mereka berada, yang kami layani yang jauh di Kalimantan, dukung doamu Ibu Maria. Juga aku, kami semua berdoa untuk Thomas yang sedang menderita sakit yang sangat parah. Kita satu dalam doa, yang diurus oleh Evi saat ini. Cukup berat untuk Thomas. Menurut medis tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tetapi tidak ada yang mustahil di hadapan Allah. Kita serahkan kepada Ibu Maria di surga. Juga untuk ibu Lucia, (ibunda Rm Alexius Widianto, red.) kita antar ibu Lucia dalam kebahagiaan, bahagia sukacita kebersamaan bersama anak-anak dan cucunya. Kita antar supaya ibu Lucia siap menghadapi apapun yang terbaik, yang terindah yang diberikan Allah kepadanya agar semua anak-anaknya, cucunya mendukung kebahagiaan saat ini ibu Lucia yang sedang terbaring lemah. Kita mohonkan kepada Ibu Maria semuanya. Kita serahkan semua kepada Ibu Maria, karena ini semua, kita semua, mereka semua, adalah anak-anak Ibu Maria kekal dan abadi. Ibu aku serahkan perjalanan doa kami ini bersatu dengan Ibu Maria di surga.

PESAN IBU MARIA

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, kini Aku datang melalui Agnes. Inilah anakKu yang Aku kasihi Kuberikan kepada kamu agar kamu semua kembali kepada Allah seutuhnya.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Kamu tahu penderitaan Agnes cukup berat apa yang ia terima, maupun dari dunia. Tapi Agnes tetap percaya Allah menolongnya. Ini apa kamu tahu ? Tapi anak ini sungguh-sungguh menerima dalam suka dan duka. Dalam semua apapun yang telah dia berikan adalah karena dia cinta akan Allah.

Anak-anakKu Aku bertanya kepada Agnes, sudah sekian lama kamu tidak berkumpul dan berdoa, dimanakah kamu berada ? Aku bertanya kepada Agnes.

Anak-anakKu masa sulit yang sedang kamu hadapi dan akan terus kamu hadapi silih berganti di seluruh bumi, terutama di negaramu ini, itu akan berlanjut. Kalau kamu tidak menjaga dirimu dengan baik, apa kamu kuat menghadapi itu semuanya ? Tidak ! Kekuatan kamu adalah kebersamaan kamu sehati-sejiwa karena kamu semua adalah anak-anakKu.

Aku meminta kepada kamu, sadarlah dan mengertilah, yang menguatkan kamu adalah iman. Iman itu adalah berdoa, bekerja dan melayani. Tapi Aku melihat di antara kamu, kamu masih hidup sendiri. Dimanakah kebersamaanmu ? Karena kamu telah diserahkan Allah kepadaKu menjadi anak-anakKu kekal dan abadi. Dan Aku Ibumu kekal dan abadi. Berarti kita adalah satu. Dimanapun anak-anakKu berada adalah satu, walaupun perjalanan mereka berjalan sendiri, jatuh dalam dosa, tapi kamu yang Aku panggil untuk mencari dan membawa kembali kepada Allah di surga, itu yang Aku inginkan.

Tidak perlu kamu banyak doa tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Yang di minta Tuhanmu adalah buah dari doamu, hasil dari doamu. Karena kamu adalah anak-anak Allah, Bapamu di surga telah menyelamatkan kamu semuanya. Tetapi dimanakah hati kamu semuanya ?
Tolonglah. Berubahlah kamu semuanya. Berubah, anakKu. Bertobatlah. Setiap hari mohon belas kasihan Tuhan karena Tuhan sayang kepada kamu, tapi kamu tidak mengerti.

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, bangkitlah dan bekerjalah, carilah di sekitarmu, apapun, atau dia dalam kesedihan, ataupun dia punya persoalan, maupun dalam keluarganya, ataupun mereka tidak makan, apapun persoalannya yang dihadapi. Tapi kamu ada dimana ?
Bukan hanya harta benda yang kau persembahkan. Persembahan itu adalah jiwa dan ragamu berarti hidupmu untuk melayani. Tidak pilih-pilih. Maka Aku menyatukan kamu dalam kebersamaan, agar kamu bersama-sama menolong, membantu kesusahan saudara-saudaramu apapun persoalannya, dengan kebersamaan itu bisa selesai. Tapi,… tidak kamu lakukan. Aku melihat dari surga, Aku sedih.

Kamu yang Aku kunjungi di negaramu ini dan Aku memberikan pengertian bahasa, sikap dan tingkah-lakumu yang benar, tapi kamu tidak berubah. Nanti kamu tidak akan kuat menghadapi penderitaan yang turun di seluruh bumi terutama di negaramu ini. Apakah kamu tidak melihat apa yang sudah terjadi di negaramu ? Itu baru hal yang sangat kecil. Kamu juga tidak merenungkannya, apalagi hal-hal yang besar bertambah engkau tidak akan mengerti.

Aku mengunjungi kamu, ini yang terakhir. Aku mengunjungi kamu di negaramu ini, inilah yang terakhir. Aku memberikan pengertian terbuka supaya kamu mengerti apa yang dikehendaki Bapa di surga. Terbuka. Tidak perlu kamu mencari maknanya, pengertiannya, maksudnya. Tapi sudah diberikan pengertian. Itulah jawabannya yang pasti yang benar.

Anak-anakKu kira-kira perhitungan dunia sudah berapa lamakah Aku bersamamu ?

Tahun ini dua-puluh-tiga tahun, Bunda Maria, jawab bu Ola

Baik. Itu untuk ukuran dunia cukup panjang tetapi kapan kamu berubah. Mulailah, jangan kamu sibuk sendiri.
Itu boleh, kamu melayani suamimu, isterimu, anak-anakmu, cucu-cucumu. Itu harus diutamakan yang paling utama, baru kamu membuka pintu dan jendela, lihatlah di sekitarmu apa yang harus aku lakukan. Banyak. Banyak.

Untuk pekerjaan dunia kamu setia sekali, seolah olah kamu takut tidak mendapatkan apa-apa dengan peraturan dunia itu. Itu salah. Kata Tuhan Alahmu, “Carilah AKU, maka semua akan KU-tambahkan dalam kehidupanmu dalam perjalananmu”. (bdk Mat 6:33, Luk 12:31) Jadi kamu mencari berkat bukan untuk kepentingan dirimu sendiri. Kamu mencari berkat memang benar. Berdoa, bekerja dan melayani, ini satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Berdoa, bekerja dan melayani, tetapi kamu cukup berdoa ataupun bekerja, yang terakhir itu adalah buah-buah surgawi. Apakah kamu hidup selamanya di bumi ini ?

Tidak Ibu, jawab umat

Ingat itu, semua kamu akan kembali. Bapamu di surga telah menyediakan tempat yang indah buat anak-anak-NYA. Ingat itu.

Aku sedih. Apabila untuk berkorban, pasti kamu mundur. Itu pasti. Kamu tidak mau direportkan dengan persoalan kebersamaan dengan saudara-saudarmu yang membutuhkan pertolongan. Apakah hartamu bisa menyelamatkan kamu ?

Tidak Ibu, jawab bu Ola.

Tidak. Tetapi hartamu bisa menyelamatkan kamu di bumi dan kembali dalam kebahagiaan, itu adalah hartamu, engkau bisa menolong saudara-saudaramu, itulah buah surgawi.

Cukup dua-puluh-tiga tahun itu adalah perhitungan dunia, perhitungan manusia. Tetapi di mata Tuhan sekejap. Itulah kehidupan.

Anak-anakKu, sekaranglah kamu persiapkan dirimu dengan baik, hidup bahagia, hidup bersukacita, kebersamaan. Terutama damai dalam keluarga, damai dalam kebersamaan. Ini indah. Hidup bahagia di bumi, hidup indah dan bahagia kembali kepada Allah. Mungkin kamu tidak mengerti. Mungkin kematian itu nanti saja, tidak perlu dipikirkan tidak perlu dibicarakan. Anak-anakKu, itu salah. Jangan lupa kehidupan yang kekal dan abadi itu pasti kamu akan mengalami.

IBU MARIA BERSEDIH DAN KECEWA

Anak-anakKu semua yang ada disini, kamu juga bisa melayani melalui sikap dan tingkah-lakumu; tidak melakukan orang lain menderita pedih dan nangis disebabkan tingkah lakumu. Itu juga tidak melayani.

Terutama kita melayani melalui sikap dan tingkah-laku membuat orang lain bahagia, membuat saudara-saudara kita tenang, bersama kita bisa memuliakan Allah, melalui sikap dan tingkah-laku kita dalam keluarga; bahagia, damai, bersukacita dalam Allah. Itu yang pertama.

Melayani apa saja yang di butuhkan saudara-saudaramu; mereka sakit, mereka tidak punya untuk mengobati penyakitnya, kamu bergotong-royong sehingga saudaramu sembuh oleh pelayananmu. Mereka tidak makan karena apa ? Itu perlu dibicarakan, dicarikan jalan keluar supaya mereka bisa makan. Itulah bekerja.

Woo-, kalau kamu mengerti apa yang telah diberikan Bapamu di surga, semua diberikan, pengorbanan-NYA. Tetapi kamu, pengorbananmu sampai dimana ? Apa pengorbananmu ? Belum.

Anak-anakKu, jangan sampai engkau sedih di saat engkau dipanggil oleh Allah. Ingat itu. Roh itu hidup. Roh itu mempunyai badan kekal dan abadi, dikembalikan kembali, tapi badan yang fana ditinggalkan di bumi ini. Mereka bisa merasakan ketakutan, sedih, mohon ampun, minta pertolongan kepada yang hidup. Bagaimana kamu bisa berdoa sedang kamu tidak mempunyai doa yang baik dan benar. Aku mengatakan ini supaya kamu hidup bahagia di bumi, setelah kamu kembali, engkau sukacita bertemu dengan Bapamu di surga yang telah menyelamatkan kamu dari dunia yang penuh dosa ini.

Ini Aku berkeluh-kesah, karena Aku adalah Ibumu. Seorang Ibu melihat anaknya tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya, Aku sedih, kalau itu terjadi dalam kehidupanmu seorang Ibu yang sudah bahagia melihat anaknya menderita menunggu di Api-penyucian. Tidak.
Aku bahagia, kamu juga harus bahagia, anak-anakKu. Hartamu ada bersama saudara-saudaramu. Ingat kata-kataKu ini, hartamu ada di dalam saudara-saudaramu yang engkau layani.
Allah itu kasih. Kamu anak kasih. Mengapa kamu tidak punya kasih ? Sedikit saja kamu seolah-olah dibebani, sepertinya kamu marah, tidak suka, berbahasa kasar, berbahasa tinggi menolak atas permohonan saudara-saudaramu meminta tolong. Tutup mata, tutup hati, tutup telinga. Apakah kamu anak-anak Allah ? Anak-anak Bapamu di surga ? Renungkan. Apakah engkau anak-anakKu ? Karena Aku sudah bahagia, kamu juga bahagia.

Baik. Renungkan dan lakukan. Kalau itupun tidak kau lakukan kembali kepada diri kamu masing-masing. Kamu yang bertanggungjawab secara pribadi dengan Bapamu di surga.
Aku seorang Ibu sudah mengingatkan kamu, mendidik kamu, menumbuhkan iman kamu, mengajar kamu untuk melayani, mengajar kamu saling mengasihi tetapi itu tidak tumbuh dalam kehidupanmu.
Aku berdoa, Aku serahkan kepada Bapamu di surga. Inilah yang Aku katakan kepada kamu semua yang ada disini. Kamu sudah mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat

Kamu mengerti ?

Kami mengerti Ibu, jawab umat

Ini. Ini bahasa ini dari awal sampai dengan ini, hari ini, itu Aku ingat “aku mengerti Ibu”. Tapi aku tidak melakukannya. Seperti anak sulung dan anak ke-dua. Yang pertama dia menganggap semua itu hebat dan lakukannya tetapi dia tidak melakukannya.
Tapi anak ke-dua, dia menolak tapi dia merenung, dia melakukannya dengan sukacita. Ini, ini di dalam kelompok ini bersama Aku.

Tuhanmu juga memberikan pengertian ini “apa yang kamu suka, AKU tidak suka. Apa yang kamu suka AKU tidak suka, apa yang kamu tidak suka AKU suka”. Sama dengan anak sulung dan dengan anak ke-dua. Kalau ini sungguh-sungguh kamu lakukan sekecil apapun yang kamu lakukan, itu sangat berarti di hadapan Bapamu di surga.
Bahasa ini cukup jelas dari awal sampai saat ini “aku mengerti” tetapi tidak aku lakukan. Karena aku tidak suka, aku direpotkan, dibuat susah. Ini.
Anak-anakKu, apakah kamu mau hidup bahagia di bumi, bahagia setelah kamu kembali kepada Bapamu di surga ?

Kami mau Ibu, jawab umat.

Kalau kamu mau, lakukan. Ini harta yang kamu lakukan yang kamu simpan di surga. Inilah yang menyelamatkan kamu.
Kalau kamu tidak berbuat apa-apa bagaimana penebusan itu sendiri ? Karena kamu tidak punya harta di surga.

Cukup dalam apa yang Aku sampaikan pada hari ini. Karena Aku kecewa kepada kamu dan sangat kecewa. Aku bersusah payah. Aku meminta kepada Allah supaya Aku bisa mengunjungi anak-anakKu di negaramu ini. Tuhan berkenan. Aku kecewa. Anak surgawi, tega-kah tidak berbuat sesuatu dalam kehidupannya?

Kamu anak-anak surgawi kekal dan abadi. Sepertinya kamu, sikap dan tingkah-lakumu seperti anak dunia, masa’ — tidak mau tahu, itu urusan kamu pribadi, bukan urusanku. Hai—hartamu itu bisa sekejap lenyap dari kehidupanmu. Sekejap. Inilah, Aku mengajarkan kepada kamu karena kamu adalah anak-anakKu.

Seorang Ibu pasti mendidik anak-anaknya baik dan benar. Nggak ada seorang ibu menyesatkan anak-anaknya. Itu ibu dunia. Apakah kamu mempunyai anak lalu menyesatkan anak-anakmu dalam kehidupan anak-anakmu ? Iya atau tidak ?

Tidak ibu, jawab umat

Tidak. Ini. Aku kecewa. Bagaimana untuk menyadarkan supaya kamu bahagia dan selamat? Renungkan kembali.

Untuk berkorban itu berat. Tapi, kalau aku cinta akan Tuhan, dalam roh aku bisa melakukannya apapun, sekecil apapun, sebesar apapun kemampuanku aku melakukannya. Ini. Jadi dimanakah cintamu akan Tuhan ?

Cinta akan Tuhan itu bukan dibicarakan melulu, hanya bicara. Pikir kamu doa itu bisa menyelamatkan kamu tanpa berbuah? Doa itu harus berbuah, Tuhan akan melihat dari surga. Kamu berdoa meminta banyak hal tapi kamu tidak berubah, tidak berbuat apapun. Aku tahu. Begitu beratkah ? Begitu beratkah anak-anakKu ?

Sungguh, ini, pemikiran ini, adalah pemikiran anak-anak dunia. Harta dan harta, kekayaan dan kekayaan adalah milikku, itu didikan orang-orang dunia. Kalau kamu tidak.
Persembahan itu sangat penting. Dalam Perjanjian-Lama, dalam Hukum-Taurat persembahan itu diadakan untuk persembahan untuk diberikan pada Allah. Tetapi saat ini persembahanmu adalah melayani saudara-saudaramu, menyelamatkan saudara-saudaramu bersama-sama.

AKU mengajarkan kamu berkelompok-kelompok. Maka dimanapun ada kelompok kamu bisa menyelesaikan masalah persoalan saudara-saudaramu, bersama-sama. Apa kamu tidak mengerti ?
Pasti tidak mengerti maksud dan tujuan apa yang Kukatakan selama ini. Sekian lama kamu tidak mengerti, kamu tetap hidup sendiri, mencari kepuasan, kemerdekaan, kekayaan, harta, kemegahan. Tidak, kamu tidak selamat. Itulah cara dunia. Dunia itu mencobai kamu melalui pikiranmu, perasaanmu, melalui kelemahanmu sikap dan tingkah-lakumu, iblis. Kamu tidak sadar. Kamu tidak sadar. AKU mau mengatakan apalagi kepada kamu, sedangkan kamu tidak berbuah.

Baik. Cukup panjang Aku menasehati kamu supaya kamu boleh mengalami kebahagiaan di bumi ini bersama keluargamu, bersama saudara-saudaramu, dan juga bahagia kebersamaan kembali kepada Bapa di surga. Itulah kebahagiaan kekal dan abadi. Kamu pasti kembali, tidak akan hidup selama-lamanya di bumi ini.

Baiklah. Renungkan semua. Mungkin Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu pribadi, sangat pribadi antara kamu dengan Bapamu di surga. Aku Ibumu tidak akan mengulangi lagi. Aku kembalikan kepada kamu semuanya.

Baiklah, semua kamu yang di kasihi Tuhan dan ibu dan bersama Aku Ibumu di surga. Aku memberikan anak ini untuk memberikan pengertian kepada kamu tentang kebenaran.

Apa kamu mungkin tidak mendengar atau melihat Agnes berjuang untuk menyelamatkan anak-anakKu ? Itu sudah terjadi dan dilakukannya. Apapun yang dia lakukan itu karena dia cinta akan Allah. Karena dirinya sendiripun dia menderita saat ini. Apakah kamu tahu ? Tidak.
Pernahkah kamu bertanya kepada Agnes, “bagaimanakah bapa, ibu Agnes” ? -Tidak.
“Bagaimana sudah sembuh atau belum “? Tidak. Tidak ada.

Untuk bertanya aja tidak terjadi dalam kehidupanmu. Kamu lihat Agnes ini bekerja. Saat-saat terakhir ini dia bertambah menderita yang sangat dalam yang dihadapinya. Tapi Aku Ibumu, Tuhan tidak meninggalkan dia sendiri. Pasti Tuhan tolong semua yang dihadapinya saat ini di dalam keluarganya.

Dan bagi kamu, Aku Ibumu mengucapkan terima kasih kebersamaanmu dalam suka dan duka bersama Agnes sampai dengan saat ini. Aku sangat berterima kasih. Itulah dalam persaudaraan itu adalah tolong menolong.

Dalam keluargamu didiklah anak-anakmu untuk saling menolong dalam persaudaraanmu dalam keluargamu. Sebagai orang-tua engkau didik anak-anakmu agar semua anak-anakmu bersatu sehati-sejiwa saling menolong, saling mengasihi antara satu dengan yang lain.

Terima kasihKu. Sekali lagi. Aku melihat dari surga perjuangan Agnes dan kamu yang mendukung Agnes, itu juga karena hatimu tulus. Tuhan menyentuh hatimu untuk bersama Agnes. Terima kasihKu dan kebersamaan kamu melayani. Terima kasihKu bersama Agnes.

Inilah yang Aku katakan pada saat ini, dukunglah anak ini. Begitu pekerjaan yang banyak yang dia lakukan, tapi Allah menyertainya, Allah menyelesaikannya. Tidak bisa yang dipikirkan pikiran manusia, hanya iman. Apa yang di lakukan Agnes, hanya iman dia mengerti. Hanya iman.

Sekali lagi, bekerjasamalah untuk melayani bersama Agnes. Jangan takut. Tuhan tidak meninggalkan kamu sendiri dimana kamu melayani dan Aku Ibumu bersatu dalam doa. Doa Ibu yang kekal dan abadi pasti kamu bahagia.

Sekali lagi, terima kasih kepada kamu yang berkumpul saat ini. Dan renungkan semuanya apa yang telah Aku sampaikan hari ini dan tidak Aku ulangi lagi. Silahkan renungkan dan lakukan dan kerjakan. Semua apapun yang kau lakukan, itu adalah untuk kebahagiaan kamu pribadi antara kamu dengan Tuhanmu di surga.

Sekali lagi, terima kasih kamu yang bersama Agnes dalam suka dan duka mendukung Agnes. Aku Ibumu dari surga mengucapkan terima kasih.

Terima kasih Ibu, jawab umat

Baiklah. Cukup sampai disini. Aku berdoa untuk kamu agar kamu memulainya melakukannya saat-saat terakhir ini. Nanti pada waktunya engkau akan menyesal karena engkau akan ketakutan untuk menghadapi persoalan silih berganti di seluruh bumi maupun di negaramu ini.

Dan salamKu untuk Agnes. Katakan kepada Agnes bahwa Aku Ibunya tidak pernah meninggalkan dia sendiri maupun anak-anaknya, cucunya ataupun suaminya yang sedang dimurnikan yang sedang sakit, Aku tetap bersama Agnes dalam keluarganya. Katakan itu kepadanya dan juga anak-anakKu di seluruh bumi dan kamu disini dan juga di negaramu ini.

Baik. Mari kita bersatu dalam doa yang telah Kuajarkan kepasrahan ini kepadamu. Hanya berpasrah, hanya kepada Bapa di surga, itu tidak ada yang lain.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADA-MU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAAN-MU 3X
(AMIN)

Anak-anakKu, renungkanlah apa yang telah Aku sampaikan ini. Ini sangat penting saat terakhir bagimu bekal dalam perjalananmu menghadapi semua agar kamu tetap setia, tidak takut, dan berkumpul bersama sehati-sejiwa, maupun dalam keluargamu atau kebersamaanmu maka kamu tidak takut menghadapi itu semuanya.

Anak-anakKu sampai bertemu kembali, bersatu dalam doa dimanapun engkau berada. Terima kasih. Selamat malam untuk kamu semuanya

Terima kasih ibu, jawab umat

===============================================

 
© Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia | Entries (RSS) | Sitemap | develop by evolutionteams.com